
William dan Harry Fane, ayahnya, di kejutkan dengan kedatangan Tobias Zargosky ke kota mereka.
Sekarang, adik dari pemimpin tertinggi Jaringan keluarga Zargosky itu, duduk di ruangan yang digunakan Harry untuk mengendalikan segala aktivitas Jaringan keluarganya, di gedung perusahaan Fane.
"William, aku langsung saja. Telah terjadi sesuatu di HighCopper dan aku yakin kalian sudah mendengarnya. Jadi, katakan padaku siapa sebenarnya yang kita hadapi ini?"
Hal yang di takuti William, benar-benar terjadi. Dia sudah membahasnya dengan ayahnya saat berita itu mereka dengar.
Namun, Harry tetap bersikukuh bahwa hal seperti itu biasa terjadi. Dia meminta William untuk tenang, dan memikirkan cara agar apapun yang dilakukan Noah Evans, tidak Sampai merembet ke apa yang sedang mereka dan keluarga Zargosky rencanakan.
William belum pernah melihat raut wajah Toby seperti ini. Entah kenapa di hatinya dia sedikit merasa senang. Namun, karena dia dan ayahnya sudah memutuskan untuk berada di bawah keluarga Zargosky, maka William mencoba untuk bekerja sama.
"Toby ... Jujur saja, Aku tidak tau jika Julius Clark hanya memiliki satu orang di belakangnya. Tapi, sebanyak yang aku tau tentang orang itu, dia tidak akan bersikap sampai sejauh itu jika tidak ada yang memulainya."
Toby tau bahwa William mencoba mencari informasi tentang apa yang sudah membuat keluarga Clark menyerang dan berhasil membungkam keluarganya, dengan cara paling memalukan.
Namun, untuk mengatakan bahwa ini tentang perasaan, bahkan Tobias sangat enggan mengakuinya.
"Aku tidak suka dengan keluarga itu, dan sedikit mengacaukan bisnisnya. Itu saja!"
Mendengar itu, William langsung menggelengkan kepalanya. "Toby, ini tidak seperti dirimu saja. Aku tidak bisa membantu kalau kau tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi di HighCopper."
Harry, tidak banyak bicara. Namun, dia menyimak bagaimana gerak gerik keduanya. Dia melihat anaknya begitu tenang, sementara Tobias Zargosky tampak begitu gelisah.
Harry tersenyum saat melihat keduanya saling berbicara.
"Sial, kau William ... Kau jauh lebih keren, daripada aku, pada saat seusiamu."
Apa yang di katakan William sebenarnya masuk akal. Namun, tobias tetap ingin mempertahankan apa yang menurutnya tidak pantas dibicarakan.
"William, sudah aku katakan bahwa Julius Clark meremehkan keluargaku. Jadi, aku hanya berniat memberi mereka sedikit pelajaran. Tidak lebih. Akan tetapi, putrinya muncul di acara lelang, dan mengacaukan semuanya."
Meski belum pernah bertemu, William tau siapa putri Julius Clark yang di maksud oleh Toby. Saat itu juga, dia sudah bisa langsung menyimpulkannya.
"Oh, Toby ... Apa-apaan ini? Kau menyukai wanita, milik orang lain. Apa aku benar?"
Mendengar itu, wajah Toby memerah. "Brengsek ... Jika kau sudah mengetahuinya, kenapa masih bertanya? ... Katakan saja langsung apa yang kau tau tentang orang itu?"
__ADS_1
William menggelengkan kepalanya. "Tidak banyak yang aku ketahui tentang dia. Hanya saja, mungkin karena sekarang kau menganggap permainan kita adalah permainan anak-anak, jadi kau melewatkannya."
Perkataan William, membuat Toby mengernyitkan dahinya. "Apa yang kau bicarakan?"
William mengangguk. "Ya, kau melewatkan banyak hal selama kau menghilang. Jadi, ada beberapa perubahan yang mungkin tidak kau pedulikan ... "
"F**k ... Jangan berbelit-belit, brengsek! Katakan saja, apa yang aku lewatkan."
William memajukan tubuhnya, dan menumpukan sikunya pada kedua pahanya. Dengan tersenyum miring, dia berkata.
"Sepertinya Kau memang melupakan bahwa di negara bagian ini, tidak hanya kau, aku atau Dale saja yang memiliki gelar Raja. Bukankah, seharusnya kau tau bahwa ada satu orang lainnya, yang memiliki gelar yang sama?"
Mata Tobias melebar. Namun, setelah itu keningnya berkerut. "Jangan katakan padaku, bahwa dia adalah si pecundang itu. Aku tidak akan percaya!"
