
LVR hitam itu, kini kembali melaju menuju HighCopper, sepertinya mobil itu tidak akan kembali ke rumah dalam waktu dekat.
"Laura ... Maaf, karena membuatmu, kembali tidak bekerja. Aku akan memberikan kompensasi untuk ini ... "
Mendengar itu, Laura yang kembali menjadi supirnya, menganggukkan kepalanya. "Tidak apa-apa. Aku sudah memiliki sedikit wewenang di sana ... "
Noah menganggukkan kepalanya, sebelum menempelkan ponsel ke telinganya.
"Tuan Evans ... "
"Tuan Reyes ... Bantu aku untuk melacak keberadaan seluruh anggota Tim balap, bernama Falcon ... "
"Baik, ada lagi?"
"Tidak, Tidak ... Tapi, aku harap kau dan yang lainnya bisa menemukan seluruh keberadaan mereka. Jack pasti tau apa yang aku maksud. Sebaiknya, libatkan dia ... "
"Oke, aku mengerti!"
"Terimakasih ... "
Saat sambungan itu berakhir, Noah kembali menghubungi seseorang. Tidak menunggu lama, orang di sana kembali menjawab.
"Noah ... ?"
"Old Ted ... Sambungkan aku dengan Nona Sarah ... "
"Dia ada di sini ... Ini, bicaralah."
"Baik, terimakasih ... "
"Tuan Evans ... Apa ada yang salah?"
Noah menggelengkan kepala, dan berkata. "Tidak, maksudku ya ... Tapi, ini berbeda. Telah terjadi sesuatu, dan aku butuh kalian bergerak dengan cepat ... "
Sarah sudah mempersiapkan ini. Ted Bowie sudah menjelaskan secara garis besar, bagaimana cara kerja Noah. Jadi, gadis itu mempersiapkan diri untuk kemungkinan apa saja.
"Baiklah ... Alexander Reamus, menerima persyaratan anda. Jadi, ini hanya tinggal masalah waktu dan ... Dana."
Noah langsung menganggukkan kepalanya, meski tau bahwa Sarah tidak melihatnya.
"Baiklah, kirimkan saja semua yang di butuhkan Alexander Reamus padaku, dan tentukan cepat berapa anggaran yang kalian butuhkan. Kita memiliki dana dan tidak memiliki banyak waktu ... Jadi, jangan buang waktu untuk mempertimbangkan hal yang tidak penting, sisanya serahkan padaku ... "
"Baik, aku mengerti ... "
"Baik, terimakasih ... "
Lagi-lagi, setelah sambungan itu terputus, Noah kembali menghubungi orang lainnya.
__ADS_1
"Tuan Evans ... ?"
"Tuan, Hall ... Aku ingin kau membantu proses akuisisi hutang dan proyek Keluarga Alexander Reamus ... Jangan kirimkan Tim, tapi pimpin sebuah Tim dan hubungi Ted Bowie ... Dia dan yang lainnya, akan menunggu kalian di Blacksteel ... "
"Baik, aku akan segera berangkat ... "
"Tuan Albert Hall ... Dengarkan aku ... "
Terdengar suara nafas tertahan di seberang sana, sebelum akhirnya orang yang bertanggungjawab untuk mengurus bagian hukum di bawahnya itu, menjawab.
"Ya, Boss ... Katakan, aku mendengarkan."
"Siapkan banyak orang di setiap tempat di negara bagian ini ... Sebuah perubahan akan terjadi. Saat semua menjadi sangat kacau, aku ingin kau dan tim mu bisa membereskannya ... Aku akan menambah anggaran untuk ini, berapapun yang kau butuhkan, mengerti?"
"Siap, aku mengerti ... "
"Baik ... Tuan Hall, Terimakasih ... "
"Tidak perlu, Boss ... Sudah tugasku!"
Laura hanya bisa mendengar dan menyimak semua panggilan beruntun yang di lakukan Noah, saat keduanya sedang menuju HighCopper.
Dia hanya bisa tersenyum, menyadari bertapa mengerikan sebenarnya pemuda yang dia kagumi ini.
Laura, adalah segelintir orang yang sudah menduga bahwa Noah adalah orang yang banyak di bicarakan oleh orang lainnya, di Silverstone, bahkan negara bagian ini.
Nama-nama yang Noah panggil dan memberikan perintah langsung, telah memastikan bahwa dugaannya selama ini memang benar.
Noah melirik pada Laura, yang sejak tadi tiap sebentar melihat padanya. Pemuda itu tersenyum, dan berkata.
"Nona Fanes ... Sepertinya, kau sudah mengetahui siapa aku, sebelumnya, bukan?"
