
Satu hari penuh perubahan, dan itulah yang sedang terjadi di HighCopper. Noah memang sengaja tidak memberi kesempatan bagi siapapun, untuk menolak penawarannya.
"Tuan Evans ... Nanti malam acara lelang akan di adakan. Apakah kita akan ikut, atau hadir sebagai tamu undangan saja?"
Julius Clark tidak tau apa yang akan dia lakukan pada acara Lelang tersebut. Namun, dengan keberadaan Noah di sana, dia menjadi sedikit lebih percaya diri.
Tidak ada yang tidak bisa di atasi oleh bosnya itu dan kepercayaan itulah yang dia tanamkan di kepalanya.
Bahkan, jika Noah mengatakan untuk melompat kesebuah lobang yang begitu dalam dan mengatakan bahwa itu tidak apa-apa, maka Julius akan melompat tanpa mempertanyakannya.
"Masih, ada satu lagi yang sedang aku persiapkan. Jadi, sebaiknya kau bersiap saja. Aku ingin Sattelite mencuri sedikit perhatian. Sisanya, serahkan padaku ... !"
Julius tidak berani bertanya, meski dirinya sangat penasaran dengan persiapan apa yang sedang dilakukan Noah untuk menghadapi acara Lelang tersebut.
Namun, ada satu hal yang sangat mengganjal di hatinya. Karena ini sudah beberapa waktu berlalu, bahkan dia tidak mendengar apapun tentang hal itu.
"Tuan Evans ... Bagaimana mana dengan teman-teman mu? Bukankah kau sengaja datang, untuk mencari keberadaan mereka?"
Keduanya saat ini berada di ruangan Julius, dengan satu orang lagi yang berada di sana. Orang itu bahkan masih sulit mempercayai bahwa pemuda yang kini duduk di antara dirinya dan Julius Clark, ada orang yang sedang mengubah arus bahwa Jaringan Mafia bisnis di seluruh HighCopper.
Bahkan, dia tak percaya saat Noah dengan mudahnya mengatakan bahwa pemuda itu berminat untuk mengambil alih University of HighCopper yang sudah menjadi milik keluarganya, secara turun temurun dan menawarkan padanya sesuatu yang mungkin butuh tiga keturunan lagi bagi keluarganya untuk bisa mencapai hal tersebut.
"Ya, itulah yang sedang aku tunggu. Seharusnya, mereka sudah sampai beberapa waktu lagi ... "
Carl Portman, sudah berada di sini, sejak pagi. Bahkan pria tua itu sudah menahan desakan untuk buang air kecil sejak tadi, karena takut ketinggalan satu kata dari mulut pemuda yang menurutnya benar-benar memiliki aura yang sangat mengintimidasi itu.
Namun, saat dia mencoba mencerna situasinya, Carl Portman seolah memiliki sesuatu untuk di sampaikan. Pria tua itu akhirnya memberanikan diri untuk masuk dalam pembahasan.
"Maaf, Tuan Evans ... Aku mencoba memahami tujuanmu. Tapi, jika kau mengandalkan polisi di negara bagian ini untuk mencari keberadaan temanmu, rasanya akan sangat sulit. Karena, jika memang benar sesaat sebelum mereka menghilang teman-teman mu sedang meliput pergerakan keluarga Haines sebelum mereka berakhir seperti saat sekarang ini, maka tidak diragukan lagi teman-teman mu sedang berhadapan dengan keluarga itu ... "
Noah berbalik menoleh pada Carl Portman, dan menganggukkan kepalanya. "Tuan Portman ... Apa menurutmu aku akan menggantungkan pilihanku pada organisasi busuk, yang mengobralkan diri mereka pada siapa saja yang bisa membayar mereka lebih tinggi?"
Satu balasan serta jawaban dari Noah, membaut jantung Carl Portman menendang rongga dadanya lebih kencang.
Dia menatap Julius Clark yang juga menatapnya, heran. Pria tua itu memiliki gelar PhD di belakang namanya. Namun, entah kenapa saat berbicara dengan pemuda ini, mendadak dia seperti orang idiot yang mengatakan sesuatu yang sangat konyol.
__ADS_1
"Oh, maafkan aku ... Tentu saja tidak. Aku hanya berpikir bahwa—"
Tidak sempat Carl meneruskan kata-katanya, Noah kembali berbicara.
"Tapi tuan Portman ... Aku mengerti kenapa kau mengatakan itu. Dan itulah kenapa aku melakukan dua hal di waktu bersamaan ... "
Saat Julius Ingin menanyakan sesuatu, tiba-tiba saja di mendengar pintu ruangannya terbuka. Di sana, tampak sekretarisnya yang sedang mempersilahkan beberapa orang untuk masuk.
Namun, begitu tiga orang itu berjalan memasuki ruangan itu. Baik dirinya mau pun Carl Portman melebarkan mata mereka.
