
Setelah memutus sambungan, Noah yakin Alice dan yang lainnya sudah tau apa yang harus mereka lakukan untuk mengantisipasi segala sesuatu yang akan mengganggu perkembangan World Order di Silverstone dan Bronzeland.
Sekarang, dia kembali mencoba menghubungi yang lainnya. Orang yang Noah yakin adalah yang paling tepat untuk melakukan rencananya ke depan.
"Noah?!"
"Old Ted ... Apa kau sudah tau situasinya?"
"Ya Tentu ... Aku bahkan sedang membicarakan ini, dengan Antony dan yang lainnya. Lalu, apa yang bisa kami lakukan?"
Noah tidak langsung menjawab pertanyaan Ted Bowie. Pasalnya, rencana ini baru saja terlintas di kepalanya. Entah kenapa, saat ini dirinya memiliki dorongan sangat aneh untuk banyak hal.
Yang pasti, Noah sudah merasa bahwa sekarang adalah waktunya bagi World Order mulai melebarkan sayapnya.
"Old Ted ... Aku ingin kalian menyebar ke seluruh Negara bagian. Cari cara untuk berhubungan dengan apapun jika ada kesempatan, gunakan itu untuk mengambil alih mereka ... Perusahaan, Jaringan, Hukum, Media, bahkan Gangsters sekalipun, aku tak peduli ... "
Ted Bowie yang mendengar setiap kalimat Noah dengan Seksama, melebarkan matanya karena terkejut. Bahkan, saat keduanya bicara, Antony Reyes dan yang lainnya, berusaha untuk tidak bersuara dan mencoba menajamkan kuping mereka untuk mendengarnya.
Akibatnya, meski tidak begitu jelas, wajah Ted Bowie secara tidak langsung menegaskan bahwa apa yang sedang mereka dengar, benar-benar di ucapkan oleh pemimpin tertinggi World Order itu.
"Noah, ada lebih dari lima puluh Kota besar dan hampir dua ratus kota kecil di negara bagian ini. Bukankah ini akan menelan biaya yang—"
Belum sempat Ted Bowie menyelesaikan kata-katanya, Noah sudah langsung memotongnya.
"Old Ted, maaf aku harus mengatakan ini padamu. Tapi, aku tegaskan untuk terakhir kalinya ... Aku yang memikirkan tentang hal itu. Jadi katakan padaku, apakah kalian tidak mampu menyelesaikan sisanya?"
Benar-benar Noah yang berbeda. Tidak ada nada keras di sana, namun jelas Ted Bowie baru saja secara tidak sengaja menyinggung bahkan terkesan meremehkan bos nya tersebut.
Pria paruh bawa itu sedikit tertegun, hingga akhirnya membuat dirinya sedikit terlambat bereaksi.
"Baiklah, jika kau diam maka—"
"Noah, sebentar ... Maafkan aku, aku hanya sedikit terkejut. Tapi kau tentu saja tau bagaimana diriku, bukan?"
Di seberang sana, Noah tersenyum. Tentu saja dia tau siapa Ted Bowie. Jika tidak, tidak mungkin dia akan mempercayakan urusan ini padanya.
"Old Ted ... Aku mengenalmu, sebaik kau mengenalku. Itu kenapa, aku memintamu untuk melakukan ini, bukan? Atau, apa kali ini aku salah?"
Perkataan Noah, seperti pecut yang membakar semangat Pria tua itu. Entah kenapa, setelah mendengar Noah mengatakan hal tersebut padanya, Ted Bowie merasa dua puluh tahun lebih muda.
"Noah ... Jika aku gagal melakukannya, maka aku bukanlah Old Ted yang selama ini kau kenal. Jika itu memang terjadi, kau harus mencari orang lain, sebagai pengganti diriku ... "
__ADS_1
"Tentu saja aku akan mencarinya. Tapi, aku lebih suka seseorang tua ini, yang menemaniku, ke puncak dunia."
Meski Noah tidak melihatnya, Saat ini Ted Bowie sedang mencengkeram satu tangan hingga mengepal sangat keras.
"Jika begitu, biarkan orang tua ini, menemanimu ke atas sana ... "
"Itu lah Old Ted yang ku kenal. Dan aku mohon, tetaplah seperti itu ... "
Begitu sambungan keduanya terputus, Ted Bowie dengan wajah berapi-api, menatap Antony Reyes dan yang lainnya.
Antony Reyes tidak ingat kapan terakhir kalinya melihat Ted Bowie memasang ekspresi wajah seperti ini.
Jika dia tidak salah mengingat, mungkin saat mereka berdua akan terjun ke dalam Medan tempur, saat masih sama-sama bertugas dahulu. Saat dimana dia dan pasukannya, mencoba menginvasi wilayah musuh mereka.
Untuk meyakinkan situasinya, Antony Reyes pun bertanya.
"Bowie ... Apa ini seperti apa yang aku pikirkan?"
Satu anggukan saja dari Old Ted, sudah menjawab segala tanya yang tiba-tiba saja berenang-renang di kepalanya.
Namun begitu, hanya tinggal satu lagi pertanyaan terakhir yang harus dia ketahui.
Kali ini, Ted Bowie menggelengkan kepalanya. Namun tak berselang lama, dia menjawabnya.
