World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Gelombang Keluarga Zargosky


__ADS_3

Noah tidak begitu peduli tentang siapa Tobias Zargosky. Hanya saja, melihat Ivy datang dengan pemuda itu, membuat hatinya sedikit kesal.


Noah memang tidak pernah mengatakan bahwa dia pernah mengklaim Ivy Clark sebagai miliknya. Namun, entah bagaimana dia bisa melihat Ivy sepertinya tidak terlalu senang.


Noah tidak ingin terbawa dalam hal ini. Dia berpikir keduanya mungkin memang memiliki hubungan dan hubungan itu mungkin saja memang sedang dalam sedikit masalah.


Noah jadi mengingat Lucy. Gadis yang selalu menjadi prioritasnya bahkan melebihi kepentingannya sendiri. Entah bagaimana kabar gadis itu sekarang. Noah sama sekali tidak menyimpan dendam dan tidak ada yang dia inginkan, selain yang terbaik untuk cinta pertamanya itu.


Tidak mau Ivy tau tentang keberadaannya, disini. Noah berdiri dan terlihat akan segera beranjak pergi. Namun sebelum melangkah, dia kembali berbicara pada Jack yang sedikit tersentak saat sudah melihatnya berdiri.


"Jack, sepertinya kau orang yang memiliki sesuatu di belakangmu ... Maaf karena bersikap sedikit berlebihan pada temanmu. Tapi, aku ingatkan ... Jangan pernah main-main denganku ... atau orang-orangku."


Pemuda itu pergi meninggalkan Jack begitu saja. Sementara Jack sendiri mengernyitkan dahinya, heran.


Dia telah menceritakan banyak hal pada Noah termasuk keberadaan empat Raja jalanan di negara bagian GoldWest ini.


Namun, pemuda yang kini menutup kepalanya dengan Hody yang dia kenakan dan langsung berjalan keluar dari tempat itu, terasa tidak begitu peduli dengan hal yang menurutnya sangat penting untuk di ketahui oleh anak-anak muda seperti mereka.


"Apa itu tadi? ... Orang-orang ku?!"


Jack baru menyadari bahwa Noah tidak menyebut Mia atau Sally sebagai teman, melainkan orang-orangnya. Sebuah istilah yang menandakan seseorang yang bertanggung jawab atas banyak orang.


"Apa dia memimpin sekelompok gangster? ... "


Jika Jack ingat-ingat lagi, hawa keberadaan Noah cukup aneh. Dia melihat pada Tobias, lalu kembali mengingat Noah.


Jack kembali mengernyitkan keningnya. Sebelum akhirnya kembali bergumam.


"Kenapa aku merasakan bahwa dua orang ini, sama mengerikannya ... Tidak, tidak ... Mereka jelas berbeda."


Jack menganggukkan kepalanya, menandakan bahwa dia meyakini sesuatu. Dia melihat Toby, lalu sekali lagi mengingat apa yang dia rasakan saat melihat Noah.


"Sial!! ... Pemuda tadi, terasa lebih menakutkan ... "


Jack juga berdiri dan beranjak dari sana. Namun, dia memilih jalan sedikit memutar melewati meja di mana Ivy dan Toby berada.

__ADS_1


Cukup satu topik saja yang perlu dia dengar, maka Jack bisa setidaknya menyimpulkan ayang sedang Ivy dan Tobias bahas.


"Toby ... Sekarang, kita sudah di sini. Jadi, katakan apa yang kau inginkan sebenarnya? ... Kenapa kau sampai membawa-bawa ayahku, dalam hubungan pertemanan kita?"


Di saat Ivy menanyakan itu, Jack melintas seolah tidak memperdulikan apa yang sedang Ivy ucapkan.


Sementara itu, Toby menunggu hingga pemuda yang baru saja lewat itu sedikit menjauh, barulah saat itu dia bersuara.


"Ivy ... Kau tau mau ku, dan ... Aku masih tidak habis pikir, kenapa kau selalu menghindari ku?"


Untuk kesekian kalinya, Ivy mendapatkan pertanyaan ini dari Toby. Akan tetapi, saat dia hendak menjawab dengan jawaban yang sama pula untuk kesekian kalinya itu, Toby mengangkat tangan, menghentikannya.


"Aku sudah tau jawabanmu, dan kau sudah mengatakan sebanyak aku menanyakannya. Masalahnya, kau tidak bisa menyebut nama orang itu. Jadi, aku merasa kau sedang mempermainkan ku, bukankah begitu?"


Saat dia menanyakan hal tersebut, mata Toby berubah tajam. Meski tidak bermaksud mengancam, namun jelas Toby mendesak agar Ivy memberikan jawaban lain, yang setidaknya bisa membuat hatinya tidak penasaran seperti saat ini.


Ivy sadar bahwa dia tidak mungkin mengatakan bahwa dia adalah milik Noah seperti apa yang di katakan Alice Sanders padanya tempo hari, atau seperti pengakuan kedua orang tuanya di hari di mana Noah menaikkan kasta mereka, kepuncak yang mungkin belum pernah di Sepenjang sejarah keberadaan keluarga Clark.


