Transmigrasi Lilian

Transmigrasi Lilian
Lama


__ADS_3

Aldo menunggu begitu lama di ruang tamu rumah dari keluarga Lili. Setelah selesai mengajar tadi, Aldo langsung menuju ke rumah Lili. Ia sudah menghubungi gadis itu namun tidak diangkat. Akhirnya Aldo nekat saja langsung berangkat ke rumah gadis itu.


Saat sampai rumah Lili, ia bertemu dengan Mama Ningrum. Sedangkan untuk Lili dan Kei memang sedang tidur. Aldo hanya bisa menghela nafasnya pasrah karena harus menunggu bangunnya Lili dan Kei dari tidurnya itu.


"Lili dan Kei sedang tidur. Kamu bisa menunggu di ruang tamu atau kembali nanti" ucap Mama Ningrum yang kebetulan membuka pintu rumah saat Aldo datang.


"Saya tunggu saja, tante. Kalau pulang dulu pasti saya malas untuk keluar rumah" ucap Aldo.


Mama Ningrum pun mengijinkan Aldo untuk menunggu di dalam ruang tamu. Ia juga menyediakan minuman dan cemilan untuk tamunya itu. Bahkan Aldo yang sudah bosan karena terlalu lama menunggu itu sampai merebahkan badannya di atas kursi sofa.


"Ini orang-orang tidur apa ngapain sih? Kenapa bangunnya lama sekali? Perasaan Kei itu nggak pernah kalau tidur selama ini" gerutu Aldo.


Aldo terus memindahkan posisi tubuhnya agar nyaman tiduran di atas kursi sofa. Tiba-tiba saja Lili dan Kei datang dengan badan lebih segar. Ternyata mereka sudah bangun sedari tadi, hanya saja keduanya mandi terlebih dahulu. Mereka tahu jika Aldo menunggu, namun sengaja dilama-lamakan.


"Wah... Kita ditungguin nih sama papanya Kei" ucap Lili yang baru saja memasuki ruang tamu.


"Iya dong. Tita tayak olang pentin tan, Ante Lili" ucap Kei sambil terkekeh geli.


Sontak saja Aldo yang mendengar ucapan dari langsung bangun dari posisi rebahannya. Aldo menatap sinis kearah Lili dan Kei yang tersenyum juga tertawa melihatnya. Sungguh Aldo merasa kesal dengan tingkah keduanya itu.


"Ayo pulang, Kei. Kamu udah mandi, lha ini papa sama sekali belum bersih-bersih lho" ucap Aldo yang langsung mengajak anaknya segera pulang.


Aldo yang moodnya sedang tak baik pun langsung saja mengajak Kei pulang. Kei mengerucutkan bibirnya dan menatap Lili dengan tatapan permohonan. Kei sama sekali tak mau pulang dulu, ia ingin bermain. Namun sepertinya Aldo tak memahami keinginan dari anaknya itu.

__ADS_1


Bahkan Aldo langsung mendekat kearah Kei dan menggendongnya. Lili yang ingin mencegahnya pun tak bisa karena memang laki-laki itu menatapnya tajam. Aldo ingin segera pulang dan istirahat, itu adalah keputusan mutlaknya.


"Kita mainnya besok di sekolah saja ya, Kei. Sekarang kamu pulang dan istirahat. Besok Tante Lili bawakan bekal makanan untukmu" ucap Lili sambil tersenyum.


"Cama cemilan buat dibadi-badi ya, ante" ucap Kei dengan tatapan berharapnya.


Lili menganggukkan kepalanya menyetujui keinginan dari Kei. Kasihan juga bocah kecil itu kalau dikucilkan oleh teman-temannya hanya karena tak membawa makanan seperti yang lainnya. Lagi pula makanan anak kecil juga tak seberapa, ia masih mampu untuk membelikannya.


Kei begitu bahagia dengan jawaban yang diberikan oleh Lili itu. Sedangkan Aldo hanya diam saja kemudian melangkahkan kaki keluar dari rumah Lili. Tas dan baju seragam yang kotor sudah ia masukkan dalam tasnya yang kini sudah dibawa oleh Aldo.


"Masuk dalam mobil dulu, Kei" perintah Aldo yang langsung memasukkan anaknya ke dalam mobil.


