Transmigrasi Lilian

Transmigrasi Lilian
Permintaan Maaf


__ADS_3

"Lebih baik kita minta maaf saja, ma. Yang penting kita nggak dipenjara. Kalau cuma nanti waktu pergi dikata-katain itu hal biasa, kita bisa menutup wajah dengan masker atau kerudung. Tapi kalau masuk penjara? Bukan hanya makanan saja yang tak enak, tidur pun nggak nyaman. Belum lagi nanti harus kerja ini itu" ucap Papa Madin.


Tentunya Papa Madin bergidik ngeri melihat beberapa tahanan yang ada di berita TV dan sinetron-sinetron. Bayangannya tentang penjara tentu mereka takkan bisa pergi kemana-mana lagi sedangkan keduanya tak bisa menjalani kehidupan seperti itu. Pasti nanti bosan walaupun kehidupannya ditanggung negara.


Apalagi mendengar perkelahian antara narapidana, sudah membuat mereka ketakutan. Mama Irene pun terdiam mendengar usulan dari Papa Madin. Ia juga takut kalau sampai dipenjara apalagi harus berpisah dengan suaminya karena pasti satu sel diisi oleh beda lawan jenis. Akhirnya Mama Irene menganggukkan kepalanya setuju atas usulan.


"Pa, tapi nanti gimana sama uang donasi itu?" tanya Mama Irene.


Walaupun ia menyetujui ide dari suaminya namun ia kini juga kepikiran dengan uang donasi yang sudah terlanjur ia terima. Tentunya sudah banyak uang yang telah mereka belanjakan membuat keduanya kini terdiam. Mereka kini seakan buntu pikirannya karena uang yang diterima tak mungkin bisa dikembalikannya dalam waktu singkat.


"Pa, gimana kalau kita buat sandiwara saja. Kita nanti bilangnya kalau uang itu sudah kita salurkan orang tak mampu" ucapnya tiba-tiba.


Papa Madin yang mendengar ucapan dari istrinya itu tentu matanya langsung berbinar cerah. Ia tak menyangka jika istrinya secerdik dan selicik itu. Papa Madin langsung menganggukkan kepalanya setuju kemudian menghubungi beberapa awak media untuk mengadakan konferensi pers.


Mereka hanya bisa berharap kalau semuanya akan percaya dengan sandiwara keduanya. Kalaupun tidak, mereka akan bersembunyi di rumah sampai kasus itu hilang dengan sendirinya. Yang terpenting sekarang mereka bisa terhindar dari penjara terlebih dahulu.


***

__ADS_1


Didepan sebuah gedung pertemuan, sudah banyak berdatangan para awak media dari berbagai kelompok. Tidak semuanya hadir disini melainkan ada juga yang berjaga di perusahaan ini. Kasus ini sudah menarik perhatian dari masyarakat hingga instansi negara. Bahka orang-orang penting itu berencana mengunjungi Mama Irene dan Papa Madin untuk membantunya.


Berita itu baru saja didapatkan oleh Papa Madin saat mereka menuju perjalanan ke gedung pertemuan itu. Mereka tak menyangka kalau video sandiwaranya waktu itu sampai menarik orang-orang penting. Bukannya tak senang jika sandiwaranya berhasil namun keduanya takut kalau sampai hal ini nanti akan dianggap pembohongan publik dan efeknya jauh lebih parah. Apalagi harus bersangkutan dengan orang penting seperti itu.


"Bagaimana ini, ma?" tanya Papa Madin sedikit khawatir.


"Kita abaikan dulu beberapa orang penting itu. Kita urus nanti setelah ini selesai" ucap Mama Irene yang juga pusing.


Mereka kini menaiki mobil dengan Melinda sebagai sopirnya. Mereka mendandani Melinda seperti seorang sopir taksi agar nantinya tak perlu mencari kendaraan untuk pulang ke rumah. Apalagi bisa saja suasana disana nanti ribut atau riuh akibat dari pernyataan keduanya. Tentunya hal ini harus diantisipasi agar mereka bisa menghindar dari kerumunan massa.


"Buruan, Mel. Ini kami sudah ditunggu lho" ucap Mama Irene menyuruh anaknya agar cepat dalam mengendarai mobilnya.


