Transmigrasi Lilian

Transmigrasi Lilian
Fakta Baru


__ADS_3

Pak Lion mendatangi mansion Aldo setelah mengunjungi para pelaku yang kini sudah ditahan di kantor polisi. Bahkan tadi saat pulang, mereka berada dalam satu mobil karena ingin segera berdiskusi mengenai langkah selanjutnya yang harus dibahas. Di ruang keluarga ini, mereka tengah membahas mengenai kecelakaan satu tahun yang lalu.


"Jika anda ingin membuka kembali kasus kecelakaan itu bisa saja. Apalagi saya menemukan sebuah fakta baru dari ponsel yang disita oleh pihak kepolisian" ucap Pak Lion sambil tersenyum misterius.


Aldo, Arlin, Mama Nei, dan Papa Tito langsung saja menatap penasaran kearah Pak Lion. Sepertinya akan ada hal penting yang Pak Lion temukan dalam sebuah ponsel yang disita oleh pihak yang berwajib. Mereka sungguh penasaran menunggu kelanjutan ucapan dari Pak Lion.


"Dari ponsel siapa, pak?" tanya Arlin.


"Dari ponsel ibu tiri anda. Nyonya Irene ternyata terlibat dalam kasus ini bahkan sepertinya dia adalah dalang dari semua masalah ini. Bahkan saya menemukan bukti chatt dengan mantan kekasih anda yang sebenarnya masih hidup" ucap Pak Lion.


Sontak saja mata mereka semua membelalak kaget. Tentunya mereka terkejut dengan fakta yang mereka dapatkan. Pasalnya beberapa hari yang lalu, Arlin dan Aldo baru saja mendatangi pihak yang berwajib mengenai kasus kecelakaannya dulu. Mereka mengatakan kalau mantan kekasihnya itu sudah meninggal dan semua murni karena kasus kecelakaan.


Arlin masih menatap tak percaya kearah Pak Lion. Jika memang ini benar, pasti akan ada oknum tertentu yang bisa terseret dalam kasus ini. Pasalnya ini penyelidikan sepertinya tidak tuntas karena beberapa bukti yang ada seakan tidak terekspose. Bahkan mengenai keberadaan mantan kekasihnya yang misterius itu.


Bahkan pihak rumah sakit saja tidak mengetahui dimana keberadaan mantan kekasihnya karena memang saat itu langsung dibawa pergi. Hal ini semakin membuat Arlin merasa ada yang tidak beres dengan semua ini. Arlin hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar kemudian memandang suaminya yang kini menatapnya juga.


"Itu ponsel sekarang ada dimana, pak?" tanya Aldo.


"Ada di kantor polisi. Ini baru tadi saya melihatnya karena ada salah satu kenalan yang mengatakan tentang kejadian kecelakaan satu tahun yang lau. Yang dulunya kasus itu saya yang pegang sehingga ia langsung memberitahukannya padaku" ucap Pak Lion menjelaskan.

__ADS_1


"Sepertinya kita harus kembali membuka kasus ini. Kalau memang benar ini ada sangkut pautnya dengan si Irene itu, bisa kita gunakan untuk menjeratnya dalam hukuman penjara lebih lama. Apalagi kini Pak Lion sudah menemukan bukti baru. Walaupun kedepannya pasti agak sulit karena mungkin ini ada sangkut pautnya dengan oknum-oknum penting" ucap Papa Tito mengusulkan.


Semuanya menganggukkan kepalanya setuju. Pak Lion juga sangat yakin kalau kasus ini memang melibatkan banyak orang penting sehingga mereka harus berhati-hati. Bukan tidak mungkin jika nanti seiring berjalannya waktu, mereka malah dituduh melakukan pencemaran nama baik.


Apalagi sampai kemarin saja, ada beberapa chatt masuk dari orang-orang tak dikenal dalam ponsel milik Mama Irene. Orang-orang itu mengancam untuk nanti tak buka suara mengenai apapun yang pernah dilakukan mereka di masa lalu. Hal ini tentu sudah menimbulkan kecurigaan bagi Pak Lion dan rekannya. Beruntung rekannya itu orang jujur dan baik sehingga Pak Lion bisa mendapatkan informasi sebagus ini.


