
Noah tidak begitu terkejut saat mendengar hal itu. Karena, sudah sejak dia masih berada di sana, tanah tempat berdirinya bangunan panti mereka tersebut, telah lama menjadi sengketa.
"Nyonya Victoria, apakah mereka masih orang-orang yang sama?"
Victoria hanya mengangguk dengan air mati masih membasahi pipinya. Wanita itu benar-benar terlihat sangat cemas saat itu.
Saat itu juga Noah sudah mengerti apa yang akan dilakukannya. "Baiklah, jika begitu aku yang akan BronzeLand ... "
Mendengar itu, mata Victoria langsung melebar. Dia menoleh pada Noah dan langsung menggelengkan kepalanya.
"Tidak, tidak ... Noah, biar aku saja yang ke BronzeLand. Aku akan berbicara pada mereka. Mereka telah mencobanya beberapa tahun dan tidak pernah berhasil, bukan? Jadi aku harus ke sana sekarang."
Noah hanya bisa tersenyum untuk menenangkan Victoria. "Nyonya Victoria, aku sudah cukup dewasa, jadi kali ini biarkan aku yang berurusan dengan mereka."
Victoria kembali menggelengkan kepalanya, tidak setuju. "Noah, ini sedikit berbeda dari dulu, jadi biarkan aku kembali ke sana. Ini ... "
Noah mengernyit keheranan saat Victoria urung menyelesaikan kalimatnya. Saat itu juga Noah seperti menyadari satu hal. Menurutnya, Victoria sekarang mencoba menyembunyikan sesuatu darinya.
Alice yang juga merasakan kebimbangan Victoria, mencoba meyakinkan wanita tersebut.
"Nyonya, tenang saja ... Seperti kata Noah, dia sudah cukup dewasa. Aku yakin dia bisa menyelesaikan masalah di sana, apapun itu. Percayalah padanya, oke ... "
Tangis Victoria mereda, dia kembali menatap pemuda yang ada di sebelahnya tersebut. Namun, wajahnya masih menunjukkan kebimbangan yang sama.
"Noah, sebenarnya ... Uang yang kau kirim ... Di sana, sekarang—"
Noah menggelengkan kepalanya masih dengan senyuman yang sama. "Nyonya, kau tidak perlu menjelaskannya padaku. Aku akan mencari cara untuk menyelamatkan rumah kita, oke?"
Benar-benar tidak ingin membebani Victoria lagi, Noah bertekad mencari apa sebenarnya yang terjadi di panti asuhan mereka.
Karena Noah tau, apapun itu Victoria tidak akan menceritakan semua padanya. Karena begitulah sifat wanita yang membesarkan dirinya dan saudara-saudaranya di sana. Wanita, itu tidak ingin mereka tumbuh dengan rasa cemas atau takut.
"Noah, kali ini tolong selamatkan saudara dan adik-adikmu ... "
Noah langsung memeluk Victoria, Dan mengusap bahu wanita yang sudah dia anggap ibunya itu. "Nyonya, akan aku lakukan seperti apa yang kau harapkan, percaya padaku, oke?"
Setelah Merasa Victoria tenang, Noah melepas pelukan tersebut, lalu berdiri hendak pergi.
Namun, saat dia ingin melangkah, dia menolah pada Alice dan tampak akan mengatakan sesuatu.
"Noah, pergi saja ... Aku akan menjaga Nyonya Victoria seperti apa yang kau harapkan."
Mendengar kata-kata Alice, Noah hanya mengangguk sebelum benar-benar pergi meninggalkan keduanya.
Begitu berada di luar, Noah langsung menghubungi Ted Bowie.
"Noah, ada yang harus aku lakukan?"
__ADS_1
"Old Ted, siapkan sebuah mobil untukku ... "
***
Beberpaa jam kemudian, saat hari menjelang gelap, dengan sebuah mobil SUV Noah memasuki kota BronzeLand.
Saat terakhir kesini, beberapa waktu yang lalu, Noah hanya memperhatikan kota itu dari atas. Akan tetapi, saat ini dia bisa melihat dengan jelas kondisi kota tempat di mana dia dibesarkan tersebut.
"Noah, maaf karena mengatakan ini. Tapi, kota ini terlihat sangat kacau sekali."
Noah hanya bisa mengangguk pasrah saat mendengar ke terus terangan Ted Bowie yang kini sedang mengemudi di sebelahnya itu.
"Yah, seperti yang di ketahui semua orang, kota ini benar-benar kacau dan sekarang terlihat semakin memburuk saja."
Sepanjang mereka melewati pusat kota kecil itu, keduanya melihat banyak orang-orang berjalan kaki di sana. Namun, lalu lintas di sana terlihat sangat sepi.
Ada alasan kenapa Ted Bowie mengatakan kenapa kota ini terlihat sangat kacau. Itu karena di sana terlihat sangat jelas banyak kelompok-kelompok gangster sedang berkumpul hampir di setiap sudut kota.
Belum lagi saat mereka melihat anak-anak gadis hingga wanita dewasa yang berdandan secara berlebihan, berdiri di depan yang jelas sedang mencoba menjajakan tubuh mereka.
