World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Teman Kalian


__ADS_3

Sehari setelah itu, di kota Blacksteel, Sarah yang baru saja memulai langkah pertama dikejutkan dengan kehadiran Albert Hall di sana.


Ted Bowie hanya mengatakan bahwa kuasa hukum Jaringan Noah akan datang. Namun dia sama sekali tidak menyangka orang itu adalah Albert Hall.


"Tuan Bowie ... Aku sangat penasaran. Pada siapa sebenarnya aku bekerja."


Ted Bowie tidak bisa menjawab terlalu banyak. Lagi pula, hanya dalam hitungan jam, perintah baru dari Noah telah di sampaikan Alice.


"Nona Sarah, sebaiknya kita selesaikan saja pekerjaan di sini secepatnya. Setelah itu, kita semua akan berkumpul. Hanya itu yang bisa aku katakan saat ini ... "


Hanya satu hari saja, mereka semua harus bisa menyelesaikan proses akuisisi. Di depan mereka saat ini, telah duduk Alexander Reamus dan Aaron. Sementara Albert Hall dan beberapa ahli hukum dari firmanya, belum mengatakan apapun sejak kedatangan mereka.


Ted Bowie hanya mengangguk sekali, dan di jawab dengan cara yang sama oleh orang itu. Hal tersebut semakin membuat Sarah Kingstone penasaran dengan cara kerja keduanya.


Sudah satu jam, Albert Hall dan yang lainnya memeriksa semua tumpukan berkas yang ada di depan mereka. Sarah sendiri, sudah menghabiskan tiga hari untuk mempelajarinya.


"Aaron ... Aku mengenal pria ini. Tapi, melihat bagaimana dia mau bekerja pada pemuda yang kau katakan, ini membuatku penasaran ... Siapa sebenarnya pemuda yang kau maksud."


Aaron sendiri, belum bisa melupakan bagaimana rasanya berhadapan langsung dengan Noah. Saat ini saja, dia masih harus terkejut dengan kedatangan Albert yang ingin menyelesaikan semuanya saat ini juga.


"Tuan Reamus ... Aku tidak bisa berkata banyak. Lagipula, dia meminta kita untuk menonton. Bukankah itu bagus?"


Sebenarnya Apa yang dikatakan Aaron memang benar. Hanya saja, ini adalah dunia mafia. Bahkan, Alexander Reamus yakin beberapa berkas di sana, akan mendapat penolakan oleh firma hukum yang di pimpin oleh Albert Hall ini.


"Aaron, jika mereka menolak beberapa hal, biarkan saja ... Aku tidak ingin mempersulit sama sekali. Albert Hall, begitu teliti pada Kliennya, aku yakin orang yang kau bicarakan berasal dari kalangan yang tak biasa. Pria tua yang sedang memeriksa berkas itu, tidak akan mengeluarkan keringat hanya untuk hal seperti ini ... tapi sekarang. Dia seolah takut melewatkan satu kata saja."


Aaron hanya bisa mengangguk mengerti. Tidak semua usaha mereka memiliki izin yang jelas, dan berjalan sangat lama. Tidak heran jika Albert Hall menolak untuk mengakuisisinya.


Lima belas menit kemudian, Albert Hall menyelesaikan diskusinya dengan orang-orangnya, sebelum akhirnya berbalik, dan mulai bicara.


"Tuan Reamus ... Aku dan timku sudah mempelajari semua berkas perusahaanmu. Apakah masih ada lagi?"


Alexander Reamus menggelengkan kepala, dan menelan ludah, sebelum akhirnya menjawab.

__ADS_1


"Tuan Hall ... itu sudah semua. Aku mengerti cara kerjamu, karena kita sudah saling mengenal. Jadi, jika kau merasa ada beberapa hal yang tidak pantas maka aku meneri—"


Belum sempat Alexander Reamus menyelesaikan kata-katanya, Albert Hall langsung memotongnya.


"Tuan Reamus ... Kau mungkin mengenal aku. Akan tetapi, aku ingatkan kau bahwa, aku tidak bekerja seperti dulu ... Dan, jika memang ini saja yang kau punya, maka anggap saja semua masalahmu sudah selesai. Mulai detik ini, Seluruh jaringan dan wilayah yang menjadi otoritas mu, berada di bawah naungan Jaringan kami."


Setelah mengatakan itu, Albert menoleh pada Ted Bowie. Pria itu, bahkan tidak memberi kesempatan untuk Alexander Reamus menanggapinya.


"Tuan Bowie, sepertinya sudah tidak ada masalah. Kita sudah bisa mengatasinya ... "


Ted Bowie menganggukkan kepalanya, tanda mengerti. "Terimakasih, Tuan Hall. "


Setelah itu, Ted Bowie menoleh pada Sarah yang tampak sedikit kebingungan.


