
Dua hari sejak Victoria di rawat di Rumah sakit internasional Silverstone, jantung wanita itu sudah menunjukkan tanda-tanda membaik. Hal tersebut membuat Noah sedikit lega.
Namun karena itu adalah jantung, tentu saja tidak akan kembali sempurna seperti saat wanita itu masih muda.
"Noah, Maaf jika aku menanyakan ini... Apa dia benar-benar ibu kandungmu?"
Alice dan A4 lainnya sudah menunggu mereka saat helikopter yang membawa mereka dari BronzeLand ke rumah sakit ini.
Namun, hanya Alice yang selalu menemani Noah di sana. Meski sempat percaya bahwa yang akan di bawa adalah ibunya, namun Alice sama sekali tidak melihat kemiripan di antara keduanya.
"Alice, wanita ini yang merawat dan membesarkanku. Walau tak sekalipun aku memanggilnya ibu, tapi hanya dia ibu yang aku punya ... "
Alice menatap Noah yang melihat Victoria dengan mata sendu dari balik kaca yang memisahkan mereka dari ruangan tersebut.
"Noah, kemarilah ... "
Alice menarik pemuda itu dan memberikannya sebuah pelukan.
"Aku sangat takut jika tak sempat memenuhi janjiku padanya ... Aku ... Aku ... Aku ingin sekali melihat dia bahagia, Alice."
"Ya, aku mengerti ... Dan kau tidak perlu takut lagi. Sekarang dia sudah jauh membaik, Kau pasti bisa menepati janjimu dan membuatnya bahagia."
Walaupun sudah melihat sendiri bagaimana kegilaan Noah saat bertarung menghadapi musuhnya, sekarang, Dalam pelukannya, Alice merasa bahwa inilah Noah yang sebenarnya.
****
Seperti harapan Noah, beberapa hari berikutnya, Victoria sudah sangat menjadi jauh lebih baik.
Hanya saja saat sudah merasa kuat, wanita itu bersikeras agar Noah pergi kuliah. Malah, dia merasa dialah yang menyebabkan Noah tidak kuliah karena harus menjaganya dan meminta untuk kembali ke BronzeLand secepatnya.
Tidak ada pilihan bagi Noah selain mengikuti kata-kata Victoria. Lebih baik dia pergi kuliah daripada harus merelakan wanita itu kembali ke BronzeLand. Lagipula, Alice bersedia menggantikannya untuk menjaga Victoria.
"Noah, apakah kita bisa berbicara sebentar?"
"Noel, bicaralah. Sejak kapan kau membutuhkan izinku untuk bicara?"
"Maksudku, berdua saja ... Apa kau punya waktu?"
Noah mengernyit heran mendengar pertanyaan Noel. Namun, dia menjawabnya ringan.
"Ya, tentu saja."
Liam dan Henry melihat Noah memberi tanda untuk menunggu dan berjalan mengikuti Noel pergi mencari tempat untuk bicara.
"Noah, aku hanya ingin bertanya. Apakah kau yang melakukannya?"
"Noel, tentang apa ini? Apa yang kau bicarakan?"
__ADS_1
Noel hanya menggelengkan kepalanya dan berbalik tak lagi menatapnya.
"Noah, aku tidak tau bagaimana caramu meminta Nona Alice agar Albert Hall memutuskan untuk membebaskan ayahku. Tapi ... Seharusnya, kau tidak melakukannya."
Kata-kata Noel itu, tentu saja membuat Noah heran. Memang dia yang melakukan hal itu. Bahkan, dia melakukan semuanya. Namun, jelas itu bukan dengan cara seperti apa yang temannya itu pikirkan.
Noel tidak senang mendapati Ayahnya di bebaskan. Itu tentu saja hal tersebut sangat tidak wajar.
"Noel, maafkan aku. Tapi aku benar-benar tidak mengerti maksudmu. Bisakah kau menjelaskannya?"
Noel menghela nafas lalu melepasnya. Noah bisa melihat ada sesuatu yang sangat membebani temannya itu saat ini.
"Noah, kau teman yang sangat baik dan tentu saja Aku tau kau juga berniat baik ... Tapi, ada dunia yang anak-anak muda seperti kita ini, sama sekali belum mengerti."
"Noel—"
Noel langsung memotong Noah saat temannya itu hendak menjelaskan sesuatu.
"Noah ... Akan lebih aman bagi ayah dan keluargaku jika dia tetap menjalani proses hukum. Karena, jika dia keluar dengan cara seperti itu, maka ... "
Noel menjelaskan bahwa dengan bebasnya ayahnya, maka semua mata langsung tertuju padanya.
