
Ivy tidak menyangka Toby benar-benar datang dan mencarinya hingga ke sini.
Bertemu secara tidak sengaja di sebuah acara seremoni para pengusaha di salah satu hotel, sejak saat itu Toby berusaha mendekatinya.
Memang, awalnya Ivy merasa tidak masalah hanya untuk saling mengenal saja. Itu karena Jaringan milik keluarga Toby cukup besar, bahkan bisa di katakan sangat besar.
Gadis itu mencoba bersikap bijak dengan menjalin pertemanan agar di kemudian hari hubungan itu bisa membantu pekerjaan ayahnya.
Namun, dia harus menyesali keputusannya itu. Tobias Zargosky, tidak hanya ingin mereka hanya sebatas teman saja.
Toby, begitu orang-orang memanggilnya, menginginkan Ivy menjadi kekasihnya.
Seperti apa yang sudah dia dengar sebelumnya, Toby sangat keras kepala. Pemuda itu tidak mau melepasnya begitu saja. Bahkan saat Ivy secara terang-terangan mengatakan bahwa dia sudah menjadi milik seseorang, yang tampaknya beberapa saat lagi dia akan kembali mengatakan itu pada pemuda yang sekarang sudah berjalan mendekat padanya itu.
"Toby, kenapa kau ke sini?"
Toby hanya melebarkan senyum yang memperlihatkan sederetan giginya. Menyingkirkan apapun selain status keluarganya yang memang sudah luar biasa, pemuda ini sebenarnya memiliki penampilan yang tak kalah luar biasanya.
"Aku sudah menghubungimu beberapa kali, namun sepertinya kau mencoba menghindari ku. Katakan ... Apa kau masih akan mengatakan alasan yang sama?"
Tentu saja Ivy tidak menjawab panggilan Tobias. Bahkan jika bisa, dia sama sekali tidak ingin lagi bertemu dan berbicara dengannya.
Hanya saja, semua ini tidak semudah itu. Tobias tidak hanya memiliki keluarga yang memiliki pengaruh yang sangat besar saja. Pemuda ini, secara personal juga memiliki pengaruh besar pada beberapa gangster serta tim-tim balap jalanan maupun profesional.
Banyak cerita yang sudah Ivy dapat tentang Toby, namun tidak ada di antaranya yang terdengar baik untuk di banggakan.
"Toby, tapi ini kampus ... Dan sebentar lagi aku akan masuk ke dalam kelas ... "
Mendengar itu, senyuman di wajah pemuda itu langsung menghilang dan berganti dengan seringai.
"Nona Ivy, jangan memanfaatkan situasi karena aku menyukaimu ... Kau bisa mencoba mengelak dengan cara apapun, tapi jangan coba-coba membodohi ku ... "
Dominasi. Terakhir kali Ivy merasakan hawa ini di miliki seseorang. Dan orang itu adalah pemilik dirinya.
Namun, tidak seperti Toby, sang pemilik diri dan kini juga penguasa hatinya itu, menebarkan rasa aman meski di saat bersamaan, juga menebar ancaman.
Gadis itu tau, bahwa jika dia salah bersikap, maka akan terjadi sesuatu yang besar dan juga sangat buruk.
__ADS_1
Jaringan keluarga Zargosky tentu tidak akan tinggal diam, jika ada salah satu anggota keluarganya di permalukan.
Bahkan, Julius Clark, ayahnya yang merupakan CEO salah satu perusahaan terbesar di kota ini, tidak akan sanggup membendung tindakan yang bisa di ambil keluarga itu, saat mereka merasa seseorang meremehkan atau membuat mereka marah.
Mencoba sebisa mungkin mengimbangi situasi, Ivy menjawabnya.
"Toby, aku sudah mengatakannya,bukan? ... Kita hanya bisa berteman, karena aku telah di miliki oleh seseorang."
Jawaban itu lagi dan ini benar-benar sudah membuat Tobias muak. Dia mungkin saja akan mundur, jika gadis ini mengatakan siapa orangnya.
Namun, karena Ivy tidak kunjung membuktikannya, hal tersebut membuat Tobias Zargosky, semakin penasaran.
Dia cukup yakin, dengan penampilannya saja, gadis-gadis akan tergila-gila padanya. Bahkan jika saat ini dia ingin, dia bisa menarik salah satu gadis yang sejak tadi memperhatikannya dan bercinta di sana saat itu juga, tanpa masalah.
Akan tetapi, Ivy Clark lah yang dia inginkan. Namun, gadis ini ternyata begitu sulit untuk dia miliki.
"Baiklah, aku tidak akan memaksamu ... Aku hanya penasaran siapa orang yang sudah memilikimu itu. Jika kau tidak mau mengatakannya, sebaiknya aku menanyakan langsung pada Tuan Julius saja ... "
Tidak menunggu tanggapan Ivy, Toby langsung berbalik dan mulai melangkah. Sementara di belakangnya, Ivy tampak sedang melebarkan matanya.
