World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Selamat Datang, Bos


__ADS_3

Saat sebelum masuk, Noah sempat melihat Jade dan orang-orang menyingkir dari jalanan.


Tentu saja Noah akan menyuruh Alice berhenti, jika dia tidak melihat tiga orang lain yang bersamanya.


Namun, sayangnya Noah tidak sempat melihat Henry dan yang lainnya. Padahal, saat mobil baru saja masuk, ketiga temanya itu ikut terpana sama seperti banyak orang di sepanjang jalan itu.


Karena, Menarik saja tidak cukup. Porchee merah milik Alice benar-benar menarik perhatian semua orang di jalan itu


Noah sudah berkali-kali ke DevilHill, Akan tetapi, Ini pertama kalinya Noah memasuki Devil Street. Meski tempat ini adalah miliknya, sungguh Noah tidak menyangka suasana di jalan ini akan semeriah ini.


"Noah, aku lihat kau benar-benar tidak nyaman dengan keramaian."


Ya, seperti yang Alice duga. Noah memang merasa sedikit tidak nyaman. Beruntung kaca mobil Alice gelap. Jika tidak, mungkin dia akan muntah diperhatikan orang begitu banyaknya saat ini.


Noah sadar tidak ada yang tau dirinya di dalam. Tentu saja semua perhatian itu untuk Alice. Namun, dia juga menyadari bahwa jika dia turun di sini, maka kehebohan tidak akan bisa di hindari.


"Hmm ... Ya, ini sedikit di atas ekspektasiku."


Jujur saja, Noah belum siap dengan hal-hal seperti itu. Memiliki banyak uang mungkin impian semua orang. Tapi untuk terlaku menarik perhatian, bukanlah hal yang di impikan Noah.


Apalagi, Masih banyak yang harus dia pikirkan saat ini. Itu karena dia belum menemukan dengan pasti apa maksud misi yang di berikan oleh Bell, sistemnya, yang sebenarnya.


Alice hanya menggeleng tersenyum. Dia belum pernah bertemu dengan seorang pemuda begitu membumi seperti Noah ini, seumur hidupnya.


Alice sangat mengetahui di sebelahnya sekarang, adalah pemuda yang memiliki kemampuan untuk menimbun jalanan yang kini mereka lalui itu, penuh dengan uang.


"Alice, kita mau kemana? Apakah kau memiliki tempat favorit mu di sini?"


Sadar bahwa mereka tidak langsung berhenti begitu masuk, Noah mendapati Alice tetap membawa mobil terus maju ke lurus terus depan.


"Noah, apa yang kau lihat di sini, hanyalah permainan anak-anak. Hiburan sesungguhnya, ada di ujung jalan."


Saat itu, Noah menoleh pada tempat yang di tunjuk Alice itu. Saat itu, Noah mengernyitkan dahinya.


Noah melihat bangunan yang sangat besar tepat di ujung jalan. Karena tempatnya sedikit tinggi, Untuk sampai ke sana, mobil memang harus mendaki.


Hal itu menambah kesan megah dan mewahnya tempat itu. Namun, itu saja belum cukup. di bukit tepat di belakang bangunan tersebut, berdiri tegak delapan huruf yang bersinar terang. HORIZONE.


Tidak perlu dikatakan lagi, semua itu di desain hanya untuk mengungkapkan dengan tegas bahwa, tempat itu adalah Surga bagi yang mampu memasukinya.


"Hei, Nona Alice benar-benar keren. Dia adalah idolaku ... !"


"Ya, aku juga ingin seperti dirinya,


"Tentu saja, aku juga ingin membuat semua orang iri padaku, sepertinya ... "


"Ah aku beharap bisa menjadikannya milikku ... "

__ADS_1


"Teman, khayalanmu terlalu tinggi, aku takut kau jatuh dan langsung mati ... "


"Hahaha ... Kau benar, selain berkhayal, apa lagi yang bisa kita lakukan ... "


Sebenarnya, Alice juga belum terlalu terbiasa dengan bagaimana dirinya tiba-tiba saja sudah menjadi sorotan begitu banyak orang. Namun, karena dia tumbuh dalam keluarga yang sedikit berada, hal tersebut tidak terlalu mempengaruhinya.


"Noah, kau dimana? Kami sudah di dalam."


Henry mencoba menghubungi Noah, yang memang saat itu juga ingin menghubunginya.


"Aku baru saja datang, kalian bertiga sekarang ada di mana?"