Wajah Laura langsung berubah. Dia tau apa yang diketahuinya saat ini, sangat rahasia. Ditanya seperti itu oleh orang yang bersangkutan, membuat dirinya menjadi gugup.
"Tu-tuan ... E-evans ... A-aku ... "
Noah melebarkan senyumnya, sambil menggelengkan kepala. Dia kemudian berkata yang membuat hati Laura berbunga-bunga.
"Laura, panggil aku Noah ... Kau tentu tau, sejak awal aku sama sekali tidak berniat merahasiakan apapun darimu, bukan? Aku selalu menyukai gadis seperti dirimu."
Saat itu, Laura mengingat bahwa pria di sebelahnya ini membelikannya sebuah Lamborghini seolah hal itu bukan apa-apa.
Belum terdengar sesuatu tentang the Ghost saat itu. Hanya saja, jika dia disuruh menebak, maka hanya ada satu nama yang ada di kepalanya, yang bisa mendeskripsikan hal tersebut. Orang itu tentu saja pemuda ini, Noah Evans.
"Aku ... Aku ... Tu-tuan ... No-Noah ... "
"Noah saja! Dan tidak perlu gugup begitu. Biasakan saja dirimu, oke?"
__ADS_1
Laura langsung menganggukkan kepalanya mengerti. Setidaknya, dia tau Noah menyukainya. Entah sebagai apa, dia tidak perduli. Pemuda ini menyukainya, dan itu sudah lebih dari cukup baginya.
Gadis itu menginjak pedal gas dalam-dalam, dan membuat mobil itu melesat lebih kencang.
"Oke, oke ... Tenangkan dirimu, Nona. Kita memang akan menuju rumah sakit. Tapi, untuk melihat temanku. Bukan, menjadi salah satu pasien di sana, oke?"
"Oh, Ya Ya ... Maafkan aku, aku terlalu bersemangat!"
Beberapa waktu kemudian, seperti apa yang Noah katakan, begitu mereka memasuki kota HighCopper, keduanya langsung menuju rumah sakit yang di sebut oleh Chris.
"Chris bagaimana keadaannya?"
Chris yang menyambutnya, langsung menjawab. "Noah, sepertinya cukup parah ... Sejak dia kami temukan, sampai saat ini, Aiden sama sekali belum sadar."
"Apa yang dokter katakan?"
Chris menunduk sebentar, sebelum akhirnya kembali mengakar wajah sang menggelengkannya.
"Mungkin tidak masalah jika beberapa tulangnya patah. Sebagai pembalap, kami tidak pernah mengeluhkan hal itu. Hanya saja ... "
Noah mengangguk sekali, "Hanya saja, apa?"
"Ini bukanlah sebuah balapan ... Aku yakin Toby sama sekali tidak ingin bertanding dengannya ... Orang gila itu, berniat membunuh Aiden, untuk memancingmu keluar ... "
Seperti yang sudah Noah duga. Hanya saja, saat ini yang ada di kepalanya keselamatan Aiden.
"Chris bawa aku bertemu dengan Dokter yang menanganinya ... Kita harus memastikan keadaannya."
Saat itu, Chris langsung mengangguk dan segera berbalik. "Lewat sini ... "
Noah mendengarkan penjelasan dokter yang menangani Operasi Aiden selama setengah jam. Memang, saat ini Aiden masih bertahan dan tetap hidup.
Akan tetapi, pemuda itu sama sekali belum keluar dari zona kritis. Aiden yang terbaring dengan bantuan alat penyambung hidup itu, sedang koma.
Sebuah benturan benda sangat keras, membuat tengkorak kepalanya retak. Hal itu menyebabkan pendarahan yang hebat di dekat otaknya.
Darah yang membeku di sana, mendorong batang otaknya. Sehingga, salah sedikit saja saat bertindak, maka Aiden dipastikan akan mati.
Noah keluar dari ruangan itu, dengan pikiran yang sedikit kacau. Wajah Mia, Sally, dan Stella kini terbayang di kepalanya.
Keadaan Aiden yang koma, sangat membuatnya cemas. Dan sekarang, dia belum mengetahui apa yang terjadi dengan ketiga gadis itu.
"Noah ... Kami sudah mencari tau keberadaan Toby, tapi gagal ... "
Sejak meninggalkan Aiden dalam keadaan seperti ini, dia dan The Falcon, seolah menghilang. Tidak ada jejak keberadaan mereka di manapun.
Batu saja Noah ingin menghubungi Antony Reyes, di layar ponselnya, muncul nama seseorang.
__ADS_1
"Tuan Clark ... Ada apa?"
"Tuan Evans, aku mohon, tolong selamatkan putriku ... !"