Bahkan saat ini saja, Mobil yang di kendarai mereka terlihat menarik perhatian banyak orang.
Ted Bowie mengantarkan Noah ke ujung kota BronzeLand, di sebuah kaki bukit berbatu, di mana bangunan pantinya berdiri.
Saat sampai di sana, Noah meminta Ted Bowie untuk meninggalkannya di sana dan mencari penginapan untuk dirinya sendiri.
Baru saja Noah memasuki halaman panti asuhan tersebut, sebuah suara pemuda yang terlihat masih berumur lima belas tahun, berseru memanggilnya.
Noah tersenyum saat mendapati siapa yang menyapanya penuh semangat itu. "Thomas ... Di mana yang lainnya?"
Tidak langsung menjawab, Thomas melirik kebelakang Noah seperti sedang memastikan sesuatu.
"Kau sendiri?"
"Ya, ada apa?"
Thomas menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak ada apa-apa ... Aku fikir, kau bersama Nyonya Victoria."
Noah berjalan mendekati pemuda itu, dan merangkulnya. "Nyonya Victoria, di Silverstone bersama dengan temanku. Sekarang katakan padaku, dimana yang lainnya?"
Wajah Thomas seketika berubah tidak nyaman. Dan Noah tentu saja langsung menyadari hal tersebut.
"Noah, ayo masuk ... "
Niah hanya mengangguk dan berjalan memasuki bangunan yang memiliki ukuran cukup besar itu, namun sudah terlihat rapuh karena termakan usia.
"Thomas, sepertinya banyak yang terjadi setelah aku pergi."
__ADS_1
Noah melihat Thomas menutup pintu dan segera berbalik lalu menatapnya dengan bimbang. Jelas pemuda itu seperti sedang memikul beban yang sangat berat di pundaknya.
"Ya, sangat banyak yang terjadi setelah kau pergi. Hari ini saja, tempat ini nyaris di rubuhkan."
Saat Thomas duduk di depannya, Noah kembali mengangguk sebelum kembali bertanya.
"Thomas, katakan padaku. Apa sebenarnya yang terjadi? Nyonya Victoria bersikeras ingin kembali begitu menerima telfon darimu."
Meski sangat Muda, Thomas terlihat sangat dewasa. Setidaknya, dia bisa menyembunyikan masalah seilah tidak terjadi apapun.
Akan tetapi saat di depan Noah, pemuda itu menunjukkan kerapuhannya. Kembali tidak menjawab, Thomas mengatakan sesuatu yang langsung membuat Noah terperangah.
"Noah, aku tidak tau bagaimana kau bisa membawa Nyonya Victoria ke sana, tapi sukurlah. Aku berharap dia tidak kembali lagi ke sini."
Noah mengernyit heran. "Thomas, apa maksudmu? Tempat ini miliknya, kau tidak boleh mengatakan hal tersebut."
Thomas hanya menggelengkan kepalanya. "Noah, sama sepertimu, aku juga tidak ingin Nyonya Victoria sedih lagi. Tetapi ... Tempat ini, bukan lagi miliknya."
Noah menghela nafas panjang dan langsung melepasnya kasar. Wajah Noah langsung berubah kesal dan menatap Thomas tajam.
"Thomas, kau tak menjawab satupun pertanyaanku dan berkata sesuatu yang aku tidak mengerti hingga membuatku ingin bertanya hal lainnya. Sekarang, jawab aku. Apa yang terjadi?"
Tidak takut sedikitpun ditatap seperti itu oleh Noah, Thomas hanya tersenyum miring.
"Issac saudaramu, telah menggadaikan tempat ini pada sebuah keluarga untuk biaya pengobatan Nyonya Victoria beberapa bulan yang lalu. Sekarang, sudah lama setelah jatuh tempo dan keluarga itu, menginginkan tempat ini, itu saja ... "
Benar itu mengejutkan Noah, tapi jika itu masalahnya, tentu saja saat ini itu akan sangat mudah baginya untuk melunasi hutang tersebut berapapun jumlahnya.
Noah mengangguk mengerti. "Baiklah, jadi berapa hutang kita pada keluarga itu tersebut?"
Thomas menggelengkan kepalanya. Tuba-tiba saja pemuda itu meneteskan air matanya.
"Noah, saat ini tidak penting lagi berapa jumlah hutangnya. Karena itu telah lunas."
"Thomas, apa maksudmu? Jika sudah lunas lalu kenapa kau menangis?"
Thomas menutup wajah dengan kedua tangannya, kemudian berkata sambil menahan tangisnya.
"Itu karena ... mereka telah membawa Lily, Hanna dan kakakku Julie sebagai gantinya."
Kata-kata Thomas itu, tebgu saja langsung membuat nya terkejut. Saat itu juga, dia berdiri.
"Thomas, dengan keluarga siapa sebenarnya Issac meminjam uang?"
"Noah, kita tidak akan mampu menyelamatkan mereka, bahkan saat mencobanya, Issac nyaris mati di tangan mereka ... "
"F**k! ... Thomas! Katakan saja langsung siapa nama keluarga sialan itu ... !"
__ADS_1
"Briley ... "