World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Sugar


__ADS_3

Malam dimana mereka menghabiskan waktu untuk bersenang-senang itu, keesokan harinya Henry dan dua teman Noah lainnya terbangun di kamar berbeda di hotel bintang lima di DevilHill.


Saat itu, tidak ada siapapun di sana. Anehnya, walaupun tidak saling bercerita, ketiganya merasa bermimpi melepas keperjakaan mereka dengan seorang gadis cantik.


Meski mimpi, tapi hal itu terasa nyata bagi ketiganya. Akan tetapi, baik Henry, Liam maupun Noel, memilih untuk memendamnya. Karena menurut mereka akan memalukan jika menceritakan hal tersebut.


Namun begitu, dua hari selanjutnya mereka menhabiskan dengan giat mempersiapkan segala sesuatunya. Antonius dari World Order menyatakan akan berinvestasi pada ketiganya.


Tentu saja begitu. World Order tidak hanya akan membiarkan mereka meliput DevilHill, lebih dari itu, World Order meminta mereka mendirikan perusahaan media, di bawah Jaringan itu.


Bahkan, Antonius mengatakan the Ghost sendiri yang meminta ketiganya memulai perusahaan tersebut. Bahkan, orang yang kini menjadi sosok paling misterius di kota Silverstone itu, telah mempersiapkan nama untuk perusahaan mereka.


Sebagai perusahaan yang bertindak sebagai mata daro World Order itu, the Ghost memberi nama perusahaan itu dengan sebutan WallEye.


Menurut Henry dan yang lainnya, apa yang dilakukan Noah pada mereka sungguh luar biasa. Karena itu, mereka tidak sabar untuk bertemu dengannya saat hari senen tiba.


"Huh?! ... Tentus saja kalian bisa masuk ke sana hari itu. Hehe."


Greg tersenyum licik saat mengatakan itu pada mereka.


"Greg, aku tau kau tidak menyukai Noah. Dan tentu saja dia juga tidak menyukaimu. Tapi, kenapa kau terus mengganggu kami?"


"Greg cuma mau bilang, teman kalian telah menjual dirinya, hanya demi membuktikan dia bisa membawa kalian masuk ke sana pada kami. Kalian mengerti maksudnya apa?"


Mata Liam dan yang lainnya melebar. Saat dia hendak menanggapi, Greg kembali bicara.


"Dia rela menjilat Bokong Nona Alice demi terlihat hebat. Huh ... Menyedihkan."


"Greg, aku tidak suka mengatakan hal seperti ini apalagi itu tentang Noah. Tapi, jika apa yang kau katakan benar. Berarti kau baru saja mengatakan Alice Sanders, salah satu A4 dari World Order, rela melakukan apa saja untuk Noah, asal bisa tidur dengannya. Bukankah terdengar seperti itu?"


Kata-kata Henry itu, langsung membungkam dua pemuda yang ada di depannya.


"Ayo kita masuk."


Henry dan yang lainnya meninggalkan keduanya masih dengan wajah geram.


"Sial ... Para pecundang ini, akan aku beri pelajaran."

__ADS_1


"Greg, tenangkan dirimu. Setelah ini, kita habisi mereka."


Malam itu, Jade meminta Leyton langsung mengantarnya pulang. Begitu juga Lucy.


Kedua gadis itu merasa apa yang dilakukan keduanya berlebihan sehingga berakhir dengan mempermalukan semua orang.


Namun, keduanya tidak peduli. Saat setelah mengantar gadis-gadis itu, keduanya menunggu Noah keluar.


Meski merasa sangat iri, karena wanita yang bersama Noah adalah Alice Sanders, namun saat mereka mengikuti keduanya, Noah dan Alice terlihat menghabiskan malam di Mansion milik Alice.


Dari sana mereka menyimpulkan Noah adalah pemuda mainan Alice. Bahkan, sebelum memberi tahu Henry, keduanya terlebih dahulu menceritakan hal tersebut pada Lucy dan Jade.


