World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Penasaran


__ADS_3

Kata-kata Barbara itu semakin memancing amarah Noah. Dirinya seperti ditantang untuk menghancurkan semua orang yang kini melihatnya dengan sedikit meremehkan itu.


Namun begitu, dia sangat mengerti posisinya saat ini. Salah sedikit saja bertindak, maka nyawa Acton akan melayang.


Oleh karena itu, sebisa mungkin Noah berusaha mengendalikan emosinya. Dengan menarik nafas panjang lalu melepasnya dengan kasar, Noah berbicara dengan penuh tekanan.


"Seharusnya aku menghabisi kalian semua terlebih dahulu, sebelum menghancurkan Keluarga tadi ... "


Tidak hanya Barbara saja, tapi semua ketua Jaringan yang bersamanya, membelalakkan mata mereka saat mendengar kata-kata Noah tersebut.


Jika mereka tidak salah memahami maksud dari pemuda itu, meski tersirat, Noah baru saja menegaskan bahwa dirinya telah berhasil menghancurkan keluarga Faust.


Tentu saja itu sangat mengejutkan semua orang di sana. Karena Hal tersebut, hampir mustahil bisa mereka lakukan setelah empat puluh tahun lamanya mencoba.


"K-kau ... Kau ... Telah ... "


Lil Briley tidak bisa mempercayainya. Bahkan, dia tidak yakin ingin terus melanjutkan pertanyaannya. Bagi dirinya yang paling tua di sana, tentu saja hal tersebut terasa lebih mengejutkan.


"Hahaahaha ... Bukankah, itu bagus? ... Sekarang, semuanya menjadi lebih mudah, bukan? Jadi, apa yang kalian cemaskan?"


Kata cemas yang digunakan Barbara, seharusnya tidak cocok untuk menggambarkan situasi saat ini.


Pasalnya, pemuda yang baru mereka sadari benar-benar datang seorang diri, sesuai dengan permintaan mereka itu, terasa semakin menakutkan.


Saat ini, mereka semua serentak kembali melihat pada tubuh Acton yang masih tergantung di ujung sana. Saat itu, mereka berfikir, jika tubuh pemuda itu jatuh dan mati, maka mereka semua pasti dalam bahaya.


"Barbara ... Apa maksudmu?"


Barbara tidak mengindahkan pertanyaan Lil Briley, namun wanita itu melangkah menjauh dari mereka. Entah apa yang dipikirkannya, hingga semua orang beranggapan bahwa, seolah dia sekarang sedang mendorong keberuntungannya terlalu jauh.


"Nona Cadman ... "


Salah satu Keyua Jaringan coba memanggilnya, dengan nada sedikit cemas. Karena sekarang satu-satunya wanita di antara mereka dan sekaligus otak dari semua rencana ini, hanya tinggal beberapa langkah lagi dari Noah.


Tepat dua langkah dinhadapan Noah, Barbara berhenti. Dia diam sejenak memastikan bagaimana reaksi pemuda yang dia yakini baru saja menghancurkan satu keluarga yang telah lama mendominasi kota ini.

__ADS_1


Melihat Noah hanya diam sambil menatapnya tajam, sebuah senyum meremehkan kembali tersungging dari bibir merahnya.


Barbara melirik mata Noah sekali lagi, dan berbalik pada semua orang. Sambil merentangkan kedua tangannya sedikit tinggi, dengan penuh percaya diri, dia berkata.


"Seperti kataku, kita telah merencanakan hal yang benar ... Sekarang, pemuda bodoh ini, semakin mempermudahnya."


Tidak ada yang bereaksi berlebihan saat melihat bagaimana Barbara sedang bersikap. Sekarang Mata mereka sesekali mengintip pada Noah yang memang tidak menunjukkan gelagat akan melakukan pergerakan.


Namun begitu, mereka semua masih waspada. Hingga akhirnya sebuah tindakan dari barbara, membuat mata semua orang terbelalak.


"Plaaaaak ... !"


Baru saja mereka melihat Barbara berbalik dan maju selangkah, lalu dengan sekuat yang dia bisa, wanita itu menampar Noah, tepat di wajahnya.


"Nona Cad—"


"Plaaaak ... !"


Satu lagi tamparan pada Noah iya layangkan, hingga salah satu ketua Jaringan yang berniat mengingatkannya beberapa saat yang lalu itu, langsung terbungkam.


"Ada apa Tuan Evans? ... " Setelah mengatakan itu, Barbara menggeleng cepat, seolah telah mengatakan setua yang salah. "Tidak, tidak ... the Madness ... Bukankah mereka memanggilmu begitu?"


