World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Badut


__ADS_3

Tidak hanya Henry, Liam dan Noel saja yang terkejut di dalam ruangan tersebut. Hampir semua orang yang ada di tribun, sama terkejutnya.


The Ghost sudah menjadi bahan pembicaraan beberapa waktu terakhir. Setiap orang memiliki gambaran masing-masing di dalam kepala mereka tentang sosok itu.


Akan tetapi, membungkuk seluruh petinggi World Order pada seorang pemuda yang masuk ke dalam ruangan tersebut dengan cara tak biasa, membuat ruangan itu hening seketika.


Noah mengangkat sedikit dagunya, saat Alice dan yang lainnya kembali berdiri.


"Terimakasih."


Mereka semua mengangguk saat Noah mengatakan itu. Setelahnya pemuda tersebut berbalik dan menatap semua orang yang ada di tribun, sambil tersenyum.


"Sial ... Ini benar-benar diluar dugaan ku!"


"Tidak kau saja, kawan ... Aku juga sulit mempercayai ini!"


Beberapa orang mulai berbicara, pada orang di sebelahnya.


"Luar biasa ... Tidak akan ada orang yang menyadarinya, jika pemuda itu berkeliaran di tengah kota, sedangkan kota ini di bawah kekuasaan nya."


Orang di sebelah yang mengatakan itu, mengangguk. "Ya, bahkan jika dia mengatakan yang sesungguhnya ... Siapa yang percaya, bukan?"


Satu lainnya ikut mengangguk menyetujui, dan berkata. "Tepat Seperti gelarnya ... The Ghost."


Dia antara yang terkejut di sana, Anson Haines mungkin merasakan hal itu pada tahap berbeda.


Dia sudah menggambarkan sang keajaiban yang menyelamatkan keluarganya dari ambang kehancuran, dengan membayangkan seorang pria tua dingin, dan penuh dominasi.


"Tuan Haines, apa sekarang kau mengerti, kenapa kami sangat sensitif saat kau membicarakan soal penampilan dan umur di pertemuan sebelumnya?"


Untuk menganggukkan kepala saja, Anson TK mampu. Kata-kata Julius Clark yang ada di sebelahnya, mengingatkan dirinya kembali saat Alice Sanders hampir saja mengusirnya karena dia meremehkan tiga orang pemuda sebelumnya.


Siapa yang yang menyangka tiga pemuda itu, adalah teman dari satu pemuda lainnya, di mana dia adalah orang yang menyelamatkan keluarganya, hanya dengan sebuah salam perkenalan saja.


"Dia bukan pembawa keajaiban ... Dialah keajaiban itu sendiri!"


Julius Clark, hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya mendengar Anson bergumam. "Ya, dia memang keajaiban itu sendiri."


Tiga orang rekannya yang ada di bawah, masih terpana dengan kejadian ini, hingga sampai saat ini masih berdiri dengan pikiran yang kacau.


Siapa yang bisa menerima bahwa teman yang mereka anggap memiliki keadaan ekonomi paling sulit di kampus, adalah orang yang bisa dikatakan berada dipuncak tertinggi di Silverstone.


"Aku tak percaya ini ... "


Noel akhirnya mengeluarkan suara, yang di dengar oleh Noah. Dia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya,.lalu berkata.


"Noel, Henry ... Bantu Liam dan naiklah ... "


Noel yang namanya dipanggil, langsung tertegun. Dalam sekejap mata, pandangannya pada Noah langsung berubah.


Dia orang yang pertama kali bisa mengendalikan diri, namun dampak dari apa yang ditunjukkan Noah padanya sedikit parah.

__ADS_1


"B-baik ... Boss!!"


Noah mengernyitkan keningnya saat melihat Noel memberi hormat lengkap dengan mengangkat satu tangan dan merapatkan ujung telapak tangan ke alisnya.


"Noel ... Berhentilah terlihat seperti orang bodoh ... Ada sesuatu yang harus kita selesaikan disini. Jadi cepatlah!"


Henry benar-benar mematung. Jika saja Noel tidak menepuk bahunya, mungkin beberapa menit lagi pemuda itu masih tetap akan berdiri dengan posisi yang sama.


"Henry ... Kendalikan dirimu ... Kita akan memikirkan ini nanti. Sekarang, ayo kita angkat pemuda ini ... "


Henry melihat dan mendengar semua yang Noah katakan. Hanya saja, kejadian ini membuat otaknya berhenti bekerja.


"Ya, Ya ... Maafkan aku ... Ayo kita pergi!"


"Bukan, idiot! ... Ke atas. Ke sana!"


Melihat itu, Noah hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia tau bahwa ketiganya akan terkejut. Tapi, dia tidak menyangka akan menjadi seburuk ini.


