Transmigrasi Lilian

Transmigrasi Lilian
Tidak Percaya


__ADS_3

"Nggak percaya gue. Masa iya sekelas Pak Aldo yang punya rumah sakit dan jadi dosen itu cuma ngasih uang 20 ribu. Minimallah di dompetnya itu ada kartu debit, kredit, dan black card" ucap Fina tak percaya sambil geleng-geleng kepala.


"Pada faktanya gue cuma dikasih uang lembaran seribuan sebanyak 20 lembar" ucap Lili.


Bahkan kini Lili langsung saja mengeluarkan uang yang diberikan oleh Aldo itu ke atas meja kantin. Fina langsung mengambil dan memeriksa uang-uang itu. Memang benar adanya kalau itu uang seribuan sebanyak dua puluh lembar. Fina geleng-geleng kepala sambil masih menatap tak percaya lembaran uang itu.


"Iya, Ante Pina. Ante Lili nemang dikacih papana uwang duwa puluh libu caja. Atuh cakcina," ucap Kei dengan tatapan polosnya.


"Jadi rencana kita kemarin gagal dong? Yah... Yang penting sih kalau gue nggak ngeluarin uang sih" ucap Fina yang seakan tak merasa kasihan dan bersalah kepada Lili.


Lili yang mendengar hal itu tentunya hanya bisa mendengus kesal. Temannya satu ini memang tak punya akhlak dan merasa kasihan sama sekali dengannya. Sedangkan Kei langsung saja meminta gendong kearah Lili membuat gadis itu langsung memeluknya dan mendudukkannya di pangkuan.


"Becok talo oma dan opa ulang, Kei batalan minta cama meleta uwang banak. Bial bica kacih uwangna ke Ante Lili. Kei tau tok talo Kei matanna banak, adi pati utuh banak uwang" ucap Kei yang sedikit merasa bersalah.


Bahkan Kei menatap Lili dengan tatapan bersalahnya sambil mengelus lembut pergelangan tangan gadis itu. Lili yang mendengar itu menatap Kei yang memandangnya polos. Lili sangat terkejut karena ternyata Kei paham dengan pembicaraan keduanya.


"Eh... Enggak kok. Tante Lili nggak minta ganti. Tante Lili ikhlas kalau Kei mau beli makan apapun itu, asalkan kamu kenyang dan sehat" ucap Lili yang sedikit gelagapan.


Lili menatap Kei dengan tatapan lembutnya, sedangkan diam-diam ia juga melirik sinis kearah Fina. Ini semua karena Fina yang malah membahas tentang uang Aldo di hadapan Kei. Tentunya Kei yang anaknya begitu manis dan pintar itu sedikit paham dengan arah pembicaraan keduanya.


"Kei jangan pikirkan hal yang macam-macam ya. Tante Lili nggak minta ganti apapun kok" ucapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


"Matacih, Ante Lili. Ante baik cekali cama Kei, beda cama Ante Pina" ucap Kei berceletuk dengan polosnya.


Tentu saja Fina yang mendengar hal itu langsung melotot kearah Lili. Fina jelas saja tak bisa memelototi Kei karena takut jika nanti bocah cilik ketakutan. Lili sudah menahan tawanya karena Fina dinistakan oleh Kei itu. Kei pun kini langsung memeluk Lili dengan erat. Ia sedikit takut jika nanti malah diamuk oleh Fina.


"Memang benar kok, Kei. Tante Lili kan dari dulu memang baik. Nggak kaya Tante Pinpin itu" ucap Lili dengan sedikit meledek Fina.


Fina pun menatap sinis kearah Lili yang kini tersenyum penuh kemenangan. Mereka kini malah makan di kantin, membuat Lili lupa kalau ia harus bimbingan skripsi. Biarlah, lagi pula kini ia sedang asyik bercanda dengan Fina dan Kei.


***


"Ayo saya antar pulang sekalian mengucapkan terimakasih sama keluargamu karena menginjinkan Kei menginap" ucap Aldo tiba-tiba.


