World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Demi ...


__ADS_3

Sudah lima belas menit berlalu, setelah Alice mengucapkan kata sambutan yang sedikit terdengar mengancam tersebut.


Orang-orang masih menunggu sambil berbicara dengan orang di sebelah mereka mencoba untuk saling mengenal, atau berbagi informasi.


Namun, perhatian mereka teralihkan dengan suara sedikit ribut di pintu masuk Aula pertemuan itu.Di luar sana, terdengar beberapa orang sedang mendekat.


"Noah ... Noah ... Sebentar."


Noel dan Henry berusaha menahan temannya yang terus berjalan, sambil mendorong kursi roda dengan Liam yang berpegang erat di sana.


"Hei, kenapa kalian menahanku? ... Lihat, kalian bisa saja membuat Liam terjatuh, dan menambah luka-lukanya!"


Noel mengelengkan kepalanya, lalu menunjuk ke arah sebuah pintu besar, ke mana kursi roda Liam mengarah.


"Noah, kau harus mengerti bahwa ini tidak lucu lagi ... Aku tau kau sangat dekat dengan Nona Alice, dan tidak bisa dipungkiri bahwa di dalam sana, Saat ini, dialah yang paling memiliki kekuatan untuk menekan semua orang ... "


Henry langsung mengangguk setuju, dan berdiri di depan Liam.


"Tapi, akan ada satu lagi yang akan datang, atau mungkin saja sudah berada di sana saat ini ... Jadi, jika kau ingin menunjukkan apapun itu pada kami, tolong jangan sekarang. Setidaknya, biarkan mereka menyelesaikan apa yang mereka sedang lakukan saat ini."


Mendengar itu, Noah tersenyum. Dia tentu saja mengerti apa yang dimaksud oleh sahabat-sahabatnya ini. Namun, dia tidak mungkin bisa mengatakannya sebelum membuktikannya langsung.


Akan tetapi, karena hal ini telah berlangsung cukup lama, akhirnya Noah mengalah, dan langsung mengatakan ya saat itu juga.


"Dengar ... Kalian mungkin tidak akan percaya jika aku tidak menunjukkannya langsung ... " Noah menunjuk ke pintu masuk Aula pertemuan tersebut. "Apapun yang akan mereka lakukan, tidak bisa di mulai jika tidak ada aku di sana. Kalian mengerti maksudku?"


Setelah mengatakan itu, dia melihat Noel dan Henry terdiam dan dengan mulut sedikit terbuka. Noah melirik kebawah, dan mendapati Liam menatapnya dengan cara yang sama.


Dia kembali tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Dia berpikir bahwa ketiganya akan langsung protes tidak percaya, atau berteriak saking terkejutnya.


Kan tetapi, ternyata dia salah. Menurut Noah ketiganya mungkin saja sudah bisa menebak, namun belum bisa menerima.

__ADS_1


Jadi, Noah berpikir bahwa, sekarang ketiganya sedang berusaha untuk menerima kenyataan bahwa dirinya adalah The Ghost, yang dibicarakan semua orang.


"Oke, aku rasa sudah cukup dengan keterkejutan kalian. Sekarang, ayo ke sana ... Dan kita selesaikan ini semua."


Namun, saat dia hendak berjalan, Henry yang ada di depan langsung menahan.


"Sial! ... Aku tidak tau apa yang membuatmu menjadi gila seperti ini. Apa kepalamu terbentur sesuatu saat mencoba menyelematkan ku, dan Liam?!"


Noel yang sudah memegang tangannya, langsung menyambut perkataan Henry tersebut, dan berkata.


"Noah, dengar ... Ini sama sekali tidak lucu. Kau boleh mengaku bahwa dirimu the Ghost kapanpun kau mau dan aku berjanji akan tertawa saat itu ... tapi tidak hari ini, saat ini, terlebih lagi, di tempat ini ... Tolong ... seseorang orang membunuhmu, karena itu!!"


Noel langsung mencari-cari kesegala penjuru gedung itu. Dia takut ada orang-orang berseragam serba hitam, dengan senjata Laras panjang sedang mengarahkan lampu berwarna merah pada mereka.


Pemuda itu tidak bisa melupakan kejadian di mana Alice Sanders menunjukkan kekuatan yang melindunginya di Gedung pusat World Order ini.


