World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Pertahanan


__ADS_3

Antonius dan yang lainnya, langsung mengeluarkan ponsel dan menelfon banyak orang, begitu Noah dan alice menghilang.


"Noah, apakah ada sesuatu?"


Alice merasa bahwa Noah akan memintanya melakukan sesuatu, yang penting hingga harus bicara di luar sambil berjalan.


"Oh, iya. Ada sesuatu"


"Katakan, apa itu?"


"Aku memerlukan tempat tinggal, bisakah kau mengaturnya? Jujur saja, aku tidak terlalu mengerti hal itu."


"Noah, kita memiliki dua hotel bintang lima di DevilHill, kau bisa saja tinggal di sana alih-alih di hotel itu." Jawab Alice cepat.


"Atau, kau bisa tinggal di tempatku. Bagaimanapun, perusahaan memberikan kami fasilitas, sementara kau sendiri, tidak menikmati hal yang sama." Tambahnya.


Noah menggeleng. "Itu kenapa aku minta kau mengaturnya. Tapi, Kali ini bukan hotel. Aku ingin kau mencari Arsitek yang bagus dan membangun rumah, untukku."


Alice tertegun. Dengan kekayaannya, Tentu saja Noah akan membuat atau membeli rumah. Jika ingin tinggal di hotel, itu hanya karena pemuda yang dia kenal ini, sedikit aneh. Itu saja.


"Oh ya, tentu saja kau memerlukan rumah. Salahku, memberi ide tidak masuk akal seperti itu. Haha. Lupakan yang aku katakan. Hahahaha."


Saat Alice mengatakan itu, Noah teringat sesuatu. "Alice, jika tawaranmu masih berlaku, sepertinya untuk sementara, aku akan tinggal di tempatmu saja. Bagaimana?"


"Hah?! ... Kau mau? Eh, maksudku ... tentu saja. Tapi, sepertinya kau baru saja berubah fikiran. Kenapa?"


"Aku memerlukan tempat untuk memarkir sesuatu."


"Hah? ... Apa itu?"


Tidak menjawab Alice, Noah terlihat berfikir. "Hmm ... Sepertinya, aku harus ikut kursus mengendarai mobil terlebih dahulu."


"Hah, kau mau apa?"


"Aku tidak memiliki SIM dan Aku juga belum bisa mengemudikan mobil." Tegas, Noah.


"Baiklah, aku akan mendapatkan SIM untukmu secepatnya. Hanya memerlukan satu panggilan telfon saja."


Noah hanya mengangguk. "Jika begitu, tolong atur juga masalah kursus mengemudi. Aku tetap membutuhkannya."


"Tidak, kau tidak membutuhkan itu."

__ADS_1


"Maksudmu? Aku memang belum  bisa—"


"Ya, aku mengerti. Soal itu, Aku yang akan mengajarimu, langsung" Potong Alice.


Setelah berbicara dengan Alice, Noah meninggalkan pusat World Order. Sampai di bawah, Old Ted terus mengikutinya.


Saat itu, Noah merasa ada yang aneh dari orang itu. Tak biasanya Pria tua namun masih gagah ini, memasang wajah ragu, seperti ingin mengatakan sesuatu.


"Old Ted, bagaimana kabat Nyonya Bowie?"


"Keadaannya sudah jauh lebih baik. Bahkan sekarang dia sudah di rumah. Noah, Aku benar-benar berterimakasih karena sudah memberikan fasilitas perawatan terbaik untuknya."


"Baguslah, tidak perlu sungkan. Dari dulu, Kau memperlakukanku juga sangat baik. Bahkan, aku belum pernah berterimakasih untuk itu."


"Oh, itu karena saat itu di mataku, kau adalah mahasiswa yang sangat gigih bekerja. Aku melakukan apa yang seharusnya aku lakukan, itu saja."


"Terimakasih,"


Old Ted tidak menanggapi rasa terimakasih Noah, namun langsung mengalihkan topik. "Noah, apa kau punya waktu? Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu?"


Berfikir sejenak, Noah lalu mengangguk. "Tentu saja, sebaiknya kita lakukan sambil makan siang, bagaimana?"


"Oh, tentu saja."


Seorang pemuda yang bisa dikatakan mampu membeli apa saja ini, lebih memilih untuk makan siang di sebuah restoran sederhana. Meski kagum, tapi itu semakin membuat Ted Bowie resah.


"Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?apakah kau butuh bantuan?"


Ted Bowie menggekengkan kepala. "Tidak ...  justru aku ingin mengingatkanmu."


Noah mengernyit heran. "Mengingatkanku? Soal apa?"


"Noah, sekarang aku tau kau mampu membeli atau membayar apa saja. Itu bagus. Namun, ada saatnya, uangmu tidak akan berguna." Kata Ted Bowie memulainya.


"Maksudmu?"


