
Segala sesuatu perlu rencana. Dan rencana yang matang akan memberi dampak berbeda.
Kenaikan level Sense dan Intuisi Noah memberi ruang lebih pada otaknya untuk memikirkan hal sedikit lebih tajam dari sebelumnya.
Akan tetapi, yang terjadi sedikit pada otaknya itu, membuatnya membuat sebuah gerakan besar yang mungkin tidak bisa dia lakukan sebelumnya karena kebimbangan.
Sementara kebocoroan yang di sengaja tentang pemesanan keperluan World Order terus dilakukan, perusahaan Satellite miliknya di HighCopper, terus mendapat pesanan dari Jaringan Keluarga Fargo.
"Tuan Muda. Aku rasa, jika kita tidak cepat mencari pembeli, maka kita akan kesulitan untuk memonopoli pasar saat World Order benar-benar hancur."
Hal itu tentu saja sudah dipikirkan oleh Arlen sebelumnya. Setiap pemesanan yang di bocorkan Luke Norman, semakin hari semakin besar saja.
Jika ini terus berlanjut, maka saat World Order benar-benar tidak bisa bergerak dan akhirnya jatuh, maka saat Keluarga Fargo berpotensi juga tidak akan sanggup membelinya karena kehabisan dana.
"Sial ... Mereka lebih kuat dari dugaanku."
Menjual apa yang sudah mereka miliki, tentu tidak akan bisa di lakukan di Silverstone. Besarnya jumlah barang yang kini menumpuk di gudang keluarga Fargo, sebenarnya sudah mampu membangun sebuah tempat hiburan dan meski tidak sebesar DevilHill sekarang.
"Baiklah, kita akan menjualnya. Cari pembeli yang mampu mengambil barang-barang itu secepatnya."
Luke Norman segera mengangguk mengerti dan pergi dari sana. Saat itu, sebenarnya dia juga merasa kesulitan untuk mencari perusahaan yang membutuhkan semua barang-barang itu.
"Ini sangat merepotkan. Ternyata hanya besar mulut saja. Jelas, Dia tidak sebaik ayahnya."
Luke Norman benar-benar kesal menjalani dua peran. Sementara, saat ini dia mulai merasa World Order memang sangat kuat.
Jika, Arlen salah perhitungan, maka dia beresiko ikut hancur dengan keluarga Fargo. Akan tetapi, di sisi lain dia juga tau seberbahaya apa keluarga Fargo jika dia memilih untuk mengkhianati mereka.
***
Waktu terus berjalan, Old Ted sudah berhasil mengumpulkan beberapa informasi penting di BronzeLand.
Kota itu memang memiliki banyak Jaringan, akan tetapi hanya beberapa saja yang cukup besar dan tidak ada yang sangat besar seperti di Silverstone atau kota-kota besar lainnya di negara bagian Goldwest ini.
Salah Satu jaringan yang besar di sana, di gerakkan oleh keluarga Briley. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang hiburan di kota itu.
Terkait perusahaan milik keluarga Jackson, mereka hanya perusahaan biasa yang bergerak di bidang jasa dan kontruksi yang kini, terlilit hutang di bank dan beberapa masalah bisnis lainnya.
Hal itu sudah di duga oleh Noah sebelumnya, saat Old Ted mencari tau track record Gabe Jackson.
Saat ini, Noah mempertimbangkan untuk mengakuisisi salah satunya. Akan tetapi, menurut Old Ted, di Perusahaan Jackson, Gabe tidak memiliki peran terlalu penting. Sementara Briley memiliki track rekor sangat kotor.
Jadi, jika Noah ingin menyelamatkan perusahaan itu, maka itu tidak akan berpengaruh pada Gabe itu sendiri.
Ini masalah baru. Noah harus secepatnya mendirikan sebuah perusahaan yang bisa membeli barang-barang dari keluarga Fargo.
__ADS_1
Akan tetapi, dia kekurangan orang untuk memulainya. Itu tidak akan bekerja, jika Arlen Fargo tau perusahaan itu memiliki hubungan dengan World Order.
"Old Ted, apakah kau mengenal seseorang yang bisa dipercaya tapi bukan berasal dari jaringan keluarga Sanders atau orang-orang World Order?"
"Noah, aku tidak memiliki kenalan seperti itu. Akan tetapi, apakah kau pernah mendengar tentang keluarga Reyes?"
"Tidak, siapa mereka?"
Saat itu, Old Ted menceritakan bahwa di Silverstone tidak hanya ada Fargo. Ada beberapa keluarga yang juga memiliki kekuatan hampir sama dengan keluarga itu.
Antony Reyes, kepala keluarga Reyes juga memiliki andil besar dalam pergerakan prekonomian di kota Silverstone.
Memang, mereka tidak memiliki masalah dengan Keluarga Fargo. Akan tetapi, semua orang juga tau bahwa bisnis adalah tentang keuntungan.
Jika Noah bisa memberikan mereka tawaran dengan keuntungan yang bagus, maka bukan tidak mungkin mereka mau ikut dalam permainan ini.
Selesai Ted Bowie menjelaskan, Noah memutus sambungan itu. Dia memerlukan sedikit untuk berfikir sejenak dan memutuskannya.
"Bell ... "
Noah saat ini memiliki satu juta lebih poin sistem. Namun, dia masih ragu untuk menggunakannya. World Order belum bjsa memberikannya poin dan Satellite juga masih bergerak secara pasif untuk fokus menjaga pergerakan keluarga Fargo.
Namun, saat dia ingin menutup panel, dia menyadari bahwa di bar keahlian spesial, kembali menjnjukkan tanda seru. Saat itu, Noah mengernyit heran. Karena tidak merasa mendalami sesuatu kehlian dasar yang baru sebelumnya.
