Transmigrasi Lilian

Transmigrasi Lilian
Kesibukan Pagi Hari


__ADS_3

Di rumah keluarga Lili, terjadi keramaian sebelum waktu shubuh tiba. Bahkan sejak semalam Lili sudah mewanti-wanti para ART yang bekerja di rumahnya untuk bangun lebih awal. Tentunya untuk membantu Lili dan Mama Ningrum memasak makanan yang nanti akan dibagikan di sekolah Kei.


Mama Ningrum yang sudah melarang anaknya itu pun sama sekali tak digubris larangannya oleh Lili. Apalagi kalau sampai harus memasak seperti ini, membuat Mama Ningrum malas. Bukan malas memasaknya, hanya saja ini jumlahnya di atas 10. Lili begitu bersemangat sekali seperti sedang menyiapkan acara khusus untuk anaknya sendiri.


"Astaga Lili, mama ngantuk banget nih. Mending pesan aja atau beli cemilan jajanan gitu aja kenapa sih? Itu lebih praktis. Tinggal masukin dalam plastik" ucap Mama Ningrum yang terus saja menguap sambil memotong beberapa sayuran.


"Mama jangan banyak ngeluh dan protes deh. Jajanan kaya gitu nggak sehat tahu. Banyak pengawet dan bumbu penyedapnya. Lili nggak suka, mending kita buatkan sushi yang nanti dalamnya kasih sayuran. Kan lebih sehat itu" ucap Lili menjelaskan idenya.


"Terserah" kesal Mama Ningrum.


Butuh waktu dua jam untuk mereka menyelesaikan semuanya. Bahkan sushi itu dibentuk dan dihias lucu oleh Lili. Mama Ningrum langsung melanjutkan tidurnya setelah semuanya selesai. Kesal sekali dia dengan anaknya itu yang kekeh dengan keinginannya.


***


Pukul 7 pagi, mobil Aldo sudah terparkir di depan rumah Lili. Bahkan gadis itu sudah menunggu kedatangan keduanya dengan dua kantong plastik besar yang ada di sampingnya. Aldo yang baru saja keluar dari mobol itu pun terlihat heran dengan dua kantong plastik besar itu.


"Itu apa?" tanya Aldo sambil menunjuk pada kantong plastik yang ada di samping Lili.


"Itu buat nanti dibagi-bagiin teman sekelasnya Kei. Isinya makanan" ucap Lili.


Aldo yang mendengar hal itu hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia tentunya merasa asing dengan kebiasaan ini. Harus membawakan makanan untuk anak sekolah dengan dibagikan pada teman-temannya. Sedangkan Kei langsung berlari antusias mendekat kearah Lili.


"Wah... Ini makanannya nggak kaya yang kemarin dapat?" tanya Kei dengan tatapan penasarannya.


"Enggak dong. Ini spesial makanan sehat. Tante Lili masak sendiri lho, soalnya spesial" ucap Lili dengan antusias.

__ADS_1


Apapun makanan yang dibuat oleh Lili itu akan diterima dengan baik oleh Kei. Apalagi makanannya langsung dimasak sendiri oleh gadis itu. Kei tak menyangka kalau Lili mau bersusah payah memasak padahal tinggal beli yang instant seperti yang didapatnya kemarin saja sudah membuatnya senang.


"Papa, ayo bantu Ante Lili buat bawa matanan ini ke mobil" seru Kei.


Aldo pun hanya bisa menghela nafasnya pasrah karena disuruh oleh anaknya itu. Aldo langsung mendekat kearah Lili kemudian membawa dua kantong plastik besar itu dan memasukkannya dalam mobil. Lili dan Kei juga langsung mengikutinya untuk memasuki mobil.


"Makacih papa, cudah bantu bawa matanan ini" ucap Kei sambil tersenyum.


"Sama-sama, nak" jawab Aldo.


Aldo segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju sekolah Kei. Hanya butuh waktu setengah jam untuk ketiganya sampai di sekolah itu. Kei langsung digandeng oleh Lili sedangkan Aldo membawa makanan. Sesampainya di kelas, sudah banyak teman-teman Kei yang datang.


