World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Level Empat


__ADS_3

Beberapa waktu yang lalu, setelah Alice menghubungi Julius, Noah langsung bertanya, heran.


"Protokol? ... Alice, Protokol apa yang kau maksud?"


Tentu saja dia terkejut mendengar kata protokol di sebut Alice, disaat bersamaan dengan dirinya yang akan datang ke kantor pusat Sattelite.


Alice tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Namun, dia tetap menjawabnya. "Noah, tentu saja protokol penyambutan dirimu."


"Menyambutku? ... Kenapa?"


"Hmm ... Noah, apakah kau masih bertanya? ... Kau adalah the Ghost. Pemimpin tertinggi World Order. Sementara Sattelite juga milikmu. Jika kau tidak di sambut layak, maka Jaringan ini, terkesan hanya Jaringan amatir saja."


Noah mengangguk mencoba memahami. Akan tetapi, saat membayangkan bagaimana dirinya akan di sambut, Noah langsung menggelengkan kepalanya cepat, dan kembali berbalik menatap Alice.


"Alice ... Jika aku pikirkan lagi, protokol ini—"


Belum sempat Noah menyekesaikan kata-katanya, Alice langsung memotongnya.


"Tenang saja, aku memiliki rencana ... "


Saat itu, mobil baru saja memasuki Kawasan Gedung Perusahaan Sattelite.


"Rencana? ... Rencana apa?"


Alice menjawab pertanyaan Noah, setelah mengambil sesuatu dari dashboard mobil dan memberikannya pada Noah, begitu mobil berhenti tepat di depan pintu utama gedung tersebut.


"Pakai itu ... "


Saat itu, di tangan Noah, dia sedang menggenggam sebuah masker berwarna hitam. Masih heran dengan semuanya, Noah kembali ingin menanyakan maksudnya.


Namun sebelum turun dari mobil, Alice berbalik, dan kembali menjelaskan.


"Aku tau kau tidak nyaman dengan sorotan. Lagi pula, kau adalah the Ghost ... Dan nama itu, sangat berguna untuk perkembangan World Order untuk saat ini. Kau mengerti maksudku, bukan?"


Saat itu juga, Noah menganggukkan kepalanya. Mengerti.


"Ya, aku juga berfikir begitu, terimakasih."


The Ghost, sesuai namanya bergerak seperti hantu. Memang, bukan hal yang di sengaja sebelumnya dan entah siapa yang mulai menyebutnya begitu.


Akan tetapi, dengan di kenal sebagai the Ghost, Noah bisa bergerak lebih leluasa. Bahkan, saat mendirikan Sattelite hingga menaklukkan kota Bronzeland, tidak ada yang nenyadari bahwa penguasa Silverstone lah yang melakukannya.


Entahbsamoai kapan nama itu akan dia gunakan, akan tetapi saat ini, Noah tau bahwa dia masih akan tetap bergerak seperti itu. Setidaknya, hingga World Order benar-benar siap untuk melakukan hal yang lebih besar.


Silverstone dan Bronzeland, barulah awal. Dengan misi-misi yang kan diterimanya, Noah benar-benar tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya.


Saat itu juga Noah memakai masker tersebut, dan menyusul Alice yang sudah turun terlebih dahulu.


Julius Clark yang masih membungkuk, menjawab cepat.


"Berkat anda, hidupku terasa sempurna ... "


Saat mendengar jawaban dari Julius tersebut, Noah mengangguk.


"Baguslah jika begitu. Sekarang, ada hal penting yang ingin aku bahas denganmu ... "


Saat itu juga, Julius gegas tegak berdiri, dan mulai melangkah sedikit cepat di deoan Noah.

__ADS_1


"Baik ... Silahkan ikut aku."


"Terimakasih ... "


Sungguh pemandangan yang tak biasa. Beberapa bulan ini, Nama Julius Clark langsung meroket setelah mendirikan sebuah perusahaan yang dalam waktu singkat, menjadi salah satun perusahaan besar di kota itu.


Tidak sedikit Jaringan yang memutuskan bergabung dengan Sattelite. Hal tersebut otomatis membuat pengaruh serta kekuasaan Julius menjadi sangat luas.


Dengan modal yang seperti tidak terbatas, hampir semua orang di HighCopper menyeganinya.


Sekarang, di depan seorang pemuda yang berjalan santai mengikutinya dari belakang, Julius Clark tak ubahnya berjalan seperti pembantu biasa.


Jika dilihat benar, Julius bahkan sekali-sekali melihat kebelakang, takut jika dia berjalan terlalu cepat atau terlalu lambat, saking gugupnya.


Kehadiran the Ghost di sana, langsung mengubah atmosfir gedung tersebut. Meski terkesan mencekam, namun di sisi lainnya, semua karyawan serta eksekutif Perusahaan Sattelite, muncul rasa bangga di hati mereka.


Bagaimana tidak, sekarang mereka mengetahui bahwa mereka berada di bawah payung Jaringan, yang di pimpin oleh seseorang, yang mampu menaklukkan dan membangun sebuah kota, hanya dalam beberapa bulan saja.