Julius Clark sudah menghabiskan banyak waktu untuk merintis bisnisnya di Silverstone. Tentu saja dia langsung bisa mengenali siapa orang yang pertama kali masuk. Tanpa sadar, dia langsung bergumam.
"Antony Reyes ...?"
Di dekatnya, Carl Portman juga bergumam, tapi untuk dua orang yang masuk setelahnya. "Rick Langley ... Dan ... "
Noah berdiri menyambut ketiganya. Namun, hal mengejutkan lainnya terjadi. Antony Reyes yang memiliki track record sangat keras kepala serta tidak mau tunduk pada siapapun, sekarang terlihat membungkuk kan tubuhnya, di ikuti oleh dia orang di belakangnya.
"Bos ... Maaf, kami sedikit terlambat."
Namun, melihat apa yang saat ini terjadi di depannya. Pria tua itu tidak dapat menahan diri untuk tidak terkejut.
"Keluarga Langley ... kenapa kalian. Eh, maksudku ... Sejak kapan kalian?"
Satu perusahaan yang menurut Carl Portman akan menjadi tembok penghalang Noah untuk mencapai tujuannya, kini sedang membungkukkan tubu di depan pemuda tersebut.
"Oh, sepertinya kalian sudah saling mengenal. Tentu saja ... Kalian, orang-orang asli kota ini,bukan? Sukurlah ... Jadi, tidak perlu berbadan basi lagi ... "
Noah menunjuk pada sofa yang tersisa, agar tiga orang itu duduk bersama mereka.
Namun, baru saja mereka menaruh bokongnya di sana, Noah kembali bersuara.
"Jadi, apakah sudah di kerjakan?"
Saat itu juga, Jack yang sekarang menatap Noah benar-benar dengan cara berbeda, langsung bersuara.
__ADS_1
"B-bos ... Sudah di mulai ... Dan kami melakukannya, tepat seperti apa yang kau inginkan ... "
Noah langsung mengangguk mengerti, dan merasa puas. "Bagus, aku sangat menghargainya ... Jadi, bagaimana dengan dua temanku. Apa kalian sudah mengetahui keberadaannya?"
Saat itu juga, Rick Langley mengangguk setelah sempat menatap Antony Reyes yang seolah memberi tanda agar dia saja yang bicara.
"Tuan Evans ... Aku Rick Langley, ayah dari Jack. Sebelumnya, aku berterimakasih karena telah membawa kami dalam Jaringan ini. Dan, ya ... Aku sudah tau di mana teman-teman mu ... "
Noah sama sekali tidak meragukan Jack. Namun, saat terus membahas semuanya. Sekarang pemuda itu sadar dari mana Jack mendapatkan keahliannya mengumpulkan data.
Rick Langley benar-benar bisa di andalkan. Antony Reyes sempat mengatakan padanya tentang itu sehari sebelumnya. Dan sekarang, dia langsung mendapatkan bukti nyata.
Mereka terus membahas beberapa hal tentang Henry dan Liam, lalu masuk ke masalah lain, yang mereka duga sebagai awal kenapa mereka semua bisa terlibat begitu dalam, di dalam lingkaran masalah yang mampu membuat keseimbangan Bisnis di seluruh negara bagian GoldWest ini, terguncang.
Noah langsung berdiri saat semua hal telah di mengertinya. Semua orang tampak melihat dan menunggu pemuda itu berbicara.
"Kalian lakukan saja seperti yang aku katakan. Kita akan bertemu pada acara lelang malam ini ... Aku harus ke suatu tempat terlebih dahulu ... "
Noah meninggalkan lima orang di sana, untuk melanjutkan sisanya. Dia telah menyerahkan segala sesuatunya pada Julius dan Antony Reyes.
Sekarang, satu hal lagi yang ingin dia siapkan. Begitu sampai di luar ruangan itu, Noah mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang di sana.
"Tuan Evans ... Ini mengejutkan sekali, apa kau ingin membeli mobil lagi?"
Noah belum bisa melupakan bagaimana energik nya gadis yang sedang berbicara dengannya ini. Namun, saat ini dia tidak sedang ingin memuji gadis tersebut.
"Nona Laura Fanes ... Bukankah kau pernah mengatakan bahwa, kau bersedia membantu saat aku membutuhkannya. Apakah tawaran itu masih berlaku?"
Di seberang sana, meski terdengar samar, jelas Laura sedang tertawa.
"Tuan Evans ... Kau hanya tinggal mengatakannya, dan aku akan melakukannya ... Apakah itu menjawab poin utamanya?"
Noah langsung tersenyum puas. Tampaknya rencananya akan berjalan dengan lancar.
"Kalau begitu ... aku akan memberimu alamat, dan Jemput mobilku lalu bawa ke sini. Aku menunggumu di HighCopper ... "
__ADS_1