World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Kepuncak Tertinggi, itulah Rencanaku


__ADS_3

William dan Dale tentu tidak bisa mempercayai kata-kata Noah begitu saja.


"Noah, maaf. Sekali lagi, aku tidak akan meremehkanmu. Tapi, kita bicara uang yang tidak kecil."


"William, kau bisa berfikir apa saja untuk itu. Aku hanya tertarik untuk berinvestasi, tidak lebih."


Dua hari mengenal Noah, bukan semakin dekat, tapi keduanya merasa Noah semakin terasa samar.


Memang niat keduanya datang untuk memastikan keluarga Fargo yang tiba-tiba saja melakukan pemesanan besar-besaran dari Jaringan mereka.


Akan tetapi, jika hanya itu saja, William dan Dale bisa mengutus orang lain. Noah, adalah alasan sebenarnya kedua Raja jalanan ini datang ke Silverstone.


"Baiklah, aku rasa tidak ada salahnya. Jika begitu, kapan kau akan datang ke HighCopper lagi? Karena, jika kau memang serius, Sebaiknya kau bicara dengan orang yang lebih tepat."


Noah hanya tersenyum. "Aku akan ke sana besok."


William dan Dale kembali terkejut. Bahkan, mereka tidak akan sempat mempersiapkan semua hal jika Noah benar-benar ingin berinvestasi.


Masalahnya, dengan besarnya dana yang di tawarkan Noah, ini sama saja Noah berniat mengakuisisi perusahaan mereka.


Akhirnya, Dale memutuskan ikut berbicara "Noah, dua hari. Beri kami waktu dua hari."


"Baiklah ... kalau begitu, kita akan bertemu dua hari lagi, di sana."


Mereka menghabiskan malam itu dengan minum. Namun, karena William dan Dale tau bahwa dua hari ke depan mereka akan sibuk, maka mereka mempersingkat kunjungannya, dan cepat-cepat ingin kembali ke kota mereka.


Sama seperti William dan Dale yang tidak menyangka akan memiliki kesempatan untuk berkembang dengan Noah, sebaliknya pemuda itu juga menemukan jalan bagaimana cara menghancurkan Jaringan keluarga Fargo dengan permainan mereka sendiri.


Saat keduanya pergi, Noah mengeluarkan ponselnya, menghubungi seseorang.


"Tuan Evans?"


"Antonius, aku ingin bertemu Tuan Julius Clark. Bisakah kau mengaturnya?"


"Tentu saja. Katakan, di mana anda akan bertemu dengannya? Aku akan menyuruhnya ke sana saat ini juga."


"Tidak perlu. Minta dia ke HighCopper besok. Katakan, aku menunggunya di sana."


"Baik, aku mengerti."


****

__ADS_1


"Noah kau sudah di sini?"


"Ya, baru saja ... Maaf, aku hanya bisa membawa ini."


Mia melihat Noah memberikan bungkusan yang berisi buah, saat ini mereka berada di salah satu rumah sakit di HighCopper.


"Tidak perlu, tapi terimakasih."


Mia mengajaknya masuk ke bangsal tempat dimana kakaknya sedang di rawat. Sebelumnya, Mia sudah menceritakan bagaimana insiden yang menimpanya saat melakukan balapan dengan Byron yang menyebabkan hilangnya gelar raja dari dirinya.


"Aiden, ini Noah. Pemuda yang kami ceritakan padamu."


Aiden yang masih terbaring dengan kedua kaki masih terlilit perban menoleh.


"Helo, Bro. Aku Aiden, kakak Mia."


"Oh, Helo. Aku Noah."


Saat Noah baru saja duduk di sana, Aiden kembali bicara.


"Terimakasih, kau sudah melakukan banyak untuk kami. Mia dan yang lainnya sudah menceritakan semuanya."


Noah hanya tersenyum dan menggelengkan kepala sedikit."Tidak perlu sungkan, aku hanya melakukan apa yang ingin aku lakukan."


Saat Aiden mengatakan itu, Noah mengernyit heran. "Daerah?"


Kali ini Aiden yang merasa heran. "Kau tidak tau?"


"Tidak, aku tidak tau sampai ke sana."


"Aiden, seperti yang aku katakan. Sepertinya Noah memang tidak tertarik dengan gelar Raja."


Aiden menarik nafas panjang dan melepasnya. Wajahnya tampak kecewa, "Ya, aku rasa begitu. Tapi, mungkin itu karena kalian gagal menjelaskannya."


Noah mengangkat alis saat mendengar kata-kata Aiden. Namun, dia membiarkan Aiden terus berbicara.


