Transmigrasi Lilian

Transmigrasi Lilian
Tak Tahu Diri


__ADS_3

"Dasar pria tua tak tahu diri. Sudah tua namun bisa-bisanya palying victim dengan anaknya sendiri" ketus Arlin dengan mengusap dadanya berulangkali.


Ia sungguh kesal setelah melihat video yang beredar di dunia maya kini. Ia tak menyangka jika papanya itu membuat video tentang perjalanan hidupnya yang kini trending di media sosial. Bahkan semua menghujat akun sosial media Arlin yang bahkan sudah tak pernah dibukanya semenjak ia koma. Aldo juga geram karena kini semua orang yang mengenal dirinya langsung menghubunginya dengan kalimat hujatan menyakitkan.


Isi video yang beredar itu mengenai Papa Madin yang diusir anak kandungnya sendiri dari rumah dan tak diberi uang sehingga kini hidup mengontrak di kampung kumuh. Ia juga memberitahu mengenai identitas anaknya yang dulunya merupakan salah satu model terkenal. Sontak saja beberapa orang yang mengenal Papa Madin langsung saja memberitahu siapa anak yang dimaksud, dia adalah Arlin. Jadilah hampir semua orang yang mengenalnya langsung menghujatnya habis-habisan.


Padahal semua yang dikatakan itu adalah bohong kecuali dirinya yang mengusir papanya itu dari rumah. Dengan adanya video itu, banyak sekali yang membuka donasi untuk membantu Papa Madin dan keluarganya. Hal ini berkat video menyedihkan dan penampilan Papa Madin yang seperti orang susah.


"Kok bisa-bisanya mereka kepikiran buat kaya gini ya? Saking nggak ada kerjaannya apa gimana" kesal Aldo dengan mendengus kasar.


Arlin saja hanya bisa geleng-geleng kepala melihat apa yang sebenarnya terjadi. Namun keduanya membiarkan saja hal itu yang terpenting tak mengganggu pekerjaannya. Namun ternyata semua tak sesuai dengan yang diharapkannya karena Gita datang membawa kabar buruk.


"Pak, Bu... Maaf saya lancang masuk dalam ruangan kalian tanpa mengetuk pintu dahulu. Ini ada kabar tak baik karena ternyata banyak client yang membatalkan semua kerjasamanya dengan perusahaan kita" ucap Gita dengan wajah paniknya.


Arlin dan Aldo seketika menegang mendengar ucapan dari sekretarisnya itu. Mereka tahu kalau ini semua merupakan efek dari video yang tengah viral itu. Arlin dan Aldo sontak menatap Gita yang membawa selembar kertas dengan wajah yang terlihat sangat panik.


"Berapa perusahaan yang membatalkan kerjasama yang sudah disepakati?" tanya Arlin.

__ADS_1


"Ada 8 perusahaan yang membatalkan kerjasama. Untuk 7 perusahaan yang baru saja mengajukan, sudah menarik proposal kerjasamanya" jawab Gita.


"Berarti yang 8 perusahaan itu harus mengganti rugi semua pembatalan kerjasama itu. Kerjasama yang sudah ditandatangani dan proyeknya tengah berjalan, tak bisa dibatalkan sepihak. Kalau dibatalkan sepihak, kita harus dapat ganti rugi sesuai kesepakatan" ucap Aldo memberitahu sekretarisnya.


Gita pun langsung memberikan daftar perusahaan itu kepada Arlin. Ia segera keluar dari ruangannya setelah tahu apa yang harus ia lakukan setelah mendengar ucapan Aldo. Tentunya mengirimkan rincian biaya ganti rugi sesuai dengan yang telah disepakati kepada perusahaan yang membatalkan kerjasama itu.


Arlin terlihat terdiam memikirkan rencana untuk membalikkan keadaan ini. Tak mungkin dirinya membiarkan semua ini terjadi karena akan merugikan perusahaannya. Ia tak mau perusahaan yang dibangun mamanya dari nol itu hancur begitu saja.


"Apa perlu kita lakukan konferensi pers atau malah langsung tuntut saja ke jalur hukum mengenai pencemaran nama baik?" tanya Arlin menatap suaminya.