"Halo cemua... Kei mau badi-badi matanan cama talian. Ini yang macak langsung Ante Lili lho" seru Kei yang langsung berbicara di depan kelas.


Semuanya juga ikut mengangguk. Bahkan kini semuanya langsung antre membentuk barisan. Lili segera membantu Kei untuk membagikan makanan itu. Semuanya senang mendapatkan makanan gratis itu. Setelah semuanya dapat satu-satu, Lili langsung memberikan makanan yang sama pada Kei.


"Ini buat Kei. Makanannya sama dengan yang lain. Biar kamu juga merasakan masakan Tante Lili" ucap Lili sambil menyerahkannya pada Kei.


"Matacih, Ante Lili. Ini duga badus cekali tempatna. Lucu" ucap Kei yang senang dengan tempat bekal makanannya adalah sebuah tokoh kartun.


"Sama-sama. Belajar yang rajin ya, Tante Lili tunggu di luar" ucap Lili membuat Kei menganggukkan kepalanya.


Lili pun keluar dari kelas itu diikuti oleh Aldo yang sedari tadi diam. Aldo begitu kaku kalau sudah berkaitan dengan anak kecil. Ia pun memilih diam saja daripada nanti malah membuat anak-anak kecil di sana menangis.


"Oh iya... Ini bekalnya sisa satu. Ini buat Pak Aldo" ucap Lili sambil menyerahkan satu kotak bekal pada Aldo.

__ADS_1


Aldo menerimanya dan mengernyitkan dahinya heran saat melihat kotak bekal yang diterimanya. Aldo menatap tak percaya pada Lili yang memberikan dirinya kotak bekal berwarna pink. Bahkan saat membuka isinya, sushi itu berbentuk karakter hewan.


"Masa iya saya bawa kotak bekal warna pink gini ke kampus sih" kesal Aldo yang malah seperti dipermainkan oleh Lili.


"Lah kenapa? Itu lucu tahu. Udah pokoknya bapak bawa saja" ucap Lili sambil terkekeh geli.


Aldo pun memilih langsung pergi dari hadapan Lili yang seperti tengah menahan tawanya. Aldo yakin kalau Lili itu ingin sekali menertawakan dirinya. Setelah memastikan Aldo pergi, Lili langsung tak bisa menahan tawanya lagi.


Hahahaha...


"Duda dingin bawa kotak bekal makanan warnanya pink. Emang enak kalau aku jahilin" gumam Lili.


"Mbak, jangan ketawa di situ. Takutnya kesambet" seru ibu-ibu yang melihat Lili tertawa sendirian.


Tentu mereka takut kalau Lili terbawa oleh dunia lain. Sedangkan Lili yang mendengar seruan itu langsung menutup mulutnya rapat-rapat. Ia tak menyangka kalau apa yang dilakukannya itu malah membuatnya menjadi pusat perhatian. Setelahnya Lili memilih untuk duduk bersama ibu-ibu yang lainnya.


"Mbak, makasih lho anak-anak kami dibagikan makanan kaya gitu. Kok masih sempat masak pagi-pagi gitu" ucap salah satu ibu-ibu yang merupakan wali dari teman sekelas Kei, Ibu Nawang.


"Tadi dibantu sama ART, bu. Kalau sendirian ya nggak mungkin bisa selesai" ucap Lili sambil terkekeh pelan.


Bu Nawang dan ibu-ibu lainnya hanya menganggukkan kepalanya mengerti. Mereka jika harus membagikan makanan yang seperti itu tentu juga dibantu oleh ART lainnya. Kalau tidak dibantu kayanya juga tak mungkin bisa selesai.


"Mbak Lili, kata guru-guru di sini itu anda calon istrinya papa Kei ya? Itu papanya Kei bukan kakaknya Mbak Lili. Benar tidak sih, bu?" tanya Bu Nawang.


Sontak saja mendengar ucapan dari Bu Nawang itu membuat Lili gelagapan. Ia tak menyangka kalau guru-guru di sini itu sangat update dengan berita tentang wali murid anak didik mereka. Padahal ia juga bukan calon istri Aldo, namun yang aneh darimana guru-guru itu mendapatkan informasi.

__ADS_1


__ADS_2