World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Perusak Keseimbangan


__ADS_3

Meskipun Antony Reyes tidak terlalu peduli dengan aturan, tapi apa yang dilakukan Arlen benar-benar melewati batas toleransinya.


"Kau F**kin Bast*rd ... !"


Mendengar Antony mengumpat padanya, Arlen langsung terdiam. Saat itu, dia balik mengacungkan senjatanya pada kepala keluarga Reyes itu.


"Tuan Reyes, kau yang membuat aturannya ... Apa ini melanggar?"


Antony menajamkan tatapannya dan merapatkan gigi lalu menggeram. "Kau bajingan, kemana kau acungkan senjatamu brensek?"


"Uhuk ... Uhuk ... !"


Suara batuk itu, langsung membuat keduanya kembali menoleh pada asal suara.


"Haha ... Sial, ini benar-benar saki ... Uhuk ... !"


Semua mata orang melebar saat melihat tubuh Noah kembali bergerak dan mencoba bangkit dengan susah payah.


"Noah ... "


Ted Bowie kembali menahan Alice agar tidak mendekati Noah. Padahal, dirinya sendiri dan yang lainnya juga sangat ingin memastikan keadaan pemuda itu.


Saat Noah berhasil duduk, matanya menatap tajam pada Antony Reyes.


"Tuan Reyes ... tunggu ... giliranmu ... Ini ... Ini ... "


"Pertarunganmu, bukan? "Antony langsung tertawa. "Hahahahahahah ... Kau ... Kau memang ... Kau ... Hahahahaha."


Tawa Antony Reyes itu, di balas senyuman masam dari Noah. "Sial ... Ini Sakit ... Seka—"


"Kau ... Kenapa ... Kau ... ?!"


"Dor ... !"


Arlen begitu terkejutnya hingga tidak tau harus mengatakan apa. Bahkan saking gugupnya, dia tidak bisa memegang senjatanya dengan benar.


"Dor ... !"


"Buk ... !"


Antony Reyes menendang tangan Arlen.


"Kenapa kau tidak langsung menembak kepalanya jika ingin membunuhnya? ... Senjatamu itu berisik sekali, kau F**kin son of a B*t*h ... !"


"Errrggghhh ... "


Noah benar-benar sudah tertatih untuk hanya berdiri saja. Sementara itu, darah terus mengalir dari tapak tangan yang menutupi perutnya.


"Kau menang? ... Hehe ... Hehe ... "


"K-kau ... Kau ... Bu-bukan, ... Manusia ... "


Saat berdiri, Noah menggeleng. "Tidak, aku memang tidak. Hehe ... Kau tau orang-orang memanggilku, apa?"


Tubuh yang terlihat sudah sampai pada batasnya, pandangan yang sudah nanar ditambah darah yang sudah menutupi hampir seluruh tubuhnya bahkan sudah merembes di lantai, benar-benar pemandangan yang mengerikan.


"Tap ... !"


Satu langkah pertama Noah mendekatinya, Sontak langsung membuat kegugupan Arlen semakin menjadi-jadi.


"Kau ... Kau ... "

__ADS_1


"Kemari kau ... F**kin Bas ... Tard ... Ayo, bukankah kau ingin ... World Order?"


Arlen menoleh ke kanan ke kiri "Bodoh ... !! Kalian ... Bunuh dia ... Cepat ... !"


Mata Arlen kembali melebar. Saat itu, tidak ada satupun anak buahnya yang mau mengikuti perintahnya.


"Kalian ... Cepaaaaat ... Dia akan membunuhku ... Bodooooh ... !"


Arlen melihat Noah semakin mendekat dan itu membuatnya semakin panik.


"Menjauh ... Menjauh ... Kau ... Menjauh ... !"


"Buk ... !"


Arlen jatuh berlutut tepat saat Noah berada satu langkah di depannya. Matanya menatap pisau miliknya yang ada di tangan pemuda yang bersimbah darah itu.


"Aku ... Aku ... Kalah ... Tolong, jangan bunuh aku ... "


Tamatlah riwayat Arlen saat itu juga. Setidaknya itulah yang semua orang pikirkan. Namun, kejadian tak terduga terjadi saat itu juga.


Alih-alih membunuh Arlen, Noah terus berjalan melewatinya. Pemimpin Jaringan World Order itu, terus melangkah.


Semua orang menatapnya yang langsung duduk di sofa di ruangan itu. Lama mereka melihat Noah masih tertunduk dengan nafas terengah-engah, sebelum Kemudian mengangkat kepala dan menoleh pada Antony Reyes.


"Tuan Reyes ... Kau saksinya, Ayo bicara bisnis!"


Antony Reyes mengangkat bahunya pasrah. "Ya, ya ... Ayo kita selesaikan."


Saat itu, Antony mulai berjalan dan langsung duduk di seberang Noah.


"Tuan Evans,—"


"Hari ini, aku mengaku kalah ... Tapi—"


Noah mengangkat satu tangannya dan berseru. "Alice ... "


Saat itu, Arlen baru menyadari bahwa wanita itu sudah berdiri di sebelahnya.