Ivy merasa dia bisa mengatasi ini sebelumnya. Namun, Tanpa dia sadari, situasi menjadi semakin rumit saja. Julius dan Amanda, orang tuanya, akan benar-benar di hadapkan pada sebuah dilema yang besar.
Tentu saja memiliki masalah dengan jaringan Keluarga Mafia sebesar keluarga Zargosky bukan pilihan bijak. Namun, membuat penguasa tertinggi perusahaan Sattelite yang kini di pimpin ayahnya juga marah, tentu saja tidak kalah bodohnya.
"Baiklah, aku tidak mengatakan bahwa aku ingin menunjukkan ya padamu. Tapi, ini bukan tempat yang bagus bagi kita untuk berbicara ... "
Tobias menghentikan langkahnya dan langsung berbalik. Kini dia kembali tersenyum dan menganggukkan kepalanya, puas.
"Ah, aku rasa kau memang sangat cerdas ... Itu salah satu alasan, kenapa aku sangat tertarik padamu."
Saat mengatakan itu, Toby sudah melihat Ivy berjalan ke arahnya. Pemuda itu merasa gertakannya berhasil membuat wanita yang sangat sulit untuk dia taklukkan ini, sedikit lebih jinak.
Rasanya Toby ingin merobek baju gadis itu dan langsung melakukan beberapa adegan fantasi liar yang sudah muncul sejak pertama kali dia melihat gadis itu.
Namun, dia tau bahwa itu sama sekali tidak menantangnya. Toby, memilih untuk sedikit lebih bersabar, sebelum akhirnya bisa membuat gadis itu merangkak ke atas tempat tidurnya.
Lagi pula, setidaknya dia sudah tau kelemahan Ivy. Gadis ini cukup cerdas namun sedikit naif. Sangat jelas bahwa gadis yang kini sudah berjalan melewatinya itu, takut dengan pengaruh jaringan keluarga Zargosky akan melakukan hal yang buruk pada perusahaan ayahnya.
__ADS_1
"Apa kau tetap ingin di sana? ... Jika benar, maka aku akan pergi sendiri."
Toby hanya bisa menyunggingkan senyum miring. Meski terlihat rapuh, namun gadis itu sangat tangguh. Hal itu semakin membuatnya bergairah.
Mungkin tidak sekarang dan sedikit memalukan, tapi jika memang di perlukan. Toby akan menggunakan pengaruh keluarganya untuk mendapatkan gadis itu. Dia benar-benar tidak ingin melepaskannya.
"Hei, Ivy ... Apa kau sudah begitu tidak sabarnya ingin berduaan denganku?"
Tidak peduli bagaimana gadis itu mengabaikannya, Tobias mulai melangkah menyusulnya.
Semetara itu, di sebuah restoran yang tidak jauh dari university of HighCopper, di depan Noah duduk seorang pemuda yang membawanya ke sini untuk berbicara.
Jack menjelaskan banyak hal padanya. Bahkan, dengan informasi yang di miliki pemuda itu, Noah mendapatkan banyak hal yang mungkin tidak akan dia dapatkan dari Julius, maupun Aiden.
"Jadi, Jack ... Apa semua anak-anak sepertimu tau pergerakan keluarga mereka?"
Jack mengangguk-angguk kecil, tampak berfikir. Namun, tak berapa lama, dia kembali bersuara.
"Noah, begini ... Aku tidak mengatakan bahwa mereka mengetahuinya. Tapi, bukankah yang terpenting adalah, bahwa saat ini kau sedang berbicara dengan seseorang yang mengetahui nya?"
Tentu saja begitu, Noah hanya berniat memastikan bahwa informasi yang dia terima, adalah benar.
Jauh sebelum acara lelang berlangsung, sebuah konspirasi besar sudah lebih dahulu di mulai.
Jack mengatakan bahwa perusahaan ayahnya sudah bergabung dengan salah satu Jaringan terbesar di Negara bagian GoldWest ini.
Tanpa di beritahu sekalipun, Tujuan mereka sangat jelas. Perusahaan itu akan di gunakan sebagai alat untuk memanipulasi berita.
Hanya saja, Jack sampai saat ini Jack belum mengetahui Jaringan apa atau siapa yang sudah di temui oleh ayahnya, untuk kesepakatan itu.
Noah masih ingin bertanya. Namun, matanya langsung teralihkan dengan dua orang yang baru saja masuk ke sana.
Meski duduk sangat jauh dari pintu masuk, namun Noah bisa melihat jelas dan mengenali salah satu dari mereka.
Ivy Clark, baru saja duduk di sebuah meja couple dengan seorang pemuda di depannya.
"Hmm ... Akhir-akhir ini, aku juga sering melihatnya. Sekarang, aku tau kenapa satu di antara empat Raja jalanan, ini menunjukkan dirinya. Noah, itu yang tadi aku katakan. Dia adalah anggota keluarga Zargosky ... Tobias Zargosky ... "
__ADS_1