World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
The Madness


__ADS_3

Kekacauan di dasar Jaringan bisnis Di BronzeLand pada satu minggu terakhir, benar-benar membuat Jaringan-jaringan Keluarga mafia di kota itu ketir.


Hampir setiap hari terdengar anggota-anggota Gangster lainnya yang memutuskan untuk keluar dan bergabung dengan the Ravens.


The Ravens sendiri, memang tidak menyembunyikan lagi tujuannya. Mereka memaksa Gangster lain bergabung atau mereka akan hancur. Tidak ada pilihan lain.


Ada dua Gangster yang menggabungkan kekuatan mereka untuk menghadapi The Ravens. Namun, mereka semua berakhir dengan sangat tragis.


Sejak saat itu, tidak ada lagi yang berani atau nekad mencoba melakukan hal yang sama, sebaliknya mereka mencoba berbicara.


Namun tetap saja, pada akhirnya mereka dihadapkan dengan dua pilihan yaitu, tunduk, atau pergilah ke neraka.


"Bourne, bagaimana kau bisa gagal mengatur pengikutmu sendiri. Sekarang lihat, mereka membuat kekacauan di kota ini."


Lil Briley, tidak menyembunyikan kekesalannya pada Bourne Scout saat beberapa Jaringan mengadakan pertemuan mendadak untuk mengatasi ulah The Ravens tersebut.


Semua orang di BronzeLand tau bagaimana cara kerja Mafia di sana. Mereka semua memanfaatkan tenaga para Gangster untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan kotor mereka.


Dengan hancurnya tatanan wilayah Gangster di BronzeLand, maka mereka akan kesulitan untuk menjalankan bisnis. Apalagi, jika The Ravens benar-benar mampu menjadi satu-satunya Gangster yang berkuasa dan memilih untuk memusuhi mereka. Itu benar-benar mimpi buruk bagi semuanya.


The Ravens berpotensi menjadi kekuatan yang sangat besar, dan tidak akan ada yang bisa mengatur mereka lagi.


Itulah kenapa mereka akhirnya berkumpul untuk mengatasi hal tersebut sebelum benar-benar terjadi.


"Sial, kau Lil tua. Kau fikir ini hanya salah ku ... Huh?"


Lil Briley mengernyit heran saat mendengar kata-kata Bourne tersebut. "Apa maksudmu, sialan?"


"Jaringan mu dan anggota kalian lah yang bertanggung jawab atas semua ini, jangan melemparkan kesalahan konyolmu itu padaku, brengsek!"


Lil Briley berdiri dan menunjuk Bourne dengan wajah tak bersahabat. "Heh, bocah sial ... Aku hanya memandang ayahmu saat dia masih hidup. Jangan bicara seolah-olah kau sudah merasa setara denganku, Son of A B**ch ... "


Bourne juga tidak terima dan balik menyingkirkan tangan Lil Briley yang menunjuknya itu. "Setara denganmu? ... Sial, bahkan dalam mimpipun, aku tidak ingin menyamakan diriku dengan dirimu, Lil F**kin tua ... !"


Saat mereka terus bersitegang, seseorang menyela. "Kalian, sudahi sikap konyol kalian ini. Kita di sini.tidak untuk menonton kalian beradu mulut layaknya wanita. Setidaknya, hargai semua orang yang ada di ruangan ini. sial ... "


Saat mereka berdua handak menanggapi kata-kata orang itu, satu lagi orang kembali bicara.


"Duduklah kalian berdua, dan ceritakan kembali apa yang terjadi sebenarnya di kota. Kita di sini untuk menyelesaikan semuanya secepat mungkin, bukan untuk semakin membuat segala sesuatunya semakin rumit. Mengerti?"


"Sialan ini, tidak becus mengurus pengikutnya. Entah bagaimana seorang pemuda bisa mengambil alih The Ravens, dan berniat mendirikan sebuah Jaringan baru di kota ini lalu membuat kekacauan."


Bourne Scout menahan emosinya melihat bagaimana pria tua itu kembali menunjuknya seolah dalam hal ini, hanya dia yang bersalah.