"Noah, menjadi empat Raja, kau benar-benar memiliki kuasa untuk menggerakkan masa dala jumlah besar. Setidaknya, jika tau kau yang bergerak, orang-orang yang mengakuimu akan turun ke jalan dan mengikuti perintahmu."


Aiden melihat Noah yang masih diam, terus melanjutkan penjelasannya. "Aku tidak tau apa yang menarik bagimu. Akan tetapi, saat kau mengambil gelar itu, suka atau tidak, kau akan bertanggung jawab dengan keseimbangan jalanan. Mereka akan kehilangan arah dan akan sangat mudah di hancurkan jika kau tidak melindungi mereka."


Noah menggelengkan kepala. "Kelihatannya, menjadi raja jalanan akan membuatku mengurusi anak-anak."

__ADS_1


"Hmm ... Bisa dikatakan begitu. Tapi, seperti yang aku katakan. Anak-anak itu bisa sangat membantumu dalam beberapa hal. Apalagi, jika kau bisa mengelola dengan baik. Hukum jalanan di bangun atas dasar sebuah kebanggaan. Mereka akan mengikuti jalan itu. Kau mengerti maksudku?"


"Sepertinya menarik. Tapi, aku menggunakan mobil mu untuk memenangkan balapan itu. Jadi, aku rasa kau bisa kembali menjadi Raja."


Mendengar itu, Aiden langsung menggeleng cepat. "Noah, kau satu-satunya orang yang langsung di akui dua Raja lainnya. Itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Jujur saja, semua menceritakanmu tidak hanya Mia dan teman-temannya saja. Bahkan William dan Dale datang kesini untuk menanyakan siapa sebenarnya dirimu."


"Apa yang kau katakan pada mereka?"


Lagi-lagi Aiden menggelengkan kepala. "Apa lagi yang harus aku katakan. Tentu saja aku mengatakan kau adalah ketua baru tim Satellite, kau menggunakan mobilku dan semua orang melihatnya."


Noah tampak berfikir sejenak seolah mempertimbangkan sesuatu. Dan tak lama, dia bicara.


"Aku tidak suka berada di bawah kendali seseorang atau hukum. Aku memiliki banyak hal yang ingin aku lakukan di masa depan. Jika tim ini membutuhkanku, aku akan membantu."


"Noah, kami tidak akan menjadi bebanmu. Jika kau memang memiliki pandangan jauh ke depan, maka Satellite akan membantumu, begitu juga seluruh tim yang mengakuimu. Jika ada yang tidak setuju, setiap orang berhak menantangmu di jalanan jika mereka mampu. Itulah hukumnya."


Noah mengangguk-anggukan kepalanya. "Baiklah ... tapi seperti apa yang aku katakan. Aku memiliki pandangan jauh ke depan. Aku tidak ingin ada yang berdiri sama tinggi denganku, apa lagi ada yang di atasku. Kalian mengerti maksudku? "


Saat mendengar itu, mata Aiden dan Mia melebar. Tentu saja keduanya mengerti maksud Noah. Jika pemuda di depan mereka ini, memutuskan untuk memimpin Satellite, dia memang benar-benar tidak tertarik menjadi satu dari empat Raja. Akan tetapi, dia berniat menjadi satu-satunya Raja.


"Noah, apa kau serius dengan kata-katamu?"


Aiden secara tak sadar memaksa Tubuhnya duduk, dan Mia juga tidak menyadarinya saking terkejutnya dengan kata-kata Noah.


Noah berdiri dan memasukkan kedua tangannya ke saku celana. Dan berkata. "Bukankah itu arti Raja sesungguhnya? Berdiri di puncak tertinggi ... Seorang diri."


Kedua kakak adik itu, menelan ludah sekali. Jelas saat ini mereka menyadari sesuatu. Dan saat ini, keduanya melihat Noah dengan cara berbeda.


Di mata mereka, sekarang mereka melihat seseorang yang menolak untuk tunduk pada hukum apapun.


Ya, tidak salah lagi, saat ini mereka sangat yakin di depan mereka, berdiri seseorang yang ingin menjadi hukum itu sendiri.


"Noah, kau Raja kami sekarang. Kau memiliki kami kemanapun kau pergi ... Pegang kata-kataku."


Noah mengangguk. "Baiklah, aku menerimanya. Satellite, bukan?"


Kedua kakak adik itu menganggukkan kepalanya pelan.


"Aku akan membawa kalian kepuncak ...  Pegang kata-kataku!"


Keduanya masih membatu saat Noah sudah pergi dan menghilang dari sana. Bahkan, Mia sadar ingat telah menahan nafas lama sejak Noah berdiri tadi.

__ADS_1


"Mia, ingatkan aku sekali lagi, di mana sebenarnya kau bertemu pemuda ini?"


__ADS_2