Saat itu, reflek Henry mendongakkan kepala, berusaha mencari-cari temannya itu. Karena Noah berkata dia baru saja masuk, Henry berfikir Noah berada di sekitarnya.


"Aku dan yang lainnya, juga baru masuk. Tapi, aku tidak bisa melihatmu."


Noah berfikir sejenak, lalu kembali menjawab. "Henry, datanglah ke ujung jalan. Aku menunggumu di sana."


"Noah, kau serius? ... Maksudmu, kau di Horizone?"


"Ya, hubungi aku jika kalian sudah di sana."


"Baik, kalau begitu."


Saat Henry mengakhiri panggilan, Liam langsung bertanya. "Apa katanya?"


Kedua temannya menoleh pada arah yang ditunjuk Henry.


"Horizone ... ?" tanya temannya bersamaan.


Henry mengangguk. "Ya, ayo kita ke sana."


Saat itu, Greg dan Leyton melihat Henry menunjuk tempat super exlusive di Devil Street itu.


"Greg, perhatikan. Jelas ini pertama kalinya mereka masuk. Bahkan, saking kagumnya, mereka menunjuk-nunjuk tempat itu."


Saat itu, Greg mendekat lada Leyton. "aku yakin mereka akan ke sana. Ayo kita bawa gadis-gadis ini sedikit lebih dekat dari tempat itu. Aku sangat ingin melihat pecundang-pecundang itu, mempermalukan diri mereka sendiri."


Keduanya tersenyum licik, di kepala mereka saat ini sedang membayangkan ketiga teman Noah itu di usir dari sana.


"Bom ... !"


"Bom ... !"


"Bom ... !"


Semua orang di sana dikejutkan dengan suara ledakan kembang api bertubi-tubi. Hal itu membuat malam itu di mulai dengan sangat meriah.

__ADS_1


"Hei ... Hari apa ini, kenapa DevilHill Entertainment menyalakan kembang api?"


"Mungkin, itu karena Nona Alice baru saja tiba dan mereka menyambutnya"


"Tidak,  tidak ... Aku pernah melihat Nona Alice datang. Tidak ada penyambutan seperti itu."


Saat itu, beberapa orang yang sedang membahas hal tersebut, terdiam. Namun, otak mereka berputar dengan cepat.


"The Ghost ... !!"


Teriak mereka bersamaan, tak lama beberapa orang menyerukan hal yang sama. Jika A4 tidak di sambut sedemikian rupanya, tentu saja itu hanya menjurus pada satu kesimpulan.


Orang paling misterius di Silverstone baru saja datang. Mereka yakin di dalam Porchee milik salah satu A4 itu, ada dia di sana.


"The Ghost ... !!"


"The Ghost ... !!"


"The Ghost ... !!"


"The Ghost ... !!"


Entah siapa yang memulainya, namun seruan itu mulai membahana di udara dan memenuhi seluruh area dan tempat itu benar-benar menjadi semakin meriah.


Noah mengernyit heran. Saat itu, dia baru saja turun dari mobil. Namun, Horizone tidak seperti yang dia bayangkan. Ternyata tempat itu cukup sepi.


Akan tetapi suara kembang api beruntun yang mengagetkannya, di tambah seruan dari bawah jalan yang memanggil the Ghost, membuat Noah sedikit tersenyum.


"Selamat datang,  Bos ... !"


Saat itu, seluruh orang yang ada di depan pintu Horizone membungkuk memberi Hormat, menyambutnya.


"Alice, apakah kaubyang mengaturnya?"


Alice tersenyum bangga. Namun, dia menggelengkan kepala.


"Tidak bukan aku. Antoniuslah yang mengaturnya. Dan ... ini pertama kalinya kau datang kesini. Jadi, Dia pasti ingin kau di sambut sebagaimana mestinya. Dan, sekali lagi ... Selamat datang, Bos!"


Noah juga hanya bisa menggelengkan kepala dan tersenyum.


"Terimakasih, kalian memang yang terbaik."


Saat itu, keduanya melewati semua orang dan masuk ke tempat termegah di Pusat hiburan terbesar di Kota Silverstone tersebut.


"Henry, kau yakin kartu ini juga bisa di gunakan untuk tempat ini?"


Henry juga ragu seperti teman-temannya. Saat mereka berjalan kesini, ketiganya mendengar desas desus bagaimana tempat yang kini mereka berdiri di depan pintu masuknya itu.

__ADS_1


"Entahlah, aku juga tidak tau. Tapi, sebaiknya kita coba saja ... "


__ADS_2