
Aldo mendengus kesal saat mendengar kedua orangtuanya seperti tak percaya dengan apa yang ia katakan. Padahal ia sudah berbicara dengan raut wajah seriusnya. Justru mereka menganggap kalau dia sedang berhalusinasi. Terlebih dulu Lili memang tak terlalu suka berdekatan dengan Aldo.
"Terserah kalian mau percaya atau tidak. Yang jelas, Aldo serius. Tiga hari lagi, tolong lamarkan Lili untuk Aldo" ucap Aldo dengan tegasnya.
"Baiklah, tapi kita adakan dulu pertemuan dengan Lili. Mama ingin memastikan kalau Lili tidak terpaksa menerima kamu sebagai calon suaminya. Apalagi ada Kei yang nanti akan tersakiti jika sampai ada salah satu diantaranya yang terpaksa menikah" ucap Mama Nei.
Mobil milik Aldo memasuki halaman mansion. Setelah mobil berhenti, Aldo keluar kemudian mengambil Kei dari gendongan sang mama. Beberapa penjaga mansion langsung membawakan koper milik majikannya itu. Beberapa oleh-oleh langsung dibagikan kepada beberapa maid.
"Ma, sisakan oleh-oleh makanan untuk anak-anak Panti Asuhan" ucap Aldo tiba-tiba.
"Tumben. Biasanya kamu membagikan oleh-oleh untuk rekan kerjamu atau teman dosen di kampus" ucap Mama Nei dengan tatapan penasaran.
"Mereka sudah kaya. Ngapain juga dikasih oleh-oleh. Aldo baru mau renovasi Panti Asuhan di dekat kampus. Waktu itu ada salah satu anak sana bantu Kei yang dihadang preman. Makanya sebagai balas budi dan kemanusiaan, Aldo dan Lili bersama-sama membangun Panti Asuhan itu" jawab Aldo menjelaskan semuanya.
Mama Nei menganggukkan kepalanya walaupun ia sedikit terkejut jika cucunya itu dihadang preman. Walaupun begitu, ia bersyukur ada yang membantu Kei. Mama Nei meminta beberaoa cemilan agar nanti dibawa oleh Aldo.
***
"Aldo mau ketemu sama Lili dan langsung ke Panti Asuhan, ma. Aldo pamit dulu dan titip Kei" ucap Aldo.
"Bawa Lili ke sini, Al. Mama mau ketemu" ucap Mama Nei.
"Tapi jangan pengaruhi Lili buat membatalkan rencana lamaran dan pernikahan kami" peringat Aldo pada mamanya.
Mama Nei hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Walaupun sebenarnya dia juga tak yakin akan hal itu. Aldo pergi dengan membawa oleh-oleh dari luar negeri yang diberikan oleh mamanya itu. Sedangkan Mama Nei yang melihat kepergian Aldo segera ke kamar Kei. Pasti cucunya itu tahu tentang penyebab Lili menerima Aldo sebagai calon suaminya.
***
"Mama sama papa ingin bertemu kamu. Mereka sudah pulang pagi tadi. Tapi satu hal yang perlu kamu ingat kalau jangan terpengaruh sama ucapan mereka terutama mama" ucap Aldo memperingati Lili.
Aldo menjemput Lili terlebih dahulu untuk bersama-sama ke Panti Asuhan. Lili pun ikut saja karena memang sudah rindu dengan anak-anak Panti Asuhan. Saat berada di dalam perjalanan, tiba-tiba saja Aldo langsung mengungkapkan tentang kabar kedua orangtuanya.
__ADS_1
"Mereka hanya memberi nasihat atau petuah saja sebagai orangtua. Jangan takut deh, toh nasihat atau pesan mereka pasti berguna untuk kita ke depannya" ucap Lili mencoba menenangkan Aldo.
"Kamu nggak tahu gimana sifat mama itu. Sukanya mempengaruhi oranglain dengan cerita jelek-jelek tentang aku" ucap Aldo dengan kesal.
"Mana ada orangtua yang melakukan itu? Apalagi ini berhubungan dengan kebahagiaan anaknya" ucap Lili sambil geleng-geleng kepala.
"Ada, buktinya mamaku tuh" ucap Aldo dengan sedikit ketus.
