
"Nek, Ante Lili akal. Ayo ukum Ante Lili, culuh beldili cambil jewel tuh tupingna" seru Kei yang mengadu pada Mama Ningrum.
Mama Ningrum yang sedang mengambilkan makanan untuk suaminya pun langsung tersentak kaget. Beruntung sekali piring yang ada di tangannya itu tak ia jatuhkan karena rasa terlejutnya itu. Papa Dedi pun dengan sigap menahan piring yang ada di tangan Mama Ningrum agar tak terjatuh.
Keduanya begitu terkejut dengan seruan Kei. Bahkan Kei yang masuk dalam ruang makan hanya dengan memakai ****** ******** saja. Kei sama sekali belum memakai bajunya, bahkan wajahnya cemong dengan bedak putih. Hal ini karena tadi Kei sempat dijahili oleh Lili membuat bocah cilik itu memilih kabur.
"Astaga... Kamu kaya tuyul lagi lari-larian, Kei. Untung kakek dan nenek nggak punya penyakit jantung lho ini" ucap Mama Ningrum sambil mengelus dadanya sabar.
Mama Ningrum hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Kei itu. Apalagi kini Lili datang dengan masih menggunakan bathrobenya saja. Tentu saja Lili itu mengejar Kei agar bisa dipakaikan baju dan bedaknya.
"Lili, ganti baju dulu sana. Main lari-larian pagi hari begini. Itu juga Kei kenapa kamu bedakin nggak rata gitu? Badannya bisa kedinginan itu kalau nggak pakai baju gitu" kesalnya sambil berkacak pinggang.
Lili hanya cengengesan saja karena pagi hari sudah sarapan omelan dari mamanya. Bahkan kini Kei sudah berada di belakang kaki Papa Dedi karena takut dikejar oleh Lili. Kehebohan yang membuat kedua orangtua Lili hanya bisa menghela nafasnya lelah.
"Kei, sana ganti baju dulu sama Tante Lili. Nanti kamu kedinginan dan masuk angin lho" bujuk Papa Dedi.
Bahkan Papa Dedi langsung menarik lembut tangan Kei agar keluar dari persembunyiannya itu. Namun ternyata Kei memeluk dengan erat kaki pria paruh baya itu membuat Papa Dedi susah menariknya. Papa Dedi pun hanya bisa menghela nafasnya pelan karena ulah anaknya membuat ia harus banyak bersabar.
"Ma, mending kamu yang siapkan Kei. Pasti Kei malas sama Lili karena diusilin terus sama dia" ucap Papa Dedi memberi perintah pada istrinya.
"Baiklah. Ayo sama nenek saja. Nggak usah sama calon mamamu yang nyebelin itu" ucap Mama Ningrum dengan sewot.
__ADS_1
Lili pun hendak protes dengan keputusan yang diambil oleh orangtuanya itu. Pasalnya ia sungguh senang karena paginya ini tak sepi. Ada Kei yang menemani harinya walaupun ia jahili. Hal ini Lili lakukan karena tadi Kei sibuk bermain, tanpa menghiraukan dirinya itu.
"Nemangna Ante Lili calon mamana Kei? Wah acik... Anti Kei bica tindal telus cama Ante Lili" seru Kei dengan berjingkrak-jingkrak.
Sontak saja Lili langsung menatap tajam kearah Mama Ningrum yang hanya bisa cengengesan saja. Mama Ningrum pun memilih duduk dan pura-pura lupa dengan apa yang diucapkannya itu. Bahkan Papa Dedi juga ikut duduk di kursinya setelah Kei melepaskan pelukan dari kakinya.
Kei yang masih jingkrak-jingkrak itu langsung ditangkap oleh Lili. Bahkan Lili langsung menggendongnya dan membawa Kei masuk dalam kamarnya. Lili sudah tak mood lagi untuk menjahili Kei karena ucapan dari mamanya itu. Apalagi Kei pasti salah paham dengan ucapan dari mamanya itu.
