World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Salah Bicara


__ADS_3

Sontak saat itu mata mereka melebar. Barbara sudah mengingatkan pada mereka semua bahwa Noah sangat berbahaya. Namun begitu, tidak ada satupun dari mereka yang menyangka pemuda itu akan seberbahaya ini.


Dengan gugup, Barbara kembali bertanya. "Apa maksudmu, orang itu adalah Noah Evans?"


"Apa Menurutmu masih ada orang lain lagi, selain dirinya?"


Sambil menelan ludah, salah satu dari ketua jaringan di sana bertanya terbata.


"Si-siapa ... Se-sebenarnya ... Pemuda itu?"


William meletakkan kedua tangan di atas meja untuk bertumpu. Dia mengedarkan pandangannya pada semua orang di sana, dan kemudian menjawab.


"Ayah kami tidak memperbolehkan kami untuk mencari tau siapa dia sebenarnya. Akan tetapi, kami akan mendukungnya atas apapun yang kan dilakukannya. Noah Evans akan mengambil kota ini, dan kami hanya perlu memastikan itu akan segera terjadi."


Mendengar kata-kata William, mereka semua terdiam. Namun keheningan itu tidak berjalan lama, karena Dale kembali bersuara.


"Kalian sudah mengetahui semuanya, dan sekarang aku ingin bertanya. Apa yang akan kalian lakukan?"


Bourne Scout menggelengkan kepala saat mendapatkan kesadarannya. Meski kedua pemuda ini terlihat sangat mengancam, namun ini adalah kota mereka.


Bourne berdiri dengan wajah memerah. Cukup sudah baginya di permainkan oleh keluarga Faust yang ternyata hanyalah keluarga penipu yang berhasil mengelabui keluarga mereka Empat dekade lamanya.


"Anak muda, cukup dengan dongeng kalian. Aku Bourne Scout dan kami semua yang di sini tidak akan tunduk pada seorang pemuda. Jadi, sekali lagi aku bertanya. Jika kalian tidak menjawabnya, maka enyahlah dari sini!"


Saat itu juga, seluruh ketua Jaringan yang ada di sana berdiri. Apa yang di katakan oleh Bourne itu, memang benar adanya.


Sekarang, mereka memutuskan untuk tidak lagi tunduk pada siapapun. Bahkan di kepala mereka saat itu berfikir untuk berperang dengan siapa saja yang ingin menguasai kota ini.


William dan Dale hanya tersenyum melihat reaksi semua orang di sana.


"Baiklah, sepertinya ini akan mejadi jauh lebih mudah. Tentu sebelumnya masing-masing dari kalian sudah mendapat informasi bagaimana keadaan di luar gedung ini, bukan?"


Dunia Mafia memang tidak mudah dan begitulah faktanya. Saat seseorang bergerak, maka seharusnya lawan berfikir bahwa mereka sudah kalah beberapa langkah, sebelum memutuskan sesuatu.


Saat Bourne Scout menyatakan sikap yang di setujui semua orang di sana, Mereka melupakan kejadian diluar gadung, yang membuat kedua pemuda asing ini bisa berada dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Tuan Kingstone, dari kata-katamu kau sangat percaya diri sekali. Apa kau ingin menghancurkan gedungku?"


Barbara tentu saja bereaksi seperti itu. Karena saat ini mereka semua berada di gedungnya. Namun begitu, wanita tersebut tampak tidak merasa terintimidasi sama sekali.


Barbara merasa cukup marah karena saat ini dia merasa bahwa kedua pemuda itu merasa mereka benar-benar di atas angin, sementara keduanya berada di BronzeLand.


Akan tetapi, Dale  menjawabnya denga cukup santai. "Hmm ... Jujur saja, aku tidak tau bahwa ini adalah gedungmu. Jika kami ingin menghancurkannya, aku rasa saat ini itu tidak akan sulit. Tapi, tidak ... Kami datang kesini hanya untuk berbicara."


"Kalian ingin menghancurkan keluarga Faust, bukan? Kami tidak peduli. Jika kalian sudah selesai, silahkan pergi ... "


Bourne Scout kembali mendapatkan keberaniannya. Namun itu hanya sebentar. Karena setelah itu, seseorang yang entah sejak kapan sudah berdiri di pintu ruangan tersebut, bersuara.


"Kenapa kau mengusir teman-temanku, dari gedung yang dimiliki oleh Jaringan yang berada di bawahku?"


Noah baru saja tiba dan langsung menuju lantai dimana semua orang sedang berkumpul.


