World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Dosa Besar


__ADS_3

"Kebodohan ... Ya, kebodohan!"


Itulah satu-satunya Dosa besar yang sebenarnya. Hal yang dikatakan oleh kakek yang memberikan sistem padanya saat itu. Dan Noah tidak ingin terlihat Bodoh.


"Ada apa ini? Kenapa kalian ribut di sini?"


Brandon langsung menarik kepalan tinjunya saat mengetahui siapa yang baru saja keluar.


"Nona Lins. Orang ini memprovokasi pacarku dengan mengatakan bahwa aku wanita murahan."


"Manager, kami juga mendengarnya. Pemuda ini sudah berkata tidak sopan pada pacar Tuan Brandon."


"Ya. Aku juga melihatnya."


Kedua penjaga toko itu, memilih membela Brandon dan tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya. Lagipula, keduanya merasa Noah memang tidak tau tempat dimana dia berada sekarang.


Brandon sendiri merasa bangga karena semua orang berpihak padanya. "Nona Lins, aku datang untuk membeli stelan untuk menghadiri acara penting malam ini. Tapi, aku melihat pemuda tersesat ini di dalam tokomu. Itu saja."


Manager toko itu mengedarkan pandangannya mencoba mempelajari apa yang terjadi. Tak lama, dia memahaminya.


"Tuan Muda, Toko kami tidak mentoleransi keributan. Jadi, katakan padaku apa yang membawamu ke sini."


Lins adalah seorang profesional, jika dia ingin mengusir seseorang, dia akan menggunakan cara yang elegan. Melihat pakaian Noah dia merasa pemuda ini memang tersesat. Tapi, untuk kasar pada seseorang, bukanlah caranya.


Noah tersenyum. "Nona, sepertinya anda sangat profesional. Aku sangat menghargainya. Aku kesini untuk mendapatkan beberapa pakaian resmi. Bisakah kau memberikanku rekomendasi?"


"Nona Lins. Kau dengar? Dia berbicara seolah dia mampu membeli pakaian yang ada di sini. Itu kenapa Brandon ingin mengusirnya."


Lins sama terkejutnya, tapi Manager toko itu berusaha tenang. Tidak terlalu mengindahkan kata-kata pacar Brandon, dia membalas senyum Noah.


"Baiklah, aku akan merekomendasikan beberapa pakaian untuk anda. Ikut aku."


"Baik, terimakasih."


Noah mengikuti langkah Lins dan meninggalkan Brandon dan yang lainnya. Namun, saat Brandon mencoba meyakinkan Lins sekali lagi, para penjaga toko itu menghentikannya.


"Tuan Brandon, biarkan saja. Manager kami, punya cara sendiri untuk mengusir orang seperti itu."


"Jadi begitu? baiklah."


"Ya, Tuan Brandon. Sekarang, katakan pada kami stelan seperti apa yang kau inginkan."


"Nanti malam, adalah peresmian kantor pusat World Order. Aku dan ayahku akan datang ke sana. Aku memerlukan pakaian yang sedikit mencolok."


Selagi Brandon memilih pakaian di sana. Lins si manager toko itu menunjukkan pada Noah beberapa pakaian edisi terbatas untuk membuat pemuda itu terkejut dan sadar diri.


"Tuan Noah, pakaian ini di potong dan di jahit langsung oleh perancang kami. Melihat dari ukuran tubuh anda. Ini sangat cocok sekali."


"Baiklah, Nona Lins. Aku akan mengambilnya. Berapa harganya?"


Lins menyunggingkan senyum lalu berkata. "Tidak mahal, hanya lima puluh ribu dolar saja."

__ADS_1


Lins sengaja mengatakan bahwa itu tidak mahal, agar terlihat bahwa toko ini memang bukan toko yang menjual pakaian murahan. Menduga Noah akan terkejut dan segera pergi, sesaat kemudian Lins lah yang terkejut.


"Baiklah Nona Lins, karena kau sangat cantik dan ramah padaku. Maka aku akan mengambil semua edisi terbatas yang sesuai dengan ukuran tubuhku, yang ada di toko ini."


Mata Lins melebar begitu juga mulutnya. "Tuan Noah, apakah kau bercanda?"


Noah menggeleng. "Tidak, aku tidak bercanda. Silahkan bungkus semuanya. Aku percaya, kau tau apa yang pantas untukku."


"Maaf, jika aku lancang. Kami setidaknya memiliki dua puluh stelan yang cocok denganmu. Itu berarti setidaknya kau akan membayar satu juta dollar."


Noah mengangguk. Tidak masalah. "Aku akan membayarnya. Berikan tagihannya."


Lins menelan ludah berfikir pemuda ini bercanda sudah terlalu jauh. Hal itu membuat nya sedikit kesal.


Namun, dia tetap mengambil alat transaksi dan memasukkan nominal tagihan untuk membuktikan perkataan Noah.


Saat itu, dia berfikir jika Noah tidak mampu membayarnya, maka dia akan mengusirnya dengan sedikit kasar karena telah mempermainkannya cukup jauh.


Saat Lins melakukan itu, ponsel Noah berbunyi. Pemuda itu langsung mengangkatnya.


"Henry, ada apa?"