William lagi-lagi menggelengkan kepalanya. "Itu kenapa aku mengatakan kau telah melewatkan banyak hal. Sudah lama sejak dia membalaskan dendam Tim Sattelite, dan mengambil kembali apa yang seharusnya memang hak mereka."
Saat itu, mata Tobias terbelalak. Dia baru saja menyadari bahwa nama perusahaan milik Julius Clark dan tim itu, Sama.
"Jadi, dia ... dia ... " Tobias langsung bisa membayangkan satu wajah. Namun, dia bertanya dengan wajah tak percaya. "Apa kau ingin mengatakan bahwa orang itu adalah Aiden?"
"Tobias Zargosky ... Kau pasti tau Aiden tidak mampu berbuat sejauh itu. Jadi—"
"Praaaaaannnnnnggg ... "
Sambil menunjuk ke wajah William, dia menatap tajam dan kembali bertanya. "Katakan saja langsung William F**kin Fane ... Siapa brengsek itu?"
Puas membuat Tobias kesal, Barulah saat itu William berniat serius dan menjawab nya.
"Orang-orang di kotanya, memanggilnya sebagai the Madness ... Raja Dari Bronzeland ... Noah Evans!"
Mendengar itu, Toby sempat terdiam. Namun beberapa saat kemudian dia langsung berdiri dan mulai melangkah pergi dari sana.
Namun, saat dia sampai di pintu, William kembali memanggilnya. "Hei Toby ... Aku hanya ingin mengingatkan. Dia sama sekali tidak peduli dengan gelar itu. Jadi, sebaiknya lupakan saja. Bukankah kakakmu melarangmu untuk melakukan apapun?"
Mendengar itu, Tobias Zargosky sempat tertegun. Namun dia tetap melangkah.
"Bruk!"
__ADS_1
William tersenyum saat pemuda itu menghempaskan pintu kantor milik ayahnya, ini.
"William ... Aku rasa kau sudah kelewatan. Sebagai jaringan yang berada di bawah keluarganya. Seharusnya, jika kau tidak berniat membantunya, setidaknya jangan membuat keadaan semakin memburuk."
Mendengar Ayahnya berkata seperti itu, William terdiam. Pemuda itu berdiri dan menatap ke pintu di mana Toby tadi menghilang setelah menghempaskannya.
"Ayah ... Jika aku ingin mengikuti seseorang, maka orang itu harus lebih hebat dari Noah Evans ... Sekarang, aku ingin melihat sendiri ... Apakah bedebah ini, pantas untuk aku ikuti ... "
Setelah mengatakan itu, William pergi meninggalkan ayahnya. Sementara itu, Harry yang ditinggalkan, hanya bisa tersenyum pasrah.
"Ya, ini masa depanmu ... Sebaiknya, kau saja yang menentukannya. Dan ... tentukan juga sendiri kemana keluarga ini akan kau bawa ... Mulai saat ini, aku akan mempercayakan semuanya padamu."
Harry kembali duduk di kursinya, dan melihat pada pesawat telfon yang ada di atas mejanya.
Lama dia berpikir, seolah sedang mempertimbangkan sesuatu. Namun tak lama kemudian, dia mengambil gagang telfon itu dan menekan tombol redial.
"Tuan Fane? ... "
Jauh dari kota HighCopper. Tempat di mana Noah lahir, Antonius sedang sibuk dengan tumpukan berkas-berkas di kantornya.
Namun, tiba-tiba saja seseorang mengetuk pintu dan masuk setelah beberapa saat.
"Tuan Antonius ... Seseorang datang, dan meminta bertemu denganmu."
Antonius mengernyitkan keningnya, karena heran. Padahal, dia sudah menyerahkan semua hal yang ada di kota ini pada wanita cantik yang baru saja masuk ini.
"Nona Collins ... Aku tidak bisa bergerak dan menunjukkan diriku di sini. Kau tau alasannya, bukan? Jadi, sebaiknya kau saja yang menghadapinya ... "
Mendengar itu, Myra Collins menggelengkan kepalanya. "Tidak ada yang tau bahwa kau ada di gedung bahkan kota ini ... "
Saat itu juga, wajah Antonius berubah. Sebisa mungkin, dia merahasiakan keberadaannya di kota ini. Namun, jika ada yang mengetahuinya, sudah pasti itu bukan orang biasa.
"Apa dia menyebut siapa yang mengutusnya?"
Myra Collins mengangguk. "Ya, dia menyebut nama Flare ... Timothy Flare ... !"
Mendengar nama itu, di sebut Antonius langsung berdiri. Jelas Myra bisa melihat perubahan pada wajah salah satu A4 dari World Order tersebut.
__ADS_1
Namun, beberapa saat kemudian, dia melihat Antonius tersenyum dan berkata.
"Yah, aku pikir juga begitu ... Sudah saatnya kami menyapa keluarga itu ... "