World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Kekacauan


__ADS_3

Di mata Fredy saat ini, Noah benar-benar sudah jauh berubah. Bahkan, dari cara bicara saja teman sekelasnya ini terlihat seperti sedang menahan amarah.


"Noah, sebenarnya apa yang terjadi padamu di Silverstone?"


Noah hanya tersenyum. "Fredy, setiap orang berubah. Kau, Bearice dan semua saudaraku juga sudah berubah."


Fredy hanya menganggukkan kepala, saat mendengar Noah mengatakan hal tersebut. Semua orang memang telah berubah. Bukan karena mereka ingin, tapi dunialah yang memaksa mereka menjadi seperti sekarang ini.


Dua hari berselang. Sebuah kejadian menggemparkan lainnya benar-benar sudah merusak tatanan Jaringan Kota.


The Ravens, secara mengejutkan menghancurkan satu kelompok gangster yang berad di bawah salah satu Jaringan di Kota Bronzeland.


Hal itu bermula hanya dari permasalahan sepele. Saat itu, beberapa anggota wanita dari The Ravens, membuat sedikit kekacauan di sebuah klub di distrik diluar wilayah The Ravens.


Akibatnya, mereka dipaksa keluar dan menerima perlakuan sedikit kasar. Namun, siapa yang menyangka kejadian kecil itu, berdampak sangat besar.


Ketua The Ravens, mendatangi markas gangster yang bernama SnakeHead seorang diri.


Dengan kemarahannya pada SnakeHead karena telah memperlakukan anggotanya dengan buruk, Ketua The Ravens menantang semua orang di sana.


Itulah yang menggemparkan. Dengan hanya datang seorang diri saja, SnakeHead tidak bisa berbuat apa-apa. Malam itu.


Markas mereka habis di bakar dan mereka hanya di beri dua pilihan saja saat semua berakhir. Tunduk, atau enyah dari seluruh kota.


Memang, tidak ada aturan yang melarang gangster terlibat masalah atau malah saling menyerang. Namun, menghancurkan sebuah kelompok hanya karena masalah sepele, benar-benar di luar dugaan semua orang.


Malam itu juga, gangster-gangster yang ada Di BronzeLand, menganggap The Ravens sebagai sebuah ancaman.


Keberadaan mereka menjadi sorotan apalagi dengan temparamen ketua batu the Ravens yang terlihat mudah tersulut emosi. Bahkan, saat SnakeHead mencoba untuk berbicara dengan baik-baik, saat itu juga SnakeHead kehilangan ketua mereka.


Kejadian itu sepertinya tidak akan berakhir. Karena sehari berselang, satu lagi Gangster mendapati diri mereka memiliki masalah dengan the Ravens.


"F**k ... Orang gila mana yang ingin menghancurkan gangster hanya karena satu anggota mereka tertabrak secara tidak sengaja."


"Ketua, aku rasa ini tidak akan jadi masalah. Lagipula, anggota the Ravens itu yang tidak melihat saat mobilmu melintas."


Mobil Ketua gangster yang bernama HighSkull secara tidak sengaja menyenggol anggota the Ravens yang berjalan sempoyongan.


Namun, siapa yang menyangka dia mendapat ancaman dari orang tersebut, bahwa ketuanya akan mendatangi mereka.


Itu terdengar seperti lelucon baginya saat itu. Hanya saja, karena merasa diremehkan, dia memerintahkan anak buahnya memukul orang tersebut.


"Ah, persetan ... Jika mereka benar-benar datang, maka akan kita hadapi. The Ravens atau apapun itu, mereka tidak bisa berbuat seenaknya di kota ini, apalagi di wilayahku."


Baru saja dia selesai mengatakan hal itu, seseorang datang berjalan seorang diri, memasuki gedung tua yang dijadikan markas bagi HighSkull.


"Benarkah?... "


Semua mata langsung menoleh pada pemuda yang datang dan terus berjalan mendekati setidaknya seratus orang di sana.


"Kau, siapa kau? ... "


Noah berjalan dengan kedua tangan berada di kedua saku depan celananya, menjawab. "Bukankah, kau menungguku?"


"Kau?! ... Ketua ... The ... "


Saat Noah terus berjalan, entah kenapa anggota-anggota HighSkull yang ada di sana, memberi jalan padanya.


"Ya, itu aku ... Dan, hmm ... "

__ADS_1


Noah menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke kanan dan ke kiri, melihat dua kelompok terpisah karena memberinya jalan.


"Ah, sudahlah ... Aku tak merasa harus menjelaskan apapun."


Mendengar jawaban dan bagaimana cara Noah menjawabnya, entah kenapa kehadiran pemuda itu terasa begitu mengintimidasi semua orang.


Sempat meragukan beritabyangbtersebar sebelumnya tentang kedatangan ketua the Ravens dan menghancurkan SnakeHead seorang diri sebelumnya, kini mereka benar-benar percaya. Orang ini benar-benar datang sendiri.


Apalagi saat ini mereka semua melihat Noah dengan wajah kesal dan tampak marah. Itu membuat kemunculannya semakin mengerikan.