Tanpa Noah sadari, kehadirannya di sana saja, langsung memotivasi seluruh keryawan perusahaan Sattelite, untuk bekerja lebih giat.


Mereka tentu ingin membuktikan bahwa mereka siap untuk bekerja di bawah, Jaringan yang diketahui memiliki visi dan misi yang sangat tinggi, di bawah kepemimpinan, the Ghost.


Julius membawa Noah ke lantai tertinggi bangunan tersebut. Saat baru saja keluar dari Lift, di depan, mereka sudah ditunggu oleh sebuah pintu yang di kawal empat orang.


Mereka melewati pintu tersebut, dan masuk saat pintu di buka oleh dua orang di antaranya.


Noah sempat terkesima melihat bagaimana luas dan bagusnya tata ruangan tersebut.


Tanpa perlu bertanya, Alice sudah tau bahwa ruangan tersebut memang di persiapkan untuk Noah. Di dalam hatinya, wanita itu memikirkan bagaimana traumanya Julius, saat pertama kali bertemu dengan Noah, bos mereka itu.


"Silahkan ... "


Akan tetapi, di luar dugaannya, Niah langsung bersuara.


"Terimakasih, Tuan Clark ... Duduklah ... "


Mendengar itu, Julius menelan tertegun ludahnya.


"Bos, anda bisa memanggil namaku saja ... Dan maaf, biarkan saja aku berdiri. Tidak usah memikirkannya ... "


Alice yang melihat raut wajah Noah berubah setelah mendengar perkataan Julius, langsung angkat bicara, setelah dirinya juga ikut duduk di sana.


"Tuan Julius, duduklah ... "


Julius menundukkan kepalanya, mengerti. Jika Alice sudah meminta, tentu saja itu tanda bahwa Noah tidak akan meminta sekali lagi.


"Baiklah, maafkan aku ... "


Julius benar-benar gugup. Sampai sekarang, dia tidak tau hal apa yang membawa orang nomor satu World Order dan juga perusahaan yang di pimpinnya itu, datang secara mendadak, seperti ini.


Saat Julius duduk, Noah membiarkan pria paruh baya itu sedikit menarik nafas terlebih dahulu. Dia tidak yakin, apa yang membuat pria itu berkeringat, di tempat yang nyaman dan cukup dingin ini.


"Tuan Clark ... Aku ingin kau mengurus sesuatu."


Baru saja kata-kata itu terlontar dari mulut Noah, dengan sigap Julius menjawab.


"Baik Bos ... Katakan, apa yang harus aku lakukan ... "

__ADS_1


Alice hanya tersenyum saat melihat reaksi Julius, yang benar-benar gugup tersebut. Tau bahwa jika Noah yang langsung berbicara dengannya, bukan tidak mungkin beberapa saat lagi, pria malang itu, akan segera terkena serangan jantung.


"Tuan Julius, jika ini bisa memberikanmu sedikit ketenangan, makan ketahuilah. Kedatangan kami, tidak untuk memeriksa kinerjamu. Bukankah begitu, bos?"


Saat Alice menatapnya, Noah langsung mengerti maksudnya. "Ya, Tuan Clark ... Kerjamu sangat bagus. Aku sangat terkesan."


Barulah saat itu, Julius Clark bisa bernafas lebih lega. Jika bukan masalah kinerja, maka dia tidak akan setakut ini. Karena, sampai saat ini, protokol penyambutan Noah, berjalan seperti apa yang diharapkannya.


"Terimakasih, bos ... Terimakasih."


Tau bahwa ini akan memakan waktu, Noah langsung balik menatap Alice, memberi tanda.


Alice langsung mengerti dan mengambil alih situasinya.


"Tuan Julius, aku ingin kau mempersiapkan orang, untuk mencari keberadaan dua orang teman bos yang menghilang di kota ini ... "


Saat Alice mulai menjelaskan, Noah mendengar beberapa dentingan di kepalanya.


Saat itu, dia menyadari bahwa ada beberapa perubahan pada Bell, Sistem yang ada di dalam dirinya.


"Kalian teruskanlah ... Aku ingin melihat-lihat ruangan ini ... "


Tanpa menunggu tanggapan keduanya, Noah berdiri dan berjalan. Pada langkah pertama, di dalam hatinya di bergumam.


"Bell ... "


Saat itu juga, Panel Bar Sistemnya, muncul di pandangannya.


[Nama Pengguna \= Noah Evans]


[Status \= Manusia Bumi level B]


[Pengalaman(P) \= 150]


[Mentalitas(M) \= 90]


[Vitalitas(V) \= 90]


[Sense (S) \= 60]


[Intuisi (I) \= 55]


[Keahlian Spesial (KS) \= 5(!)]


[Poin (P) \= 10.062.217]


[Poin Spesial (PS) \= 100]


[Level (L) \= 4]


[Minimal Belanja Bulanan (MBB) \= Komplit]


[Misi Sistem : Komplit]


[Mendapat 150 Poin Spesial]


[Mode Misi : Komplit]

__ADS_1


[misi Utama : Penguasa]


[Silahkan Tunggu Pemberitahuan untuk misi Selanjutnya]


__ADS_2