World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Agenda Noah


__ADS_3

"Fredy, aku tidak menyangka Noah bisa mengambil alih the Ravens dengan begitu mudahnya. Apa yang sebenarnya terjadi saat itu?"


Fredy hanyanbisa menggelengkan kepalanya. "Bearice. Aku tidak sadarkan diri saat Noah tiba-tiba saja memukulku. Namun, begitu aku terbangun, seluruh anggita the Ravens sudah tunduk padanya."


"Bagaimana dengan Zarko? Bukankah Noah harus mengalahkannya?"


"Kakinya patah, dan saat itu dia sudah tak sadarkan diri."


Keduanya adalah teman sekelas Noah saat sekolah. Hampir semua orang tau bahwa Noah sedikit lemah namun begitu keras dalam bekerja.


"Aku rasa, telah banyak hal yang terjadi selama dia di Silversyone. Dan ... "


Bearice menggantung kata-katanya. Dia masih belum yakin tentang rahasia yang dikatakan Noah pada mereka itu. Namun, Fredy menegaskan.


"Noah, tidak pernah berbohong. Aku cukup mengenalnya. Dan, ya. Dia sudah banyak berubah."


Bearice mengangguk. "Terserah, yang penting sekarang tentang Jaringan ini. Apa Noah benar-benar ingin mendirikannya?"


"Bearice, Noah mengatakan padaku bahwa dia ingin menata ulang BronzeLand. Apa menurutmu itu masuk akal?"


"Aku tidak tau ... Mengalahkan dan menaklukkan the Ravens juga terdengar tidak masuk akal sebelumnya bukan? Tapi Noah benar-benar melakukannya."


"Baiklah, aku memutuskan untuk mempercayainya dan mengikutinya. Lagipula, setidaknya sekarang kau dan aku punya pekerjaan."


Bearice mengernyitkan keningnya. "Pekerjaan?"


Fredy mengangguk. "Ya, Noah akan menggaji kita seratus ribu dollar dalam sebulan."


Mendengar itu, mata Bearice langsung melebar. "Seratus ribu? ... Bukan seribu?kau tidak salah mendengar?"


"Apa kau tidak melihat rekeningmu? Aku tidak memilikinya jadi aku memberikan rekeningmu padanya."


Saat itu juga, Bearice membuka ponselnya. Beberapa saat setelah menunggu, matanya langsung terbelalak.


"Holy S**t ... Fredy ... Ini ... Ini ... "


Fredy yang melihat Bearice bergitu histerisnya, memanjangkan sedikit lehernya untuk memastikan apa jumlahnya sesuai dengan apa yang di katakan Noah.


"F**k ... Noah ... Itu ... Satu ... Satu ... "


Bearice mangangguk-anggukan kepalanya. "Ya ... Ini ... "


Saat itu juga, Fredy berdiri dan segera keluar dari sana.


"Fredy, mau kemana kau, hei ... "


"Aku harus mencarinya. Aku rasa dia kelebihan satu angka Nol saat mengirimnya."


Saat fredy tiba di markas The Ravens, dirinya mendapati ada satu orang sudah terkapar di depan Noah.


Fredy melihat lekat pada orang tersebut, kemudian matanya melebar. Namun itu hanya sebentar karena selanjutnya dia mendengar kata-kata Noah pada dua orang lainnya.


Fredy sedang melihat dua orang itu di memapah temannya, saat Noah tiba-tiba memanggilnya.


"Fredy, kau sudah datang? ... Kemarilah."

__ADS_1


Fredy mengangguk dan segera mendekat. Dia duduk tepat di depan Noah kemudian bertanya.


"Noah, kau memukul Sam? ... Maksudku kau tidak tau siapa yang kau pukuli?"


Noah menggelengkan kepalanya. "Aku tidak peduli. Aku akan menghargai orang yang bisa menghargaiku. Jika tidak, mereka akan mengenaliku dengan cara yang berbeda. Itu saja."


Dax yang juga berada di sana, menelan ludah. Jelas baginya Noah bukan pemuda biasa.


"Ketua, ini nomer rekening anggota kita."


Noah hanya menganggukkan kepalanya, lalu menatap Fredy kemudian kembali pada Dax.


"Dax, siapkan satu rekening utama untuk persiapan Jaringan ini. Fredy yang akan memegangnya dan mulai saat ini, dia juga yang akan mengurus masalah gaji kalian."


"Baik, akan aku dapatkan."


"Noah, soal uang yang kau transfer pada—"


Fredy tidak dapat menyelesaikan kata-katanya, karena saat itu Noah langsung menyelanya.


"Aku mengirim satu juta dollar, agar kalian berdua bisa mendapatkan rumah yang lebih baik untum tempat kalian tinggal. Setelah Jaringan berdiri, maka setiap anggota pertama Jaringan ini, akan mendapatkan tempat tinggal mereka masing-masing."


Sekali lagi para anggitabthe Ravens menghentikan pekerjaan mereka saat mendengar Nkah mengatakan hal tersebut.


Namun, kali ini Noah menoleh pada mereka dan langsung berkata. "Itu terjadi, jika kalian benar-benar berguna. Sekarang, kembalilah bekerja."


Dax hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Sempat berfikir bahwa Noah akan membawa petaka bagi the Ravens, sekarang dia dan yang lainnya merasa kemunculan Noah benar-benar suatu pertanda bahwa The Ravens sebentar lagi akan naik ke jenjang berikutnya.


"Noah, jadi itu—"


Fredy mengangguk mengerti, lalu kembali bertanya.


