
Ini sebenarnya sedikit mengejutkan. Noah berpikir bahwa, hanya akan ada pemberitahuan beberapa peningkatan dalam Bell, Sistemnya.
Akan tetapi, saat mengetahui bahwa misinya telah selesai, Noah mengernyitkan dahinya.
Berjalan semakin menjauh, Noah memperhatikan perubahan-perubahan yang ada di panel sistemnya tersebut.
Noah tidak begitu tertarik dengan angka-angka di sana. Namun, yang membuat dirinya penasaran adalah perubahan statusnya dari manusia bumi level C menjadi level B.
"Apa maksudnya dengan level B ini?"
Di saat Noah bergumam di dalam hati, dia masih bisa mendengar dengan jelas ketika Alice sedang menguraikan segala sesuatu yang membuat keduanya datang secara mendadak seperti ini, ke HighCopper, pada Julius.
Akan tetapi, beberapa saat berselang, getar ponsel mangalihkan perhatiannya.
Noah mengernyit heran, karena baru saja dia ingin menghubungi Antonius, namun nama dari salah satu dari A4 yang dia tugaskan di BronzeLand itu, tertera di ponselnya.
"Antonius?"
"Boss ... Kami menemukannya."
Hanya satu kalimat dari Antonius di seberang sana, Noah langsung dapat mengerti sebagian besar yang sedang terjadi.
"Kau sudah? ... Bagaimana ... Eh, tidak ... Maksudku, apakah seperti yang aku katakan?"
Sempat sedikit meragukan tugas yang dia berikan pada Antonius selain membangun Bronzeland itu, namun dengan apa yang baru saja di katakan pria itu, Noah langsung meralat pertanyaannya.
"Ya, Tepat seperti yang anda katakan dan jujur saja ... Ini benar-benar luar biasa!"
Mata Noah sedikit melebar. Sebab, dia sendiri yang memberi tugas tersebut, sedikit meragukan informasi yang dia berikan pada Antonius tentang hal tersebut.
Pasalnya, informasi itu dia dapat dari Randy Faust. Dia mendengar pembicaraan orang yang bergerak di belakang layar dan menguasai BronzeLand sebelumnya itu, dengan Paul sebelum dia menginterupsi keduanya, beberapa waktu yang lalu.
Akan tetapi, dengan mendengar jawaban Antonius yang begitu antusiasnya, Noah tidak ragu lagi. Ternyata hal itu bukan omong kosong yang di katakan oleh seseorang yang berhasil menipu sebuah Jaringan lebih dari empat puluh tahun yang lalu, karena sekarang, itu terbukti benar-benar nyata.
Salah satu wilayah di Bronzeland yang kini di bawah otoritas Jaringannya, ternyata benar-benar memiliki tanah, yang mengandung emas.
Akan tetapi, ini belum menjawab rasa penasaran Noah kenapa misinya bisa selesai. Sementara pembangunan di Bronzeland masih jauh dari kata selesai.
__ADS_1
"Kerja bagus Antonius ... Kirimkan aku detilnya ... "
"Baik, Bos ... Akan aku kirimkan segera ... "
Noah menganggukkan kepalanya, puas. Namun saat dia ingin segera mengakhiri sambungan, tiba-tiba Antonius di seberang, kembali bersuara.
"Tuan Evans? ... Kau masih di sana?"
"Ya, katakan ... "
Noah langsung menjawab, akan tetapi Antonius tidak langsung berkata. Dia membiarkan sebentar, karena dia merasa ada nada keraguan di suara pria itu.
"Tuan Evans ... Sepertinya di BronzeLand, hanya Nona Myra saja yang mengetahui siapa anda sebenarnya, bukan?"
Mata Noah sempat melebar sejenak. Dia baru sadar bahwa dia telah melupakan detil itu sebelumnya. Namun, karena dia telah mengirim orang yang tepat ke BronzeLand, sekarang dia hanya bisa tersenyum lega.
"Ya, sepertinya begitu ... Aku rasa, kau sudah tau apa yang harus dilakukan, bukan?"
Kali ini tanpa jeda. Karena Antonius langsung menjawabnya dengan tegas.
Tepat seperti dugaannya, Noah tidak meragukan antonius sama sekali. Sebelum memutus sambungan, dia kembali bersuara.