__ADS_1


Dengan merapatkan giginya, Bourne berkata geram. "Lil Tua, jika sejak awal aku mengetahuinya, maka aku sendiri yang akan merekrut pemuda itu. Bahkan, aku akan membatunya untuk membalaskan dendamnya padamu. Kau mengerti, brengsek tua?"


Kata-kata Bourne, tentu saja mengejutkan semua orang apalagi Lil Briley. Itu sama saja Bourne mengatakan bahwa jika dia memiliki kekuatan, maka keluarga Scout akan menghancurkan keluarganya.


"Sial kau bocah! Kau fikir siapa dirimu, Huh? Apa kau mencoba menantang keluargaku, brengsek?"


Keduanya kembali bersitegang. Namun, kali ini Bourne kembali memperjelas maksudnya.


"Semua orang di sini tau bahwa anakmu yang bodoh itu, berkali-kali mencoba menguasai wilayah bisnisku. Jika kau bukan teman ayahku, maka hari ini kau tidak lagi akan melibat anakmu bernafas. Jadi, jaga ucapanmu itu, Lil F**kin Tua ... "


"Kalian berdua bisa menyelesaikan ini nanti. Tapi sekarang fokus pada satu masalah ini. The Ravens tidak bisa di anggap remeh lagi. Mereka semakin besar setiap saatnya. Jika kita terlambat, maka semua akan semakin rumit."


Saat itu juga, Lil Briley dan Bourne Scout menghentikan acara saling tatapnya. Namun, beberapa saat kemudian, salah satu ketua Jaringan di sana, bertanya.


"Tuan Scout, kau mengatakan bahwa pemuda tersebut memilki dendam. Apalah itu menyangkut Tuan Briley?"


Bourne menoleh pada orang itu dan langsung mengangguk. "Ya, tidak salah lagi. Aku telah menyelidikinya."


"Hei, sial ... Aku tidak pernah merasa berurusan dengan pemuda itu. Kenapa seolah kau mengatakan bahwa ini semua salahku, bajingan?"


Bourne berbalik dan menoleh padanya, dengan tersenyum miring, seolah meremehkannya. Hal itu membuat Lil Briley semakin kesal saja. Namun, beberapa saat kemudian Bourne kembali bicara.


"Kalian mungkin sudah mendengarnya, tapi aku ingatkan sekali lagi karena ini benar-benar terjadi. SnakeHead hanya mengusir anggota the Ravens yang membuat ulah di wilayah mereka. Tapi, apa yang terjadi setelahnya sungguh tidak masuk akal. Ketua the Ravens mendatangi markas SnakeHead dan menghajar seluruh anggota dan membuat lumpuh ketuanya, seorang diri."


Meski sudah mendengar isu itu, tapi tak ada dari mereka yang mempercayainya. Itu karena hal tersebut terlalu luar biasa. Mereka hanya menganggap berita itu sengaja di besar-besarkan, agar ketua baru the Ravens terdengar begitu menakutkan.


Saat itu juga, Lil Briley melebarkan matanya. Sebab, saat HighSkull tiba-tiba menghilang, dia juga mendapatkan berita yang nyaris sama.


"Sial, meski begitu, apa hubungannya denganku? ... Itu hanya masalah Gangster. Si bodoh itu memukuli anggota the Ravens, hingga ketuanya datang dan menghancurkan mereka semua. Itu saja ... !"


Bourne menggelengkan kepalanya, seolah tak percaya. "Lil Tua, sudah berapa lama kau di dunia seperti ini? Empat puluh? Lima puluh tahun? Aku rasa lebih, bukan? ... Bagaimana kau bisa mengatakan itu hanyalah masalah gangster biasa? Huh?"


Melihat keduanya masih akan bersitegang, tiba-tiba seseorang yang sejak tadi duduk diam di ujung meja panjang itu, mengebrak meja.


"Braak ... !"


"F**k ... Ada apa dengan kalian ini. Kalian ingin saling menghancurkan? Baiklah, biar aku hancurkan keluarga kalian, bagaimana?"


Saat itu, keduanya langsung menoleh pada orang tersebut, lalu sedikit menunduk sebelum berkata.


