
Keesokan harinya, berita tentang dominasi World Order di Silverstone menyebar ke seluruh penjuru negara bagian Goldwest layaknya virus.
Berita itu juga di ikuti dengan kabar hancurnya Jaringan keluarga Fargo di kota itu.
Ada beberapa Jaringan di kota-kota yang ada di negara bagian tersebut yang tertarik untuk menjalin kerja sama, namun banyak lainnya yang merasa kemunculan jaringan baru itu sebagai ancaman.
"Ting ... !"
Suara yang ditunggu-tunggu oleh Noah, akhirnya terdengar di kepalanya.
"Bell ... !"
Seketika itu juga, muncul panel Sistem dipandangannya.
[Nama Pengguna \= Noah Evans]
[Status \= Manusia Bumi level C]
[Pengalaman(P) \= 80]
[Mentalitas(M) \= 60]
[Vitalitas(V) \= 60]
[Sense (S) \= 25]
[Intuisi (I) \= 20]
[Keahlian Spesial (KS) \= 4]
[Poin (P) \= 3.550.562.217]
[Poin Spesial (PS) \= 100]
[Level (L) \= 3]
[Minimal Belanja Bulanan (MBB) \= Komplit]
[Misi Sistem]
[Kenaikan Level menjadi Level 3]
[mendapatkan 50 Poin Spesial]
[Silahkan tunggu pemberitahuan untuk misi selanjutnya.]
Noah tersenyum dengan apa yang sudah dia capai. Namun, sekarang muncul tanda tanya baru di kepalanya.
"Poin Spesial ini, Untuk apa?"
Sejak awal, bar itu sudah menjadi tanda tanya baginya. Hanya saja, sampai sekarangpun, dia tidak melihat fungsi dan kegunaan Poin Spesial yang ada di sistemnya itu.
Sementara, World Order sudah mengakuisisi beberapa perusahaan di Silverstone, Satellite sebagai perusahaan bayangan, sepertinya juga melakukan pekerjaan yang bagus di HighCopper.
"Aku akan menggunakan, poin-poin ini, untuk misi selanjutnya."
Karena Noah sudah mengetahui bahwa Sistemnya seperti parasit yang bisa memakan jiwa kemanusiaannya, Noah lebih berhati-hati untuk menggunakannya.
__ADS_1
"Noah, kami sudah selesai."
Noah segera menoleh pada Alice dan mendapati nyonya Victoria juga sudah berdiri di sebelah gadis itu.
"Noah, aku tidak bisa terus berada di kota ini. Sekarang saja, adik-adik mu pasti sangat kesulitan di BronzeLand ... "
Noah langsung menggelengkan kepalanya bersamaan dengan ditutupnya panel Bar yang ada di pandangannya.
"Tidak, tidak ... Nyonya Victoria. Sebaiknya kau di sini saja. Aku akan ke BronzeLand untuk mengurusnya."
Victoria menggelengkan kepalanya lalu menatap Alice dan kembali menatapnya.
"Noah, kau tidak bisa terus-terusan meminta tolong pada Nona Alice untuk melakukan semuanya. Kau laki-laki, ingat itu."
Ini sudah menjadi dilema tersendiri bagi Noah saat Victoria tersadar dan mendapati dirinya sudah berada di Silverstone.
Saat itu, Noah tentu saja tidak bisa menceritakan semuanya. Bisa-bisa jantung Victoria berhenti hanya karena mendengar betapa kayanya dirinya sekarang.
Noah, berdalih bahwa Alice sangat baik padanya dan membantunya dalam banyak hal, termasuk pekerjaan.
Penjelasan Noah tentu sangat tidak masuk akal bagi Victoria. Namun, melihat bagaimana baiknya Alice, Victoria hanya bisa terus-terusan berterimakasih pada gadis yang saat ini berdiri di sebelahnya itu.
Tau bahwa Noah tidak bisa menanggapi kata-kata Victoria, sambil mengembangkan senyum termanisnya, Alice segera buka suara.
"Nyonya Victoria, tidak apa-apa. Aku tidak keberatan sama sekali. sebaiknya kau memang tetap di sini saja. Lagipula, kau masih harus di periksa secara berkala. Rumah sakit di BronzeLand tidak memiliki peralatan lengkap seperti yang ada di sini."
Victoria seperti sedang mencurigai sesuatu. Saat itu, matanya melirik Noah dan Alice bergantian. Setelah itu, dia bertanya.
"Apakah kalian berdua berkencan?"
"Uhuk ... Uhuk ... "
"Tidak, tidak ... Kami tidak berkencan. Aku dan Noah tinggal bersama. Itu saja ... "
Noah langsung kehilangan kata-katanya saat itu juga. Dia langsung menatap Victoria, takut bahwa wanita itu akan memarahinya. Noah menelan ludah saat melihat wanita yang membesarkannya itu, sama terdiamnya dengan dirinya.
Namun, saat Noah hendak berusaha menjelaskan situasinya, Victoria langsung menyunggingkan senyumnya.
"Nah, sekarang semua lebih terasa masuk akal bagiku."
Alice mengangguk, namun tidak berani menoleh pada Noah, "Ya Nyonya Victoria ... Sebagai wanita yang merawat dan membesarkan Noah, apa kau keberatan?"
