
Tobias Zargosky mendengar apa yang baru saja digumamkan gadis ini. Hal itu membuat dirinya semakin ingin menghancurkan Ivy.
"Aku akan menghancurkan semua yang dimilikinya ... Pertama, aku akan memulai dari diri—"
"Braaaakkk ... !!"
Toby tidak sempat menyelesaikan kata-katanya, karena saat itu juga sebuah benda keras baru saja menghantam kepalanya dari sisi kiri.
Hal itu mampu membuat dirinya yang tengah terbawa emosi, tidak siap dengan kedatangan itu.
"Braaaakkk ... !!"
"Braaaakkk ... !!"
"Braaaakkk ... !!"
"Braaaakkk ... !!"
Mia sama sekali tidak memberi pemuda itu kesempatan. Saat Toby terhuyung ke sisi kanan, gadis yang memegang kursi besi di mana tadi dia terikat, menghantamkan benda itu pada pemuda di bawahnya ini.
"F**k!!"
"Braaaakkk ... !!"
Satu hantaman lagi, dia layangkan tepat mengenai wajah Tobias, hingga membuat pemuda tersebut jatuh terlentang.
Mia yang sudah sangat geram dengan perlakuan Toby pada mereka selama dua hari ini, langsung mendekat.
"Buk!!"
"Arggggghh ... "
Mia menginjak keras senjata milik Toby yang sudah berdiri, yang membuat pemuda itu terpekik hebat.
Saat Toby terfokus pada Ivy, Stella yang tadi tidak sadarkan diri, terbangun. Tau bahwa dia tidak akan mampu berbuat apapun, dengan sisa tenaga yang ada, dia berusaha mendengar pada Mia dan Sally yang terikat.
Beruntung Stella berhasil menari simpul yang mengikat tangan Mia, hingga gadis itu bisa membuka sisa ikatan yang lainnya.
"Mati kau, bajingan ... !!"
"Braaaakkk ... !!"
"Braaaakkk ... !!"
Mia terus melancarkan serangannya, berharap laki-laki ini bisa benar-benar mati di tangannya.
Akan tetapi, saat dia ingin mengangkat tinggi kursi yang dipegang, namun Toby sudah mengangkatnya.
Sayangnya, hanya itu sisa tenaga yang Mia miliki. Meski apa yang di lakukan ya berhasil menghentikan hantamannya apa yang ingin di lakukan Tobias Zargosky pada Ivy, namun hantamannya tidak begitu kuat.
Toby langsung berdiri, dan menarik paksa kursi yang ada di tangan Mia. Saat kursi itu terlepas, Mata Mia melebar.
Benda yang tadi dia gunakan untuk menyerang itu, balik digunakan Toby untuk membalasnya. Hasilnya, Mia tidak sempat bereaksi saat benda itu datang dengan sangat cepat, melibas tubuhnya.
"BRAAAAKKK ... "
__ADS_1
Mia terlempar hingga terseret beberapa meter dan langsung tak sadarkan diri, tepat sebelum tubuhnya berhenti.
Kursi berbahan logam ditangan Toby, bengkok sesaat setelah membalas apa yang gadis itu lakukan padanya.
"Kau yang mati\, B*****h ... !!"
Tubuh Mia terkulai di lantai, hantaman keras dari Toby itu, mematahkan beberapa tulang, dan membuat persendiannya bergeser.
Saat ini, dari mulut gadis itu mulai mengalir darah segar.
Toby kehilangan keinginannya untuk meneruskan permainan yang di mulainya ini.
"Kalian ... Kalian ... Akan segera mati!"
Rasa kesalnya bertambah, karena menyadari bahwa gadis-gadis ini begitu keras kepala dan gigih. Hal itu membuatnya semakin merasa kecil, saat memikirkan Noah Evans.
Entah bagaimana, Noah Evans mampu membuat keempatnya, bisa bersikap sejauh ini. Sekarang, Toby yakin bahwa apapun yang dia lakukan pada mereka, tidak akan membuat dirinya puas.
Saat ini saja, dia melihat Ivy tengah merangkak mendekati tubuh Mia yang sudah tak sadarkan diri itu. Giginya bergeretak, dan dia berjalan mendekat.
"Braaaakkk ... "
Kursi itu mendarat keras di punggung Ivy dan langsung membuat gadis itu terkapar.
"Kau juga ... Jika kau memang tidak bisa memberikan apapun, maka kau tak berguna ... "
Toby sudah termakan oleh rasa kecewa, marah dan Bahkan malu yang luar biasa. Saat berhadapan dengan gadis-gadis ini, dia telah kehilangan seluruh harga dirinya.
Hal itu membuat dia semakin membenci gadis yang masih bernafas di bawahnya ini. Karena semuanya, bermula darinya.