"Maaf, tuan Faust ... "


"Maaf, Eddy ... "

__ADS_1


Tidak menanggapinya, Eddy Faust kembali berbicara. "Tuan Scout. Tolong jangan berbelit-belit lagi. Jelaskan saja langsung pada kami, apa yang kau ketahui tentang pemuda ini?"


Bourne Scout mengangguk. Lalu berdiri kemudian kembali berbicara.


"Noah Evans ... "


Eddy Faust mengernyitkan dahinya, begitu juga yang lainnya. "Noah Evans? ... Itukah namanya?"


"Ya, aku telah meminta beberapa orang menyelidikinya. Dia tumbuhbdi kota ini dan sekarang sedang berkuliab di Silverstone. Namun, berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, saat ini, Pemuda ini hanya berbicara dengan kepalan tinjunya, agar semua orang mengerti maksud dan tujuannya."


"Lalu, apa tujuannya?"


Saat Eddy menanyakan hal tersebut, Bourne menelan ludahnya. Namun, dia memberanikan diri untuk mengatakannya.


"Kota ini, dia menginginkan BronzeLand ... "


"Hahahahhaha ... Sial, aku pikir apa. Tapi, hanya lelucon anak-anak. Bourne, cepat selesaikan masalahmu, dan kita bicara urusan kita setelah ini."


Meski Lil Briley tertawa, namun tidak satupun dari mereka mengikutinya. Saat itu, Bourne menunduk agar bisa lebih dekat pada Lil Briley dan berkata.


"Lil F**kin Briley ... Aku tanya padamu satu hal ... Apa kau mengingat seorang pemuda yang bernama Issac, yang memohon padamu untuk melepaskan tiga saudara wanitanya?"


Saat itu juga, Tawa Lil Briley, menghilang. Entah kenapa dia bisa langsung mengingatnya. Padahal, dia tidak pernah menganggap hal yang menyangkut pemuda atau tiga saudaranya itu, hal yang besar sebelumnya.


Melihat reaksi Lil Briley, Bourne mendengus.


"Huh, baguslah kau mengingatnya. Karena, mereka berempat masih memiliki satu saudara lagi. Dan dia adalah Noah Evans yang saat ini mengacaukan kota, dan sebentar lagi akan membawa mimpi buruk ke hadapan kita semua."


Lil Briley langsung merasakan nafasnya sedikit sesak saat itu juga. Dan hal tersebut, dilihat jelas oleh Bourne.


"Dia bisa menghancurkan satu kelompok Gangster seorang diri dan berniat menguasai seluruh kekuatan bawah tanah kota ini. Apa Kau masih menganggap itu lelucon?"


Melihat Lil Briley tidak bereaksi, Bourne kembali tegak berdiri lalu menunjuknya sambil mengedarkan pandangannya pada semua orang.


"Pria tua bodoh ini, telah berurusan dengan pemuda yang salah. Jika dia bisa menghancurkan satu kelompok gangster hanya karena mengganggu Anggotanya, tentu kalian bisa membayangkan apa yang akan dia lakukan saat seseorang dengan bodohnya mengganggu saudaranya."


Meski sekilas, Bourne bisa melihat semua orang menganggukkan kepala mereka. Tentu saja tidak akan cukup dengan menghancurkan keluarga Briley. Jelas, jika hanya itu yang dia inginkan, maka saat ini pemuda itu mungkin sudah bisa melakukannya.


Seperti apa yang dikatakan Bourne di awal penjelasannya, pemuda itu benar-benar menginginkan kota ini. Saat itu juga, mereka menoleh pada Lil Briley dengan tatapan menyalahkan.


"Aku disini tidak untuk menakut-nakuti kalian, tapi apakah kalian tau bagaimana orang-orang bawah tanah yang terkenal sulit di atur itu yang kini berlutut padanya, dan menyebutnya sebagai apa? ... "


Saat Bourne menanyakan hal itu, semua orang hanya terdiam.

__ADS_1


"The Madness ... " (Kemarahan/Kegilaan)


"Begitulah mereka semua menyebutnya."


__ADS_2