"Lalu, apa sebenarnya pekerjaan yang akan aku dan Bearice lakukan?"


Mendengar pertanyaan itu, Noah tersenyum. "Manarik perhatian."


Mata Fredy melebar, namun keningnya mengkerut. "Menarik ... Perhatian?"


Noah mengangguk. "Ya, aku yakin dengan keterlibatanmu di sini, Keluarga Briley akan mencoba mendekatimu bahkan mungkin sedikit menekan kalian berdua. Jangan terlalu diperdulikan dan Aku ingin kau memberikan mereka, informasi palsu."


Saat ini, Fredy langsung mengerti. "Jadi, kau berniat mengadu domba dua jaringan?"


"Tidak, aku ingin mereka saling mencurigai saja. Saay itu, kita akan menekan yang paling merasa merasa lemah, lalu menawarkan harga yang tidak bisa mereka tolak. Aku ingin membeli perusahaan mereka."


"Dengan begitu, the Ravens akan dilirik oleh keluarga Faust, begitukah?"


Noah mengangguk. "Fredy, aku mengenal dirimu dan Bearice. Kalian berdua bukan orang bodoh. Jadi, kalian tentu tau bagaimana menangani keluarga itu bukan?"


Fredy menganggukkan kepala, namun kemudian kembali bertanya. "Noah, membeli perusahaan butuh dana yang banyak apa kau benar-benar memilikinya?"


"Fredy, kau mengenalku bukan? Aku memilikinya. Sekarang, kita bisa memulai semua rencana ini."


Saat itu, tidak jauh dari sana, Noah melihat seorang wanita yang sejak tadi memperhatikan mereka berbicara.


"Merlin, kemarilah ... "

__ADS_1


Merlin mendekat dengan sedikit gugup. Diantara semua orang di sana, wanita ini seolah sudah melihat tempramen Noah.


Baginya, Noah adalah tipe manusia tidak banyak bicara, namun lebih banyak bekerja. Wanita itu berfikir Noah menyelesaikan segala sesuatunya dengan pukulan saja.


"Ya, ketua ... Apa ada tugas untukku?"


Noah mengangguk. "Apakah anggota the Ravens wanita tidak mendapatkan apapun sebelumnya?"


Merlin tertegun. Dia hendak menjawab, namun hatinya bingung. Saat ini dia menyadari bahwa anggota wanita the Ravens, tidak mendapatkan apapun sebelumnya selain hadiah-hadiah dan sebagai teman bercinta anggot lainnya saja.


"Ketua, soal itu ... Aku ... Aku ... "


"Aku tidak tau bagaimana kalian sebelumnya, tapi The Ravens yang sekarang, berbeda. Selama Kalian di bawahku maka aku bertanggung jawab atas kesejahteraan anggotaku."


Merlin sedikit terperangah. Pandangannya pada Noah, seketika berubah. Dia sempat mencari tau siapa. Pemuda ini sebelumnya, namun hasilnya sedikit mengecewakan.


Pemuda yang menjadi ketuanya saat ini, berasal dari panti asuhan miskin, di sudut kota. Namun, melihat banyaknya uang yang dimilikinya, tentu saja Merlin mempertanyakan asal usul Noah yang sebenarnya.


Melihat, Merlin hanya diam saja, Noah kembali berbicara.


"Baiklah, kau akan menjadi wakilku untuk mengatasi itu. Kalian akan mendapat tunjangan yang sama, bagaimana?"


Mata Merlin melebar. "Benarkah? ... Maksudku, kami akan menerima gaji yang sama seperti yang lainnya?"


Noah segera mengangguk. "Ya, kalian pasti akan lebih banyak berguna daripada mereka. Jadi, aku rasa kalian pantas mendapatkan hak yang sama, atau mungkin lebih."


Merlin mengangguk cepat. "Baiklah, aku akan mengurus itu. Lalu, apa tugas kami?"


Kembali Noah tersenyum. "Tentu saja tugas wanita."


"Maksudmu, bercinta?"


Noah mengernyit heran. "Kenapa bercinta hanya jadi tugas wanita? Bukan ... Maksudku, kalian akan menarik perhatian. Aku akan mengirimkan uang yang cukup untuk mengubah gaya kalian."


Meski sedikit kebingungan, Merlin menganggukkan kepalanya. "Lalu, perhatian siapa yang harus kami dapatkan?"


"Seluruh Gangster di kota ini, datangi wilayah mereka dan habiskan sejumlah uang di sana."


Merlin mengernyit heran. Dia tidak menyangka menghabiskan uang bisa disebut sebagai pekerjaan.


"Berikan juga, Rekening kalian pada Fredy, dia yang kan mendanai segala keperluan kalian."


"Terimakasih, ketua."


Merlin, menunduk sebelum pergi. Saat berbalik, ingin rasanya dia berteriak girang. Namun, dia mengurungkan niat itu demi menjaga wibawanya sebagai wanita yang tersisa.


Saat wanita itu pergi, Fredy kembali bertanya.


"Noah, kau berniat menantang seluruh gangster di kota ini?"


Noah menggelengkan kepala. "Tidak, tapi  jika harus begitu maka itu lah yang akan terjadi ... Aku ingin mereka semua berada di bawah the Ravens."


"Kau ingin menyatukan semua gangster?"


Noah mengangguk. "Ya, jika aku tidak bisa memulai Jaringan Bisnis ini dengan mudah, maka aku akan memulainya dengan membuat kekacauan besar di kota ini."

__ADS_1


__ADS_2