World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Putra Yang Hebat


__ADS_3

Tidak hanya seratus juta dollar saja, Toby juga menawarkan satu juta dollar untuk setiap orang yang ikut bersamanya.


Karena hal tersebut, Bahkan beberapa tim, berniat untuk menambah orang di kubu mereka. Tawaran ini benar-benar terdengar luar biasa bagi mereka semua.


Keberangkatan seluruh tim itu dijadwalkan esok hari. Tujuan mereka sudah jelas yaitu, kehancuran Bronzeland.


Sementara itu, ke selokan harinya, sebuah helikopter mendarat di atap rumah sakit paling besar di kota Alco City.


Hary Fane, langsung bergerak ke sana untuk menunggu setelah mendapat sebuah panggilan dari Bronzeland.


"William ... William ... "


Begitu tandu yang membawa anaknya turun dari sana, Hary dengan wajah cemas mencoba memanggil untuk membuat putranya itu terjaga.


Akan tetapi, hingga akhirnya William sampai di bangsal rumah sakit itu, Hary tidak mendapatkan apa yang diharapkannya.


Beberapa orang yang mengikutinya, hanya bisa terdiam karena sejak menerima panggilan tersebut, Hary sama sekali tidak memberitahu mereka tentang apapun.


Beberapa jam berikut, Dale Kingstone juga tiba di sana. Sama dengan Hary, pemuda itu juga mendapat panggilan dari orang yang sama.


"Tuan Kingstone ... "


Dale langsung menyapa begitu dia mendekati Hary yang duduk di luar ruangan tempat dimana William sedang di rawat.


"Oh, Dale ... Apa dia juga menghubungi mu?"


Dale mengangguk sekali, dan menoleh ke dalam ruangan itu. Dari balik kaca dia melihat William sedang terbaring.


"Kau bisa melihat nya sendiri. Tapi, nanti ... "


Dale menghela nafas, dan melihat Hary Fane berdiri dan berbalik pergi.


"Ikut aku ... "


Dale melepas nafas yang tadi dia tahan, dan mulai melangkah mengikuti pria itu.


Sampai di sebuah ruangan yang sepi, Hary berbalik dan menatap Dale dengan wajah datar.


"Kingstone muda ... Aku tidak mengerti seperti apa hubungan kalian sebenarnya. Tapi, dengan apa yang telah dia lakukan pada William, meski dia seorang yang sangat berbahaya sekalipun, aku tidak peduli ... "

__ADS_1


Dale tentu langsung mengerti apa yang coba dikatakan oleh ayah William ini padanya. Namun, dia tidak berniat melarang atau mencoba menghalanginya.


"Tuan Fane ... Aku tidak akan mengatakan apa yang dilakukannya pada William adalah hal baik. Tapi, perlu kau ketahui ... Putra mu pasti sudah tau apa yang akan terjadi jika dia nekat datang, sementara keluarga kalian jelas-jelas sudah beralih pihak pada Jaringan yang telah berbuat sangat buruk pada anggota-anggotanya."


Dunia mafia, bekerja seperti seharusnya. Namun, melihat keadaan William, ada dorongan dari hati Hary untuk langsung membalas apa yang telah di lakukan Noah pada putranya.


"Jika begitu, pemuda tersebut tentu juga sudah tau apa akibatnya jika dia melukai keluarga seseorang, bukan?"


Mendengar itu, Dale sedikit mendengus. Memang apa apa yang dikatakan Hary tidak ada salahnya. Tapi, sepertinya pria ini sama sekali tidak mengenal putranya sendiri.


"Tuan Fane ... Maaf untuk mengatakan hal ini. Tapi, dengarkan aku baik-baik. William Fane, Putramu ... Sangat menghormati pemuda itu. Dan sebaliknya, Noah juga melakukan hal yang sama ... "


Mendengar itu, Wajah Hary langsung memerah. Dia menarik Dale dan mendorongnya ke dinding ruangan tersebut.


"Apa ini yang dilakukan dua orang yang saling menghormati? ... Aku tak melihat sedikit pun rasa hormat di sana!"


Meski lehernya sedang tercekik, Dale tidak berusaha memberontak. Dan beberapa deti kemudian, Hary melepaskan cengkeramannya pada leher pemuda itu, lalu berbalik.


"Uhuk ... Uhuk ... Uhuk!"


Dale, terbatuk begitu lehernya terlepas. Meski kini wajahnya memerah, dia mencoba menarik nafas untuk menekan rasa kesalnya. Setelah sedikit mendapat ketenangan, dia kembali bicara.