"Antonius, Bronzeland adalah tempat dimana aku tumbuh, di sana juga ada keluargaku dan mereka sangat penting bagiku. Selama aku tidak di sana, tolong jaga mereka menggantikanku ... "
"Baik, Bos ... Aku akan memperhatikan hal itu lebih baik lagi ... "
"Baiklah, aku mengandalkanmu Antonius, Terimakasih ... "
Sambungan terputus begitu Noah mendengar jawaban Antonius di seberang sana.
Saat itu juga, dia berbalik dan menatap Alice dan Julius yang masih berbicara dengan sangat serius, terutama Julius. Pria itu tampak memperhatikan dengan seksama, seolah takut akan meninggalkan detil-detil kecil yang sedang di jelaskan oleh Alice padanya.
Noah kembali berjalan mendekat pada keduanya. Saat itu, dia merasakan getar Notifikasi di ponsel yang masih di tangannya. Dia membuka layar, dan langsung tersenyum melihat sebuah foto yang dikirim Antonius padanya.
Fi dalam foto tersebut, terlihat sebuah gambar mesin tambang kecil yang sepertinya digunakan Antonius untuk mendulang emas di salah satu wilayah yang ada di Bronzeland.
Noah hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum miris. Bagaimana tidak. Dia berfikir bahwa misi tentang pembangunan yang diberikan Bell, Sistemnya itu adalah Bronzeland.
__ADS_1
Namun, ternyata bukan. Misinya selesai hanya dengan membangun tambang menggunakan mesin kecil yang di gunakan Antonius, di salah satu tempat di wilayah kota itu.
Namun begitu, Noah sama sekali tidak menyesalinya. Karena sekarang, bagu dirinya, Perjuangannya untuk membebaskan dan membangun ulang kota itu, jauh lebih berarti. Lagipula, dia tidak bisa membangun tambang, tanpa memulai semuanya.
"Jadi bagaimana?"
Noah langsung bertanya, saat dia bary saja kembali duduk di sofa dimana tadi dia duduk.
Julius menatap Alice sebelum bersuara. Dia mengangguk mengerti, saat Alice tersenyum menanggapinya.
"Bos ... Begini, jika memang seperti apa yang dikatakan Nona Alice, maka aku rasa, aku tau teman-teman anda sedang menyelidiki apa ... "
Melihat kepercayaan diri Julius yang bertambah, Noah merasa senang. Itu karena dia benar-benar tidak nyaman jika orang-orang yang dipercayanya, merasa begitu rendah di depannya.
Dengan sedikit tersenyum, Noah bertanya. "Tuan clark, katakan padaku, Apa yang kau ketahui."
"Jika perkiraanku tepat, sepertinya mereka. Sedang meliput berita tentang tumbang dan bangkrutnya salah satu Jaringan Terbesar di Goldwest ini ... "
Tidak hanya Noah saja, bahkan Alice pun, ikut melebarkan matanya. Bagaimanapun, dia tidak mendengar tentang ini dari Julius sebelumnya.
Saat keduanya berbicara, Alice hanya mendengar Pria itu mengungkit sebuah jaringan, tapi tidak sebesar itu. Sontak dia dan Noah saling bertatapan heran, sebelum kembali melihat pada Julius.
"Tuan Clark, apa maksudmu?"
Julius Clark mengangguk yakin, sebelum kembali berkata. "Ya, aku yakin begitu ... Karena, tidak mungkin teman anda menghilang begitu saja. Jika keadaannya memang seperti itu, hanya ada dua kemungkinan saja ... "
Alice dan Noah kembali bertatapan. Namun kali ini Alice yang buka suara. Berbicara tentang Jaringan, tentu menyita perhatian mereka.
"Tuan Julius, cepat jelaskan maksudmu?"
Julius menatap Alice dan kembali pada Noah.
"Berbeda dengan SilverStone, HighCopper berada dalam wilayah otoritas sebuah Jaringan besar yang tergabung dalam the Elevens ... Aku rasa, kalian pasti pernah mendengar tentang ini, bukan?"
Mendengar itu, membuat mata Alice melebar. Wanita cantik itu cepat menutup mulutnya yang sempat terngaga.
Berbeda dengan Alice, saat Julius menatap pada Noah, dia tidak melihat pemuda tersebut bereaksi berlebihan.
__ADS_1