
Noah tidak hanya asal berinvestasi. Walaupun dia bermaksud menghancurkan keluarga Fargo, dia tetap memikirkan keuntungan dari sana.
Memiliki uang yang tak terbatas tak lantas membuat seseorang menjadi penguasa. Dia sudah menyadari itu.
Akan tetapi, sistem yang ada didalam dirinya saat ini benar-benar berpengaruh pada kinerja otak, tubuh dan perasaannya.
Saat ini saja, Envy benar-benar bereaksi saat Noah, mendengar, melihat atau merasa seseorang lebih dari dirinya dalam hal apapun.
"Aku tidak akan membiarkan sistem ini mengambil alih diriku."
Noah terus menggumamkan hal itu untuk mengingatkannya dalam segala tindakannya.
Menjadi Raja jalanan, tidak membuat dia menyelesaikan level sistemnya. Hal itu, hanya menambah level pengalamannya sebanyak sepuluh tingkat saja.
Itu kenapa jika memang harus menjadi Raja jalanan, dia merasa harus menjadi satu-satunya. Akan tetapi saat ini sepertinya hal itu belum bisa terwujud karena masih ada satu lagi Raja yang belum di kenalnya.
"Siapa orang itu?"
Tidak bisa hanya fokus di sana, Noah kembali memikirkan perkembangan perusahaan media yang dia bangun untuk teman-temannya.
Saat ini, Noah masih menyembunyikan siapa dia dari teman-temannya itu, agar mereka bisa bekerja dengan sungguh-sungguh. Lagipula, menurut Noah ketiganya memang berbakat.
Dia tidak melakukan apapun selain berinvestasi pada mereka. Hal yang sama akan dilakukan investor lain, jika mengetahui seberapa berbakat ketiganya.
Noah hanya melakukan itu, demi keselamatan mereka. Jika musuhnya tau bahwa ketiganya adalah teman-temannya, maka Henry, Liam dan Noel, akan dalam bahaya.
"Antonius, bagaimana dengan Walleye? Sudahkah program itu di mulai?"
Noah belum mendapati poin sistemnya bertambah setelah dia menambahkan dua ratus milyar lagi pada World Order.
"Tuan Evans, semua sudah dipersiapkan. Hanya saja, pergerakan Keluarga Fargo sudah mulai terasa sedikit menganggu."
"Baiklah, aku mengerti ... Aku akan mengurus keluarga itu."
Noah kembali memutus sambungan begitu saja, dan memacu mobilnya kembali ke Silverstone. Pusat Olah Raga Goldwest adalah tujuan pemuda itu saat ini.
Saat baru saja beberapa menit keluar tol, pandangan Noah teralihkan dengan sesuatu.
Noah sedang melihat Sebuah rumah sakit dan hal itu membuatnya mengingat hal lainnya saat itu juga.
"Ah sial, kenapa aku bisa melupakan ini."
Noah segera meraih ponselnya, dan mencari sebuah nomor di sana. Saat melihatnya, dia langsung menekan nomor untuk menghubungi pemiliknya.
"Noah, apa kabarmu nak?"
__ADS_1
Suara yang selalu terasa hangat di telinga Noah. Satu-satunya orang di dunia yang akan bertanya langsung keadaanya saat mereka berjumpa atau berbicara.
"Nyonya Victoria, aku baik. Bagaimana denganmu?"
"Bagus jika begitu. Aku juga sangat baik. Ada beberapa anak-anak baru di sini. Mereka sangat lucu-lucu."
Noah tersenyum mendengar itu. Begitulah Victoria, wanita yang mengelola panti asuhan yang membesarkannya. Seorang wanita hangat dan penuh kasih sayang.
Inilah yang membuat Noah mengumpat pada dirinya sendiri. Kenapa dia baru ingat untuk menelfon wanita itu, hari ini.
"Nyonya Victoria, aku sudah bekerja. Aku ingin mengirim sedikit uang pergunakanlah untuk kebutuhanmu dan anak-anak di sana."
"Noah, bagaimana dengan kuliahmu? Apa kau berhenti dan bekerja? Kembalilah berkuliah, aku akan mencarikan uang agar kau bisa menyelesaikannya."
"Tidak, aku masih kuliah dan bekerja, seperti biasanya."
Noah tentu saja tidak mungkin bisa menjelaskan semuanya di saat seperti ini pada Victoria.