Sebelumnya, semua orang menganggap semuanya berpusat pada kesalahan Arlen Fargo, Luke Norman, dan Luis Knox.
Namun sekarang orang-orang menganggap bahwa di balik semua itu, Ayahnyalah yang membocorkan rencana Arlen dan yang lainnya pada World Order.
"Noah, meski kau berhubungan baik dengan Nona Alice dan menganggap World Order sangat kuat, tapi Keluarga Fargo di BlackSteel, bukanlah lawan A4 ataupun the—"
Noah langsung menarik dan membalikkan tubuh Noel menghadap padanya.
Hal itu tentu saja membuat Noel terkejut apalagi saat ini dia bisa melihat perubahan ekspresi wajah dan sorot mata Noah yang menajam.
"Noel, memang salahku karena mencoba menolong ayahmu dan tidak tau akan berakhir membahayakan keluargamu. Tapi ... "
Entah kenapa Noah merasakan perasaan tidak nyaman saat Noel seolah akan meremehkan World Order dan mengatakan betapa hebatnya keluarga Fargo di BlackSteel.
"Jangan pernah kau remehkan World Order, apalagi di depanku, mengerti?"
"Noah, aku tidak meremehkan World Order tapi keluarga—"
Belum sempat Noel menyelesaikan kata-katanya, Noah kembali memotong.
"Jangan sebut nama keluarga Sialan itu di depanku ... Noel, aku akan memastikan ayah dan seluruh keluargamu aman—"
Noel langsung menyingkirkan tangan Noah yang berada di bahunya dan menggelengkan kepalanya.
"Noah, seperti yang aku katakan ... Kau tidak tau apapun tentang dunia mereka sama sepertiku. Tapi, apapun yang bisa kau lakukan, tidak akan bisa mengubah apapun, karena semua telah terlambat."
__ADS_1
"Noel, apa maksudmu?"
"Dua hari yang lalu, Ayahku di jemput dan di bawa oleh salah satu Jaringan di kota ini. Sampai sekarang, dia belum kembali. Sepertinya ... "
Noah tidak membiarkan Noel menyelesaikan kata-katanya, karena dia langsung berderap lari dan pergi meninggalkan temannya itu, begitu saja.
Henry dan Liam yang sejak tadi melihat Keduanya berbicara dari kejauhan, segera menghampiri Noel.
"Noel, kami sama sekali tidak menguping pembicaraan kalian. Tapi, sepertinya ada sesuatu yang tidak baik telah terjadi diantara kau dan Noah. Apa tak ada yang bisa kami berdua lakukan?"
"Henry ... Aku hanya mencoba menjelaskan sesuatu pada Noah, tapi sepertinya dia salah mengerti kata-kataku ... "
Noel memang tidak bermaksud menyalahkan Noah. Karena sangat jelas baginya bahwa temannya itu hanya berusaha menolong ayahnya.
Akan tetapi, saat ini semua semakin memburuk setiap harinya. Beberapa hari yang lalu, ayahnya berniat membawa dia dan keluarga untuk pergi sejauh mungkin.
Namun, semua sudah terlambat. ayahnya di jemput paksa dan di bawa entah kemana. Sebelum pergi, Ayahnya mengatakan agar dia dan keluarga harus bersikap seolah tidak tau apapun dan melakukan semual hal seperti biasa seolah tidak terjadi apapun, agar semuanya tidak semakin kacau.
"Noah?"
"Old Ted ... Dengar! Aku ingin kau memanggil tujuh orang yang bergabung dengan kita, Ke pusat World Order sekarang."
Tanpa menunggu tanggapan Ted Bowie, Noah memutus sambungan begitu saja. Kemudian, dia mencari Nama Alex di ponselnya dan begitu terlihat, segera dia menghubunginya.
"Tuan Evans?"
"Alex ... Hubungi semua kekuatan di Silverstone yang bisa kau kumpulkan dan minta mereka semua bersiap saat kita minta."
"Bos, ada apa?"
"Apa aku harus menjelaskannya, padamu?"
Alex yang saat ini berada di kantor pusat World Order, langsung menjawab cepat.
"Tidak, bos ... Tidak perlu. Aku mengerti."
Noah kembali memutus panggilan begitu saja.
"Alex, apa katanya?"
Alex langsung menoleh pada Antonius dengan wajah serius. "Antonius, bantu aku untuk mengumpulkan seluruh kekuatan kota ini, sekarang."
"Apakah secepat ini?"
Alex hanya mengangguk.
"Sepertinya seseorang sedang mencoba peruntungannya dengan mengganggu sesuatu yang tidak sepantasnya dia usik sama sekali."
__ADS_1