Mereka ingin sekali menyewa bodyguard, namun uang yang dimiliki masih digunakan untuk membuat Melinda segera kembali ke luar negeri. Melinda harus melanjutkan kuliahnya agar masa depannya tak sama dengan kedua orangtuanya. Setidaknya dengan gelar yang didapat Melinda nantinya bisa mengangkat derajat kedua orangtuanya karena ia yakin kalau Arlin sudah tak mau berurusan dengan keluarganya.


Tak berapa mobil yang mereka kendarai kini telah tiba didekat gedung pertemuan. Didepan sana sudah ada banyak media dengan meja dan kursi telah disiapkan untuk duduk narasumber. Tentunya semua itu ide dari para awak media yang begitu simpati dengan cerita Papa Madin. Namun entah bagaimana reaksi mereka nanti setelah mendengar pengakuan keduanya.


"Selamat siang semuanya..." ucap Papa Madin dengan tersenyum canggung.

__ADS_1


"Siang..." seru semua awak media yang hadir disana.


"Disini saya akan mengklarifikasi beberapa hal. Yang pertama, saya ingin meminta maaf kepada anak kandung saya Arlin. Akibat ucapan dan video yang viral itu membuat nama baiknya tercoreng didepan semua orang. Sesuai dengan surat somasi yang kamu berikan, saya sebagai yang tua disini meminta maaf padamu nak" ucap Papa Madin dengan wajah dibuat tersenyum sendu.


Tentunya raut wajah Papa Madin ini membuat semua yang melihatnya simpati dan terkecoh kalau pihak Arlin sepertinya menuntut permintaan maaf. Mereka berpikir kalau Papa Madin ini mendapatkan ancaman untuk mengklarifikasi semua berita yang beredar apalagi pria paruh baya itu menyebut adanya surat somasi. Diam-diam, Mama Irene dan Papa Madin tersenyum menyeringai melihat semua orang percaya dengan apa yang diucapkan oleh pria paruh baya itu.


***


"Mereka akan melaksanakan konferensi pers didepan sebuah gedung pertemuan dekat dengan perusahaan kita. Apa kita mau kesana buat sekalian meluruskan semuanya?" tanya Aldo yang tadi saat jam makan siang langsung menyusul istrinya di perusahaan.


Arlin hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Akhirnya Arlin dan Aldo memutuskan untuk pergi berdua saja setelah selesai makan siang sedangkan Mama Nei juga Papa Tito akan menjaga Kei di perusahaan. Lagi pula Papa Tito masih sibuk mengurus beberapa berkas kerjasama yang baru saja didapatkan dari rekan kerjanya.


Arlin dan Aldo keluar dari perusahaan dengan santai. Mereka sudah memikirkan ini baik-baik dan akan membuat pelajaran yang begitu berharga untuk Papa Madin dan Mama Irene. Tak lupa mereka juga sudah menghubungi pengacara keduanya untuk ikut kesana. Arlin merasakan akan ada sesuatu yang membuat mereka semakin dipojokkan sehingga membawa pengacara.


Saat keduanya sudah sampai didekat pintu keluar ternyata disana masih ada banyak para awak media yang menunggu walaupun tak sebanyak tadi pagi. Kemungkinan mereka sudah banyak berada di konferensi pers yang diadakan oleh Papa Madin. Melihat kedatangan Arlin dan Aldo, mereka segera saja berdiri kemudian mendekat kearah keduanya. Hanya ada satpam yang menjaga keduanya karena Aldo nantinya akan mengumumkan sesuatu dan segera pergi.


"Kami akan menuju konferensi pers Tuan Madin. Kita bisa langsung kesana karena nanti saya juga memberikan klarifikasi" ucap Aldo saat melihat awak media seperti akan memberinya pertanyaan.

__ADS_1


Mereka pun pergi berlalu menuju mobil dengan lancar karena para awak media langsung memberi jalan. Mereka pun langsung segera berlari menuju mobilnya masing-masing untuk mengikuti keduanya. Tentunya hari ini akan menjadi penyelesaian dari masalah yang dihadapi.


__ADS_2