"Lapol polici aja mama. Bial mama dan papa ndak epot-epot ulun angan. Apek tau nulusin hal tayak ditu, ending okus kelja" ucap Kei tiba-tiba.


Arlin dan Aldo langsung saja terkejut mendengar apa yang diucapkan oleh Kei. Bahkan keduanya kini langsung memeluk Kei dan menganggukkan kepalanya setuju mendengar ucapan anaknya itu. Lagi pula buat apa mereka sibuk mengurusi hal tak penting, lebih baik bekerja dan mendapatkan uang. Untuk client yang membatalkan kerjasamanya langsung saja masuk dalam daftar hitam perusahaannya dan sampai kapanpun mereka takkan mau bekerjasama dengan mereka.


Aldo pun langsung saja menghubungi pengacara keluarganya untuk membuat somasi pada orang-orang yang telah menghancurkan image istrinya. Jika dalam waktu 1x24 jam tak ada permintaan maaf, maka langsung saja akan dilaporkan pada pihak kepolisian.


***

__ADS_1


"Akhirnya kita banyak uang lagi, pa. Berkat ada yang membuka donasi itu langsung kaya mendadak kita. Kalau sedari dulu tahu dengan seperti ini bisa kaya, lebih baik lakuin kaya gini ya" ucap Mama Irene yang tengah menghitung beberapa lembar uang dalam amplop yang diberikan oleh salah satu penyumbang.


Awalnya Mama Irene kesal dengan ide suaminya untuk pura-pura mengontrak rumah didekat tempat pembuangan akhir sampah. Namun setelah melihat hasilnya, ia begitu senang bahkan sudah bisa menarik simpati tetangga kontrakan hingga seluruh lapisan masyarakat. Bahkan di rumah kontrakannya ini tak jarang tetangga sekitar memberikan berbagai macam kebutuhan pokok.


Padahal setiap malam mereka selalu kembali ke rumahnya yang sederhana itu. Tentu hal ini tak diketahui warga sekitar karena tengah malam baru mereka pergi kemudian kembali saat sore hari. Mereka beralasan sudah pergi bekerja sesaat sebelum shubuh.


"Makanya mama harus sabar kalau beberapa jam harus tinggal di tempat kumuh seperti ini. Jangan banyak ngomel, terus kalau keluar rumah pakai masker. Kalau ketahuan orang tentang identitas kita kan gawat apalagi kalau pas belanja. Kurangi juga tuh arisan" ucap Papa Madin memperingatkan.


Mama Irene mendengus kesal mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya itu. Walaupun begitu, ia hanya bisa menurut saja karena ini juga untuk kebaikan bersama. Itung-itung ia bekerja walaupun dengan berpura-pura miskin agar dikasihani banyak orang.


"Sekarang itu Arlin pasti kuwalahan karena berita ini. Beberapa clientnya juga membatalkan kerjasama dengan memilih akan mengajak papa kerja sama mereka kan?" ucap Mama Irene setelah melihat berita yang ada di sosial media dan majalah bisnis.


"Biarkan saja. Dengan ini papa bisa bekerja dan mendapatkan posisi tinggi di perusahaan oranglain. Kita jadi nggak susah lagi" ucap Papa Madin dengan sangat antusias.


Keduanya tertawa sambil terus menghitung pendapatan dari beberapa amplop yang diberikan dari beberapa organisasi kemanusiaan. Mereka cukup tercengang, belum 24 jam video itu disebarluaskan namun pendapatannya sudah mencapai ratusan juta. Sungguh mereka sangat senang seakan mendapatkan durian runtuh.


"Biar dikira baik, kita juga kasih mereka uang atau apa gitu ma" ucap Papa Madin memberi ide.

__ADS_1


"Kasih uang 50 ribu aja cukup kayanya, pa" jawan Mama Irene membuat Papa Madin menganggukkan kepalanya.


Mama Irene langsung keluar kemudian membagikan uang kepada tetangga sekitarnya. Hal ini dimaksudkan agar kesan mereka pada keduanya itu semakin baik hingga terus mendapatkan simpati dari sekitarnya.


__ADS_2