
"Noah, maaf menghubungi mu. Aku tau kau mungkin sedang sedikit sibuk dengan urusanmu di sana. Hanya saja, sepertinya terjadi masalah dengan Perusahaan yang ditangani Julius Clark di sana. Karena kau sendiri yang memutuskan untuk mendirikan perusahaan itu, aku tidak berani menelusuri lebih dalam, apa yang sebenarnya terjadi ... "
Alice Sanders langsung menjelaskan dengan panjang lebar padanya, bahwa Material untuk proyek World Order dalam usaha membangun dua kota yang sedang berlangsung, sedang dalam masalah.
Jika dalam dua hari lagi material-material itu tidak datang, maka akan bisa dipastikan hampir seluruh pekerjaan di dua kota itu akan terhenti.
Akan tetapi Sampai saat ini, Alex dan Antonius yang menjadi penanggung jawab pembangunan di dua kota tersebut, belum menerima konfirmasi apapun dari Sattelite.
Noah mendengarkan semua penjelasan Alice itu dengan seksama. Dan di saat bersamaan pula, dia mencoba mengaitkan kejadian itu dengan informasi yang baru saja dia terima dari gadis yang tampak berdiri canggung di dekatnya ini.
Saat Alice selesai dengan penjelasannya. Beberapa saat setelahnya, Noah langsung berkata.
"Alice ... Aku yang akan mengurusnya. Katakan pada Antonius dan Alex, agar mereka menambah pekerja dan percepat pembangunan dua kota itu, terutama kota yang akan menjadi pusat pergerakan Jaringan Kita ... Aku rasa, aku tidak ingin menunggu lagi ... "
Di seberang sana, Alice merasa sedikit terkejut dengan apa yang baru saja di katakan Noah. Alih-alih mengurangi pekerja Karena masalah material, bos nya tersebut memerintahkan sebaliknya.
"Noah, apa maksud—"
"Alice ... Kita akan segera mengejar ketertinggalan ... Sudah saatnya untuk menunjukkan pada semua orang-orang ini, apa tujuan kita sebenarnya ... "
Alice sudah bertekad untuk tidak mempertanyakan apalagi sampai meragukan keputusan bos nya itu. Dari seberang sana, dia hanya bisa menjawab.
"Baiklah, kami akan melakukannya ... "
"Alice ... ?"
"Ya, adalagi?"
"Tidak, tidak ada ... Tapi ... Terimakasih karena tidak meragukan ku ... "
Di seberang sana, Alice menjawabnya dengan kata-kata yang seolah meningkatkan rasa percaya diri Noah, lebih dari apa yang sistemnya mampu berikan.
"Kau tau bahwa aku dan yang lainnya, akan terus mengikuti mu, bahkan jika kau membawa kami ke neraka terdalam sekalipun, bukan?"
__ADS_1
Noah mengangguk meski tau Alice tidak melihatnya. "Ya, Terimakasih juga untuk itu ... "
Saat panggilan itu terputus. Noah mendapati wajah Stella sekarang terlihat pucat pasi.
Beberapa saat yang lalu, dia masih melihat gadis itu tampak baik-baik saja, meski terlihat begitu gugupnya. Kadang, dia merasa gadis itu cukup aneh.
Namun, Noah tidak ada waktu untuk mengurus keanehan itu, karena sekarang ada hal yang sangat mendesak yang harus dia lakukan.
"Stella, informasi darimu sangat berguna. Tetap lakukan seperti yang aku minta ... aku akan memberikanmu hadiah apa saja, sebagi balasannya ... "
Setelah mengatakan itu padanya, pemuda itu pergi begitu saja. Stella bahkan tidak mendengar dengan jelas apa yang di katakan Noah sesaat sebelum melangkah pergi dari sana.
Gadis yang sejak tadi berusaha untuk tetap berdiri itu, sekarang, untuk kedua kalinya ambruk terduduk ke bawah.
Dia berusaha menelan ludah, karena tenggorokannya tiba-tiba saja terasa sangat kering, sebelum akhirnya dengan terbata, dia bergumam.
"A-apa ... Apa itu tadi?"
Stella tiba-tiba menutup mulutnya, dan Kembali berkata. Kali ini, dia begitu gugupnya untuk mengucapkan apa yang ada di kepalanya.
Semua orang tau bahwa Albert Hall adalah satu di antara A4 yang menjadi kaki tangan orang yang mampu melejitkan nama Jaringan serta perusahaan bisnisnya dan mengambil alih sebuah kota, hanya dalam satu bulan saja.
