World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Saatnya Membayar


__ADS_3

Tobias Zargosky untuk pertama kalinya, memutus sambungan begitu saja, karena tidak ingin berdebat dengan kakaknya, Nicholas, tentang masalah ini lebih jauh lagi.


Saat ini, tujuannya hanya satu yaitu, memaksa Noah Evans keluar dari persembunyiannya.


Dari apa yang dikatakan William padanya saat itu, baginya Noah hanya seorang pengecut, yang meminta wanita untuk menghadapinya.


Di kantor pusat kepolisian HighCopper, Noah dan yang lainnya di suguhkan dengan banyak video.


Namun, dengan kemampuan anggota keluarga Langley, dalam waktu sekejap saja, mereka mulai mendapatkan petunjuk.


Tiga gadis itu di culik secara bersamaan, setelah ketiganya keluar dari kampus mereka.


Sebuah mobil Van yang sudah lama menunggu langsung bergerak begitu melihat ketiganya.


Semua rentetan rekaman itu, berakhir di sebuah jalan tol, keluar kota. Hanya saja, otoritas kepolisian HighCopper tidak memiliki akses pada kota berikutnya.


"Ini sedikit lebih sulit dari apa yang aku pikirkan!"


Rick Langley, tidak menduga bahwa Toby akan membawa ketiganya keluar kota.


Noah menganggukkan kepalanya, mengerti, setelahnya dia meminta mereka untuk mencari Ivy.


Karena kejadiannya belum lama berlangsung, mobil yang sama kembali terlihat. Namun, Ivy mengalami penculikan itu, tepat di parkiran kantor Sattelite milik Noah, yang dikendalikan ayahnya.


"Tidak perlu mencarinya. Mobil itu pasti membawanya ketempat yang sama."


Saat itu, Antony Reyes langsung menyela. Dia sangat yakin bahwa gadis ke empat akan berakhir di tempat yang sama.


Mereka semua sempat terdiam sejenak, sebelum Jack yang sejak tadi diam, akhirnya bersuara.


"Kita bisa mengikuti mereka, jika kita bisa mengakses kamera satelit."


Mata semua orang melebar, namun saat itu juga Antony Reyes kembali mematahkannya.


"Kita bisa terus mencobanya nanti. Tapi, itu akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Melihat apa yang dirasakan pemuda itu saat malam lelang, aku tidak yakin, dia akan menunggu kita menemukannya untuk menahan diri agar tidak mencelakai keempat gadis itu."


Noah memang tidak melihat langsung kejadiannya. Akan tetapi, seseorang yang memiliki harga diri yang sangat tinggi, dan sangat membanggakan keluarganya, tentu tidak bisa menerima begitu saja, kejadian memalukan itu.


"Hmmm ... Ini akan lebih mudah, jika kita memiliki nomer ponsel salah satu dari mereka ... "

__ADS_1


Saat kepala kepolisian HighCopper bicara, mata semua orang langsung mengarah pada Noah. Namun, lagi-lagi Antony Reyes mematahkannya.


"Aku rasa mereka tidak cukup bodoh untuk terus membiarkan ponsel keempatnya, menyala."


Semua orang melepaskan nafas kecewa. Sepertinya Antony Reyes benar-benar berpengalaman dengan hal ini. Dilihat dari mana kecepatan pria itu berpikir dan menyimpulkan sesuatu, keberadaan mereka di sini terasa sia-sia.


Namun, saat itu juga Noah mengingat sesuatu. Dia langsung meraba sakunya, dan mengeluarkan benda yang diberikan Chris padanya, beberapa waktu yang lalu.


"Apakah mungkin, melacak nomor Tobias lewat ponsel ini?"


Noah mengangkat ponsel Aiden dan menunjukkannya pada kepala kepolisian. Saat itu juga, pria itu balik bertanya.


"Jika nomor milik Tobias Zargosky pernah menghubungi ponsel itu, setidaknya kita bisa melacak keberadaannya."


Saat Antony Reyes ingin bersuara, saat itu juga Noah menyelanya.


"Tuan Reyes ... Mungkin apa yang akan kau katakan ada benarnya. Tapi, saat ini jika kita tidak melakukan apapun, maka semua tidak ada artinya, bukan? Bahkan kesimpulan apapun tidak akan membawa kita kemanapun, jika sejak awal kita tidak melakukan apapun!"


Antony Reyes langsung mengangguk mengerti, dan langsung berkata.


