
Tentu saja begitu, dengan pengalaman mereka, tidak mungkin keluarga Faust diam saja saat mengetahui bahwa ada seseorang yang mengacaukan wilayah mereka.
"Noah, jika memang seperti apa yang kau pikirkan, bukankah seharusnya keluarga Faust langsung bereaksi saat kau mulai mengacaukan kota ini?"
Noah yang sudah menyadari hal tersebut, sebenarnya sudah merasa sedikit tidak wajar jika keluarga Faust tidak menyiapkan apapun untuk melawannya.
"William, bukankah di dunia Mafia ini, akan selalu ada orang licik yang bisa memanfaatkan keadaan saat dia sedang terdesak?"
Tepat seperti apa yang dikatakan oleh Noah. Dunia ini tidak berputar seperti drama novel murahan yang banyak beredar sekarang-sekarang ini.
Dunia Mafia tidak sesimpel itu. Akan selalu saja ada pihak, yang bisa memanfaatkan kekacauan untuk keuntungan mereka, tidak terkecuali Keluarga Faust.
Dengan kecepatannya, Sekarang mereka sudah semakin dekat dengan mobil-mobil yang mereka kejar di depan. Namun begitu, mobil-mobil tersebut, tidak bergerak ke arah yang Noah perkirakan sebelumnya.
Kali ini, tanpa perlu menduga-duga lagi, Noah sudah mengetahuinya. "Huh ... Sepertinya mereka memang sudah mempersiapkan rencana lainnya."
Apa yang sedang terjadi saat ini, memang seperti apa di katakan Noah. Hanya saja, saat ini dia tidak tau apa yang sedang menunggunya di depan sana.
Di sebuah rumah besar di pinggir Bronzeland yang kini sedang dituju oleh Eddy Faust, terlihat setidaknya seribu orang sedang berjaga di luar.
Seperti apa yang dikatakan oleh Roman pada Eddy, mereka memang telah melakukan semuanya sesuai rencana.
"Bos, sepertinya hanya ada satu mobil saja yang mengikuti kita."
Sekali lagi Eddy faust melihat kebelakang, untuk memastikan hal tersebut.
Sebuah seringai licik, muncul di wajahnya. "Aku akui bahwa dia sangat kuat, tapi sepertinya bajingan itu juga sangat bodoh."
Eddy Faust yang merasa bahwa Noah terlalu meremehkannya, Sekarang merasa sedikit senang. Karena sebentar lagi saat dia tiba di tempat Roman, maka semuanya akan di mulai.
Kata-katanya, mendapat anggukan dari tiga anggotanya yang berada di sana. Sama seperti Eddy, mereka juga sudah melihat bagaimana kuatnya Noah.
Akan tetapi, mengikuti mereka sampai sejauh ini, menjelaskan pada mereka betapa bodohnya pemuda tersebut.
Tujuan mereka sudah tidak jauh di depan dan sudah terlihat. Sementara Mobil yang mengikuti mereka masih ada dan terlihat semakin mendekat saja.
Mengetahui itu, salah satu dari anggotanya yang ada di kursi belakang, bersuara.
"Bos ... Sepertinya mereka berhenti."
Eddy kembali melihat kebelakang, dan ternyata Mobil yang sejak tadi mengikuti mereka, sudah berhenti dan terlihat seperti akan berputar arah.
__ADS_1
Akan tetapi, tidak lama kemudian, mobil itu berjalan dan kembali mengikuti mereka.
Meski sempat sedikit kecewa, karena berfikir bahwa Noah mungkin saja berubah pikiran, lalu menunggu anghita mereka yang lainnya, atau benar-benar berputar arah untuk menjauh.
Tapi sekarang Eddy Faust bisa kembali tersenyum.
"Sial, dia memang cukup bodoh ... Hahahha!"
Mobil mereka akhirnya sampai ke rumah Roman. Di depan, Eddy di sambut langsung oleh pamannya tersebut.
"Eddy, apa yang sebenarnya terjadi selama aku pergi, dan kenapa di sini bisa sekacau ini?"
Eddy hanya bisa menggelengkan kepalanya, lalu menjawab. "Paman, aku akan menjelaskan semuanya nanti. Tapi, tolong kerahkan seluruh anggota terkuat yang kau miliki, untuk mengurus orang itu!"
"Eddy, apa. Maksudmu? ... Sepertinya akau salah dengar ... Apa Kau memintaku untuk mengutus Seluruh anggota terkuat, hanya untuk mengurus orang-orang yang ada di mobil itu?"
Tentu saja Roman Faust merasa apa yang dikatakan oleh Eddy, sangat tidak masuk akal.
Eddy mengangguk guna meyakinkan pamannya. Meski dia juga menyadari bahwa kata-katanya terdengar berlebihan, namun saat dia mengingat kembali bagaimana Noah bisa melawan banyak orang dalam waktu bersamaan, baginya apa yang dikatakannya itu benar-benar relevan.
"Ya, nanti aku akan menjelaskannya. Dia memang terlihat bodoh karena berani mengikutiku sampai kesini, tapi paman Roman, dengarkan aku ... Pemuda gila itu, sangat mengerikan. dia tidak bisa dikalahkan oleh jumlah. Brengsek itu benar-benar kuat."