Saat dia berbalik, Mata Arlen langsung terbelalak, senjata miliknya sudah berada di tangan wanita itu dan terarah langsung ke keningnya.


Alice tersenyum lalu mendengus. "Huh ... Siapa yang mengatakan akan ada lain kali untukmu? Assh*le ... !"


"Dor ... !"


Peluru itu menembus kepala Arlen dan memecah tengkorak belakangnya yang membuat Otaknya nya berhamburan.


Alice memandang rendah tubuh Arlen yang sudah tergelatak di bawah dengan tatapan jijik.


"Kau hanya tak pantas mati di tangan sang penguasa ... Kau F**kin Moron!"


"Cuih ... !"


****


Dua hari berselang, berita tentang di ambil alihnya seluruh Jaringan Keluarga Fargo di Silverstone, membuat gempar seluruh Jaringan yang ada di kota itu.


Tidak banyak yang tau bagaimana kejadian itu bisa terjadi dan apa penyebabnya.


Hanya segelintir orang-orang saja yang benar-benar mengetahui hal itu dengan benar dan selebihnya hanya bisa berspekulasi saja.


Akan tetapi, apa yang dilakukan World Order jelas membuat ketenangan yang ada di Silverstone berubah menjadi riak yang lama kelamaan menjadi arus.

__ADS_1


Semua mata Jaringan di kota itu, menjadi awas dan waspada mengarah pada Jaringan yang kini bisa dipastikan sebagai jaringan paling besar di kota tersebut.


Keseimbangan telah rusak. Mereka harus menentukan arah secepatnya. Jaringan sekuat Keluarga Fargo hancur hanya dalam waktu dua bulan saja sejak Worl Order muncul dan berdiri.


Sekarang, mereka dipaksa memilih. Terus bersebarangan dan kelak akan berhadapan dengan langsung Jaringan yang diketahui dipimpin oleh seseorang yang sangat misterius yang di kenal sebagai the Ghost tersebut.


Atau, mereka bisa mencoba untuk bergabung dan tunduk pada mereka. Tidak ada kata netral dalam dunia mereka, dan semua orang menyadari hal itu.


Tidak hanya World Order saja yang di sorot. Keluarga Reyes yang dipercaya sebagai pihak lain yang sangat mengetahui kejadian tersebut, juga mendapat banyak sorotan.


Antony Reyes bahkan mendapat ratusan panggilan setiap hari karena hal itu. Namun, Antony dan Jaringan tersebut menjawab dengan hal yang tidak jelas, selebihnya mereka memilih bungkam.


"Ting ... "


"Ting ... "


Noah berusaha mencoba membuka matanya. Pada usaha pertama, dia terpaksa harus memejamkannya kembali. Cahaya masih terasa begitu menyilaukan baginya.


Setelah mencoba beberapa kali lagi, akhirnya matanya benar-benar terjaga.


Di hari ketiga, Noah terbangun di sebuah rumah sakit. Diluar kamar tempat dia di rawat, di depan pintu, tampak banyak orang di sana seolah menjaga kamar tersebut. Akan tetapi yang berada di sana, bukanlah orang-orang sembarangan.


Selain Ted Bowie dan A4 dari World Order, kepala Jaringan Keluarga Reyes juga di sana. Namun, ada enam orang lain lagi di rumah sakit itu.


Mereka adalah pemimpin-pemimpin Jaringan Mafia di Silverstone, yang memiliki kekuatan setara Jaringan Antony Reyes.


Tujuh Kepala keluarga sebuah jaringan berada di koridor sebuah rumah sakit di kota Silverstone, bukanlah sesuatu yang bisa di anggap biasa. Karena, hal tersebut tidak pernah terjadi sebelumnya.


***


"Hari ini, aku mengaku kalah ... Tapi—"


"Alice ... !"


....


"Huh ... Siapa yang mengatakan akan ada lain kali untukmu? Assh*le ... !"


"Dor ... !"


....


"Kau hanya tak pantas mati di tangan sang penguasa ... Kau F**kin Moron!"


"Cuih ... !"


"Prangggg ... !"


"F**K ... !"


Di BlackStell, Salah satu kota besar di Negara bagian Goldwest lainnya, di sebuah gedung pencakar langit di sana. Di dalam sebuah ruangan.


Seseorang baru saja membanting monitor PC yang ada di meja kerjanya, setelah menonton sebuah video yang di ambil dari cctv sebuah rumah.


"Anak bodoh itu ... Mempermalukan keluarga ini ... !"


Haland Fargo mengusap wajahnya. Dia menghela nafas panjang dan melepasnya perlahan, untuk membuat dirinya sedikit lebih tenang.


Namun, matanya menyorot tajam ke depan. Dengan Merapatkan giginya, Haland berujar geram serta dendam.


"World Order, Huh? ... Aku akan membuat perhitungan dengan kalian."

__ADS_1


__ADS_2