World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Misi Level Tiga


__ADS_3

Bella yang begitu terkejutnya dengan kedatangan Noah ke dalam kamar tersebut, tidak melakukan hal seperti apa yang diminta pemuda itu.


"F**k ... Bella, kenapa kau masih diam ... Kenakan pakaianmu ... !"


Wajah bella seketika berubah dan segera dia berdiri sambil menatap Noah tajam.


"Kenapa aku harus mengenakan pakaianku? Aku sedang bekerja, dan kau datang mengganggu ... !"


Melihat gadis itu berdiri menantangnya, Noah memalingkan wajah. "Bella, apa yang kau katakan ... Cepat pakai—"


Kata-kata Noah terpotong karena saat itu Bella telah berjalan dan mengambil sebuah botol minuman, lalu menghantamkan benda itu pada pria yang tadi menungganginya tersebut.


"Praaannnngg ... "


Setelah itu berbalik menoleh pada Noah yang kembali terlihat memalingkan wajahnya.


"Noah, kenapa kau memalingkan wajahmu? Apa kau tidak suka melihat seorang gadis yang sedang tidak mengenakan apapun?"


Kesal karena permintaannya sepertinya tidak akan di dengar, Noah berbalik dan langsung mendekat pada Bella.


Seketika, mata Bella melebar. Tidak permah sekalipun pemuda ini menatapnya dengan begitu marahnya. Berfikir Noah akan segera menampar atau memukulinya, Gadis itu mengangkat tangan memberi tanda agar Noah tidak mendekat.


"Noah ... Noah ... Noah, berhenti. Aku akan memakai—"


Tidak sempat menyelesaikan kata-katanya, Noah sudah mengangkat dan melemparnya ketempat tidur.


Kali ini, pikiran Bella berubah. Sempat terlintas akan terjadi hal lainnya, namun saat itu juga dia tau apa yang akan dikerjakan Noah.


"Tidak, tidak ... Aku akan memakai pakaianku saja ... Noah, tidak!"


Noah langsung membungkusnya dengan selimut di sana, dan segera mengangkat bela ke bahunya dan membawa gadis itu keluar dari sana.


"**** ... Noah, turunkan aku. Hei, ... G*d Da*mit ... Noah ... "


Bella terus meronta dan memukul-mukul punggungnya, Namun Noah tidak memperdulikannya.


"Oh, Sial ... Setidaknya, biarkan aku mengambil dompetnya. Dia belum membayarku. Hei, Noah ... Ambil dompetnya ... Noaaaah ... "


***

__ADS_1


Benar-benar kacau, itulah yang Noah rasakan. Hampir semua saudara-saudaranya mengalami kehidupan yang sangat kacau setelah mereka selesai sekolah dan harus bekerja.


Seperti saat ini saja, setelah tadi malam Noah menjemput paksa dirinya, Bella sepertinya masih tidak terima.


"Noah, aku anak pelac*r dan ... Mungkin kau dan beberapa orang lainnya, juga sama. Jadi, kenapa aku tidak boleh menjual diriku?"


"Bella, apakah kau benar-benar bodoh? ... Tentu saja hal itu tidak boleh. Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal itu lagi."


Bella menggelengkan kepala sambil tersenyum sinis. "Noah, dewasalah dan lihat kami semua di sini. Apa kau fikir aku ingin menjadi seperti ini? ... Kau pikir, kami semua sepintar dirimu?"


Bagi mereka yang tumbuh bersamanya, Noah memang merupakan anak yang paling cerdas dan pekerja keras.


Itu kenapa Victoria, sedikit memberi perhatian lebih padanya. Namun, begitu, tidak ada satupun dari mereka yang merasa iri atau mempermasalahkannya.


Akan tetapi, bagaimana sikap Noah pada Bella saat ini, tentu saja gadis itu merasa muak.


"Bella, baiklah ... Aku tidak akan berdebat denganmu. Oke? Tapi sekarang aku sudah di sini. Aku tidak ingin kau melakukannya lagi."


Bella tetap menggeleng, "Lalu aku harus apa? Kau akan menikahiku?" setelah itu, gadis tersebut menatap yang lainnya. "Dan kau juga akan menikahi mereka semua?"


Kata-kata Bella itu, membuat kesal hatinya. "Bella, bagaimana aku bisa menikahi saudaraku sendiri? Pertanyaan bodoh seperti apa itu?"


Noah langsung mengangguk. "Ya, itulah yang akan aku lakukan."


Saat Bella kembali ingin menyerangnya dengan kata-kata, Noah langsung memotongnya.


