World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Sandera


__ADS_3

Saat Dale dan William sampai di tempat Noah, mereka merasa heran. Berfikir bahwa pemuda itu telah menyebabkan keributan besar di sana dan ternyata mereka salah.


"Apa yang terjadi di sini?"


William hanya bisa menggelengkan kepala saat Dale menanyakan hal itu. Dia telah menjelaskan panjang lebar bagaimana cara Noah mengatasi masalah. Akan tetapi, apa yang tergambar di depan mereka saat ini, sama sekali tidak sesuai dengan apa yang diperkirakan.


"Aku tidak tau, sebaiknya kita turun untuk memastikan."


Sementara itu, di dalam bangunan tersebut, Noah duduk di sofa di mana keluarga Faust bersama Paul tadi duduk. Sementara itu, Paul sendiri terlihat sedang menghubungi seseorang dengan ponselnya sedikit jauh dari sana.


"Aku rasa, urusanku di sini sudah selesai ... Akan tetapi, sebagai alasan bagiku kembali dengan tangan kosong, setidaknya beritahu aku namamu."


Tentu saja hal ini sangat membuat Paul Fargo penasaran. Pemuda yang kini duduk seolah tidak terjadi apapun sebelumnya itu, saat ini tidak terlihat seperti orang yang berbahaya.


Akan tetapi, masih sangat jelas dalam ingatannya apa yang terjadi beberapa saat yang lalu. Pemuda ini muncul begitu saja, dan melakukan apapun yang dia mau, lalu duduk dengan tenang, seperti sedang menunggu.


"Noah ... Noah evans, itu namaku."


Paul Fargo mengangguk, dia baru mengingat nama itu beberapa kali di sebut oleh anggotanya saat di memerintahkan mereka untuk menyelidiki kejadian di kota ini.


Akan tetapi, sebelumnya dia meremehkan apapun di kota ini, sehingga menganggap nama itu tidak terlalu penting.


Sekarang, tentu saja semua sudah berbeda. Pemuda didepannya ini jelas adalah sosok yang harus diperhitungkan.


Jika Noah berhasil mengambil alih BronzeLand lalu membangun dan menata ulang kota ini, bukan tidak mungkin beberapa waktu ke depan Noah akan menjelma sebagai salah satu pemimpin Jaringan Mafia besar di negara Bagian Goldwest ini.


Paul Fargo sempat merasa Noah akan menjadi saingannya. Akan tetapi, saat ini dia berfikir akan lebih baik jika mereka bekerja sama. Setidaknya untuk saat ini, atau beberapa waktu kedepan.


"Noah? ... " Tanya Paul Fargo sekali lagi.


Noah menganggukkan kepalanya, lalu menegaskan. "Ya, itu namaku ... "


"Baiklah, Noah ... Namaku, Paul—"


Saat Paul ingin menyebutkan nama keluarganya, tiba-tiba saja dari pintu bangunan tersebut, seseorang berseru menyelanya.


"Noah ... !"


Keduanya langsung menoleh pada tiga orang yang kini berjalan masuk dari ujung sana.


"Sepertinya mereka orang-orangmu ... "


Noah yang saat itu telah berdiri, kembali mengangguk. "Ya ... Dan Paul—"


Sepertinya Paul tidak ingin berlama-lama lagi untuk berada di sana. Karena, dia sudah mengetahui apa yang dibutuhkannya ditempat ini dan memiliki alasan pada ayahnya, Haland Fargo di Blacksteel.

__ADS_1


"Noah, aku rasa sudah saatnya aku pergi ... "


Niah mengangkat bahunya, seolah mengatakan bahwa semua terserah padanya. Namun, saat Paul hendak berbalik, dia kemudian memikirkan sesuatu.


"Errh ... Noah, apa kau tertarik untuk bergabung dengan sebuah komunitas?"


Kening mengernyit heran. Baginya, sebuah komunitas hanyalah sesuatu yang dilakukan oleh beberapa anak muda dalam menjalan hobi mereka. Tapi, saat Paul menyebutnya, hal itu menjadi sedikit asing.


"Komunitas?"


Paul mengangguk, Namun dia sempat melirik sebentar pada kedatang tiga orang itu. Saat itu juga, matanya sempat melebar sebentar, kemudian dia menggelengkan kepalanya lalu tersenyum.


"Ah, ya ... Tapi, sepertinya kau sudah mengetahuinya. Jadi, aku tidak perlu mengatakan lebih jauh."


Belum sempat Noah bereaksi, Pau Fargo kembali bersuara.


"Noah, aku pergi ... "


Noah tidak terlalu memperdulikannya, namun karena dia tidak merasa memiliki dendam atau masalah pribadi dengannya. Noah hanya bisa menganggukkan kepala. Sekali lagi, sebelum membalasnya.


"Baiklah, kalau begitu ... "


Saat itu, Paul Fargo mulai berjalan. Baru beberapa langskah di depan, dia berpapasan dengan tiga orang yang dia yakini sebagai anggota Noah.