Namun, dia juga sadar bahwa sudah tidak mungkin memuaskan pemuda di depannya ini, hanya dengan jawaban ambigu, yang membuat Toby malah semakin gencar dalam usah mendapatkannya.


"Toby, aku menyukaimu ... Tapi hanya sebagai teman. Aku memang memiliki seseorang di hatiku. Tidak hanya menyukainya, tapi aku bahkan keluargaku sangat menghormatinya. Jadi, ku harap kau bisa mengerti dan sudahi saja hal ini."


Berusaha untuk tidak berteriak atau membalikkan meja karena amarah yang tiba-tiba saja membakar dadanya, wajah Tobias Zargosky kini memerah.


Dengan nada datar, pemuda itu mengatakan tanggapannya atas jawaban Ivy, beberapa saat yang lalu.


"Hei, Nona Clark ... Sepertinya kau sudah membandingkan ku dengan seseorang. Kau membuatku semakin penasaran saja ... "


Saat itu juga, Toby berdiri dan kembaliĀ  melanjutkan kata-katanya.


"Akan aku tunjukkan padamu, siapa aku agar kau dan keluargamu tau, siapa di Negera bagian ini, yang harus lebih kalian hormati ... "


Setelah mengatakan itu, Toby langsung berbalik, dan beranjak pergi dari sana.


Sekarang, tinggallah Ivy yang baru menyadari kesalahannya. bermaksud meredakan pemuda itu, dengan mencari alasan lainnya, namun Dia secara tidak sengaja memicu masalah lainnya.

__ADS_1


Jelas, apapun yang dia katakan terakhir kali, sudah membuat Tobias Zargosky sangat marah. Dan tidak perlu sangat cerdas untuk mengetahui apa yang akan dilakukan pemuda yang memiliki latar belakang sangat mengerikan itu, dalam waktu dekat pada keluarga bahkan perusahaan Sattelite, yang di percayakan Noah, pada ayahnya.


Mengingat itu semua, mata Ivy menatap nanar entah kemana. Tak sadar, dia pun bergumam menyesalinya. "Oh Sial ... Apa yang baru saja aku lakukan?"


Sementara itu, di kotak lainnya, tepatnya sebuah kota yang bernama Amberlead, di rumahnya Dale Kingstone tampak membahas hal yang sangat serius dengan ayah, serta kakak perempuannya, Sarah.


"Ayah ... Apa kau benar-benar yakin dengan yang kau katakan?"


Dale sangat terkejut saat mengetahui sekarang tidak hanya satu Jaringan saja yang tumbang. Satu lagi kursi di the Elevens akan mengalami kekosongan dalam waktu dekat.


Alexander Reamus, pemimpin Jaringan keluarga Reamus, sedang mencoba mencari pinjaman dalam jumlah yang sangat besar, dalam menghadapi krisis yang di hadapi Jaringan perusahaan mereka.


Satu dari sebelas Pemilik salah satu kursi panas di organisasi tertinggi di negara Bagian Goldwest baru saja tumbang beberapa waktu yang lalu. Sekarang, satu lagi satu pemimpin dari the Elevens dalam ambang kebangkrutan.


Jelas, besarnya Jaringan mereka, menandakan bahwa mereka membutuhkan suntikan dana dalam jumlah tak biasa.


"Dale, kau bisa menanyakan pada Sarah, jika kau meragukan ku ... Dia yang mengurus bisnis keluarga kita dengan Jaringan Tuan Reamus."


Saat itu juga, Dale melihat pada Sarah, dan langsung mendapat anggukan dari kakak perempuannya itu.


"Ya, telah terjadi sesuatu beberapa waktu yang lalu ... Saat itu, aku di sana. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, saat Nicholas Zargosky mendatangi gedung perusahaan keluarga Reamus ... "


Dale menelan ludah. Sebenarnya, pergerakkan keluarga Zargosky ini akan dia tanyakan nanti. Namun, siapa yang menyangka bahwa dia langsung mendapatkan jawabannya saat ini juga.


"Apa yang kau lihat saat itu?"


Menanggapi pertanyaan Dale adiknya, Sarah melipat tangan di depan dada, sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak penting lagi apa yang terjadi saat itu, tapi pertanyaan yang paling tepat saat ini adalah, apa yang akan terjadi selanjutnya, bukan ... "


Mata Dale melebar. Saat itu juga dia mengingat apa yang di katakan oleh Tobias, saat mereka bertemu.


Sekarang, dia sudah mengerti apa maksud pemuda itu, tentang permainan anak-anak menjadi Raja di seluruh jalanan negara Bagian GoldWest ini.


Keluarga Zargosky sudah melihat gambaran besar dan jauh ke depan. Keluarga itu, benar-benar berniat untuk menjadi Raja sesungguhnya.

__ADS_1


Dan mereka, jelas sedang bergerak untuk segera mewujudkannya.


"Dale ... Sebaiknya kau hubungi tuan Evans ... Setidaknya, kau harus tau apa tanggapan pemuda itu, tentang kejadian ini ... "


__ADS_2