"Tuan Fane ... Percayalah. Noah sudah melakukan yang terbaik yang dia bisa dia lakukan untuk William ... "


"Melakukan yang terbaik katamu? ... Kingstone Muda, Apa kau sedang bercanda? ... Membuat seseorang yang sehat  hampir saja mati, adalah hal yang terbaik yang bisa dia lakukan? Huh! Logika seperti apa itu?"


Dale tersenyum, kemudian kembali berkata. "Ya, tidak hanya melakukan yang terbaik, tapi dia juga sedang berusaha menyelamatkan William dari kegilaannya sendiri. Saat William terbangun, aku yakin dia akan mengerti apa yang aku maksud"


Hary kembali berbalik, kemudian menunjuk langsung ke wajah Dale. "Jangan berbelit-belit, anak muda! Katakan padaku, apa maksudmu!"


Kali ini, Dale tidak menundukkan kepalanya. Sebaliknya, dia sedikit meninggikan dagunya.


"Tuan Kingstone ... Putramu tau bahwa Noah adalah seorang monster. Dia sendiri sudah melihat kegilaan pemuda tersebut. Itu kenapa, orang-orang menyebutnya the Madness ... "


Melihat Hary akan mencoba menanggapinya, Dale langsung melanjutkan kata-katanya.


"Fakta bahwa William pulang masih dengan nyawanya, itu adalah bentuk rasa belas kasihan Noah, pada putramu!"


"Dale Kingstone ... !"

__ADS_1


Dale menyunggingkan senyumnya, sama sekali tidak merasa terancam dengan teriakan Hary Fane padanya itu.


"Tuan Fane ... Goldwest akan sangat kacau. Dan kau ... Telah salah memilih pihak! ... "


Dale menunjuk ke arah di mana ruangan William berada, dan kembali berkata. "Dia membuat William seperti itu, agar temannya tersebut tidak ikut jatuh dan hancur bersama dengan pilihan ceroboh yang telah kau lakukan!"


Setelah mengatakan itu, Dale langsung bergeser, lalu berjalan melewati Hary yang terdiam. Saat dia sampai di pintu, Dale berhenti namun sama sekali tidak berbalik.


"Aku diutus ke sini, tidak hanya untuk memastikan ke adaan William saja. Tapi, aku datang untuk memberikan peringatan terakhir untukmu ... "


Dale menggantung kata-katanya, karena apa yang akan dia ucapkan ini, seolah dia tidak lagi memandang hormat pada keluarga Fane, yang berada di bawah pimpinan Hary.


"Saat kami sudah bergerak ... Saat itu, tidak ada lagi belas kasihan ...  Semua yang ada di depan dan mencoba menghentikan kami, maka tanpa ragu akan kami hancurkan ... "


Dale berbalik dan menunjuk langsung tepat ke wajah Hary.


"Bahkan, jika saat itu aku melihat wajahmu ... Dan jika Noah memerintahkan ku, maka aku tidak akan berpikir dua kali, untuk maju dan  menghancurkan mu ... Hary Fane!"


Mata Hary Fane melebar, dan mulutnya sedikit terbuka. Saat itu, dia merasa Dale sudah jauh berubah. Bahkan, dia seharusnya sudah menyadari bahkan William telah lebih dahulu berubah.


"Sekarang, biarkan aku melihat keadaan temanku!"


"Braangg!!"


Meski pintu tersebut di banting sangat kuat dan menyebabkan kacanya pecah oleh Dale, namun Hary Fane tetap terdiam di tempatnya berdiri.


Pikirannya menjadi kacau, namun mengarah pada satu kesimpulan. Sejak awal, William putranya, hanya berusaha menghormati keputusannya.


Namun, sifat plin-plan yang dia tunjukkan, membawa William pada keputusan yang sangat sulit.


Sekarang, setelah Dale mengatakan semua itu padanya. Akhirnya dia mengerti jalan pikiran pemuda-pemuda ini.


"Bruk!"


Hary Fane jatuh berlutut, menyesali sikapnya yang seperti seorang pengecut.


"William ... Maafkan, aku ... Maafkan, kebodohan ku ini ... Nak ... !!"


Di dalam ruangan itu, Dale yang ternyata belum pergi jauh, tersenyum puas. Raungan tangis Hary Fane di sana, menandakan tugas yang diberikan Noah padanya, berjalan cukup baik.

__ADS_1


Dia berbalik, dan mulai melangkah. Sambil berjalan, dia bergumam.


"Tangisilah kebodohan mu orang tua ... Setelah itu, berdirilah dengan bangga ... karena Kau, memiliki putra yang sangat hebat!!"


__ADS_2