Sedangkan Aldo langsung mendekat kearah Lili yang juga berada di dekat mobil itu. Aldo mengambil dompetnya dan menyerahkan sebuah kartu debit kepada Lili. Lili yang melihat hal itu tentu saja kebingungan karena dia tak paham dengan maksud Aldo.


Tanpa menunggu jawaban dari Lili, Aldo segera pergi dari hadapan gadis itu setelah meletakkan kartunya pada telapak tangannya. Lili sedikit linglung karena melihat Aldo mempercayakan kartu itu padanya. Padahal ia berniat menggunakan uang jajannya untuk membelikan Kei makanan.


Tin... Tin...


Mobil berlalu dari hadapan Lili setelah membunyikan klaksonnya. Kei juga sudah melambaikan tangannyan kearah Lili dan dibalas oleh gadis itu. Senyuman Kei itu benar-benar membuatnya candu karena begitu menenangkan dan manis.


"Kalau belinya di supermarket nggak papa kali ya buat bikin bekalnya besok? Lebih bagus kalau yang dibagikan itu juga makanan sehat. Emm... Kayanya besok pagi harus bangun lebih awal deh. Biar bisa masak makanan sehat untuk semuanya" seru Lili yang sudah membayangkan untuk bereksperimen di dapur.


Lili pun masuk dalam rumahnya dengan senyum yang merekah. Bahkan Mama Ningrum yang melihatnya agak merasa sedikit aneh dengan anaknya. Namun Lili langsung duduk di sampingnya sambil menunjukkan sebuah kartu yang ada di tangannya.

__ADS_1


"Itu kartu siapa, Li?" tanya Mama Ningrum dengan tatapan penasaran.


"Kartunya Pak Duda. Dikasih buat belanja" ucap Lili dengan senangnya.


"Buat belanja baju dan tas gitu?" tanya Mama Ningrum yang juga kegirangan.


Siapa juga yang tak senang jika diberikan sebuah kartu yang bisa untuk berbelanja sepuasnya itu. Sedangkan Lili yang mendengar ucapan mamanya langsung geleng-geleng kepala. Mama Ningrum langsung meluruhkan bahunya lesu karena melihat respons anaknya itu.


"Bukan, ini buat belanja makanan dan cemilan untuk Kei besok. Rencananya Kei mau bagi-bagi makanan sama teman sekelasnya. Lili mau buatin cemilan sehat saja dibandingkan jajanan gitu" ucap Lili.


"Oh gitu... Tapi buat beli daging kesukaan kita nggak papa kali ya. Pasti itu pak duda juga nggak akan memeriksa duitnya keluar berapa" ucap Mama Ningrum memberikan ide pada anaknya itu.


"Dosa, ma. Nggak boleh, itu namanya penggelapan" ucap Lili.


"Ya pakai lilin atau senter biar jadi penerangan, Li" ucap Mama Ningrum dengan banyolannya.


Lili yang mendengar guyonan mamanya itu hanya terkekeh paksa. Apalagi candaan itu seperti terkesan garing. Akhirnya Lili mengajak mamanya untuk membeli semua bahan masakan buat besok. Mama Ningrum yang awalnya sangat malas pun dipaksa oleh anaknya itu.


"Pokoknya besok mama harus bangun pagi. Bantuin Lili masak yang enak dan bergizi. Jangan lupa entar kita beli kaya packingan lucu gitu" ucap Lili membayangkan apa yang akan dibuatnya.


"Mahal itu, Lili. Lebih baik duitnya buat tambah beli tas mama. Lagian itu Kei juga nggak lagi ulangtahun, napa harus bawa gituan sih" ucap Mama Ningrum yang tak setuju dengan rencana anaknya.


Lili mendengus kesal karena mamanya keberatan dengan rencananya. Padahal Lili berpikir kalau anak-anak pasti akan suka dengan yang lucu-lucu begitu. Namun biarlah, toh nanti sampa di tempatnya pasti Lili akan bisa menguasai keinginannya. Setelah bersiap dengan ganti baju, keduanya pun diantar oleh Pak Yono menuju sebuah supermarket.

__ADS_1


__ADS_2