[Negosiator dasar]
"Apa ini keahlian ini aku peroleh setelah berbicara dengan Arlen Fargo?" Batinnya.
Saat itu, Noah berhenti memikirkannya dan fokus untuk mempertimbangkan untuk meng-upgrade keahlian tersebut. Karena, sebagai pemimpin sebuah Jaringan, dia memang memerlukan keahlian tersebut.
"Oh, s**t ... Ternyata Ini memang mahal."
Negosiator bukan keahlian sembarang yang bisa di dapat tanpa di asah dengan sedemikian rupa.
Tentu saja harga keahlian ini sangat mahal. Tapi, jika harus menghabiskan lima ratus ribu poin sistem untuk menaikkannya, tetap saja itu terasa sangat mahal saat ini. Apalagi, dia belum melihat peluang menambah poin lagi dalam waktu dekat.
"Persetan ... Aku memang membutuhkannya."
Tidak hanya meng-upgrade keahlian negosiasinya, saat itu juga Noah menaikkan level keahlian bela dirinya, ke level Ahli.
Saat melihat bagaimana orang-orang yang menjemputnya untuk menemui Arlen, Noah merasa bahwa dia belum mampu menghadapi tiga orang itu.
"Baiklah, aku rasa aku harus pulang untuk menaikkannya."
Sadar bahwa kenaikan dua keahlian yang menggunakan poin cukup banyak akan berpotensi berdampak pada tubuhnya, Dia tidak ingin kehilangan kesadaran di tengah jalan seperti ini.
__ADS_1
Setekah sampai di mansion Alice djmana dia tinggal, Noah langsung manikkan level kedua keahliannya tadi. Namun,Tidak seperti dugaannya ternyata hal itu tidak berpengaruh hingga membuatnya pingsan.
Bahkan, tidak ada lagi cairan yang berwarna gelap dan sedikit bau, keluar dari pori-pori nya.
"Noah, Apakah kau akan pergi lagi?"
Meski tinggal di satu tempat, Alice mendapati Noah sangat jarang berada di rumah. Gadis itu melihat Noah seperti sedang melakukan sesuatu hal yang dia tidak ketahui.
Awalnya, menurut Alice Noah menghabiskan waktu untuk menemani Jade, namun tidak. Karena sedikit penasaran, Alice pernah mencari tau tentang itu.
"Sepertinya hari ini, aku tidak akan kemana-mana. Apa kau memiliki informasi baru untuk di bahas, atau ... Kau sedang membutuhkan, bantuanku?"
Alice hanya menggelengkan kepala tersenyum. "Tidak, Tidak. Saat ini semua stabil. Hanya saja jika DevilHill tidak mendapatkan kebutuhan logistik nya. Maka beberapa waktu ke depan, kita benar-benar akan terancam."
Niah mengangguk mengerti. "Itu tidak akan lama lagi dan aku memiliki rencana untuk itu."
"Noah, apa kau ingin membalas Fargo karena aku dan yang lainnya? Atau kau memang ingin menghancurkan Siapa yang mengusik World Order?"
Pertanyaan Alice Seharusny memang tidak berat. Akan tetapi, motivasi Noah benar-benar berbeda.
"Alice, tentu aku tidak ingin kau atau yang lainnya di World Order di ganggu oleh siapapun. Tidak hanya Arlen Fargo saja ... "
Noah sengaja menggantung kata-katanya karena memikirkan bagaimana cara menyampaikan maksudnya pada Alice.
"Tapi, lebih dari itu semua, saat ini aku benar-benar tidak suka jika ada orang merasa dirinya berada di atas World Order, terlebih diriku. Jadi, aku akan menghancurkannya dan membuat nya memandangku berdiri sedangkan saat itu, wajahnya berada di tanah."
Saat itu, Alice terdiam. Lalu kembali bertanya. "Noah, kadang kau sangat hangat juga bisa sangat dingin dan ... Mengerikan. Kadang, aku tidak tau sebenarnya seperti apa dirimu."
Tentu saja ada yang berubah dari dirinya. Noah juga sudah menyadarinya. Bell, sistemnya benar-benar mempengaruhinya. Saat itu, dia tampak berfikir sebentar, dan kembali menatap Alice.
"Alice, aku katakan ini padamu ... Mungkin, di masa depan aku akan banyak menunjukkan sifat atau sikap yang sedikit tidak biasa. Aku tak bisa selalu menjelaskannya hal itu karena apa. Tapi, aku ingin kau ingat satu hal ... Aku tetap ingin menjadi seperti Noah yang pernah bekerja di Club milikmu."
Saat itu Alice langsung tersenyum. "Aku selalu menyukaimu yang seperti itu. Tapi, aku tetap akan menyukaimu bagaimanapun dirimu di masa depan."
"Terimakasih, karena sejak dulu, kau selalu baik padaku."
Alice mengangkat kedua tangannya yang membuat Noah mengerutkan dahinya. Saat dia ingin bertanya, Alice mendahuluinya.
"Bukankah, ini waktu yang tepat untuk kita berpelukan?" Ucapnya dengan tatapan sedikit jahil.
Noah langsung menggeleng. "Kau harus menemukan laki-laki secepatnya untuk kau jadikan pelampiasan hasratmu itu."
Noah meninggalkan Alice dan menuju kamarnya. Sebelum pintu kamarnya tertutup, dia mendengar Alice berteriak.
"Noah kenapa kau pergi? ... Ayolah, jangan bilang kau tidak menginginkannya dan ... "
__ADS_1
"Bruk!"