Akan tetapi, ini sangat mengejutkan baginya. Karena dia mengenali dua di antaranya. Karena mereka adalah dua dari empat raja jalanan di negara bagian Goldwest, Dale dan William


Saat Paul Fargo melewati ketiganya. Saat itu juga tersesit di kepalanya bahwa dia tidak sehebat apa yang dia pikirkan sebelumnya.


Sekarang, dia yakin bahwa Noah benar-benar berbahaya dan tentu saja lebih berbahaya dari apa yang dia fikirkan sebelumnya.


"Sial ... Darimana, dan Siapa pemuda itu sebenarnya."


Noah melihat Paul Fargo berpapasan dengan dua orang temannya dan dan Dax. Meski tidak melihat bagaimana reaksi Paul saat berpapasan dengan mereka. Tapi, Noah jelas melihat perubahan wajah kedua orang itu.


"Noah, apa yang terjadi?"


Saat Dale yang baru saja mendekat langsung bertanya, Noah melupakan niatnya untuk mengetahui apakah keduanya mengenal Paul.


"Dale, kau masih bisa mengubah kesepakatan kita ... Bukankah, ini awalnya adalah masalah keluargamu?"


"Noah ... Apa maksud—"


Kata-kata Dale terpotong, saat melihat Noah menunjuk pada tiga tubuh yang sudah tergeletak di lantai, tak sadarkan diri.


"Noah, siapa mereka?" William bertanya.

__ADS_1


Noah menggelengkan kepalanya, lalu menjawab sambil mengangkat bahunya. "Mereka adalah keluarga Faust ... "


Saat itu juga mata keduanya melebar. Bahkan, Dax sendiri yang berada di belakang mereka terbelalak.


Bagaimanapun, Dax tau bahwa Faust adalah Nama keluarga yang selama ini menjadi misteri di Bronzeland. Namun, ketuanya sekarang ketuanya menunjuk dan mengatakan bahwa tiga orang itu adalah keluarga Faust, seolah itu bukan apa-apa baginya.


Dale menelan ludah. Ayahnya dengan sangat jelas mengatakan bahwa jika Noah menginginkan bantuan apapun, mereka siap kapan saja.


Akan tetapi, saat Noah menawarkan diri untuk mengganti kerugian yang di sebabkan Randy Faust yang sudah mereka lupakan itu, tentu saja tidak butuh waktu bagi mereka menyetujuinya.


Bahkan, sebenarnya mereka tidak mengharapkan apapun dari Noah. Hanya saja, pemuda ini bersikeras mengganti dan mengambil alih masalah itu.


"Noah, apa maksudmu? Apa kau berniat membatalkannya?"


Pertanyaan Dale mendapat gelengan kepala. "Tidak ... Aku hanya mengatakan bahwa, kau masih memiliki kesempatan jika kau ingin membatalkannya."


"Tidak, aku bahkan tidak tau sebenarnya masalah ini, sampai kau menyebut nama itu dan aku memberitahu keluargaku ... "


Niah menarik nafas panjang, lalu melepasnya. "Baiklah, aku rasa semuanya sudah selesai. Sekarang, aku akan memastikan kota ini tidak akan seperti sebelumnya."


Saat Noah mengatakan hal itu, Dax langsung maju ke depan. "Ketua, biar kami yang mengurus semuanya mulai dari sini."


"Dax, terimakasih ... Bagaimana dengan yang lainnya, apa semuanya berjalan sesuai rencana?"


Dax hanya bisa tertegun. Pasalnya, diantara mereka semua. Dirinya tidak tahu apapun tentang rencana.


Akan tetapi, melihat bagaimana semuanya berjalan, Dax merasa Ketuanya itu sudah melakukan segala sesuatunya dengan penuh perhitungan.


Tidak ada pilihan bagi Dax selain mengangguk. "Ya, sepertinya semuanya berjalan dengan baik. Tentu saja ini berkat dirimu ... "


"Baiklah, sisanya aku serahkan pada kalian ... "


Dax kembali mengangguk, lalu berbalik sebentar kebelakang. Dengan sedikit tanda darinya, anggita yang dibawanya sudah langsung mengerti apa yang harus mereka lakukan pada ketiga orang yang kini tergeletak dilantai tersebut.


Saat William yang masih penasaran tentang bagaimana semua yang ada disini bisa berakhir seperti ini, dia melihat Noah sedang menatap layar ponselnya dengan kening berkerut dan mata menatap tajam.


"Noah, ada apa?"


William tidak perlu bertanya lagi, karena dia juga melihat sebuah foto yang baru saja diterima Noah.


Meski tidak kenal siapa orang itu, tapi melihat bagaimana ekspresi wajah Noah saat ini, tentu saja William langsung mengetahui bahwa tubuh pemuda yang berlumuran darah yang kini terikat dengan mulut tertutup itu, memiliki kedekatan dengannya.


"Noah ... Mau kemana kau, hei ... "


Dale segera berseru saat tiba-tiba Noah sudah melangkah cepat meninggalkan William, yang masih berdiri terpaku di sana.

__ADS_1


"William, apa yang kau lihat?"


__ADS_2