World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Kode Merah


__ADS_3

Saat keduanya hanyut dalam perbincangan itu, Perjalanan ke HighCopper terasa begitu cepat.


"Alice, Kita akan menemui Julius terlebih dahulu ... "


Alice langsung mengangguk mengerti, "Baiklah ... Lagipula, kota ini milik Sattelite, bukan?"


Noah hanya tersenyum mendengarnya. Lagipula, apa yang dikatakan Alice tidak sepenuhnya salah.


Meski kedua perusahaan investasi itu adalah miliknya, Noah menempatkan cara kerja Sattelite sebagai mana namanya.


Semua orang selain beberapa orang saja, tidak mengetahui bahwa perusahaan itu, sebelumnya hanya di bangun untuk tujuan melawan Arlen Fargo.


Namun, siapa sangka Julius Clark melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Satellite berkembang menjadi salah satu Jaringan terbesar di HighCopper, tanpa masalah berarti.


"Ya, aku rasa aku akan meminta Julius mengurusnya ... Lagipula, mereka sangat mengetahui wilayah sekitar ini."


"Baiklah, aku akan menghubunginya ... "


Sementara itu, di gedung pusat perusahaan Sattelite, Julius yang tengah sibuk dalam pertemuan dengan beberapa relasinya, membesarkan mata saat melihat layar ponselnya.


Tidak pernah terjadi sebelumnya setelah dia di beri kepercayaan oleh Noah untuk menjadi pemimpin perusahaan ini, Alice Sanders menghubunginya.


Julius hanya berkomunikasi dengan Antonius dan Albert untuk melaporkan perkembangan serta pengelolaan masalah hukum.


Namun, saat wanita yang digadang-gadang memiliki kedekatan setingkat lebih tinggi daripada A4 lainnya pada pemimpin tertinggi World Order tersebut menelfon, dalam kepalanya hanya ada satu pikiran yaitu, masalah.


Cepat dia berdiri, dan menjauh dari semua orang. Setelah merasa suaranya tidak akan terdengar oleh siapapun, Julius langsung menjawab.


"Nona Alice?"


"Tuan Clark ... Aku dan the Ghost akan dalam perjalanan ke tempatmu. Kami akan tiba dalam waktu lima menit ... "


Mendengar itu, jantung Julius langsung menendang rongga dadanya. Nama the Ghost benar-benar berarti sesuatu bagi dia dan keluarganya.


Jika munculnya nama Alice di ponselnya saja mampu membuat pria itu cemas, maka saat the Ghost disebut, hampir saja dia kehilangan keseimbangannya.


"Tuan Clark ... Kau dengar aku?"


Jukius tersentak saat kembali mendengar Alice memanggilnya di seberang sana.


"Ya, ya ... Aku mendengarnya."


"Baiklah, jika begitu aku yakin kau tau bagaimana protokolnya ... "


"Ya, aku mengerti ... "


Begitubsambungan terputus, Julius menarik nafas panjang, berusaha menenangkan diri sejenak. Setelah itu, dia langsung bergegas menelfon seseorang.


Tak lama, terdengar suara di seberang ponselnya.

__ADS_1


"Boss ... "


Tanpa basa-basi Julius langsung berseru. "Jansen, dengarkan aku baik-baik. Kita telah berlatih untuk ini dan sekarang saatnya. Ini kode merah ... Jalankan protokol tingkat satu ... !"


Setelah memastikan bahwa bawahannya mendengar instruksinya dengan sangat jelas, Julius memutus sambungan dan kembali keruang rapat, di mana semua relasinya menunggu.


Saat sampai di sana, beberapa orang yang tadi sempat terkejut dan merasa heran saat melihat raut wajah pemimpin Jaringan Sebesar Sattelite itu berubah cemas saat melihat ponselnya, seperti menunggu pria yang diketahui sebagai sosok paling berpengaruh di Jaringan Besar ini, mengatakan sesuatu.


"Tuan-tuan ... Maaf, ini mungkin sedikit tidak sopan. Terjadi sesuatu, dan perusahaan kami akan menjalan protokol khusus. Beberapa orang akan datang, silahkan ikuti petunjuk mereka agar semua berjalan lebih mudah ... "


Tentu saja semua orang di sana tidak langsung mengerti apa yang di maksud oleh Julius. Oleh karena itu, beberapa dari mereka yang sangat penasaran dengan apa yang terjadi, memilih untuk memastikan.


"Tuan Clark, apakah ini sangat serius?"


"Apakah terjadi kebakaran?"


"Hah, kebakaran?"


Mereka tidak merasakan guncangan untuk menyangka bahwa itu gempa. Tentu saja saat salah satu dari mereka mengungkit masalah kebakaran, hal itu terasa masuk akal sekarang.


Melihat semua orang yang berubah jadi panik, cepat Julius bersuara.


"Tidak, ini bukan sesuatu yang seperti itu. Tapi, ini adalah hal lainnya ... "


Saat Julius mengatakan hal tersebut, pintu ruangan pertemuan itu terbuka. Setelah itu, beberapa karyawan wanita cantik yang terlihat dipimpin oleh satu wanita cantik lainnya masuk.


"Tuan-Tuan ... Silahkan ikuti mereka."


Setelah mengatakan hal tersebut, Julius langsung berjalan meninggalkan ruangan tersebut.


Sementara itu, seluruh lantai gedung, langsung terjadi kehebohan. Memang tidak terjadi kebisingan yang berlebihan. Akan tetapi, jelas karyawan-karyawan di sana merasa panik.