Roman mengernyitkan dahinya. Baginya, Eddy bukan tipe orang yang suka melebihkan kata-katanya. Apalagi ini menyangkut Jaringan keluarga mereka.
"Sebentar, apa dia menggunakan senjata? Maksudku, senjata api atau semacamnya?"
Eddy Faust menggelengkan kepala. "Tidak, tidak ... Dia hanya ketua baru gangster the Ravens seperti apa yang aku katakan sebelumnya. Tentu saja dia belum bisa bermain-main dengan benda seperti itu. Akan tetapi, seperti yang juga pernah aku katakan, dia benar-benar kuat.
Roman menarik nafas dalam, dan melepasnya dengan kasar. Meski menggelengkan kepalanya karena sulit mempercayai apa yang di katakan Eddy padanya, tapi akhirnya dia mengalah dan langsung memerintahkan beberapa orang, menanti kedatangan satu mobil yang terlihat sudah semakin mendekat tersebut.
"Kalian semua ... Hancurkan siapapun yang keluar dari mobil itu ... "
Baru saja Roman memerintahkan hal itu lada orang-orangnya, saat mereka kembali melihat pada mobil tersebut, ternyata mobil itu kembali berhenti dan memutar arah.
Hal itu segera membuat mata Eddy melebar. Dia tidak menyangka akhirnya Noah benar-benar sadar akan kebodohannya.
"Sial, kenapa dia berbalik sekarang?"
"Eddy, aku tidak tau apa yang terjadi. Tapi, sebodoh apapun orang itu, tentu saja dia sadar bahwa datang kesini hanya dengan satu mobil, sama saja dengan mengantarkan nyawanya."
Mendengar itu, Eddy Faust langsung tertegun. Sekarang, dia mulai ragu. Karena beberapa saat yang lalu, dia masih sangat yakin bahwa Noah akan mengikutinya sampai di sana.
__ADS_1
Akan tetapi saat melihat mobil itu menjauh, tentu saja tidak serta merta bisa membuat Eddy Faust merasa lega. Malah, sekarang dia terlihat bimbang.
Untuk berjaga-jaga, dia ingin meminta Riman untuk memerintah anggota mereka agar selalu waspada.
"Paman Roman, sebaiknya katakan pada mereka agar terus waspada. Pemuda itu sangat—"
Kata-katanya tidak bisa dia teruskan, karena saat itu, tiba-tiba saja seseorang yang sedang berjalan dari dalam, berteriak sambil mengumpat memotongnya.
"Anak sialan ... Sepertinya kau sudah tidak becus mengurus hal ini!"
Mendengar itu, Eddy dan Roman Faust berbalik. Keduanya menelan ludah karena tau benar siapa yang bersuara.
Seseorang yang telah lama di anggap mati oleh kebanyakan orang yang mengenalnya, tampak berjalan keluar dengan seseorang di sampingnya.
"Ayah, maafkan aku ... Tapi yang kita hadapi saat ini, pergerakannya benar-benar sulit untuk di baca. Dia—"
"F**k! ... Kenapa kau bisa menjadi bodoh dan pengecut seperti itu, Huh?"
Eddy hanya bisa terdiam, sambil melirik sebentar pada seseorang yang kini berdiri di sebelah ayahnya itu, sebelum menundukkan kepalanya.
Meski terlihat seumuran dengannya, tapi orang itu berdiri dengan penuh percaya diri, bahkan terlihat sedikit meremehkannya.
"Randy, sudahlah ... Kau tau bahwa putramu ini, tidak seperti itu, bukan?"
Randy Faust menatap adiknya Roman, lalu menggelengkan kepalanya seperti tak terima saat Roman membela anaknya.
"Sial ... ini semua terjadi, karena kau selalu menganggap apa yang dilakukannya sudah sangat baik. Jadi, bocah ini sudah merasa besar kepala dan—"
"Tuan Faust, aku datang kesini tidak untuk mendengar pertengkaran kalian. Jadi, sebaiknya sudahi Drama keluarga yang terlihat sangat memuakkan ini."
Eddy Faust langsung mengangkat kepalanya saat mendengar apa yang baru dikatakan orang tersebut pada ayahnya.
Namun, saat dia ingin melayangkan protesnya, dia sempat melihat ayahnya sedikit menundukkan kepalanya sebelum akhirnya menjawab.
"Oh, maafkan aku Tuan Fargo ... Karena masalah ini, kami jadi membuat Jaringan kalian, terlibat."
Mata Eddy langsung terbelalak saat mendengar nama keluarga laki-laki itu di sebut.
Pantas saja ayahnya begitu takutnya pada orang yang berada di dekatnya itu. Karena, sudah tidak perlu di ragukan lagi. Meski belum pernah bertemu sebelumnya, Eddy sudah bisa memastikan siapa Laki-laki itu.
Sangat berbeda dengan adiknya yang lebih terlihat seperti pecundang, dia adalah contoh sebaliknya. laki-laki itu terkenal bengis dan sangat kejam dan tentu saja sangat cerdas dan juga licik
__ADS_1
Eddy yakin Laki-laki yang membuat jantungnya tiba-tiba berdegup lebih keras itu, adalah Paul Fargo, putra sulung dari Haland Fargo.
Pemimpin dari keluarga jaringan mafia yang sangat mendominasi dari kota yang sangat besar, bernama BlackSteel.