"Noah, kau begitu kesulitan untuk tetap melanjutkan pendidikanmu. Sementara aku tidak bisa membantumu. Pergunakan saja uang itu untukmu, kami di sini baik-baik saja."
Ketulusan dan kasih sayang yang sangat berlimpah, hal yang dimiliki Victoria yang tak banyak dimiliki manusia lainnya saat ini.
Mata Noah langsung berlinang mendengar apa yang dikatakan wanita itu.
"Tidak, aku mendapatkan pekerjaan yang cukup baik dan aku sudah membayar semua biaya studiku, sekarang aku memiliki uang. Aku akan mengirimkannya."
Meski bukan ibu kandungnya, Noah pernah bersumpah dan itu dia katakan berkali-kali dan menanamkan di hati bahwa dirinya akan membahagiakan wanita ini.
Untuk itulah dia bekerja mati-matian dan melanjutkan sekolah agar bisa mewujudkannya.
"Ya, aku akan segera ke sana dan aku tetap akan mengirimkan uangnya."
"Noah, berjanjilah padaku, kau benar-benar akan menamatkan sekolahmu, kau sudah bekerja keras untuk itu."
Meski tau Victoria tidak bisa melihatnya, Noah mengangguk dengan menahan tangisnya. "Baiklah, aku berjanji."
"Baiklah, kau laki-laki nak, dan seorang laki-laki sejati, selalu menepati janjinya."
Noah tidak lagi mampu menjawabnya. Namun, tiba-tiba Victoria kembali bersuara.
"Noah, apa kau masih di sana? Helo?"
"Ya, Nyonya Victoria, aku di sini."
"Oh sukurlah, tapi Noah, aku harus pergi. Salah satu adikmu berkelahi di sekolah, pihak sekolah memanggilku untuk ke sana. Nanti kita bicara lagi, oke? "
__ADS_1
"Ya, Nyonya, jaga dirimu."
"Tentu saja, kau tau bagaimana aku. Sudah, aku harus pergi, bye."
Sambungan itu terputus. Noah mendapati mobilnya sudah berhenti dipinggir jalan.
Menunggu diri sedikit tenang, dia membuka aplikasi m-banking di ponselnya. Saat itu, ingin rasanya dia mengirimkan semua uangnya pada wanita itu.
"Ting ... !"
Noah tidak perlu membuka panel sistemnya untuk memeriksa apa yang telah berubah di sana.
"Aku harus secepatnya menyelesaikan masalah disini, dan kembali ke BronzeLand.
Seperti apa yang terjadi dengan rencana pembangunan Walleye media, Pusat Olah Raga juga memiliki masalah yang sama.
Pekerjaan di sana sudah mulai sedikit terganggu karena keluarga Fargo. Itu kenapa tadi Noah mendesak keluarga Clark agar segera merampungkan rencananya di HighCopper.
"Alex, tidak perlu mengurangi tenaga kerja. Sebaliknya, tambah jumlah mereka."
Tidak langsung menerima keputusan Noah yang terkesan sangat salah itu, Alex coba menjelaskan situasinya.
"Tuan Evans, hal ini akan berdampak pada—"
"Tidak, tidak. Lakukan saja. Dan pekerjakan banyak keamanan untuk menjamin keselamatan mereka."
"Keluarga Fargo akan—"
Kembali Noah memotong nya. "Aku yang akan mengurus mereka. Lakukan saja dan carilah lahan lainnya untuk berinvestasi setelah itu."
Alex hanya mengangguk. "Baik, aku mengerti."
"Bagus ... jadi, bagaimana dengan desain yang baru? Apa orang itu sudah menyelesaikannya?"
Saat itu juga wajah Alex berubah. "Tuan Evans, keluarga Knox dalam pengawasan kita. Sementara, perusahaan orang ini, adalah rekanan mereka."
Noah sangat mengerti yang Alex maksud. Akan tetapi, dia benar-benar menyukai desain dari arsitek itu.
"Baiklah, berikan data perusahaan orang itu pada Old Ted. Aku akan memintanya untuk melakukan sesuatu."
"Baik, aku akan segera mengirimnya."
Saat Noah hendak pergi, dia kembali bertanya untuk memastikan. "Alex, tepatnya, bagaimana kalian bisa berakhir di tangan keluarga Fargo ini?"
Saat Noah menanyakan hal itu, wajah Alex berubah kesal. Bukan pada Noah, jelas itu pada apa yang sedang coba di ingatnya.
__ADS_1
"Tuan Evans, sebenarnya ini bermula karena pengkhianatan seseorang ... "