Toby mengangkat kaki, hendak menghancurkan wajah Ivy, namun dari pintu gudang, beberapa orang anggota masuk, dan langsung berteriak.
Toby berbalik, dan mencoba mencerna apa yang di katakan anggotanya itu.
"Apa—"
"Puluhan mobil datang mendekat ... Kita tidak punya kesempatan sama sekali ... !!"
Deru suara mesin itu, langsung di dengar Toby. Dari sana, dia sudah tau bahwa saat ini mereka kalah jumlah.
"F**k ... !!"
"Brukk!!"
Meski tidak sekeras yang diinginkannya. Sebelum meninggalkan Ivy, pemuda itu tetap menginjak kepala gadis tersebut hingga membuatnya benar-benar kehilangan kesadaran.
Toby berjalan cepat, saat Beberapa lainya masuk.
"Boss ... Lewat sini ... "
"BRAAAAAAAAAKKK .... !!"
"Pintu gerbang gudang itu, baru saja terbuka lebar saat sebuah mobil menabraknya dengan keras.
Toby sempat menghentikan langkah dan berbalik. Keningnya berkerut saat melihat sebuah LVR berwarna hitam, sudah berada di dalam gudang itu.
__ADS_1
Noah turun dan langsung mengedarkan pandangannya. Tak butuh waktu lama, dia akhirnya melihat Toby yang berdiri di dekat pintu belakang, gudang tersebut. Saat itu, Tatapan mereka beradu.
Noah yang sudah kehilangan kesabaran dan memacu mobil meninggalkan yang lainya di belakang, memang mengharapkan agar dia bisa langsung bertamu dengan pemuda ini.
Tanpa pikir panjang lagi, dia langsung berniat mengejar pemuda tersebut.
"Tuan Evans ... !!"
Langkah Noah terhenti, saat Laura berteriak padanya. Dia berbalik dan seketika matanya melebar.
Dia melihat tubuh Ivy terkapar di lantai dengan kondisi mengerikan. Saat dia berjalan mendekat, dia melihat tubuh gadis lainnya.
"Mia ...?"
Saat amarah mulai mengambil alih isi kepalanya, sekali lagi Laura berteriak padanya.
"Tuan Evans ... Kita harus segera menyelamatkan gadis-gadis ini ... "
Kata-kata Laura berhasil menarik akal sehatnya. Meski saat ini, dia ingin menghancurkan Toby, lebih dari apapun Noah ingin keempat gadis ini selamat.
"Aku tidak apa-apa ... Tapi, mereka bertiga ... Tidak!"
Itulah yang dikatakan Sally, saat Noah melihatnya. Namun, perhatian Noah kembali teralihkan saat Laura kembali bersuara.
"Tuan Evans ... Buka jaketmu ... !!"
Noah langsung mengangguk dan membukanya. Saat itu juga Laura menarik dan menutupi tubuh Ivy dengan itu.
Di saat bersamaan, mobil-mobil lainnya datang. Semua orang gurun dan datang mendekat.
Antony Reyes yang baru saja turun dan berjalan mendekat pada Noah, mendengar seorang opsir polisi mencoba menghubungi ambulan, hal itu membuat dirinya langsung naik darah.
"Tidak perlu menelfon ambulan, Idiot!! ... Untuk apa semua mobil ini!!"
Polisi itu langsung terdiam dan mengangguk. "Maaf, maaf ... Salahku."
Kepala kepolisian yang baru saja tiba dengan Rick Langley langsung berteriak keras pada anggotanya.
"Bodoh!! ... Kenapa kalian semua berkumpul kesini? ... Kejar mobil-mobil itu!!"
Saat itu juga, beberapa dari mereka kembali naik ke mobil, dan mundur panjang, sebelum akhir menghilang mengejar rombongan Tobias Zargosky yang telah lebih dulu meninggalkan tempat itu.
Noah yang berjalan dengan mengangkat tubuh Ivy, melewati Antony Reyes.
"Tuan Reyes ... Jack ... Tolong bantu aku membawa tiga yang lainnya."
Keduanya langsung mengangguk, mengerti. Dan langsung berlari menuju ketiganya
Noah tertegun saat melihat tiba-tiba Laura membuat sandaran kursi penumpang mobil Noah, rendah dan langsung duduk di sana.
"Tuan Evans ... Biarkan aku memegangnya ... "
Noah yang langsung mengerti maksud Laura, meletakkan tubuh Ivy di atas tubuh gadis itu.
Mereka semua akhirnya mundur dan berbalik dengan kecepatan tinggi, menuju rumah sakit di HighCopper.
__ADS_1
Noah menatap Ivy yang terluka begitu parah dan membayangkan tiga gadis lainnya, di saat bersamaan.
"Kalian ... Aku mohon ... bertahanlah ... "