Mereka tampak bersiaga untuk mengantisipasi, jika sesuatu yang buruk akan dia lakukan pada Barbara, karena apa yang sedang dilakukan wanita itu padanya.


Noah kembali menarik nafas panjang dan melepasnya. Dia merapatkan giginya menahan amarah, dengan tatapan seolah ingin membunuh wanita yang ada di depannya itu.


Sambil menutup mulutnya, Barbara berbicara pada Noah, bersikap seolah sedang ketakutan. tapi dirinya dan Noah serta semua orang di sana, Barbara hanya bersandiwara. Karena jelas, saat ini wanita itu sedang mengejeknya.


Namun Noah tidak terlalu Memperdulikannya, karena jika dia mau, bisa saja saat ini dia menangkap wanita itu lalu melemparkan tubuhnya dari atas gedung ini. Akan tetapi, jelas bukan itu masalahnya.


Geram, Noah berkata sambil merapatkan giginya. "Wanita sial ... Lepaskan Acton, Bi**hh ... "


"Hahahahha ... "


Sebuah tawa, memotong interaksi antara Noah dan Barbara.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, para pemimpin Jaringan yang sekarang telah yakin bahwa mereka sedang berada di atas angin, maju bersamaan.


Yang berjalan paling di depan, yang juga melepaskan tawa terbahak itu, tentu saja Lil Briley.


"Harus aku akui, Keluarga Cadman memang berbeda. Ayahmu, tidak salah memilih mu sebagai penerusnya. Dia pasti bangga dengan cara kau menyelesaikan masalah."


Barbara melipat kedua tangannya di dada, seolah menikmati pujian yang dilontarkan Lil Tua itu padanya.


Bersamaan dengan itu, para ketua Jaringan lainnya, juga mengangguk menyetujui pengakuan Lil Briley tersebut.


Karena, saat ini mereka merasa telah membuat keputusan yang tepat, untuk mempercayakan semuanya pada wanita tersebut.


"Nona Cadman ... Seperti yang dikatakan Tuan Briley, saat ini, kami juga mengakuimu."


Saat itu, Barbara menoleh ke kiri dan ke kanan. Di sana telah berdiri seluruh ketua Jaringan Mafia Bronzeland.


Momen inilah yang ditunggu Barbara. Saat dimana semua orang benar-benar mengakuinya.


Dengan begitu, jika rencananya ini berjalan dengan lancar, maka sudah bisa dipastikan saat dia berhasil mendesak dan menyingkirkan Noah, dia akan menjadi pemimpin diantara semua pemimpin Jaringan di Kota itu.


Kenekatannya dalam taruhan yang dia paksakan saat mendekat bahkan sampai menampar Noah, yang berpotensi akan membuatnya kehilangan nyawa, kini seolah terbayar sudah.


Sekarang, baginya, sudah waktunya untuk maju pada tahap berikutnya. Satu langkah, yang dia yakin akan sangat mudah dia lakukan, dalam kondisi seperti sekarang ini.


Sekali lagi, dengan penuh percaya diri, Barbara berkata pada Noah.


"Aku akan melepaskan Acton dan membiarkan dirinya hidup, jika kau bersedia mengikuti semua permintaanku, bagaimana? ... "


Sebenarnya, Noah sudah tau apa yang dinginkan semua orang di sini darinya. Akan tetapi, diluar dugaannya, Barbara bertindak nekat dan berbalik melawannya.


Ancaman yang dia berikan saat pertama kali mereka bertemu, ternyata tidak terlalu berefek pada wanita yang secara tidak terduga memiliki nyali lebih besar daripada yang Noah kira sebelumnya.


Berniat membawa salah satu ketua Jaringan disini karena mengetahui segala sesuatu tentang kota ini, memang keputusan yamg salah.


Sekarang, Noah benar-benar mengerti fakta bahwa, Seluruh BronzeLand sejak awal memang sudah di dominasi para bedebah.

__ADS_1


Seperti apa yang pernah di ingatkan Bearice dan Franky sebelumnya. Jika Noah benar-benar menginginkan Bronzeland menjadi tempat yang lebih baik, maka jangan memberi satu jengkal tempatpun, bagi orang-orang yang sedang berdiri di depannya ini.


"Baiklah para bajingan ... Aku akan memberikan semua yang kalian inginkan ... Karena aku juga penasaran, apa yang bisa dilakukan orang-orang yang akan mati seperti kalian ini, dengan semua itu ... "


__ADS_2