"Ante Lili, benal ya yang diutaptan cama nenet? Cebental ladi Ante Lili halus dadi mamana Kei ya" ucap Kei dengan antusias.
Lili hanya diam saja sambil merapikan pakaian dan wajah Kei. Kei pun terus berceloteh walaupun Lili sama sekali tak menggubrisnya. Setelah selesai dengan bersiap-siap, Lili pun masuk dalam ruang ganti kemudian mengganti bajunya.
"Ante Lili tok diam caja ya? Padahal Kei tu cangat cenang lho talo puna mama tayak Ante Lili. Apa Ante Lili ndak cenang ya puna nanak tayak atu?" gumamnya sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada dagunya.
"Ayo Kei sarapan" ajak Lili yang baru saja keluar dari kamar gantinya.
Tanpa menjawab apapun, Kei segera berdiri dari posisi duduknya. Lili segera menggendong Kei kemudian mereka keluar dari kamar. Lili sedikit mengernyitkan dahinya heran dengan tingkah Kei yang menjadi pendiam. Sepertinya Lili tidak sadar atau mungkin lupa dengan kejadian tadi.
"Kamu kenapa?" tanya Lili saat masih berjalan menuju ruang makan.
"Ante Lili ndak dawab lho mau dadi mamana Kei apa ndak?" tanyanya sambil menatap Lili dengan polosnya.
__ADS_1
"Kei boleh anggap tante sebagai mamamu. Untuk urusan tinggal di rumah Kei seperti yang orang-orang bilang, biarlah itu menjadi urusan kami yang sudah dewasa. Suatu saat nanti kalau Kei sudah besar, pasti akan paham dengan apa yang terjadi. Sekarang waktunya buat Kei nggak usah mikirin hal kaya gitu. Kei cukup sekolah, belajar, dan bermain saja" ucap Lili sambil mengelus lembut punggung Kei.
Kei yang memang tak terlalu paham dengan ucapan Lili pun hanya bisa menganggukkan kepalanya. Lagi pula yang ia tangkap hanya kalau besar akan tahu sendirinya. Setelah sampai di ruang makan, mereka sarapan bersama dengan saling bercanda.
***
Hari ini Lili tidak ke rumah sakit akibat dari masalah yang ditimbulkan. Kata dokter Yuni, rumah sakit sedang dibenahi manajemennya oleh Aldo dan papanya. Sehingga untuk sementara waktu tidak boleh ada yang datang selain pasien dan pekerja di rumah sakit itu. Lili pun menggunakan waktu liburnya untuk bermain dengan Kei.
"Nanti oma jemput Kei habis dzuhur" ucap Lili memberitahu Kei yang sedang fokus dengan tontonan kartun di TV.
"Wah... Napa cepat cekali demputna, ante?" tanya Kei dengan tatapan polosnya.
"Kan oma kangen sama Kei, makanya dijemput cepat" ucap Lili sambil terkekeh geli.
Bahkan Mama Ningrum yang juga berada di sana pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Setelah sarapan tadi, mereka bermain di halaman belakang rumah. Hampir dua jam bermain, mereka yang kelelahan langsung bersantai di ruang keluarga sambil nonton TV dan makan cemilan.
"Kei macih tangen cama Ante Lili, matana tok bica ilang demputna cepet" ucap Kei yang langsung memeluk Lili seakan tak mau berpisah.
"Woh... Kei nggak kangen berat juga sama nenek?" tanya Mama Ningrum dengan muka yang dimelas-melaskan.
"Tangen duga dong" seru Kei yang tak tega dengan raut muka Mama Ningrum.
__ADS_1
Bahkan kini Kei langsung melepaskan pelukannya dari Lili kemudian memeluk Mama Ningrum dengan erat. Lili hanya terkekeh geli dengan drama yang tercipta hari ini. Apalagi akting Mama Ningrum yang terbilang berhasil karena wajah memelasnya itu.