Bisa menggunakan jasa Firma hukum milik Albert Hall saja, sudah membuat siapapun orang itu pasti dari kalangan yang sangat luar biasa.
Akan tetapi, saat dia mendengar Noah berbicara di dengan seseorang dan memanggilnya dengan nama Alice, Jantung Stella sudah menendang rongga dadanya dan mulai curiga.
Dua nama yang dikaitkan dengan pergerakan mereka saat Noah berbicara. Secara tidak langsung mengkonfirmasi bahwa dugaannya benar.
Saat Kota Silverstone di bawa-bawa dalam percakapan hingga akhirnya yang paling mengejutkan adalah saat kata World Order di sebut pemuda itu, maka saat itu juga Stella sudah tidak lagi merasakan kakinya.
Dia tidak menyangka bahwa dia akan pernah berada satu ruangan, dengan orang yang dianggap paling misterius di negara bagian GoldWest itu.
""Ini tidak mungkin, bukan? ... Ja-jadi ... Dia ... Mungkinkah ... dia ... The Ghost ... ?!"
__ADS_1
Satu jam sejak Noah mengakhiri panggilan dengan Alice lalu meninggalkan Stella dalam keadaan nanar, di gedung di tempat Tobias Zargosky mengurus bisnis yang kini dia tangani di HighCopper, pemuda itu tampak senang.
"Ivy ... Sekarang kau tau bukan?, siapa seharusnya yang kau hormati."
Hampir semua perusahaan Ekspedisi yang coba dihubungi oleh Julius, di akuisisinya. Sehingga membuat perusahaan yang dikendalikan oleh ayah dari gadis yang dia sukai itu, lumpuh.
Membayangkan bahwa dampak yang bisa dia berikan pada sebuah perusahaan sebesar Sattelite, karena kekuasaan serta kepercayaan yang di berikan Nicholas kakaknya itu, membuat Toby sangat puas dan kembali berujar.
"Hahahaha ... Tidak lama lagi, kalian pasti akan memohon padaku. Namun, saat itu jangan berpikir aku akan menjadikannya mudah ... Kita lihat saja. Kau harus merangkak dan memohon padaku terlebih dahulu ... "
Tidak ada yang mampu bertahan dengan daya saing keluarganya. Bahkan, Jaringan Zargosky bisa membuat satu dan saat ini mungkin saja akan segera menjadi dua Jaringan yang memiliki kursi di the Elevens tumbang.
Sattelite, sama sekali bukan lawan yang perlu sebuah keseriusan untuk menaklukkannya. Tobias menganggap bahwa Ivy benar-benar telah melakukan kesalahan fatal, dan memancingnya untuk melakukan hal ini.
Tobias Zargosky melihat pada ponselnya, yang tiba-tiba saja bergetar. Saat itu juga matanya melebar, dan sebuah senyuman terkembang di wajahnya saat mendapati nama siapa yang tertera di layar benda itu.
Sengaja tidak langsung mengangkatnya, Tobias membiarkan sang pemanggil sedikit menunggu.
Setalah tiga panggilan beruntun. Barulah Tobias mengangkatnya. Dan langsung berkata.
"Ivy, maaf ... Saat ini aku sedikit sibuk ... Jika kau ingin membicarakan sesuatu, maka kau bisa bertemu denganku nanti malam. Kau bisa datang ke kamarku di—"
Kata-kata Tobias Zargosky yang seolah-olah sangat merendahkan Ivy itu terpotong, karena tiba-tiba saja saat itu dia mendengar seseorang bicara di seberang sana.
Bukan suara seorang gadis seperti yang diharapkannya, namun jelas itu adalah suara seorang pemuda.
"Dengarkan aku, kau brengsek ... Kau telah salah memilih lawan bermain ... Tidak ada satupun orang yang diperbolehkan mengusik apalagi meremehkan sesuatu yang aku miliki ... "
Sempat tertegun saat mendengar suara rendah namun penuh ancaman di seberang sana, beberapa saat setelahnya Tobias menjadi murka.
"F**k ... Siapa kau, brengsek? ... Kau tidak tau siapa a—"
"Persetan dengan kau atau keluarga busuk mu itu ... Kau sibuk, Huh? ... Bersiaplah, membuatmu benar-benar sibuk ... "
__ADS_1
"F**kin, Bas***rd ... Siapa kau—"
Tobias langsung terdiam, karena satlat itu sambungan di antara keduanya sudah terputus begitu saja.