
Banyak orang turun kejalan membersihkan tempat jika ada saja sampah yang mereka lihat.
Toko-toko di sepanjang jalan utama Bronzeland dengan cepat memeriksa apakah toko mereka terlihat tidak menarik atau hal-hal semacam itu.
The Madness, sosok yang sempat menghantui Bronzeland beberapa waktu yang lalu, ternyata tidak hanya menghancurkan dominasi Jaringan-jaringan keluarga mafia yang membuat kehidupan mereka yang sudah sulit menjadi jauh lebih sulit.
Semua orang sempat berpikir jika ketua the Ravens yang dikenal memiliki temperamen yang sangat mengerikan itu mengambil alih kota, maka kehidupan mereka di Bronzeland, akan seperti berada di neraka.
Akan tetapi, semua tidak terbukti dan sangat jauh dari apa yang mereka duga. The Ravens menjelma menjadi Jaringan besar yang tidak hanya membangun kota, tapi juga membantu seluruh warga di sana.
Sebuah proyek pembangunan besar-besaran yang meliputi seluruh kota, di gencarkan. Terlihat dari jalanan kota yang sebelumnya hancur dan berdebu, kini berwarna hitam dan sangat mulus.
Bangunan-bangunan di kota itu, di renovasi dengan biaya yang di tanggung oleh Jaringan Baru tersebut.
Freddy, Dax dan Bearice menjalankan sebuah program yang memberi angin segar pada semua pengusaha kecil di sana.
Semua dari mereka mendapat bantuan dana untuk mengembangkan usaha mereka. Berbagai macam landmark di bangun, hingga setiap sudut kota memiliki daya tarik sendiri,Nyang membuat setiap titik di Bronzeland, menjadi area yang sangat menjanjikan untuk berbisnis.
Sebuah pusat hiburan di bangun, dan segala jenis hiburan di pindahkan ke sana. Kita tidak lagi menjadi semrawut seperti sebelumnya.
Tidak bergantung dengan penduduk kota saja, dalam waktu singkat, Bronzeland memiliki lonjakan pengunjung yang sangat signifikan.
Lowongan pekerjaan yang dibuka sangat banyak, membuat angka pengangguran di kota itu, meluncur ke titik terendah. Bahkan, saat ini The Ravens membuat banyak mes bagi para pekerja dari luar kota.
"Nona Myra ... Walikota sudah menunggu, di ruang kerja anda ... "
Myra mengangguk mengerti, saat dia kembali dari ruang dimana Antonius yang menjadi otak dari semua pembangunan itu berada.
"Nona Collins ... Maaf, karena datang secara tiba-tiba. Tapi, aku rasa ini sangat penting."
Myra tersenyum pada Ralf Haag yang menjabat sebagai walikota Bronzeland yang berdiri, begitu dirinya datang.
"Tidak apa-apa, Tuan Haag ... Kita semua memang harus menanggapi serius protokol ini ... "
Ralf Haag bernafas sedikit lega. Meski dia adalah seorang walikota, akan tetapi apa yang dia lakukan untuk kita ini, tidak ada apa-apa nya jika dibandingkan dengan dokter muda yang dipercaya memiliki hubungan dekat dengan sosok yang di kagumi seluruh penduduk Bronzeland.
"Jadi, dimana tepatnya kita akan menyambutnya?"
__ADS_1
Myra sudah tau hal ini akan menjadi poin yang akan di bicarakan oleh Walikota ini dengannya. Untuk itu, Antonius sudah memberi tahu apa yang harus di jawabnya.
"Seperti yang kita semua ketahui, ini adalah kampung halamannya ... Bukankah sudah jelas, kemana dia akan pergi untuk pertama kali, jika dia kembali ... ?"
Ralf Haag langsung mengangguk, mengerti. Kedatangan nya ini agaknya ingin memastikan bahwa tidak ada kesalahpahaman.
Noah Evans adalah seorang pemuda yang di besarkan di sebuah panti asuhan di lereng bukit berbatu di unjung Bronzeland.
Tidak ada yang menyangka, panti asuhan itu akan membesarkan seseorang yang kelak akan mengeluarkan Bronzeland dari masa-masa kelam, yang sudah mereka jalani lebih dari empat puluh tahun, sejak keluarga Faust muncul dan mendominasi kota ini.
"Baiklah ... Sepertinya, kita sudah tau kemana kita akan mengarah konsentrasi masa ... Sekarang, mereka sudah mulai berkumpul di luar sana."
Karena alasan yang sangat masuk akal bagi semua orang, jalur utama kota Bronzeland sudah berganti.
Sebuah jalan dibuat lurus, dan berujung pada pada bangunan megah, di mana dulu sebuah panti asuhan pernah berada.