"Maaf Antonio ... Sebuah kota, tidak bisa lagi memuaskan hasrat the Ghost ... "
Mendengar Itu, Mata Antony Reyes langsung melebar. Kali ini, giliran dirinya yang bertanya terbata, takut salah mengartikan maksud mantan anak buahnya itu.
"Ja-jadi ... Mak-maksud—"
Ted Bodie menganggukkan kepalanya sebelum akhirnya berkata untuk menegaskan pada semua orang yang ada di sana.
"Kita adalah World Order ... Dan pemimpin tertinggi Jaringan ini, sudah memberi perintah ... "
Ted Bowie mengedarkan pandangannya dan menatap setiap orang yang ada di sana, sambil menekankan setiap suku kata yang akan segera diucapkannya.
Dengan suara rendah, namun memiliki makna yang dalam. Ted Bowie akhirnya mengatakan apa yang di inginkan Noah, pada mereka semua.
"The Ghost ... menginginkan seluruh negara bagian GoldWest ini ... Berada di bawah tapak kakinya ... kalian mengerti?!"
Setelah mengatakan itu, semua orang di sana kembali sadar dengan bagaimana Noah berkembang. Sekarang, pemuda itu benar-benar berada di luar jangkauan mereka.
__ADS_1
Namun, naluri mereka untuk mengikuti yang terhebat, memberi dorongan pada diri mereka sendiri, bahwa mereka semua pantas berada di belakang pemuda itu.
"Sial ... Aku tidak tau mengapa, tapi aku merasa beruntung sekali karena masih hidup sampai saat ini ... dan akhirnya menemukan seseorang yang sangat ingin aku ikuti ... "
Satu seruan dari yang lainnya itu. Mendapat seringai tanda setuju dari yang lainnya. Sekarang, mereka terlihat seperti sekawanan singa, yang bersiap berburu ke seluruh penjuru daerah, dan mempersembahkan hasilnya, pada sang Raja.
Satu hari berlalu, Noah memilih untuk tinggal di markas Sattelite. Satu hal lagi yang membuat semua orang di sana merasa heran. Karena ini seperti bertolak belakang sekali dengan apa yang dia miliki.
Dengan kekayaannya, Noah tidak hanya mampu menyewa hotel paling mewah di kota ini saja. Pemuda itu bahkan memiliki kekuatan finansial, yang mampu membeli setiap hotel di kota ini, jika pemilik hotel tersebut berniat menjualnya.
Namun, setiap orang memiliki maksud dan tujuannya masing-masing. Aiden dan yang lainnya, berusaha secepat mungkin untuk benar-benar beradaptasi dengan cara berpikir Noah.
"Noah. Aku dan yang lainnya, juga sudah mendengar ceritanya secara garis besar. Jadi, maaf untuk menanyakan ini sekali lagi padamu ... Apakah benar-benar tidak ada yang bisa kami lakukan untukmu?"
Sebagai anggota inti Sattelite dan bawahan langsung satu dari empat Raja jalanan, bagaimanapun mereka memikirkannya, saat ini Aiden dan yang lainnya merasa seolah tak berguna.
Jadi, dia berusaha mencari informasi sebanyak yang dia bisa, yang akhirnya sampai pada kesimpulan yang sama. Sebuah riak sudah berubah menjadi gelombang. Mereka yakin sebuah badai akan datang.
Tidak tau siapa yang akhirnya menjadi pemicu badai itu, namun semua orang pasti sedang bersiaga. Berbicara isu tentan the Elevens saat ini, bukanlah sebuah topik yang bisa dibicarakan sambil meneguk bir yang ada di atas meja.
Noah hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya saat mendengar pertanyaan Aiden. Menanggapinya, akhirnya Noah buka suar.
"Aiden ... Sepertinya aku salah. Dan aku tidak ingin melakukannya lagi. Situasi saat ini, menjelaskan padaku bahwa, aku cukup beruntung bahwa kalian ada di sini dan berniat membantuku ... "
Mendengar kata-kata Noah, mereka merasakan angin segar baru saja bertiup di sekitar mereka.
"Jadi, apa yang bisa kami lakukan?"
Setelah menanyakan itu, Aiden dan yang lainnya melihat raut wajah Noah berubah. Kakak Mia itu, sempat merasa bahwa dia baru saja melontarkan pertanyaan yang salah.
Namun, saat Noah akhirnya bersuara. Mereka langsung tau apa yang kini ada di dalam kepala Katia mereka itu.
"Sejak awal, Aku tidak tertarik dengan posisi Raja ini. Tapi, aku hanya tertarik pada satu hal saja dan aku telah mengatakannya padamu saat itu ... "
Noah menatap satu-satu semua orang yang menjadi anggota inti, dari Tim balap jalanan yang dipimpinnya itu.
"Lakukan persiapan apapun yang kalian bisa, karena Sattelite akan secara terbuka, menantang semua tim dari Tiga Raja lainnya ... "
Noah berbalik dan menunjuk tinggi ke atas, sebelum akhirnya bersuara.
"Aku akan membawa kalian, kepuncak tertinggi ... Dimana, di sana hanya akan ada satu raja saja yang akan bertahta ... "
__ADS_1