Aldo yang mendekat kearah Kei dan Lili yang tengah bercanda di dekat parkir mobil. Pasalnya Aldo tadi sudah mengirim pesan kepada Lili agar menunggunya di dekat parkir mobil bersama Kei. Tentu saja Aldo harus membawa pulang anaknya karena kemarin sudah tidak berada di rumah.


"Biar saya bilang sama Pak Yono itu untuk pulang saja. Saya akan tetap mengantarmu pulang sebagai pertanggungjawaban" ucap Aldo kekeh dengan keputusannya.


Bahkan kini Aldo sudah berlalu pergi dari hadapan Lili dan Kei untuk menemui Pak Yono. Lili yang melihat hal itu tentunya merasa tak terima. Lili sungguh kesal dengan sifat keras kepala Aldo yang sama sekali tak mau mendengarkan keinginannya itu.


Lili yang ingin menyusul Aldo pun tangannya langsung dipegang erat oleh Kei. Bocah cilik itu hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menatap penuh permohonan kearah Lili. Kei minta agar Lili tak usah lagi menyusul Aldo ke sana daripada nanti malah ribet.


Lili akhirnya pasrah saja dan duduk di samping Kei. Tak berapa lama, Aldo kembali mendekat kearah keduanya. Lili langsung melihat kearah Pak Yono yang sudah masuk dalam mobil. Lili pun tahu kalau ia harus pulang bersama dengan duda satu ini.

__ADS_1


"Ayo pulang" ajak Aldo.


"Bapak ngeselin amat sih. Main paksa orang gitu aja. Kan kasihan Pak Yono harus pulang sendirian dan bisa saja nanti malah diomelin sama mama juga papaku" ucap Lili sambil mendengus kesal.


"Lah... Saya ini hanya ingin bertanggungjawab" ucap Aldo dengan santai.


"Emang situ hamilin saya sampai mau bertanggungjawab atas diri saya" ketus Lili.


"Lah... Emang situ mau kalau saya hamilin?" tanya Aldo sambil mengedipkan sebelah matanya.


Lili yang mendengar hal itu langsung memelototkan matanya tak percaya. Kesal sekali dia dengan Aldo yang malah keluar topik dari pembicaraan. Lili pun langsung menggendong Kei kemudian pergi dari hadapan Aldo yang tengah menahan tawanya.


Aldo yang melihat kepergian Lili dengan Kei yang wajahnya cemberut itu merasa geli sendiri. Apalagi wajah Lili yang tertekuk dengan mata yang melotot. Hal ini membuat Aldo tak menyadari kalau tertarik dengan Lili.


"Lagi cemberut kaya gitu aja lucu dan cantik. Apalagi kalau senyum" gumam Aldo dengan masih menatap kepergian Lili.


Aldo menggelengkan kepalanya setelah sadar kalau tengah memuji Lili. Bahkan ia sedikit mengucek matanya karena khawatir kalau penglihatannya itu bermasalah. Sedangkan Lili kini sudah menatap sinis kearah Aldo karena begitu lama menunggu di dekat mobil.


"Mau jadi penunggu pohon apa gimana sih, pak? Ini udah panas lho. Buruan napa kalau mau pulang" seru Lili membuat Aldo tersadar.


Bahkan kini Aldo langsung saja berlari kearah Lili dan Kei yang tengah mengibaskan tangannya ke arah badan. Pertanda kalau cuaca siang itu terasa panas dan keduanya ingin sekali untuk masuk mobil. Aldo langsung membukakan pintu mobilnya dan Lili juga Kei segera masuk.

__ADS_1


"Pak copil, ayo buluan belangkat. Kebulu malam nih" seru Kei.


Aldo hanya melotot kearah Kei karena tak terima dipanggil sopir. Sedangkan Lili terkekeh geli mendengar perdebatan keduanya itu. Apalagi kini posisi Kei dan Lili berada di kursi penumpang. Aldo hanya bisa mendengus kesal melihat tingkah menyebalkan keduanya itu.


__ADS_2