"Noah ... Kesebelas sini ... "


Alice Danyang menghampiri, dan menunjuk podium yang sudah di sediakan untuknya berbicara dalam pertemuan ini.


Noah menganggukkan sedikit kepalanya, lalu kembali melihat pada tiga orang temannya yang sudah naik ke panggung.


Setelah itu, dia melihat pada seluruh petinggi World Order sebelum akhirnya sekali lagi Mengedarkan pandanganya ke tribun.


"Baiklah ... Terimakasih."


Saat Noah tiba dan berdiri di sana, sekali lagi dia Mengedarkan pandangannya pada semua orang di tribun, sebelum akhirnya dia menarik mikrofon sedikit hendak bicara.


"Apa-apaan ini ... !!"


Apa yang ingin di ucapkan Noah, langsung terpotong saat seseorang di belakang sana berseru.


Semua wajah yang ada di dalam ruangan itu langsung beralih mencari keberadaan orang tersebut.


Tidak perlu waktu lama untuk menemukannya. Karena saat ini orang tersebut sedang berjalan ke bawah sambil menatap tajam pada Noah.


"Bukankah itu Rob Grizzly? ... Kenapa dia ada di sini?"


"Hei, siapa pria besar itu?"


"Sial ... Itu si gila Grizzly ... !!"


"Kau mengenalnya?!"


Beberapa orang yang berasal dari daerah yang berdekatan dengan wilayah otoritas Jaringan keluaga Flare, langsung bisa mengenali pria tersebut.


"Tentu saja ... Dan ini, pasti tidak akan berakhir dengan baik!"


"Apa maksudmu?!"

__ADS_1


"Seseorang akan terluka ... Sial, seharusnya tadi aku melihatnya."


"Hei, kenapa kau begitu takutnya?"


"Sebaiknya, persiapkan dirimu. Ada alasan kuat, kenapa dia di sebut Gila.!!"


Orang lain yang mendengar keduanya bicara, ikut menimpali.


"Dia bisa membunuh lebih dari dua puluh pengawal Timothy Flare seorang diri, hanya dengan tinju nya ... Dia benar-benar berbahaya."


"Jadi, dia ... Dia?!"


"Ya, dia yang beberapa tahun lalu, orang yang hampir saja membunuh Timothy Flare, dan masih hidup sampai saat ini. Aku rasa, kau mengerti sekarang, bukan?"


Rob Grizzly sama sekali tidak memperdulikannya suara-suara orang-orang yang di lewatinya. Akan tetapi, di lihat dari wajahnya saja, jelas bahwa pria yang memiliki tubuh tinggi besar dengan wajah yang sangar itu, sedang kesal.


Antonius dan Alex saling berpandangan, sebelum akhirnya mereka menoleh pada Ted Bowie dan Antony Reyes. Keduanya juga terlihat saling bertatapan dan menggelengkan kepala serentak.


"Noah ... Aku akan mengusir orang ini."


Noah langsung menggelengkan kepalanya, dan berkata pada Alice.


"Tidak, tidak perlu ... Alice, tetaplah di sini!"


Saat itu, Alice yang sudah hendak berjalan, langsung berhenti dan berbalik pada Noah.


"Tapi, sepertinya dia berniat mengacau pertemuan ini!"


"Ya, kita lihat saja!"


Noah terus menatap pada Pria yang berjalan sambil menatapnya itu. Namun, tiba-tiba saja seseorang dengan tubuh yang hampir sama dengan Rob, berdiri dan menghalangi pria itu hingga membuatnya mengehentikan langkah.


"Aku tidak tau masalahmu apa ... Tapi, kau menganggu pertemuan ini breng—"


Kata-kata pria itu langsung terpotong, karena saat itu juga Rob menghantamkan tinju nya pada tenggorokan pria itu.


"Buk!"


Rob Grizzly, melewati pria yang sudah jatuh berlutut dan memegang leher dengan lidah terjulur keluar itu, sambil berkata.


"Siapa yang kau halangi, brengsek!"


"Bruk ... !!"


Di belakangnya, pria tersebut ambruk karena tidak bisa bernapas. Pukulan cepat dan kuat itu, mematahkan tulang lehernya.


"Mati?!"


Mata semua orang melebar, saat satu orang di dekat sana mengatakan hal tersebut.


Saat ini, Rob Grizzly udah berada di ujung anak tangga, dan menatap semua petinggi World Order, dan berkata.

__ADS_1


"Sial ... Bagaimana bisa, badut-badut seperti kalian ini, berbicara tentang menguasai Goldwest ... Huh? Jangan bercanda brengsek!!"


__ADS_2