Meski tidak sempat mendengar semua percakapan di sana, dia sudah yakin bahwa William dan Dale bisa mengulur waktu hingga dirinya sampai di sana.


Sekarang, saat dia sudah berada di sini, tentu saja pengusiran itu tidak berarti. Karena matanya sedang menatap tajam pada Barbara, seolah meminta wanita itu menjelaskannya pada mereka semua.


"Tuan Evans, sejak kapan kau di sana?"


Satu lagi hal yang mereka lupakan, bahkan  Barbara sendiri. Faktanya, beberapa waktu yang lalu, Noah sudah mentransfer uang yang sangat besar pada Jaringan mereka, dan menjadikan Noah sebagai pemilik saham terbesar di perusahaan keluarganya.


Meski dana tersebut belum digunakan, itu tidak mengubah bahwa Noah telah menepati janji dan memenuhi Syarat yang diberikannya.


"Tuan Evans, maaf. Tentu saja tidak ada yang bisa mengusir temanmu dari gedung ini."


Untuk pertama kalinya Barbara menundukkan kepala pada seorang pemuda yang berumur jauh di bawahnya. Tapi begitulah kenyataannya saat ini. Noah memang sudah berada di atasnya, walaupun itu hanya tertulis di atas sebuah kertas perjanjian saja.


"Lupakan, aku datang tidak untuk berbasa-basi."


Noah berjalan masuk mendekat pada William yang terlihat sedang sedikit bergerak kesamping, seolah memberikan ruang padanya dirinya duduk di kursi yang ada di sana.


Selain Barbara, ini pertama kalinya bagi seluruh ketua Jaringan Mafia di BronzeLand, bertemu dengan Noah.

__ADS_1


Tepat seperti informasi yang mereka dapatkan sebelumnya, Noah benar-benar masih sangat muda. Namun, keberadaannya terasa jauh lebih mengancam.


Bourne Scout yang sejak tadi merasa dipermainkan dengan keadaan, sudah sampai pada batasnya. Dia yang saat itu berdiri paling dekat dengan Noah, langsung menunjuk pemuda itu kemudian pberseru.


"Brengsek, sepertinya kau terlalu memandang tinggi diri—"


Saat itu juga Noah menarik tangan dan menangkap kepala Bourne Scout, lalu langsung menghantamkannya ke atas meja.


"Braaaaaaakkkkkk."


Saking kuatnya, beberapa barang yang ada di sana sempat terangkat saat benturan itu terjadi.


Kejadian itu sangat cepat. Bahkan William dan Dale juga sangat terkejut dengan tindakan Noah tersebut. Menurut rencananya, saat ini Noah hanya akan memaksa semua orang menjual sebagian bahkan seluruh bisnis mereka padanya.


Dengan tangan masih menekan wajah Bourne Scout yang terlihat sudah tak sadarkan diri di atas meja, Noah menatap semua orang di sana.


"Aku tidak datang untuk mendengar ocehan tidak bermutu atau bernegosiasi dengan para parasit yang menghisap darah orang-orang di kota seperti kalian ini."


Saat itu Noah mengangkat Wajah Bourne Scout yang sudah terlihat berantakan, lalu memukulnya dengan sangat keras.


"Buk!"


Pria itu jatuh terlentang kebelakang, setelah sekali lagi kepalanya membentur dinding ruangan tersebut.


Tanpa memperdulikan keadaan pria itu, Noah kembali menatap tajam pada semua orang.


Saat ini, mereka akhirnya melihat sendiri bagaimana sikap ketua The Ravens, yang sudah membuat kekacauan selema beberapa waktu belakangan ini. Benar-benar tanpa basa-basi sama sekali, tepat seperti apa yang mereka dengar sebelumnya.


"Sebelum aku memulainya, apa masih ada dari kalian yang ingin berbicara terlebih dahulu?"


Saat Noah menanyakan itu, serempak wajah mereka menoleh pada tubuh Boune Scout yaang sudah tergeletak tak sadarkan diri.


Seperti peringatan Barabar pada mereka sebelumnya, pemuda ini hanya ingin jawaban yang diinginkannya, dan tak perduli dengan hal lainnya.


Ironisnya, saat itu Barbara memberi peringatan langsung pada Bourne Scout. Namun, pria itu kini merasakan sendiri akibat dari mengabaikan peringatan tersebut.

__ADS_1


Dua kali melihat hal yang sama, kali ini membuat Barbara semakin mengerti. Noah benar-benar bisa membunuh mereka hanya karena salah bicara.


"Ti-tidak ... K-kau bisa memulainya."


__ADS_2