"Kita selidiki diam-diam dulu. Lalu kita cari siapa saja yang terlibat. Kita cari informasi sebanyak mungkin tentang orang-orang yang terlibat ini kemudian baru kita laporkan. Kalau sekarang kita laporkan, sudah pasti mereka langsung mencari cara untuk menghilangkan bukti. Padahal kita saja bukti masih minim" ucap Pak Lion memberi saran.


"Saya setuju" ucap Arlin dengan tegasnya.


Arlin yakin kalau mereka grasah grusuh sudah pasti tidak akan bisa menemukan bukti yang akurat. Mereka harus bermain cantik agar lawan tidak menyangka kalau tengah diselidiki. Arlin begitu beruntung mendapatkan pengacara yang secerdik Pak Lion ini walaupun harus membayar dengan jumlah yang cukup fantastis.


"Tolong sekalian Pak Lion untuk mencarikan kami hacker untuk mengatasi masalah ini. Pasalnya saya khawatir kalau dari saya pasti akan ketahuan nanti jika pihak Arlin masih mempermasalahkan kasus ini" ucap Papa Tito.


"Baik, tuan" ucap Pak Lion dengan yakin.


Akhirnya Pak Tito pulang dari mansion Aldo untuk segera kembali melaksanakan tugasnya. Sedangkan Arlin yang sudah melihat kepergian Pak Lion dengan diantar kedua orangtua Aldo pun hanya bisa menghela nafasnya kasar. Sepertinya hari-hari berat akan dilewatinya sebelum kembali dalam raganya yang asli.


"Mama, ayo tidul ciang" seru Kei yang baru saja selesai bermain dengan salah satu maid.

__ADS_1


Arlin yang sedang melamun pun tersentak kaget sehingga langsung saja menatap kearah seseorang yang memanggilnya. Ia kini melihat Kei yang berlari memasuki ruang keluarga dengan kaki penuh tanah basah sehingga membuat cap pada lantai. Tak hanya itu, bajunya pun basah dengan banyak tanah disana. Arlin hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya itu.


"Astaga... Kasihan lantainya jadi kotor" seru Arlin dengan wajah terkejutnya.


"Ish... Kok kacian cama lantaina cih. Halusna kacian cama Kei don" gerutu Kei sambil menghentak-hentakkan kakinya.


Tentu Kei yang tadinya berlari kearah mamanya itu langsung menghentikan langkahnya. Ia menatap kesal pada mamanya yang kini tersenyum meledek kearahnya. Apalagi ia memang melihat lantai di mansion ini sudah kotor dengan membentuk jejak kakinya. Akhirnya Kei yang melihat hal itu langsung menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Mandi dulu sana. Masa iya mama yang cantik ini mau dipeluk dengan Kei yang penuh dengan tanah begitu" ucap Arlin menggoda anaknya.


Kei kesal karena terus digoda oleh mamanya itu sedangkan Aldo hanya duduk diam disana tanpa mempedulikannya. Ia menatap sinis kearah papanya yang hanya melihat perdebatan keduanya. Kei pun melangkahkan kakinya menuju Aldo kemudian melemparkan tubuhnya kearah sang papa.


Happp...


Beruntung Aldo dengan sigap menangkap tubuh kecil anaknya itu. Ia tak bisa membayangkan kalau anaknya sampai terjatuh bahkan menindih tubuhnya. Bukannya berat, hanya saja kalau ditimpa tiba-tiba tentu akan terasa sakit.


"Papa, yo andi" ajak Kei setelah berhasil memeluk papanya.


Aldo hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya ini. Segera saja Aldo menggendong anaknya masuk dalam kamar meninggalkan Arlin yang cekikikan. Arlin sendiri hanya bisa cekikikan saat melihat suaminya terlihat masam raut mukanya karena harus ikut ganti baju akibat ulah Kei.

__ADS_1


__ADS_2