World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Tumbal


__ADS_3

Kurt Briley tidak bisa menjawab bahkan untuk bersuarapun sekarang dirinya tidak mampu.


Dalam dalam sekejap mata, keadaan langsung berubah. Dirinya menyadari betapa bodohnya apa yang baru saja dia lakukan.


Tidak ada satupun orang di dunia ini, yang bisa melakukan kebodohan melebihi pemuda itu. Membawa pasukan untuk menyerang raja mereka sendiri, betapa konyol nya kejadian ini.


Saat itu, salah seorang dari seluruh pasukan tersebut, berdiri terlebih dahulu sebelum akhirnya sebuah senyum terkembang di wajahnya.


"Noah, kami datang."


Noah sedikit menganggukkan kepalanya, sebelum berkata "Aiden, bagaimana dengan yang lainnya?"


Saat Aiden berjalan mendekat padanya, pemuda itu menjawab. "Seperti yang kau perintahkan. Mereka sudah berada di kota ini terlebih dahulu. Setidaknya, satu jam yang lalu."


Saat Noah ingin menanggapi itu, tiba-tiba kurt Briley berseru pada keduanya.


"Aiden, apa maksudnya semua ini? Siapa dia sebenarnya?" Tunjuk Kurt pada Noah dengan wajah masih sulit untuk mempercayai semua ini.


"Plak!"


Seseorang baru saja menampar kepala Kurt dari belakang, dengan sangat keras.


"Sial ... ! Siapa kau breng—"


"Perhatikan cara bicaramu saat berhadapan dengan sang Raja, Bajingan!"


"Kau ... ?!"


Kurt Briley tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Saat itu dia bisa melihat wajah Mia yang berada di depan seluruh anggota tim Sattelite sedang manatapnya itu, seolah ingin memakannya hidup-hidup.


Tak menganghapi Kurt Briley lagi, gadis itu menoleh pada Noah.


"Noah, Apa yang akan kita lakukan pada para brengsek ini? ... Aku benar-benar tidak menyukai mereka."


Noah hanya menyunggingkan senyumnya. Sebelum menjawab. "Maaf Mia, aku tak bisa memberikannya pada kalian. Orang itu memiliki banyak hutang. Tapi tentu saja dia harus membayar yang paling besar terlebih dahulu."


Saat Noah mengatakan itu, wajah Kurt Briley yang tadi terlihat sangat kebingungan, kini berubah menjadi sangat ketakutan. Karena Saat itu, Kurt Briley sudah melihat Fredy mendekat pada Noah.


Tidak ada apapun yang pernah dia lakukan sebelumnya, yang melebihi apa yang pernah dia lakukan pada orang itu.


"Fredy, panggil BB kesini ... "


Baru saja Fredy menganggukkan kepala dan hendak berbalik, Bearice yang juga melihat kejadian itu sejak tadi dari dalam bangunan sudah berjalan mendekat.


"Aku sudah di sini!"

__ADS_1


Saat itu juga Noah menganggukkan kepalanya. Segera dia berkata pada Dax, yang masih terpaku dengan semuanya.


"Dax, kau akan mengetahui siapa aku setelah ini. Tapi sekarang masih banyak yang harus aku lakukan."


Noah menunjuk ke arah Kurt Briley sebelum kembali bersuara. "Sebagai Ketua the Ravens, aku ingin kalian memastikan Fredy dan Bearice bisa menghancurkan bajingan ini, dengan cara apapun yang mereka inginkan."


Begitu perintah itu dia ucapkan, Dax langsung menundukkan kepalanya. "Baik Ketua, kami tidak akan mengecewakannmu."


"Baik, terimakasih. Jika semua sudah selesai. Tunggu aku di ujung kota. Di sana semua akan di mulai."


Sekali lagi Dax mengangguk mengerti, sebelum dia mulai melangkah yang diikuti seluruh anggota the Ravens.


"Noah kau mau kemana?"


Noah yang baru saja melangkah kearah berbeda segera berhenti saat Bearice menanyakan hal tersebut. Tanpa membalikkan wajahnya pemuda itu berkata.


"Aku rasa, ini waktu yang tepat untuk melakukan apa yang pernah aku katakan pada kalian."


Mata Bearice melebar, begitu juga dengan Fredy. Keduanya langsung tau kemana tujuan Noah saat ini. Gedung perusahaan Cadman. Tempat dimana seluruh ketua Jaringan Mafia di kota ini, sedang berkumpul.


Sementara itu, setelah kepergian Lil Briley, sempat terjadi keributan antara ketua Jaringan di sana.


Apa yang dilakukan keluarga Briley memang mengejutkan. Namun, mereka semua mukai berspekulasi apa yang akan mereka lakukan setelah semua ini selesai.


