World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Jiwa, dan Manuver Hebat


__ADS_3

Sebelum panggilan itu berakhir, Noah langsung memberi tahu keberadaannya pada Alice.


Sementara di dalam rumah Jade, Rosey dan Gabe Jackson masih terlibat adu mulut.


Ayah Jade itu, benar-benar tidak mengerti bagaimana bisa Rosey mengatakan hal seperti itu, setelah apa yang dia dan saudaranya yang lain lakukan pada keluarganya selama ini.


"Rosey, apalagi ini? ... Kau tidak bisa mengatakan itu pada Noah."


Rosey hanya mendengus meremehkan, saat nama itu kembali di sebut. Baginya, Gabe, sangat naif.


"Gabe, baiklah ... Pemuda itu baik. Lalu apa? Kau akan menerima dia sebagai pasangan Jade, begitu? ... "


Selain Tampan dan baik, Rosey tidak melihat kelebihan lainnya dari Noah. Menurutnya, wajah dan hati saja tidak cukup. Seorang pemuda harus memiliki faktor lain yang mendukungnya.


Rosey menunjuk Jade yang menatapnya tajam, seolah menahan diri untuk tidak mencakar dirinya. Namun, dia sama sekali tidak memperdulikannya.


"Lihat keponakanku ini... Dia sangat cantik. Aku pikir, pemuda seperti Noah sama sekali tidak pantas untuk di—"


Kata-kata Rosey terputus karena tiba-tiba Noah yang baru saja masuk, memotongnya.


"Maaf Tuan dan Nyonya Jackson ... Sepertinya aku harus pergi. Permisi ... "


Tanpa menunggu tanggapan dari semua Orang di sana, Noah langsung melangkahkan kakinya lebar-lebar beranjak keluar dari rumah tersebut.


Semua orang di sana, sempat terdiam hingga beberapa detik setelah Noah benar-benar menghilang di sebalik pintu.


Gabe dan istrinya tidak sempat bereaksi apapun, karena mereka yakin Noah mendengar apa yang dikatakan oleh Rosey, dengan sangat jelas.


Namun, bukan itu yang membuat mereka cemas. Tapi, saat mereka melihat Jade yang membeku di tempatnya, sepasang suami istri itu tau bahwa, Rosey baru saja berhasil menghancurkan hidup putrinya.


Kesal, Gabe langsung mendekat pada Donald suami Rosey, yang tampak tidak peduli dengan semua yang terjadi, tanpa malu-malu sudah mulai memakan hidangan yang ada di atas meja.


Dengan menahan geram, Gabe berkata. "Donald! ... Hentikan apa yang kau lakukan, dan Bawa wanita ini pergi dari rumahku sekarang juga. Kalau tidak, jangan salahkan aku bersikap sangat kasar."


"Sebentar ... Ini sedikit la—"


"Prangggg ... !!"


Donald tidak sempat menyelesaikan kata-katanya, saat piring yang masih berisi makan di depannya melayang dan hancur berkeping-keping di lantai rumah tersebut.

__ADS_1


Dengan sendok yang masih menggantung di tangannya, Gabe berteriak penuh emosi pada Donald.


"Babi gemuk sialan ... ! Bawa pergi istri brengsekmu ini sekarang juga, Bajingan ... "


Mata Donald melebar saat mendapatkan kesadarannya kembali setelah mendengar pekikan dari Gabe tersebut.


Cepat dia memasukan apa yang masih ada di sendok kemulutnya, sebelum berbalik pada istrinya.


"Sayang, apa yang kau lakukan ... Setidaknya beri aku waktu menyelesaikan makanku terlebih dahulu, sebelum kau mengatakan itu ... "


"F**k ... Keluar kalian berdua dari rumahku, brengsek ... "


Rosey sempat terkejut saat melihat Gabe yang berubah murka. Sejak mereka masih kanak-kanak, saudara tirinya itu tidak pernah bersikap seperti ini.


Namun, karea dia merasa lebih tua dari Gabe, meski merasa sedikit gugup, Rosey yang tidak menanggapi kata-kata suaminya itu, balik berkata pada Gabe.


"Gabe Jackson ... Apa yang kau pikirkan, Huh? ... Kau mengusirku hanya karena aku baru saja berhasil membuat pemuda yang tidak layak untuk keponakanku ini, tidak akan lagi mendekat pada Jade?"


Kata-kata Rosey membuat Mata Gabe dan istrinya melebar. Mereka menyadari bahwa wanita itu memang sengaja mengatakan itu, agar Noah mendengarnya.


Gabe nyari melakukan sesuatunyang sangat kasar pada saudara perempuannya itu, jika tidak mendengar Jade yang telah berdiri dan menatap pada Rosey.