Mengingat, Noah mengatakan kata-kata yang terdengar paling tabu di gedung ini,  Noel takut, sesaat lagi sebuah peluru akan bersarang di kepala temannya ini.


Tapi, temannya ini sudah berada di level yang jauh berbeda. Secara tidak langsung, Noah baru saja mengaku-ngaku sebagai penguasa tertinggi di gedung yang memiliki orang-orang yang siap menembak kepala siapa saja karena sebuah kekonyolan.


"Noah, hentikan hal ini sekarang juga ... Kau benar-benar bisa mati. Percayalah padaku ... Gedung ini di penuhi oleh—"


Noel tak bisa menyelesaikan kata-katanya, karena saat itu juga Noah kembali bicara.


"Oh, S**t ... Apa kita akan melakukan hal ini sepanjang hari ... Itu kenapa aku ingin kalian datang bersamaku, karena aku ingin menunjukkannya. Henry! ... Menyingkir dari sana, atau aku akan membenturkan Pemuda ini padamu!"


Berpikir bahwa Noah bercanda, Henry sempat terdiam sejenak. Namun, ternyata tidak. Temannya itu mendorong kuat kursi Roda Liam, hingga membuat dirinya terduduk dipangkuan teman, dengan kaki berbalut perban itu.


"S*** ... Noah, kau benar-benar gila!!"


"F**k ... Noah, apa kau ingin membuat kakiku hancur ... Henry menyingkir! ... Kau akan membuat kakiku patah, Brengsek!"

__ADS_1


Noel yang ikut berlari untuk mencoba menghentikan kekacauan itu, menyadari bahwa semua sudah terlambat.


Saat ini, tanpa sadar, mereka berempat sudah berada di dalam Aula tersebut. Mereka semua berhenti tepat di depan tangga panggung, dengan tribun di penuhi orang, dan panggung di sisi lain, dengan semua petinggi World Order, di atasnya.


Semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut, sempat terkejut dan sekarang menatap mereka dengan keheranan.


"Oh, tidak! ... Aku rasa, dia tidak hanya ingin membuat kakimu hancur, Sobat. Tapi, dia ingin kita mati bersama ... " Gumam, Noel tak sadar.


Noel menyadari semua petinggi World Order yang berada di atas panggung, sudah berdiri dan menatap pada mereka.


"F**k. Kau benar-benar ... Ah, terserahlah!! ... aku lebih memilih kau langsung mematahkan kakiku ... sekarang, Lihat kekacauan ini, dasar Gila!"


Henry yang sudah berdiri di sana, tersenyum pasrah. "Setidaknya, jika memang mati karena ini, kita akan mati berempat ... Tapi, ingat Noah ... Kami akan membalasmu, di neraka karena ... "


Henry tidak bisa menyelesaikan kata-katanya, karena saat itu juga, teman yang membawa mereka dalam kekacauan ini, melintas di depannya, dan berjalan ke atas panggung.


"Oh, sial!! ... Dia memilih tempat yang bagus untuk mati! ... Ingatkan aku untuk mengajar kepalanya yang sudah rusak itu di neraka, saat kita ... "


Noel tidak bisa menyelesaikan kata-katanya, karena Waktu langsung terasa terhenti saat itu juga.


Dia, Henry dan Liam melihat seluruh petinggi World Order berjalan mendekat pada Noah, dan berhenti tepat di depan teman mereka itu.


Beberapa saat kemudian, sebuah kejadian yang membuat jantung mereka,  seolah langsung menendang tulang dada dengan sangat keras.


Alice Sanders serta tiga orang dari A4 juga Ted Bowie lalu semua orang yang berada di atas panggung itu, langsung merapatkan tangan di kedua sisi tubuh mereka, sebelum akhirnya membungkuk dalam, dan berseru lantang.


"BOSS ... !!"


Suara itu menggema kesegala penjuru Ruangan tersebut, sebelum akhirnya berhenti dan hanya menyisakan keheningan.


Satu detik, dua detik, tiga detik. Tidak ada suara, sebelum akhirnya Liam bergumam.

__ADS_1


"Demi nenekku yang tidak pernah aku temui ... Seseorang! ... Tolong patahkan kakiku saat ini juga ... Aku ingin segera keluar dari mimpi yang sangat gila ini ... !!"


__ADS_2