Akan tetapi, saat dia ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba saja pintu tempat dimana Lil Briley tadi pergi, kini kembali terbuka.


Seseorang masuk dan langsung berjalan mendekat padanya. Saat itu juga keributan di sana mulai mereda. Namun, wajah mereka merasa sedikit heran saat orang yang baru saja masuk itu sedang berbisik pada Eddy Faust.


Mereka melihat Eddy mengangguk beberapa kali. Wajah pria itu tampak mengenyit dan tiba-tiba berubah datar.


Setelah selesai. Eddy Faust sedikit berdeham, sebelum bersuara.


"Aku ingin keluar sebentar karena ada yang harus aku selesaikan. Kalian bisa tetap menunggu di sini, aku akan segera kembali."


Tidak menunggu tanggapan yang lainnya, Eddy Faust langsung melangkah dan meninggalkan semua orang di sana begitu saja.


Bourne Scout dan Barbara saling bertatapan. Awalnya mereka terlihat saling bertanya namun berakhir dengan saling menggelengkan kepala.


Lima menit berlalu sejak Eddy Faust pergi, mereka masih berada di ruangan itu dengan pikiran mereka sendiri-sendiri.


Beberapa menit lagi telah berlalu, sebelum akhirnya ponsel mereka semua bergetar hampir dalam waktu bersamaan.


Tentu saja hal tersebut saat itu terasa sangat tidak wajar. Namun begitu, mereka tidak memperdulikannya. Serentak mereka mengangkat dan menjawab panggilan tersebut.


Ruangan itu hening seketika. Namun begitu, mata mereka semua melebar, dengan ponsel tertempel di telinga. Apa yang saat ini mereka dengar sungguh mengejutkan.

__ADS_1


Saat satu-satu sambungan terputus, mereka semua saling bertatapan menaruh curiga. Tapi tidak ada hasil apapun.


Namun begitu, semua mata kini menjurus pada Barbara Cadman.


"Nona Cadman. Apa kau terlibat dengan semua ini?"


Tentu saja mereka mencurigainya. Karena semua orang sudah tau bahwa Jaringan Barbara memutuskan bergabung dengan the Ravens.


Namun begitu, sama dengan yang lainnya. Satu-satunya wanita yang pemimpin Jaringan Mafia di kota Bronzeland tersebut, juga sama terkejutnya.


Dia juga tidak menyangka bahwa ada ribuan orang yang berasal entah dari mana, kini mengepung gedungnya tersebut.


Yang jelas, semua orang-orang itu dipimpin oleh seorang pemuda yang sebenarnya sejak tadi mereka tunggu-tunggu.


"Sial, jika aku mengetahui hal itu, apa aku akan tetap berada disini dan terjebak di ruangan ini bersama kalian?!"


Hanya itu kalimat yang terfikir oleh Barbara saat itu. Namun saat ini semua orang di sana berfikir sama.


Apapun yang di rencanakan oleh Lil Briley yang sudah pergi beberapa waktu yang lalu, pasti sudah gagal total.


Sekarang, pemuda yang di panggil orang-orang kota sebagai the Madness itu sudah berada di depan gedung, dan mungkin saja saat ini sudah berjalan masuk.


Salah seorang ketua Jaringan berseru. " Faust ... Kemana dia? kemana Eddy Faust pergi?!"


Kembali mereka saling berhadapan. Namun beberapa. Saat kemudian mereka juga sudah menyadari bahwa Eddy Faust mungkin sudah menghilang dari gedung ini, beberapa saat yang lalu.


"Brengsek ... !"


"F**k ... "


"Dia menjadikan kita tumbal... "


Berbagai umpatan pada Eddy Faust, terlontarkan begitu saja dari mulut mereka saat itu. Namun, semua mereda saat Barbara berseru.


"Diam ... !"


Mereka yang tiba-tiba panik itu, seketika terdiam dan menatap Barbara heran. Belum sempat salah satu dari mereka bertanya, Barbara langsung kembali bersuara


"Saat dia sampai di ruangan ini, Berhati-hatilah saat kalian bicara dengannya. Ada alasan kenapa mereka memanggilnya the Madness ... "


Bourne Scout menggelengkan kepala. "Barbara, apa kau sedang menakut-nakuti kami? Huh?"


Barbara menggelengkan kepalanya.


"Tidak, tidak. Aku tidak menakuti kalian, tapi Noah benar-benar menakutkan. Pemuda itu, tidak perduli apapun. Dia akan menyerang siapa saja yang tidak memiliki jawaban yang dia inginkan meskipun orang itu, saudaranya sendiri ... "

__ADS_1


__ADS_2