"Bibi Rosey ... Apa kau pernah berpikir sedikit saja dengan otak yang ada di dalam kepala mu itu?"


Karena Rosey hanya terdiam, Jade kembali berkata.


"Pantas, katamu? ... Apakah Noah pantas untukku? ... Begitu?"


Semua orang tidak bisa mengatakan apapun termasuk Rosey. Itu karena saat ini Jade berbicara seolah gadis itu telah kehilangan jiwanya.


Bahkan, Rosey dan suaminya yang seperti dua manusia yang tidak memiliki rasa empati tersebut, dapat merasakan Jade berbicara dengan, hampa.


"Pemuda yang kau katakan tak pantas untukku itu, jauh melampaui semua pemuda-pemuda yang ada di seluruh dunia. Aku ... Aku ... "


Saat ingun mengucapkan kalimat terakhirnya, tiba-tiba Jade merasa sangat gugup. Dadanyabterasa sesak dan matanya mulai berlinang.


"Aku ... Aku ... Hanya bisa bersukur, jika Noah mau menganggapku temannya dan membiarkanku melakukan apapun yang membuatku senang dengannya. Karena, bahkan sebagai wanita, akulah yang merasa tidak pantas dan tidak akan pernah mendapatkannya ... "


Setelah mengatakan itu, Jade langsung berbalik, dan berjalan menuju kamarnya. Dia tidak mungkin memiliki nyali untuk mengejar Noah dan menjelaskan apapun pada pemuda tersebut.

__ADS_1


Mengingat bagaimana cara Noah pergi dari sana, jelas bagi Jade, Noah sangat marah.


Dalam langkah-langkah yang mengantarkannya ke arah yang bertolak belakang dengan arah kepergian Noah, jade mengingat apa yang baru dia katakan pada Rosey.


Karena memang itulah apa yang dia rasakan pada Noah. Jade, sama sekali tidak merasa bisa mendapatkan Noah. Baginya, cukup bisa berada di dekat pemuda itu, dan mendapatkan perlakuan yang baik, dia sudah cukup senang.


Apalagi setelah melihat bagaimana dan apa yang bisa dilakukan Alice Sanders pada Noah. Jade merasa bahwa dia benar-benar tidak pernah dan tidak akan pernah pantas untuk pemuda tersebut.


"Rosey ... Apa kau sudah puas sekarang? Jika sudah, maka pergilah!"


Tidak ada lagi kata-kata yang mampu di ucapkan Gabe saat itu. Bahkan, sebenarnya dia sudah tidak perduli lagi jika Rosey masih tetap di sana.


Karena semuanya sudah tidak ada bedanya. Sebab, apa yang dikatakan putrinya beberapa saat yang lalu, dunianya terasa sangat hancur.


Noah berjalan cepat, menyongsong arah kedatang Alice. Sekitar sepuluh menit berlalu, dia melihat mobil wanita itu dari kejauhan datang mendekat.


Noah memberi tanda keberadaannya, sampai dia melihat mobil itu melambat dan akhirnya berhenti. Dia langsung mendekat, saat melihat Alice keluar dari pintu bangku pengemudi.


"Alice apa yang terjadi?"


Alice hanya menggelengkan kepalanya, sebelum akhirnya menjawab.


"Aku akan menceritakan apa yang sudah aku dengar, dalam perjalanan. Sekarang, masuklah ... "


Noah mengangguk, lalu berkata. "Biar aku yang mengemudi ... "


"Baiklah ... "


Saat keduanya sudah berada di dalam, Alice langsung berkata. "Aku rasa, sebaiknya kita langsung ke HighCopper ... "


Tidak menunggu penjelasan lebih panjang, Noah langsung mengangguk mengerti, dan langsung menginjak pedal gas dalam-dalam.


Dengan memainkan pedal di saat bersamaan, Mobil itu langsung bermanuver hebat dan berputar arah seratus delapan puluh derajat.


Decit ban mobil tersebut tertinggal di belakang, saat Noah langsung memacunya dengan sangat kencang, menuju HighCopper.


Saat itu berlangsung, separuh nyawa Alice, terasa tertinggal di belakang. Dia tidak menyangka Noah mampu melakukan hal tersebut.


Pasalnya, dialah yang mengajarkan pemuda itu bagaimana cara mengemudi, dan itu terjadi hanya beberapa bulan yang lalu.

__ADS_1


Belum selesai dengan keterkejutan dan masih mencoba mendapatkan kesadarannya, Alice sudah mendengar Noah kembali bertanya.


"Katakan, kenapa kita ke sana, dan apa yang terjadi pada teman-temanku ... ?"


__ADS_2