"Noah, bisakah kau ke sini? Ada sesuatu yang ini kami bicarakan denganmu."


Selagi Noah berbicara di telfon, Lins membalikkan alat transaksi. Sambil berbicara dengan Henry, Noah menempelkan jarinya di sana.


"Ting!"


Sekali lagi dia melihat Noah yang tampak serius berbicara dengan orang di seberang sana, lalu kembali pada layar alat transaksi.


Pemuda di depannya ini, baru saja membayar seluruh pakaian edisi terbatas toko ini bahkan tanpa mencobanya. Hal lainnya adalah, dia melakukan itu sambil menelfon seolah hal itu bukan apa-apa.


"Nona Lins, sepertinya aku harus ke kampusku. Bisakah kau mengirimkan semuanya ke kamar hotel ku?"


"..."


"Nona Lins? ... "


Lins yang tercenung, terkejut saat sekali lagi Noah memanggilnya.


"Oh, Ya. Ya. Kau mengajakku ke hotel?baiklah. Aku akan ke sana."


"Bukan, bukan seperti itu, aku meminta bantuanmu untuk mengirimkan ke kamar hotelku. Aku harus ke kampus. Bisakah kau mengaturnya? Aku akan memberikan tips untukmu."


"Oh maaf, lupakan apa yang aku katakan. Baiklah, tinggalkan alamatnya maka aku akan mengaturnya."


"Oh, ****, lima puluh ribu dolar?!"


"Ya, tuan Brandon. Itu edisi terbatas."


Jawab penjaga toko yang melihat keterkejutan Brandon saat mengetahui harga stelan yang berada di dalam etalase kaca di depan mereka itu.

__ADS_1


"Ini tidak cocok untukku, sebaiknya aku mencari yang berharga sekitar tiga sampai lima ribu saja."


Saat itu mereka berbicara, Noah tiba-tiba keluar dari belakang, dan terlihat melewati mereka dengan berjalan terburu-buru. Saat itu, sontak keempatnya tertawa.


"Hahahaha!"


"Hahahaha!"


Saat mereka menertawakan Noah, Lins kembali ke depan. "Apalagi ini, kenapa kalian berisik sekali?"


"Nona Lins, kau memang profesional. Aku rasa kau sudah memberi pelajaran hingga membuat orang itu ketakutan."


Lins mengernyit heran. "Tuan Brandon. Aku tau siapa ayahmu. Kalian hanya pengusaha kecil yang memiliki pendapatan tidak lebih dari dua puluh juta dolar setahun. Berani sekali kau mentertawakan pelanggan VIP kami."


Mereka berempat langsung terdiam. Sepertinya ada yang salah saat mereka mendengar kata-kata dari Lins itu.


"Nona Lins. Apa maksudmu?" Tanya Brandon.


"Huh, pantas jika Tuan Muda itu, mengatakan kau pecundang. Dan memang itulah faktanya. Di depannya, kau benar-benar hanya pecundang."


"Nona Lins, kenapa kau jadi kasar begitu?  Apa yang terjadi?" Tanya pacar Brandon, seolah Lins baru saja berubah dari wanita tenang yang elegan menjadi bar-bar bermulut kasar.


Tidak menjawab pertanyaannya, Lins menatap pada dua karyawannya.


"Apa yang kalian lakukan. Cepat bungkus semua koleksi edisi terbatas itu dan beri kemasan yang sangat mewah. Tuan Muda tadi telah membeli semuanya."


Setelah mengatakan itu, Lins mendekat pada Brandon. Tepat didepannya, Lins merapatkan giginya. "Apa kau ingin menghancurkan bisnis kami? Apa maksudmu ingin mengusir pelanggan VIP kami?"


"Nona Lins, aku tidak mengerti."


"Jika kau tidak ingin membeli apapun, cepat angkat kaki dan bawa wanita murahan ini, pergi dari sini!!" Seru Lins penuh emosi.


Beruntung dia cepat keluar, jika tidak pelanggan berharganya itu bisa saja benar-benar pergi karena kebodohan dua orang di depannya ini.


"Brandon, katakan sesuatu." Ucap teman wanitanya, minta supaya Brandon membelanya.


Sempat terdiam sebentar, Brandon langsung berbalik dan menarik pacarnya."Ayo pergi."


Dia tau bahwa Lins bukan seseorang yang bisa diprovokasi. Bisnis keluarga mereka dengan Jaringan Bisnis Gucci bagai langit dan bumi. Melihat bagaimana Lins emosi. Brandon langsung tau bahwa dia telah melakukan kesalahan yang fatal.


Satu jam kemudian, Noah sampai di asrama teman-temannya.


"Ceritakan, bagaimana kejadiannya."


"Saat Jade turun, taksi yang kami tumpangi baru saja tiba. Tapi, tiba-tiba beberapa pria datang dan berbicara dengan Jade, setelah itu mereka langsung pergi dengan mobil yang terparkir di seberang jalan."


"Apa terlihat seperti penculikan?"


Ketiganya menggeleng. Namun, hanya Henry yang menjawab.


"Aku rasa itu keluarganya. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi, dan mereka datang untuk menjemputnya."

__ADS_1


__ADS_2