Lili mengelus lembut lengan Aldo agar laki-laki itu bisa menenangkan pikirannya. Tak berapa lama, mobil yang dikendarai oleh Aldo memasuki halaman Panti Asuhan. Tanah kosong sebelah sudah mulai tahap pembangunan membuat Aldo kini memilih memeriksa ke sana. Sedangkan Lili masuk ke dalam rumah.
"Selamat siang..." seru Lili menyapa semuanya yang berada di ruang tamu.
"Kak Lili..." seru semua anak-anak yang ada di sana.
"Bu Nania dimana?" tanya Lili.
"Di dapur, Kak Lili" jawab Eliza, seorang gadis cilik yang ada di sana.
"Terimakasih, Kak Lili" seru semuanya.
Lili menganggukkan kepalanya kemudian pergi kearah dapur. Pengurus Panti Asuhan ini diminta untuk tak bekerja lagi. Cukup dengan mengelola, menjaga anak-anak, dan menyediakan makanan juga minuman untuk tukang bangunan. Semua sudah Aldo siapkan dan yang mengelola biar pengurusnya langsung.
"Bu Nania..." panggil Lili.
Ternyata Bu Nania dan beberapa pengelola Panti Asuhan sedang menyiapkan makan siang untuk tukang bangunan juga semuanya. Lili pun mendekat kearah mereka dan membantu menata makanan yang sudah matang.
"Mbak Lili, nggak usah bantu. Malah ngerepotin lho. Ini juga tinggak sebentar lagi kok" ucap Bu Nania tak enak hati.
"Lili sedang ingin ikut memasak, tapi kok udah selesai. Jadi Lili bantu tata ini semua saja" ucap Lili sambil tersenyum.
Lili tak ingin kalau dibedakan oleh orang-orang di sana karena sebagai donatur di Panti Asuhan ini. Apalagi dia hanyalah manusia biasa yang ingin bersosialisasi atau berbaur dengan semuanya. Yang lainnya hanya membiarkan Lili berbuat semaunya.
__ADS_1
***
"Ayo makan siang," seru Bu Nania pada anak-anak Panti Asuhan.
"Iya, bu" seru mereka semua.
Semuanya makan dengan duduk lesehan di ruang makan hingga tamu. Ruang makan yang kecil tentu takkan muat untuk mereka makan bersama. Lili berbaur dengan anak-anak lainnya, bahkan makanannya pun sama.
"Ini Ageng dimana? Bukannya dia sudah resign dari cafe itu semalam" tanya Aldo yang masuk tiba-tiba.
"Oh... Ageng kan sudah masuk kerja di rumah sakit. Tadi pagi habis wawancara langsung diterima kerja" ucap Bu Nania.
Aldo hanya menganggukkan kepalanya, walaupun ia sedikit merasa heran. Pasalnya karyawannya belum memberitahu tentang masuknya Ageng sebagai karyawan baru. Namun tak apa, nanti dia yang akan memeriksanya langsung.
Aldo pun ikut makan siang bersama dengan yang laki-laki. Aldo sama sekali tak keberatan kalau duduk lesehan seperti ini yang penting adalah kebersamaannya. Setelah selesai makan siang, Lili dan Aldo pulang ke rumah.
***
"Akhirnya anak perempuan mama dan papa datang juga ke mansion ini" seru Mama Nei saat melihat kedatangan Lili bersama Aldo.
Bahkan dengan hebohnya, Mama Nei langsung menarik tangan Lili menuju halaman rumah. Keduanya meninggalkan Aldo yang hanya bisa menganga tak percaya. Aldo kesal sekali dengan mamanya yang memonopoli Lili.
"Dasar emak-emak..." gerutu Aldo yang kemudian masuk dalam kamarnya.
Sedangkan kini Lili dan Mama Nei berada di halaman belakang mansion bersama dengan Papa Tito juga Kei. Kedua laki-laki itu sangat bahagia dengan kehadiran Lili. Apalagi Papa Tito yang senang karena bertemu kembali dengan Lili.
"Akhirnya kita bertemu kembali dalam suasana yang lebih baik" ucap Papa Tito.
"Iya, pa. Oh ya... Mama mau tanya sesuatu sama kamu. Tapi harus menjawabnya dengan jujur" ucap Mama Nei dengan penuh peringatan.
"Iya, ma. Memangnya mama mau bertanya apa?" tanya Lili dengan tatapan penasaran.
__ADS_1
"Memangnya benar, kamu mau menikah dengan Aldo?" tanya Mama Lili dengan raut wajah seriusnya.