World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Setiap Detik dan Perubahan Yang Menyertainya


__ADS_3

"Kakak, ada apa? ... "


Nicholas Zargosky sedikit terkejut dengan apa yang di lakukan Tobias, adiknya.


Pasalnya, butuh waktu lama bagi dirinya untuk meyakinkan Toby, agar adiknya itu segera meninggalkan kebiasaannya bermain-main dan fokus pada urusan keluarga.


Akan tetapi, baru beberapa waktu sejak ayah mereka meninggal dunia, Toby kembali ke rumah. Meski mendukung dirinya untuk menjadi kepala keluarga Zargosky menggantikan ayah mereka, saat itu Toby sama sekali belum menunjukkan minatnya untuk terlibat lebih dalam pada Jaringan.


"Tidak, tidak ... Aku hanya memastikan bahwa kau benar-benar Tobias, adikku. Itu saja ... "


Nicholas Zargosky sangat senang saat salah satu asisten mereka yang mengurus bisnis Zargosky di HighCopper, mengatakan bahwa adiknya mengajukan diri untuk mengendalikan urusan di kota itu.


"Tentu saja ini aku, siapa lagi kalau bukan. Sebentar ... Kau tidak akan menentang keputusanku ini, bukan."


Saat ini, mereka berdua berbicara lewat sambungan telepon. Toby sempat menjadi sedikit ragu bahwa Nicholas akan menentang apa yang sedang dilakukannya.


Namun, saat dia menanyakan hal itu, dia mendengar kakak laki-lakinya itu tertawa.


"Hahahahahaha ... apa kau mengira begitu? ... Hahahaha ... Tidak,tidak ... Tentu saja kau bebas melakukan apapun yang kau mau. Hanya saja, aku ingin tau. Kenapa kau membeli perusahaan itu? ... Apa terjadi sesuatu?"


Toby memang tidak ragu saat menyatakan diri untuk mendukung kakaknya. Jelas pria itu sangat pintar dan selalu mengalah padanya.


Jadi, dia tidak akan berbohong atau mencari alasan, untuk menutupi tindakannya yang sedikit kekanak-kanakan ini.


"Kakak, seseorang menganggap ada orang lain, yang lebih di hormati dari keluarga kita. Menurutmu, apa yang harus aku lakukan?"


Tiba-tiba saja, Toby tak mendengar Nicholas bersuara. Namun, saat dia hendak memanggil kakaknya tersebut, Toby mendengar suara Nicholas seperti sedang mendesis, dan membuat dirinya merinding.


"Toby ... Kau tau apa yang sedang aku lakukan, bukan? Selama kita bersama, tidak boleh ada yang memandang remeh keluarga ini. Jadi, dengarkan aku, Tobias ... Aku akan tetap mendukungmu, meski kau membakar satu atau dua kota, hanya agar orang bisa mengerti, siapa Zargosky yang sebenarnya, kau mengerti?"


Sambungan itu terputus,bahkan sebelum Tobias menanggapinya. Memang seperti itulah kakaknya. Dia akan mengalah pada seluruh anggota keluarga, namun tidak memberi toleransi pada orang luar.


Meski Tobias sangat di takuti di luar, namun sebagai adik, dan orang yang mengenalnya. Nicholas mungkin satu-satunya orang yang mampu membuat Toby diam, hanya dengan menatapnya saja. Bahkan, Toby tidak merasakan hal itu pada ayah mereka.


"Nicholas ... Kau benar-benar menakutkan ... "

__ADS_1


Toby bergumam, sambil meletakkan gagal telepon ke tempatnya. Sekarang, dia menatap ke depan, coba memikirkan hal apa lagi yang harus dia lakukan agar tidak ada orang yang berani menaruh rasa hormat lebih dari apa yang keluarganya dapat, meski orang itu adalah Ivy Clark, gadis yang disukainya.


"Ivy ... Aku akan membuat dirimu merangkak ke ranjang ku, dan memohon padaku ... "


Apa yang dilakukan Toby, memang cukup berdampak pada Julius dan Perusahaan Sattelite. Sekarang saja, dia tengah kebingungan bagaimana cara menjelaskan bahwa semua material yang di perlukan oleh World Order untuk membangun Silverstone dan Bronzeland, tidak bisa dia datangkan.


"Tuan Clark ... Apa yang terjadi? ... Seseorang dari pembangun, baru saja melaporkan, bahwa mereka tidak mendapat konfirmasi kedatangan material. Apa kau tau tentang itu?"


Ini sudah dua hari sejak pemutusan kontrak secara sepihak, oleh perusahaan ekspedisi biasanya menjadi pengangkut barang-barang mereka yang akan di kirimkan untuk Silverstone dan Bronzeland.


World Order, mengeluarkan dana yang sangat banyak, untuk membangun kedua kota itu, agar menjadi basis terkuat mereka dan berniat mengalahkan kota-kota besar lain di negara bagian tersebut.