Berlatih dan mengikuti instruksi, memang terlihat mudah. Tapi, saat benar-benar terjadi, itu terasa sulit.


Kode merah bukan kode biasa di perusahaan Sattelite. Tidak tau standar kenapa protokol ini diberlakukan di perusahaan itu, tapi bagaimana instensnya perusahaan dalam menekankan betapa pentingnya protokol ini, jelas saat ini terjadi kejadian yang sangat luar biasa.


Tiga menit berlalu, semua orang sudah terlihat berada di posisinya. Julius sedikit lega karena sudah mempersiapkan segalanya, tapi mengungat Alice Sanders datang dengan The Ghost secara mendadak, dia mulai memikirkan kemungkinan kesalahan yang telah di lakukannya.


Empat menit berlalu, dan semua orang sudah berada di posisinya. Julius Clark keluar dari Lift dan berjalan menuju pintu utama perusahaan. Sebelum lima menit, julius dan seluruh karyawan perusahaan Sattelite, sudah berada dalam posisi masing-masing, menunggu.


Dalam lima menit, Gedung pusat perusahaan Sattelite menjadi hening. Di loby, sekarang hanya di isi oleh para eksekutif perusahaan.


Sementara yang lainnya, menunggu di posisi mereka masing-masing. Banyak, dari mereka berpikir bahwa sekarang adalah pemeriksaan kinerja. Namun, jika memang begitu, maka ini semua akan terasa sangat berlebihan.


Di antara keheningan itu, jauh di gerbang gedung perusahaan itu, terdengar deru knalpot mobil memasuki kawasan gedung.


Selama itu, degup jantung Julius terasa semakin pelan namun menendang kuat tulang rusuknya.


Waktu terasa terhenti, saat sebuah Porchee merah, berhenti tepat di depan pintu utama gedung tersebut.

__ADS_1


Mata semua orang terpana, saat melihat seorang wanita turun dari mobil tersebut. Saat ini, semua orang langsung berpikir bahwa wanita cantik itulah yang memiliki otoritas tertinggi di Sattelite, perusahaan tempat mereka bekerja.


Sesekali mata mereka melirik pada Julius, yang masih gugup. Saat semua orang bersiap-siap memberi hormat. Namun setelah beberapa saat, Julius belum memulai apapun.


Setelah beberapa saat terpana dengan penampilan wanita itu, barulah beberapa saat kemudian menyadari siapa wanita tersebut.


Meski sebagian besar orang di sana tidak pernah bertemu langsung dengannya, tapi hampir mereka semua mengenali wanita itu.


Alice Sanders, satu-satunya wanita yang di kenal sebagai A4 dari World Order. Perusahaan yang kini dikenal sebagai penguasa mutlak Jaringan Bisnis kota Silverstone.


Kedatangan wanita itu kesini, tentu tidak hanya sekedar melihat-lihat saja. Tapi, tetap itu tudak sepadan dengan apa yang mereka lakukan sekarang.


Julius langsung membungkuk dan menyapa Alice.


"Nona Alice ... "


Meski Sattelite sangat besar, namun jika di bandingkan dengan World Order dari Silverstone, tentu saja mereka belum ada apa-apanya. Sekarang, mereka mengerti kenapa protokol ini berjalan.


Meski mereka tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar. Karena melihat Alice yang baru saja keluar dari mobil dan Julius yang menyapa dengan membungkuk, merekapun mengikutinya.


Berpikir bahwa protokol itu hanya untuk Alice, di sanalah kesalahan mereka.


Sekarang, Alice berbalik dan berdiri sejajar di samping Julius Clark.


Pintu pengemudi mobil tersebut terbuka. Seorang pemuda dengan pakaian kasual baru saja keluar dari sana, dan berjalan dengan kedua tangan di saku celana depannya.


Tepat Saat pemuda itu berada di depan Julius dan Alice, pemimpin tertinggi dari Sattelite dan salah satu dari anggota A4 World Order itu, langsung membungkuk, dan menyapa memberi hormat.


"Boss ... !"


Waktu benar-benar terhenti, karena melihat kejadian itu. Jika pemimpin Sattelite saja yang membungkuk, mungkin itu bukan apa-apa. Akan tetapi, jika Alice Sanders juga ikut membungkuk, maka jawabannya hanya ada satu.


Di depan mereka saat ini, tengah berdiri seseorang yang beberapa waktu yang lalu, menaklukkan kota Silverstone dan mendominasinya.


Sepak terjangnya yang hanya sebentar saja sejak kemunculannya, langsung mengguncang Jaringan Mafia Bisnis negara Bagian Goldwest.


Seseorang, yang tidak pernah terlihat sebelumnya dan tidak diketahui asal usulnya itu, di kenal bergerak di belakang bayangan, sesuai dengan gelar yang di sandangnya.


Terjawab sudah, karena Detik berikutnya, semua orang yang sempat membatu tersebut, langsung ikut membungkuk dalam, sebelum serentak berseru memberi hormat.


"BOSS ... !!"


Sekarang, semua terasa masuk akal, Sattelite muncul di saat yang nyaris bersamaan dengan World Order, dan tanpa halangan berarti telah menjadi sangat besar di HighCopper.


Dengan membungkuknya dua orang di depan sana pada pemuda itu, menjelaskan siapa pemilik sesungguhnya perusahaan serta Jaringan tempat mereka berkerja saat ini, tersebut.


The Ghost sedikit mengangguk, lalu menyapa Julius.


"Tuan Julius ... Bagaimana kabarmu ... ?"

__ADS_1


__ADS_2