Keduanya tentu terkejut, tapi dengan perasaan berbeda. Namun, bukti foto yang mereka tunjukkan membuat keduanya percaya.


Walaupun sebelumnya Henry menanggapi hal itu dengan bangga di depan Greg dan Leyton, tapi tetap saja, jika apa yang keduanya katakan itu benar, menurut ketiganya, Noah benar-benar telah berkorban terlalu banyak demi mereka.


Saat itu juga, ketiganya berniat membatalkan kontrak yang di tawarkan Antonius. Karena jelas, itu juga karena apa yang telah dilakukan Noah.


Hampir semua orang tau bahwa Alice Sanders adalah tangan kanan the Ghost. Jadi, tentu semua sudah di atur olehnya.


"Henry ada apa? Bukankah kalian seharusnya senang?"


"Noah, maukah kau jujur pada kami, kenapa tiba-tiba tuan Antonius ingin bekerja sama dengan kami?"


Noah hanya tersenyum menggeleng. "Aku meminta Nona Alice menunjukkan hasil rekaman kalian padanya. Lagipula, World Order memang membutuhkan kalian bukan?"


Saat Noah menyebut nama Alice, ketiganya kembali mengingat apa yang dikatakan Greg.


"Noah, benarkah kau melakukan semua ini demi aku dan yang lainnya?"


Noah mengernyitkan dahinya. Pertanyaan ini tentu saja sangat mudah baginya untuk menjawabnya.


"Kalian adalah sahabatku dan kalian selaku baik padaku. Hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini. Lagipula, kalian benar-benar berbakat, aku harap kalian menerima dan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini."


Saat Noah mengatakan itu, mata ketiga sahabatnya langsung berlinang. Mereka merasa Noah benar-benar telah berkorban seperti apa yang mereka fikirkan.


"Noah, kami berjanji tidaknakan menyia-nyiakan pengorbananmu."

__ADS_1


"Ya, aku berjanji akan bekerja keras dan membalas kebaikanmu ini di masa depan."


"Itu benar, aku juga akan melakukan hal yang sama."


Jelas ada kesalahpahaman di sana. Namun, Noah hanya merasa teman-temannya terlalu senang saja hingga bersikap berlebihan.


Untuk tidak memperpanjang Drama ini, Noah langsung menganggukkan kepalanya. "Baiklah, berjanjilah untuk bekerja keras di masa depan."


"Kami berjanji ... !"


Jawab ketiganya serentak dan Noah hanya bisa tersenyum melihat tingkah ketiganya.


Saat itu, ponselnya bergetar. Melihat siapa yang memanggil, dia langsung menjauh dari teman-temannya.


"Alex ... "


"Tuan Evans, terimakasih atas peringatan mu. Aku telah memeriksa dua perusahaan ini. Sepertinya, aku melakukan kesalahan disini."


"Baiklah, kalau begitu ... Tarik dan alihkan semua investasi kita dari sana."


"Baik—"


"Alex"


"Ya, Bos?"


Noah tampak berfikir sebentar, lalu kembali berbicara.


"Aku mengubah pikiranku. Biarkan saja mereka seperti itu untuk saat ini."


"Tapi ini akan membuat perusahaan kita rugi—"


Tidak sempat Alex menyelesaikan kata-katanya, Noah kembali bersuara.


"Alex, aku tau masa lalu kalian dengan keluarga Fargo. Tapi ingat, kalian bersamaku sekarang. Kita adalah World Order. Jika mereka memang berniat menghancurkan kita, maka kita akan membalasnya dengan cara yang lebih kejam."


Noah langsung memutus sambungan. Saat itu, dia baru saja berfikir. Jika jaringan keluarga ini saja tidak mampu dia singkirkan, maka tujuannya untuk menjadi penguasa hanya omong kosong.

__ADS_1


"Keluarga F**kin go, Huh? Aku akan menginjak kalian semua, untuk naik ke jenjang berikutnya.!"


__ADS_2