"Nona Sarah ... Kau dan keluargamu akan bertanggung jawab atas wilayah yang berada di bawah otoritas Jaringan ini, seperti apa yang telah dikatakan padamu."


Sarah menelan ludahnya karena tiba-tiba saja dia merasa tenggorokannya sangat kering.


Diberi kuasa untuk mengurus sebuah perusahaan, adalah impian semua orang, apalagi dirinya yang seorang wanita.


Satu dari sebelas Jaringan yangbada di Goldwest, akan segera berada di bawahnya. Siapa yang akan mempercayai ini. Dia, tentu tidak.


Sebelumnya, Sarah berpikir, Noah hanya memberinya kesempatan dengan memintanya untuk menjadi pendamping pria tua, yang kini sedang berbicara padanya itu. Namun, sepertinya ini benar-benar jauh di atas apa yang bisa dia bayangkan.


"Tu-tuan ... Bo-bowie ... Maksudmu, Sekarang, aku ... Aku ... Yang, ber—"


Ted Bowie menggelengkan kepalanya, dan saat itu juga Sarah merasa bernafas sedikit lega. Namun, detik kemudian Ted Bowie kembali bersuara.


"Sekarang, belum ... Itu akan terjadi, setelah kau menandatangani berkas yang ada pada mereka."


Ted Bowie menunjuk ke arah Albert Hall dengan dagunya. Saat Sarah berbalik, beberapa orang di sana menganggukkan kepala menyambutnya.


"Nona Sarah Kingstone ... Silahkan tanda tangani berkas ini, agar kita bisa menyelesaikan semua."

__ADS_1


Adegan itu, di saksikan oleh Alexander Reamus dan Aaron, tepat di depan mata kepala mereka.


Bagaimana mungkin, sebuah Jaringan Yang pernah duduk di salah satu kursi di the Elevens, di ambil alih, dan di serahkan pada seorang wanita muda, begitu saja. Terlebih, Jaringan kelurga wanita itu, sebelumnya berada di bawah mereka.


"Aaron ... Ingatkan padaku sekali lagi, siapa nama pemuda ini?"


"Noah ... Noah Evans! Itu namanya."


Saat ini, Aaron mengerti kenapa Noah bersikap seolah tidak perduli dengan the Elevens. Karena, saat ini dia benar-benar membuktikan bahwa satu dari sebelas Jaringan yang ada di sana, bukanlah apa-apa.


Saat Sarah menandatangani berkas peralihan tersebut. Ted Bowie berjalan mendekat pada Alexander Reamus dan Aaron.


"Tuan-tuan ... Seperti syarat yang kami ajukan ... Mulai saat ini, serahkan semuanya pada kami. Dan Kalian, cukup duduk dan nikmati pertunjukan nya ... "


Sementara itu, di Bronzeland. Antonius dan Myra Collins bersiap untuk berangkat menuju Silverstone, Sementara Freedy dan Bearice akan menyusul keesokan harinya.


Akan tetapi mereka berempat sedang berbicara saat ini. Keduanya seolah tidak siap saat Antonius mengatakan bahwa mereka harus bisa mengendalikan yang terjadi di kota ini, sementara dia dan Myra harus ke Silverstone.


"Tuan Antonius ... Jujur saja, kami tidak yakin akan bisa melakukannya ... Ini, terlalu besar!"


Saat itu, Antonius langsung menggelengkan kepalanya. Tidak ada yang terlalu besar bagi kita, saat sudah memutuskan untuk bekerja di bawah perintahnya.


Mendengar itu, Freedy dan Bearice saling berpandangan, dan menggelengkan kepala mereka bersamaan.


"Tuan Antonius ... Apa maksudmu?"


Antonius hanya menggelengkan kepalanya pada keduanya sambil tersenyum, dan berkata.


"Bukankah kalian tau siapa aku, bukan? ... Tentu saja kalian sudah bisa menebak, siapa orang yang mengirimku ... "


Mereka memang sudah mengetahui siapa Antonius. Akan tetapi, mereka menolak untuk mempercayai dugaan yang ada di dalam kepala mereka tentang siapa yang mengirimnya ke sini. Karena itu akan terdengar sangat luar biasa.


Karena mereka berdua terdiam, Antonius kembali berkata.

__ADS_1


"Sejak, awal dia memang tidak ingin menyembunyikan hal ini dari kalian berdua ... Sekarang, terimalah kenyataan ini, dan biasakan diri kalian ... The Madness dan the Ghost, adalah orang yang sama ... Dia adalah teman kalian dan juga seseorang yang sangat aku hormati ... Noah Evans ... !"


__ADS_2