Julius, seolah menjadi batu sandungan dalam Mega proyek yang sangat ambisius dari pemimpin tertinggi Jaringan, yang juga pemilik perusahaan yang kini sedang di kelola.


Sekarang saja, satu-satunya wanita dari A4 yang juga diketahui sebagai orang paling dekat dengan sang penguasa World Order itu sendiri, yang langsung meminta penjelasannya.


"Nona Alice, terjadi masalah kontrak dengan perusahaan ekspedisi sebelumnya, aku akan segera menemukan perusahaan lain, dan mengusahakan untuk tetap memastikan agar semua material-material itu, sampai tepat waktu, sebagai mana seharusnya."


Julius tidak berani beralasan. Karena dia tau bahwa tidak mungkin menyembunyikan masalah itu dari Alice, dan dia juga tidak menemukan alasan yang tepat sebagai gantinya.


Julius berusaha sekuat tenaga menelan ludah untuk membasahi tenggorokannya yang tiba-tiba saja terasa sangat kering.


"B-baik ... No-nona Alice ... Aku mengerti."


Begitu sambungan itu terputus, barulah Julius sedikit bisa bernafas lega. Namun, itu benar-benar sedikit. Karena yang sebenarnya terjadi, semakin parah saja.


Perusahaan Zargosky, baru saja kembali mengakuisisi perusahaan ekspedisi, yang mereka coba hubungi. Dan ini, sudah menjadi yang ketiga kalinya, dalam dua hari saja.


"Sayang ... Bukankah, William yang menjadi rekanan perusahan kita, adalah anak Harry Fane? ... bukankah Mereka juga memiliki perusahaan ekspedisi?"


Miranda dan Ivy, sudah dia hari ini tetap berada di dekat Julius, untuk membantunya berpikir. Dan tiba-tiba saja istrinya tersebut menyebut nama William dan ayahnya.


Julius hanya bisa menghela nafas dalam, dan melepasnya dengan kasar. Dia menggelengkan kepalanya sambil berkata pasrah.


"Tentu saja nama itu yang pertama kali terlintas di kepalaku. Akan tetapi, William baru saja melepas sahamnya. Sekarang, dia bukan lagi rekanan ... "

__ADS_1


Meski hal itu sedikit mengejutkannya, Miranda yang masih belum berputus asa, mencoba mengingatkan Julius.


"Tapi, itu tidak membuat kita tidak bisa meminta bantuannya, agar bisa mendapatkan Jasa salah satu perusahaan milik ayahnya, bukan?"


Mendengar itu, Julius tersenyum kecut, lalu berkata.


"Itulah kenapa tadi aku mengatakan bahwa dia bukan rekanan kita lagi ... Hary Fane dan Jaringannya dari Alco City, memutuskan bergabung dengan Jaringan Zargosky ... "


Ivy yang sejak tadi ada di sana, benar-benar terdiam membisu. Pikirannya buntu dan tatapannya kosong.


Setiap detik yang dia lewati sejak Tobias Zargosky mengatakan ancamannya, hanya mengantarkannya pada kesimpulan bahwa, betapa besarnya kesalahan yang telah dia lakukan.


Sementara itu, William yang baru saja dibicarakan oleh Julius dan Istrinya, kini tengah berada di Amberlead, tepatnya di gedung perusahaan keluarga Kingstone.


"Dale, sudah aku katakan, bukan? Ini bukan tentang hubungan emosional. Ini murni tentang bisnis ... "


William, coba meyakinkan Dale, agar mengatakan pada Ayahnya untuk mengikuti keputusan keluarganya untuk bergabung dengan keluarga Zargosky.


"Will ... Kau tau aku benar-benar tidak menyukai keluarga itu, apalagi anak keduanya, bukan?"


William menggelengkan kepalanya, seolah tak percaya, Dale masih mempertanyakan itu.


"Tentu saja aku tau, aku juga membenci Tobias dan apa yang telah dia lakukan di masa lalu ... tapi seperti yang aku katakan, sesuatu sedang berubah secara masif, dan pemicu terjadi gerakan ini adalah Jaringan Zargosky ... "


Dale juga sudah tau situasinya, hanya saja karena itu keluarga Zargosky, dia menolak untuk langsung tunduk dan dia juga berniat untuk melarang ayahnya melakukan itu.


Meski, dia tau bahwa apapun keputusan yang nanti di ambil oleh Jaringan keluarganya, akan berdampak langsung pada masa depan Jaringan keluarganya itu.


"Noah ... Bagaimana dengan Noah? ... Apa kau sudah memberi tahunya?"


Pertanyaannya Dale itu, membuat raut wajah William berubah. Dia berbalik, dan langsung menanggapinya.


"Aku telah melepas semua sahamku di sana ....sekarang, aku bukan lagi bagian dari rekanan perusahannya ... "


Mata Dale melebar,sebelum akhirnya dia  berseru sedikit histeris.

__ADS_1


"F**k ... Kau apa? ... Bagaimana bisa, kau tidak membicarakan ini dulu denganku ... William f**kin Fane ... ?!"


__ADS_2