Ketua HighSkull juga merasakan hal yang hampir sama. Dia melihat ke arah anggota-anggotanya yang terlihat semakin mundur sedikit demi sedikit saat Noah melintas di sana.


"Hai, Brengsek ... Apa yang kalian lakukan di sana? ... Cepat habisi orang itu, keparat ... !"


Saat itu juga, Noah menghentikan langkahnya. Dia mengedarkan pandangannya ke kiri dan ke kanan melihat anggota-anggota HighSkull dengan tatapan meremehkan.


Namun begitu, tidak ada yang berani maju melangkah untuk melawannya. Yang ada hanya keheningan, sebelum Noah kembali bicara.


"Jadi, kalian semua hanya diperintah oleh pengecut itu? ... Huh, menyedihkan."


Setelah mengatakan itu, Noah melihat semua orang sedikit tertunduk. Dia menggelengkan kepala, lalu mulai kembali melangkah.


"Hei, sial ... Apa maumu brengsek? ... "


Meski mengumpat dengan kasar, ketua HighSkull sedikit demi sedikit juga mundur saat Noah semakin mendekat.


"Kau menabrak anggotaku dengan mobilmu, lalu kau memukulnya. Brengsek, kau masih bertanya apa mauku?"


Sebenarnya, Noah tidak berfikir akan berurusan dengan HighSkull secepat ini. Dia sudah tau bahwa Gangster ini di bawah keluarga Briley.


Akan tetapi, siapa yang menyangka bahwa kesempatan itu datang lebih cepat. Dan di sinilah Noah ingin melampiaskan kemarahannya, dan memberi peringatan keras pada keluarga itu tentang keberadaannya.


Noah langsung berlari mendekat, karena dia melihat dua orang berbadan besar yang ada di dekat ketua HighSkull tersebut tidak begitu merasa terintimidasi dengan kedatangannya.


Itu menandakan bahwa mereka bukan orang sembarangan. Setidaknya, intuisi Noah mengatakan demikian.


"Kemari kau bocah brengsek ... !"


Sesuai dengan perkiraan Noah, keduanya memang sudah bersiap melawannya.


Kini, mereka sudah bersiap dengan kuda-kuda bertahan untuk melumpuhkan kedatangan Noah.


"Hiyyyaaaaaaa ... "


Noah berinisiatif untuk mengumpulkan hampir seluruh tenaganya untuk satu pukulan ini.


Begitu dia mendekat, salah satu dari keduanya yang memiliki tubuh paling besar menjadi incaran Noah, merapatkan tangan di antara dada dan kepalanya.


"Buk ... !"


"Kraaaak ... !"


"Praaaang  ... !"


Satu pukulan yang di lepas Noah, membuat semua mata orang-orang di sana terbelalak.


Pukulan itu, terdengar menghancurkan tulang lawan dan melemparkan orang itu setidaknya empat meter ke belakang, kemudian berakhir di antara tumpukan-tumpukan kaleng bekas di markas HighSkull tersebut.


"Ah, sial ... Kupikir dengan badan yang sebesar itu, dia akan memiliki tenaga yang sedikit kuat ...  Sial ... "

__ADS_1


Tentu saja kata-katanya di dengar oleh semua orang yang ada di sana. Dan kata-kata tersebut sukses membuat mental semua orang mencair begitu saja.


"Brengsek, kau mengarahkan tinju lemah mu itu padaku? Huh?"


Satu orang lagi yang berdiri tepat di sebelahnya, terdiam membeku seolah tak percaya apa yang baru saja dia lihat.


Sehingga saat Noah menatapnya dengan wajah sangat kesal, dia menelan ludah.


"I-ini ... I-ini ... Ti-tidak,  I-ini ... "


Orang tersebut tergagap sambil melihat tangannya yang masih terkepal.


"Buk!"


"Argh ... !"


"Bicara yang jelas, kau b*st**d ... !"


"Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!"


"Argh ... !" "Argh ... !" "Argh ... !"


"Berani sekali kau mengarahkan tinjumu padaku, brengsek ... !"


"Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!"


"Argh ... !"


"Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!"


Saat itu, semua orang melihat kengerian Noah, saat menghajar seseorang yang bernai mengarahkan tinju padanya.


"Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!"


"Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!"


"Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!"


Noah terus menghajarnya meski saat itu, orang tersebut sudah kehilangan kesadarannya.


"Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!"


"Buk!" "Buk!" "Buk!" "Buk!"


Puas memberikan tontonan yang mengerikan itu, Noah akhirnya berhenti.


"Oh, F**k ... Membuatku tambah kesal saja, Bajingan ...!"


"Buk!"


Satu injakan terakhir pada wajah orang tersebut, sudah bisa di pastikan mengubah struktur serta kontur wajahnya.


"Tuan, maafkan aku ... Aku ... Aku ... !"


Noah melihat ketua HighSkull sudah berlutut tidak jauh dari dirinya. Namun, saat itu dia hanya menggelengkan kepala.


Noah menoleh pada seluruh anggota HighSkull yang kini juga menatapnya dengan gugup, lalu berkata.


"Jika kalian ingin bergabung dengan ku, maka ... Singkirkan bajingan ini, dari hadapanku ... Brengsek!"

__ADS_1


__ADS_2