World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Sang Keajaiban


__ADS_3

Setelah mendengar Ivy Clark mengatakan itu, semua orang yang ada di sana, benar-benar terdiam.


Bahkan, ayahnya Julius Clark dan ibunya juga sama terperangahnya. Mereka sama sekali tidak menyangka Ivy akan bertindak sejauh itu.


"Sayang ... Apakah kau tau tentang ini?"


Miranda sama sekali tidak mengetahui bahwa putri mereka di minta Noah untuk melakukan hal tersebut.


"Jujur saja, aku juga tidak mengetahuinya ... "


Sama seperti istrinya, Julius Clark juga tidak tau tentang hal tersebut. Ingin rasanya dia berjalan ke tempat di mana putrinya itu sekarang berada, dan meminta penjelasannya.


Akan tetapi, itu tidak mungkin dia lakukan karena tersebut akan membuat situasi semakin menjadi rumit.


Sekarang, pria itu hanya bisa menyerahkan semuanya pada putri mereka. Berharap, apa yang sedang dilakukan Ivy, bukan karena dirinya terbawa emosi sehingga mengatakan sesuatu yang tidak mungkin bisa mereka lakukan, jika tidak Noah langsung yang memerintahkannya.


"Nona ... Apa kau baru saja mengatakan sesuatu yang bisa kau pertanggung jawabkan? ... "


Meski tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya, namun di hati Anson Haines, muncul setitik harapan.


Melihat bagaimana cara Ivy mengatakannya, seolah apa yang baru saja dia ucapkan benar-benar bisa dia buktikan.


"Nona Clark ... Aku mengenal ayah bahkan seluruh keluarga Miranda, ibumu. Tolong, jangan bawa-bawa keluarga Haines dalam masalahmu dengan keluarga Zargosky. Apa kau tidak melihat siatuasinya? ... Ini semua terjadi, karena kami memutuskan untuk melawan mereka."


Bucky langsung mengatakan apa yang ada di dalam kepalanya saat ini. Melihat apa yang terjadi, ini sudah jauh melewati batas. Bahkan, tidak ada satupun keluarga yang dia tau bisa melakukan hal yang di katakan oleh gadis itu.


Mendengar itu, Ivy hanya tersenyum. Dia mengambil mengangkat ponsel yang ada di tangannya, dan mengusap layar dengan satu jari tangan lainnya.


Namun, saat dia ingin mengatakan sesuatu, Tobias Zargosky sudah berdiri di sana.


"Ivy Clark ... Aku tau kau mungkin merasa terlalu malu dan marah dengan apa yang sudah aku lakukan padamu juga keluarga Clark. Tapi, orang-orang ini tidak bodoh. Kau tidak bisa mengatakan hal itu begitu saja ... "


Tobias mengira apa yang sedang dilakukan Ivy hanyalah omong kosong belaka. Jadi, dia datang ke sana untuk kembali mengingatkannya.


Namun, Ivy sama sekali tidak menanggapinya. Gadis itu menatap pada Anson Haines dan menjulurkan ponsel yang ada di tangannya, pada pria yang tampak sedang kebingungan itu.


"Tuan Haines ... Masukkan nomor rekening milik mu di sana, dan ketik berapapun nilai yang kau butuhkan di bawahnya ... Tuanku, tidak suka menunggu."


Dengan gugup, Anson Haines menerima gadget itu dari tangan gadis muda yang tampak begitu cantik, namun menyeramkan tersebut.


Meski tidak sepenuhnya yakin dengan apa yang dikatakan Ivy Clark padanya, Anson Haines tetap memasukkan barisan angka-angka pada bar pertama.


Selama adegan itu terjadi, semua orang di sana sebisa mungkin untuk tidak mengeluarkan suara. Mereka ingin menyaksikan dan mendengar dengan jelas, seperti apa drama ini akan berakhir.

__ADS_1


Semua orang melihat Anson Haines terdiam setelah menekan layar itu untuk beberapa kali. Sekarang, mereka menebak pria itu akan memasukkan nominal yang dia butuhkan, untuk membuat keluarga Haines bisa bangkit kembali.


Seperti yang semua orang ketahui di sana. Jaringan keluarga Haines, bukan jaringan biasa. Tumbang dan bangkrutnya jaringan itu, sungguh sangat mengejutkan semua pebisnis di negara bagian GoldWest ini.


Namun, untuk membuat keluarga itu keluar dari masalah mereka, tentu saja nominal yang dibutuhkan memiliki nilai yang luar biasa besarnya.


Bucky dan Tobias Zargosky melihat Anson mulai mengetik angka dua, setelah itu menekan angka nol sebanyak sebelas kali, dan berhenti.


Menyadari itu, Tobias tersenyum karena dia tau bahwa nilai itu jauh dari kata cukup. Namun, saat Anson memencet sekali lagi, itu membuat pemuda itu berbalik dan menoleh pada Ivy yang tampak tidak perduli sama sekali.


Tobias mulai bimbang. Dia tidak begitu yakin bahwa semua yang akan terjadi sesuai dengan apa yang di katakan gadis itu.