Di bangunan terbuat, tinggal orang-orang yang menurut seluruh penduduk Bronzeland berhak mendapatkan rasa hormat yang lebih tinggi dari yang lainnya.
Keluarga Evans. Nama yang mereka sematkan pada orang-orang yang tumbuh bersama pahlawan kota mereka tersebut, Di ambil sesuai dengan nama belakang pemuda tersebut.
Begitu Antonius menerima panggilan, pria itu langsung menuju ketempat ini. Tentu saja begitu, rumah ini akan menjadi tujuan pertama, begitu dia datang.
Sambil tersenyum, Antonius menjawab.
"Nyonya Victoria ... Anakmu, akan segera pulang!"
Mendengar itu, mata Victoria melebar. Dia selalu ingin menghubungi Noah, tapi karena melihat bagaimana Alice Sanders, Antonius, dan yang lainnya begitu sibuk ketika dia masih berada di Silverstone, Victoria takut bahwa dia akan mengganggu pemuda tersebut.
Wanita itu tidak bertanya lagi. Melihat dari bagaimana cara dan wajah Antonius saat menyebut nama pemuda yang dia rawat sejak masih sangat-sangat kecil itu, Victoria tau entah bagaimana Noah mungkin berdiri di atas mereka.
Namun, Dia hanya merindukan Noah. Noah kecil yang begitu cerdas dan selalu memberi perhatian lebih pada saudara-saudaranya.
"Benarkah itu?! ... Apa Noah benar-benar akan datang?!"
Bukan Victoria yang balik bertanya, tapi seorang gadis kecil yang bertanya dengan penuh semangat.
Antonius menoleh, dan menganggukkan kepalanya. "Tentu saja ... Nona Merry ... Kakak kalian, akan segera sampai di sini, beberapa jam lagi."
__ADS_1
Tidak lagi menghiraukan Antonius, gadis kecil itu berbalik dan berlari sambil berteriak-teriak. "Noah akan datang!! ... Noah akan kembali ... Hei, Noah akan kembali!! Rachel ... Kau dengar aku?!"
"Merry ... Kau selalu mengerjai kami ... "
"Tidak, Tidak kali ... Lihat, Tuan Antonius ada di luar sana ... Noah benar-benar akan datang!!"
Hanya beberapa detik saja, Antonius sudah bisa mendengar kehebohan dari dalam sana.
"Tuan Antonius ... Kenapa Noah tiba-tiba datang? ... Apa terjadi, sesuatu?"
Kali ini, Antonius berbalik, dan mendapati beberapa orang yang berumur tidak jauh dari bosnya itu, baru saja turun dari mobil mereka masing-masing.
Sepertinya, semua dari mereka sudah mendengar kabar itu di kota, dimana mereka semua kini menjalankan bisnis mereka masing-masing.
Saat Antonius, ingin menjawab, namun tiba-tiba Victoria yang berada di sebelahnya, bersuara ketus.
"Isaac! ... Noah hanya akan pulang! ... Kenapa kalian berpikir telah terjadi sesuatu. Tentu saja terjadi sesuatu. Noah akan pulang itulah yang terjadi ... Mengerti?!"
Hanya satu pesan Noah namun begitu sangat dia tekankan pada semua saudaranya itu. Dengarkan apapun perkataan Victoria, dan patuhi wanita yang telah membesarkan mereka itu.
Dengan begitu, mereka semua bebas melakukan apa saja dan Noah akan menjamin semuanya. Akan tetapi, jika salah satu dari mereka melanggarnya, mereka akan berhadapan langsung dengan sosok lain dari pemuda itu.
Dimana, tidak ada lagi yang meragukan betapa mengerikannya jika anak laki-laki kesayangan wanita yang kini memiliki binar-binar bahagia dia matanya itu, jika sudah marah.
"Maaf ... Aku hanya bertanya ... Maafkan aku."
Thomas datang menghampiri Isaac, lalu menepuk-nepuk bahunya. "Sudahlah, aku tau kau sangat ingin bertemu dan juga mencemaskannya."
"Hei, gadis-gadis! Kenapa kalian hanya berdiri, di sana?! ... Ayo masuk! Bantu aku ... Kita akan memasak untuk makan malam keluarga kita ... Cepat!!"
"Ya, Nyonya Victoria ... Kami, datang!!"
"Tuan Antonius ... Kenapa hanya berdiri di sana? ... Ayo masuklah! Bukankah ini juga rumahmu?!"
Sama seperti yang lainnya, di kota ini hanya Victoria yang bisa memberi perintah langsung pada Antonius.
Jika Victoria meminta Antonius menutup seisi kota hanya karena wanita itu merasa Bronzeland terlalu berisik, tidak akan ada keraguan bagi pria itu untuk melakukannya. Meski wanita tua itu hanya bercanda.
__ADS_1