"Itu benar, maafkan aku ... "


Ponsel itu diberikan pada kepala kepolisian, sebelum akhirnya pria itu memberikan pada anggotanya.


"Nomor ini menyala beberapa menit yang lalu ... "


Saat itu juga, semua orang yang ada di sana, berseru bersamaan.


"DIMANA?! ... "


Kembali pada tempat dimana Tobias Zargosky membekap keempat gadis itu. Ivy mencoba meronta-ronta, untuk melepaskan ikatannya pada kursi tersebut.


Gadis itu baru diam saat melihat Toby yang berjalan dari luar, masuk dan mendekat padanya.


Mata Ivy menatapnya sangat tajam. Namun, Toby membalasnya dengan senyum kemenangan.


"Ivy Clark ... Aku benar-benar tidak menyangka bahwa kita akan berakhir dengan keadaan seperti ini. Awalnya, aku berharap kita bisa menjadi pasangan kekasih dan bersenang-senang. Tapi, kau membuat nya menjadi rumit, hingga kau harus berada di sini, dengan keadaan seperti ini ... "


"Hmmmmpppp ... Hmmmmpp ... "

__ADS_1


Melihat Ivy coba mengatakan sesuatu padanya, Tobias menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak akan membiarkan mulutmu itu, untuk menghinaku dan keluarga Zargosky lagi ... Sekarang, aku ingin lihat apakah orang yang kau banggakan itu, bisa berguna untukmu saat ini, atau tidak!"


"Hmpp ... Hmmpp ... Hmmmmpppp ... !!"


Tobias mendekatkan telinga pada wajah Ivy, seolah ingin mendengar apa yang coba di katakan gadis itu. Namun, dia menunjuk pada Tubuh Stella yang sudah terkapar tak sadarkan diri di sana.


Mata Ivy melebar, dan menatap dua gadis lainnya, yang saat ini tergeletak di bawah, dengan posisi masih terikat pada kursi.


Mia menggelengkan kepalanya memberi tanda agar Ivy tidak melawan. Dua hari ini mereka dihadapkan dengan kengerian yang di lakukan Tobias pada mereka, terlebih pada Stella.


Namun, sepertinya Ivy Clark tidak memperdulikannya. Gadis itu berusaha memberontak, dengan mengangkat kaki setinggi yang di bisa mencoba menyerang Toby.


Toby kembali tersenyum meremehkan. Saat itu, sebuh pikiran kotor terlintas di kepalanya.


Berpikir bahwa tidak mungkin lagi baginya untuk mendapatkan Ivy dengan cara yang baik, dia merasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk menikmati tubuh gadis di depannya ini.


Dia membungkuk, dan mendekatkan wajahnya di sebelah gadis itu. Di telinga gadis itu, Toby berkata dengan sedikit memelankan suaranya.


"Ivy ... sepertinya Aku punya sesuatu yang bisa menyumbat kedua mulut mu ... Bagaimana? ... Apa kau tertarik?"


Wajah Tobias Zargosky berubah saat mengatakannya. Sementara itu, Mia dan Sally yang tidak jauh dari sana, juga mendengarnya. Seketika mata keduanya melebar.


Mereka sepertinya sudah bisa menebak apa yang akan terjadi dengan Ivy Clark beberapa saat lagi. Akan tetapi, tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menolongnya.


Keduanya menyesali sikap Ivy yang sama sekali tidak ingin sedikit mengalah. Pada pemuda yang sepertinya memiliki kelainan psikologis ini.


Sekarang, keduanya melihat Tobias Kembali berdiri dan berbalik pada semua anak buahnya.


"Aku berubah pikiran ... Kita akan mengurus pecundang itu nanti ... Sekarang, aku ingin bermain dengan wanitanya ... "


Ada belasan orang yang berdiri di sana. Mereka semua tersenyum saat mendengar Tobias mengatakan hal tersebut.


"Kalian bisa keluar terlebih dahulu ... Nanti saat aku selesai, kalian bisa bermain-main dengan mereka, setelahnya ... "


Mendengar apa yang dikatakan Toby pada mereka, semuanya memasang wajah bersemangat.


Saat itu juga mereka langsung berbalik, agar Bos mereka bisa segera menyelesaikannya.

__ADS_1


Setelah melihat semua orang keluar dari sana, Tobias berbalik dan menatap pada Ivy. Dia kembali tersenyum dengan wajah sedikit mesum.


"Ivy Clark ... Saatnya kau membayar semuanya!"


__ADS_2