Victoria segera menggelengkan kepalanya, "Tidak, tidak ... Bagaimana mungkin aku keberatan. Noah, anak kesayanganku dan kau, ... Nona Alice, kau gadis yang sangat cantik terlebih kau sangat baik. Tentu saja aku tidak keberatan dengan itu."
"Baiklah! ... jika begitu, semua sudah diputuskan. Ayo pulang bersamaku, ke rumahku dan Noah."
Noah yang berdiri mematung melihat Drama Alive dan Victoria itu terjadi begitu saja di depannya. Namun, saat keduanya berjalan melewatinya, Victoria berkata.
"Noah, nanti kau dan aku perlu bicara ... Berdua!"
Noah hanya bisa menggaruk kepalanya, apalagi saat melihat Alice meliriknya sekilas dengan senyum yang tak bisa di artikannya.
Beberapa saat Noah terdiam, sebelum akhirnya dia bergumam. "Huh, wanita licik ... "
"Noah, apa kau masih akan tetap berdiri di sana? Atau kau akan mengikuti kami pulang bersama?"
Mendengar Victoria kembali bersuara sambil membelakangi dengan Alive di sampingnya, Noah tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Nyonya Victoria, silahkan kembali terlebih dahulu, aku harus ke kampus, karena masih ada beberapa kelas yang harus aku hadiri ... "
Tentu saja Noah tidak siap untuk di brondong pertanyaan-pertanyaan dari Victoria yang belum siap dijawabnya saat ini.
"Baiklah, aku menunggumu di rumah ... !"
Sementara itu, di sebuah ruangan di salah satu perkantoran yang disediakan oleh World Order bagi Gabe Jackson menyelesaikan desain pusat olah raga Goldwest, beberapa orang datang ke sana.
Tidak di undang, bahkan Gabe sendiri tidak mengharapkan kedatangan mereka sama sekali terlebih saat ini.
"Rosey ... Kau tidak bisa datang begitu saja kesini, apa lagi membawa orang-orang ini."
Saudara perempuannya itu datang langsung ketempat dimana dia bekerja. Begitu mengetahui kemana Gabe pergi seminggu setelah dia dan Jade putrinya berkata akan membantunya untuk menyelamatkan perusahaan keluarga mereka.
Bukan Rosey yang menjawabnya, Namun orang lain yang sama sekali tidak akan pernah Gabe biarkan untuk menikahi putrinya.
"Tuan Jackson ... Perusahaan Keluargamu berhutang pada Jaringanku, dan aku datang kesini untuk menagihnya. Bagaimana bisa kau bersikap seolah-olah kau tidak menghargai kami?"
Gabe langsung menoleh pada Kurt Briley yang berbicara seolah-olah dia tidak mengetahui apapun tentang bagaimana perlakuan keluarga Jackson padanya.
"Kurt, kau tau bahwa aku bukan eksekutif perusahaan. Kenapa kau menagih hutang perusahaan kesini? Aku sama sekali tidak ada urusan dengan masalah itu."
"Gabe ... Apa yang kau katakan? Bukankah Jade mengatakan bahwa dia memiliki seseorang yang akan melunasi hutang-hutang kita?"
Gabe Jackson hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan tersenyum miring. "Rosey, kita? ... Kenapa itu menjadi hutang kita?"
"Gabe, kau juga anggota keluarga Jackson dan tentu saja hutang keluarga ini hutangmu juga."
"Oh, ayolah ... Kalian berdua jangan bersandirwara di depanku. Aku sudah datang jauh-jauh kesini, sebaiknya kita selesaikan saja sekarang, atau ... "
Kurt Briley sengaja menggantung kata-katanya sambil menoleh pada Gabe yang mengernyitkan kening saat menatapnya, heran.
"Atau apa?" Tantang Gabe.
"Kita bisa menyelesaikan ini jika Jade, bersedia menjadi istriku, bagaimana?"
Gabe langsung menggelengkan kepalanya. "Kurt Briley ... Kau bisa bermimpi, tapi Jade tidak akan pernah menjadi istrimu."
Mendengar kata-kata sinis dari Gabe itu, Kurt Briley langsung tersinggung. Saat itu, dia langsung mendekat pada Gabe.
"Gabe Jackson, seharusnya kau bersukur karena aku menyukai putrimu ... Jika tidak, aku dan keluargaku sudah menghancurkan seluruh keluargamu."
"Bocah sial ... Kau fikir kau berada dimana? Ini Bukan BronzeLand, kau dan keluargamu, tidak ada artinya di sini. Demi kebaikan kalian, Sebaiknya kalian pergi dari sini."
Kata-kata Gabe, semakin membuat Kurt merasa diremehkan.
"Tuan Gabe, kau terlalu meremehkan dan melupakan sesuatu. Kau fikir, keluargaku hanya bermain-main di BronzeLand? ... Jika saat ini aku menelfon ayahku, maka beberapa jaringan akan datang kesini untuk menghancurkan bangunan ini, mengerti?"
Tidak sempat Gabe menanggapinya, Seseorang langsung menyela mereka.
"Benarkah? ... Jika begitu, hubungi ayahmu dan minta dia mendatangkan Jaringan-jaringan yang kau katakan itu kesini sekarang. Aku ingin melihatnya."
Saat mereka menoleh pada asal suara, Kurt, Rosey dan Gabe langsung berseru.
"Jade ... ?"
"Jade ... ?"
__ADS_1
"Noah ... ?"