"Noah, Dunia ini sangat kejam. Aku tidak tau asal usul mu dan kau sendiri yang memberi kami syarat untuk tidak mencari tau. Tapi, ketahuilah meski uangmu banyak saat kau dalam bahaya, maka itu tidak akan mampu membeli keselamatanmu."


Apa yang dikatakan Ted Bowie itu, langsung menarik minat Noah. Menurutnya, Inilah yang sedang dia butuhkan. Saran dari seseorang.


"Baiklah Old Ted, aku mengerti. Lalu, apa saranmu?"

__ADS_1


"Sebelum aku memberi saran, aku ingin mengatakan sesuatu, ini agar kau mengerti betapa pentingnya apa yang aku sarankan padamu."


"Baiklah, aku mendengarkan. Old Ted, saat ini, kita tidak di kantor. Kau bebas berbicara padaku. Anggap aku temanmu dan aku tau bagaimana dirimu. kau tidak perlu berbicara seperti itu padaku."


Ted Bowie, benar-benar tidak mengerti jalan berfikir Noah. Kadang, dia melihat pemuda di depannya ini sangat Ramah. Namun, saat di acara pembukaan Wolrd Order, anak itu di depannya ini, seperti orang lain. Itulah yang mebuatnya sedikit cemas.


"Baikkah, aku mengerti. Noah, taukah kau kenapa Jaringan keluarga Sanders, Hancur?"


Saat mendengar pertanyaan Old ted itu, Noah membesarkan matanya lalu menggeleng "Tidak ... Aku sempat ingin menanyakannya pada Alice, namun aku belum menemukan waktu. Jadi, aku sama sekali tidak tau."


"Itu karena Acton Sanders, Ayah Alice mati terbunuh."


Noah langsung terdiam membeku. Dia tidak menduga hal ini Sebelumnya. Menurutnya, saingan dari Jaringan Keluarga Alice hancur karena kalah bersaing hingga bangkrut.


Melihat Noah hanya diam, Ted Bowie melanjutkan.


"Itu terjadi saat kami semua lengah. Tuan Acton sedang bermain golf saat semua itu terjadi. Sebuah jaringan yang merupakan saingan keluarga Sanders, membayar seorang pembunuh bayaran. Tuan Sander mati dengan kepala hancur setelah seorang Caddy menghantamkan stick Golf berbahan metal padanya. ... "


old Ted kemudian menjelaskan bagaimana persaingan sesungguhnya di Dunia Mafia, yang mungkin Alice sendiri tidak terlalu memahaminya. Karena saat itu terjadi, Alice masih sangat muda.


Tidak hanya bersaing secara finansial saja, semua keluarga Mafia sangat kuat-kuat. Jika uang tidak lagi bisa berbicara, maka senjata akan mewakilinya.


Menghilangkan nyawa musuh, bukan hal baru di dunia Mafia. Bahkan, itu terkesan biasa saja. Karena biasanya tidak hanya satu bahkan seluruh keluarga bisa mati terbunuh.


Noah mendengarkan setiap ucapan Ted Bowie dengan Seksama. Sebenarnya, ini sudah diduganya. Namun, semakin lama Old Ted bercerita, maka Noah merasa persaingan Mafia di dunia ini, memang sangat berbahaya.


Niah kembali ingat pada apa yang dikatakan gelandangan tua itu. "Dunia ini kejam. Jika kau ingin hidup tenang, maka kau harus lebih kejam dari dunia itu sendiri."


"Noah, kau masih muda. Aku lihat kau sangat sehat dan mungkin saja memiliki bakat. Aku sarankan, agar kau belajar sedikit ilmu beladiri. Itu akan lebih berguna saat uang—"


Tidak membiarka Ted Bowie menyelesaikan kata-katanya, Noah langsung memotong.


"Old Ted ...  aku memang membutuhkan itu. Maukah kau mengajariku?"


Ted Bowie langsung mengangguk. "Ya, tentu saja. Itulah rencanaku."


Noah menepuk tangannya sekali. "Bagus. Old Ted, kau memang sangat bisa di andalkan. Lalu, dimana dan kapan kita memulainya?"


Ted Bowie tidak menyangka Noah akan seantusias itu. "Bukankah, kau akan tinggal di mansion Nona Alice? Aku bisa melatihmu di sana. bagaimana."


Noah benar-benar senang. Awalnya, dia berfikir untuk menyewa beberapa pengawal yang hebat untuk melindunginya. Bahkan, dia sudah berencana untuk memasukkan Ted Bowie salah satunya.

__ADS_1


Tapi tentu saja, sekarang berbeda. Ted Bowie baru saja membuka matanya. Saat dia sendiri dan jika uang sudah tidak berguna, Noah hanya bisa mengandalkan kemampuannya sendiri, untuk bertahan hidup.


"Baik, ayo kita lakukan."


__ADS_2