Akan tetapi, dua triliun dollar, sepertinya memang cukup untuk Anson keluar dari jeratan hutang, dan memulai usaha mereka kembali, setidaknya mereka tidak perlu menjual semua asetnya.


Saat ini, semua orang berpikir sama dengan Apa yang ada di dalam kepala Toby. Hanya saja, perlu satu langkah lagi bagi Haines untuk membuktikan apakah keajaiban itu benar-benar ada.


Rasanya hanya ada di dalam mimpi terindah saja, saat ada seseorang bisa memberinya dua triliun dollar sebagai tanda perkenalan.


"Tuan Haines ... Kau terlalu lama dan kau sepertinya meragukan kami."


Ivy mengangkat tangan dan mengetik satu lagi angka nol di sana, sebelum akhirnya menekan tombol kirim.


Itu membuat jantung orang di sana berdetak lambat namun sangat keras. Karena mereka tau bahwa, Penambahan satu angka nol saja, akan memberi nilai yang sangat jauh berbeda.


Tidak lama setelah Ivy mengatakan itu, Haines merasakan ponsel yang berada di saku jasnya bergetar.


Saat ini, Anson sudah tidak bisa merasakan kakinya. Dia berharap gadis ini benar-benar tidak main-main dengan ucapannya.


Anson Haines, berharap keajaiban itu benar-benar ada dan gadis ini ataupun orang yang dibelakangnya, mampu mewujudkan itu bagi dia dan keluarganya.


Dengan perasaan sangat gugup, dan keringat yang sudah mengalir deras di wajahnya, dia melihat sebuah pesan pemberitahuan, batu saja masuk di sana.


Tangan Anson begitu menggigil saat ingin menekan dan membuka isi pesan tersebut.


Tidak ada yang bisa bernafas dengan leluasa di sana. Karena, ini adalah waktu untuk membuktikan segala sesuatunya.


"Tap"


Pesan itu terbuka. Anson tidak memperdulikan barisan tulisan yang ada di sana. Akan tetapi, dia langsung menatap pada deretan angka, yang tertera di antara kata-kata di sana.


"Brukk!"


"Tuan Haines ... !"

__ADS_1


Bucky reflek ingin memegang Anson karena pria itu sudah jatuh berlutut di depan Ivy.


"Nona ... Kau benar-benar, pembawa keajaiban pada keluarga ku ... "


Setelah mengatakan itu, air mata mengalir membasahi pipi pria tersebut.


"Apa yang terjadi? ... "


"Apakah nilainya benar-benar ... Oh tidak, itu ... "


"Oh\, sh*** ... Katakan padaku ini bukan mimpi ... Ini bukan mimpi\, kan?"


Bucky mengambil ponsel Anson yang tergeletak di lantai, dan memeriksa isi pesan tersebut. Dan beberapa saat kemudian, dia juga ikut ambruk.


"Ini keajaiban ... Ini benar-benar keajaiban ... "


Ivy hanya tersenyum puas, dan berbalik menatap pada Tobias Zargosky, yang kini terlihat sangat begitu pucat.


Dengan nada yang sangat meremehkan, gadis itu mulai berkata.


"Pemiliku bahkan tidak perlu melakukan apapun, untuk memperbaiki apa yang sudah susah payah kalian hancurkan ... Tobias ... Zargosky ... Jangan bercanda denganku! ... apa kau dan keluargamu itu, merasa setara denganya? ... Huh?!"


Tobias terpaksa mundur selangkah, ketika Ivy Clark berkata seperti itu pada dirinya. Saat itu, tiba-tiba saja dia merasa menjadi orang paling bodoh, dan kehilangan kebanggaan atas nama keluarganya.


Puas melihat bagaimana reaksi Tobias, Ivy berbalik dan beranjak dari sana. Namun, saat itu dia menyerukan sesuatu pada Anson Haines yang masih tertunduk menangis di belakangnya.


"Tuan Haines ... Sebaiknya kau menyimpan ponsel itu baik-baik. Karena, dengan cara itu saja, kau bisa terhubung  dengan ... sang keajaiban ... "


Menyadari maksud dari kata-kata gadis itu, Anson Haines tersentak. Dia langsung merampas ponsel tersebut dari tangan Bucky, lalu membawa benda itu kedalam pelukannya.


Sejak detik itu, semua orang yang hadir di sana, akhirnya mengenali dan  menyebut sosok yang berada di belakang Jaringan Sattelite dan keluarga Clark sebagai ... The Miracles (Sang Keajaiban).


Sementara itu, Noah yang berada di belakang itu semua, baru saja memasukkan ponselnya ke dalam saku.


Saat ini, dia, Antony Reyes dan Jack Langley, sedang berdiri di depan sebuah gudang di pelabuhan jauh di pinggir kota HighCopper.


"Jack, apa kau yakin mereka menawan teman-temanku di dalam sana?"


"Ya, Boss ... Tidak diragukan lagi."


Di belakang mereka, Antony Reyes sudah membunyikan jari-jarinya dan melemaskan otot-otot nya, tanda bahwa pria tua itu sedang sangat bersemangat.


"Sudah lama sekali rasanya tidak melakukan ini, jadi ... Ayo kita lakukan saja dari depan ... !"

__ADS_1


__ADS_2