"Bella, di antara semua saudara-saudara kita, aku dan kau memiliki umur yang sama. Kita benar-benar tumbuh bersama. Tadi malam, saat aku masuk ... Aku ... Aku ... "


Noah benar-benar tidak bisa membayangkan lagi betapa marahnya dia saat itu. Namun, saat melihat Bella seperti ini, dia menjadi bingung.


Karena saat ini, Bella bersikap seolah apa yang telah dilakukannya adalah hal yang sangat salah.


Noah menggelengkan kepala dan melanjutkan kata-katanya. "Sudah, itu sudah tidak penting lagi. Sekarang, kalian semua bersiaplah. Untuk sementara, kalian akan ke Silverstone."


"Noah ... Sudahi omong kosong ini. Kau fikir kau siapa? Hah? ... Apa kau lelaki yang telah bercinta dengan pelac*r yang membuangku? Atau, Kau ingin menjadi ayahku? Atau—"


"Plaaak ... "


Sebuah tamparan, langsung menghentikan kata-kata pedas Bella.

__ADS_1


"F**k ... Hanna, kenapa kau menamparku?"


Dengan tanpa rasa bersalah, Hanna menjawabnya. "Kau pantas mendapatkannya, tapi karena aku tau Noah tidak akan pernah menamparmu, maka aku menggantikannya. Kenapa? Kau tak terima?"


"Sudahlah kalian berdua ... Dan Bella, kau memang pantas mendapatkannya. Tidak bisakah kau melihat niat baik Noah pada kita semua di sini?"


Bella berbalik menatap Julie. "Karena itulah aku mengatakan ini semua omong kosong."


Saat Noah ingin berkata, Bella kembali bicara dan memotongnya.


"Noah, jawab aku ... apa pekerjaan paruh waktumu di sana? Dan sudah seberapa banyak uangmu, sehingga kau merasa sudah bisa menanggung seluruh biaya kehidupan kami? Dengar, aku Julie dan yang lainnya tidak seperti Rachel atau Merry. Kami memerlukan banyak hal dan kami juga menginginkan lebih banyak hal lainnya. Apa kau mengerti bagian itu?"


Kata-kata Bella, langsung membungkam semua orang. Karena, apa yang di sampaikan oleh gadis itu, adalah fakta yang sebenarnya.


Tau bahwa menurut mereka Noah tidak akan mampu, mereka berniat membiarkan Noah untuk diam saja. Lagipula, mereka tidak akan merasa kecewa jika Noah tidak mampu melakukan hal yang dijanjikannya.


Akan tetapi, siapa yang menyangka bahwa kata-kata Noah berikutnya, membuat semua orang di sana terperangah.


"Bella ... Catat semua hal yang paling kau inginkan di dunia ini, dan berikan padaku. Aku akan membelikan semuanya untukmu saat itu juga."


Setelah mengatakan hal tersebut, Noah menoleh pada yang lainnya. "Hal ini, berlaku untuk kalian juga."


Kemudian, Noah berdiri dan berniat untuk pergi. Namun, melihat mereka masih terdiam, Noah kembali bersuara.


"Saat sampai di Silverstone, mungkin kalian akan bertanya-tanya. Tapi, aku mengingatkan pada kalian bahwa, aku masih Noah yang sama, yang tumbuh bersama kalian."


Noah benar-benar pergi meninggalkan mereka yang sudah terdiam. Dari raut wajahnya, menurut mereka saat itu Noah sudah sangat marah.


Noah sendiri sebelumnya sudah menghubungi Alice dan memberi beberapa instruksi tentang bagaimana cara menangani saudara-saudaranya ini.


Karena tumbuh bersama, tentu saja mereka tidak akan percaya begitu saja bahwa Noah adalah pemilik sebuah perusahaan yang kini merajai pergerakan perkonomian di seluruh kota Silverstone.


Lagipula, siapa yang akan percaya bahwa ditubuhnya saat ini, ada sebuah Sistem yang membuatnya sangat kaya, namun begitu juga berpotensi  memakan Jiwanya bahkan berkemungkinan, membunuhnya jika misinya tidak selesai.


Sore harinya, beberapa kendaraan datang untuk menjemput mereka dan membawa semua orang ke Silverstone.


Sekarang, hanya tinggal beberapa saja yang masih enggan pulang bahkan hanya sekedar untuk bertemu dengannya. Dan Noah berjanji di hatinya akan memastikan agar semua dari mereka pulang dan memulai kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.


Dari kaki bukit berbatu, di halaman panti asuhan itu, dari sana, Noah bisa melihat hampir seluruh kota Bronzeland.

__ADS_1


"Baiklah, aku rasa memang inilah misinya."


__ADS_2