World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Selamat Datang


__ADS_3

Satu tendangan itu, langsung membuat tubuh besar Rob Grizzly terhuyung kebelakang. Namun, Noah kembali mengangkat kaki, dan menghantamkannya pada lutut Pria itu.


"Kraaak!!"


"Arggggghh ... !!"


Tendangan itu tidak hanya membuat tempurung lutut pria tersebut berpindah tempat, namun kulitnya juga terkoyak. Hingga sinyal rasa sakit yang luar biasa, langsung dikirim ke otaknya.


Saat pria itu terjatuh hendak terjatuh berlutut, Noah sama sekali tidak membiarkannya. Sekali lagi Noah menghantam telapak sepatunya pada wajah, tepatnya mulut Rob Grizzly.


"Bruuukkk ... "


Pria itu langsung jatuh terlentang, dengan satu kaki terlipat dalam posisi sangat tidak wajar.


"Kau... "


"Buk!!"


"Bilang ... "


"Buk!!"


"Kami ... "


"Buk!!"


"Badut ... "


"Buk!!"


"Huh?!!"


Setiap satu kata dari Noah, di ikuti dengan satu injakan keras ke wajah Rob yang sudah hancur itu.


"Braaaakkk ... Kraaaaaaak ... "


Semua orang menelan ludah mereka sambil melihat pemandangan yang tiba-tiba menjadi sangat mengerikan itu.


Tidak Samapi beberapa menit yang lalu, Rob Grizzly tampak sangat mendominasi, hingga membuat semua orang sedikit menaruh rasa takut padanya.


Namun, saat terakhir kali pemuda itu  menginjak wajahnya, Noah tidak lagi mengangkat kakinya, melainkan terus menekan.


Semua orang yang melihat dan mendengar itu, bisa memastikan bahwa beberapa saat yang lalu, Kepala Rob Grizzly, baru saja hancur.


Noah menatap wajah yang sudah tak lagi berbentuk di kakinya itu, dan berkata.


"Apa ini masih terlihat seperti lelucon bagimu, brengsek ... ?!!"


Seruan terakhir Noah itu, langsung membuat semua orang yang mendengarnya, dipastikan kehilangan selera humor mereka, setidaknya untuk beberapa waktu.


Belasan anggota Rob Grizzly yang melihat dari jarak yang sangat dekat, tidak bisa berbuat apa-apa.


Mereka tidak menyangka, orang yang mereka ikuti selama ini, berakhir konyol di kaki seorang pemuda yang diremehkannya.


Mata mereka semua terpaku pada bercak darah di bawah kaki pemuda itu. Namun, sesaat kemudian, kaki mereka semua langsung menjadi kaku.


Wajah yang tadi menatap kebawah dan mengumpat marah pada tengkorak Rob Grizzly itu, kini terangkat.


Dari atas, mata pemuda itu kini mengedarkan tatapannya pada mereka semua. Serentak, kerongkongan mereka terasa sangat kering.

__ADS_1


Namun, saat mereka ingin menelan ludah untuk membasahinya, satu tangan Noah terangkat menunjuk ke arah pintu.


Sempat berpikir, bahwa pemuda itu ingin mengusir mereka dari sana, namun ternyata pikiran itu salah besar. Dan sangat terbalik dengan kenyataannya, saat mendengar Noah berkata dengan nada rendah, memberi perintah.


"Tutup pintu itu ... !!"


Satu kata itu, membuat semua orang merinding. Namun, tidak ada satupun dari mereka di sana, yang bergerak.


Noah melirik pada Ted Bowie dan Antony Reyes dan kembali berkata.


"Aku bilang, tutup pintu itu ... !!"


Ted Bowie dan Antony Reyes, sempat tertegun sebentar, lalu langsung mengangguk dan berbalik.


Keduanya melompat dari panggung dan langsung menghempaskan sepasang pintu di sana, dan kembali berbalik lalu berdiri, seolah menjaganya.


Noah kembali berbalik dan menoleh pada seluruh Anggota Rob Grizzly yang berdiri menghadapnya.


"Sekali kalian masuk ke Jaringanku, Maka ... Nyawa kalian, adalah milikku ... !!"


Setelah mendengar Noah mengantarkan itu, semua orang yang ada di tribun, sekarang mengerti benar maksud perkataan Alice sebelumnya.


Berguna atau ke neraka. Hal yang terdengar hanya seperti permainan kata, sama sekali berbeda jika dilihat bagaimana mana situasi saat ini. Pemuda itu, sedang menunjukkan makna sesungguhnya dari ungkapan itu.


Belasan pria yang tadi terlihat penuh percaya diri itu, kini hanya terlihat seperti sekawanan itik, yang terkurung di dalam sarang singa.


Bicara soal nyawa, kata-kata yang di ucapkan Noah, ternyata memang bukan hanya sekedar ancaman belaka.


Setelah mengatakan itu, di mulai lah pertunjukkan sebenarnya. Pemuda itu langsung melompat menerjang, anggota Rob Grizzly yang paling dekat, hingga membuat pria itu terpental, meski sempat menahan tendangan.


"Braaaakkk ... !!"


Beberapa orang yang melihat kedatangan tubuh itu, reflek mengelak. Hingga akhirnya pria itu berakhir menubruk barisan bangku tribun paling bawah.


"Yang lain, mundur!!"


Semua orang tersentak saat mendengar Alex berseru dari atas panggung. Namun, saatnitu mereka langsung mengerti apa yang dimaksud pria itu.


Orang-orang yang berada di barisan paling depan, langsung meloncat hingga tiga baris kebelakang.


Sementara, pria itu dan Antonius berjalan, ke depan panggung menghadang, agar tidak ada yang berusaha naik ke sana.


Wajah Noah yang biasa tampak ramah, kini berubah menjadi sangat dingin. Myra yang berdiri di atas panggung, langsung bergumam.


"Orang-orang bodoh ini, telah membangunkan sisi lain dari dirinya ... "


The Madness, begitulah semua orang yang mengetahui tentang apa yang terjadi di Bronzeland, menyebutnya.


Sosok yang pernah menjadi mimpi buruk bagi Jaringan satu kota, kini berdiri di dalam ruangan yang sama dengan mereka.


Bagi yang merasa berpihak padanya, tentu saja itu hal yang sangat melegakan. Akan tetapi, bagi belasan orang yang kini di tatapnya, di sudut mata pemuda ini, mereka semua sedang melihat pintu neraka.


Sebuah seringai muncul di wajah Noah, sebelum akhirnya pemuda itu kembali bergerak.


"Buk!! ... Buk!!"


"Arggggghh ... "


"Kraaaaaaak ... "

__ADS_1


"Buk!!"


Noah menendang perut, lalu menghantamkan lututnya pada kepala satu orang yang terdekat, namun saat kepala itu terangkat, cepat dia menangkapnya, dan memutar leher pria malang itu, hingga lebih dari seratus delapan puluh derajat.


Satu orang barunsaja meregang nyawa, namun Noah sudah kembali bergerak cepat, dan berdiri di depan yang lainnya.


Berpikir bahwa dia akan mendapat serangan yang sama, cepat dia menyilangkan kedua tangan menutup  bagian dada hingga perutnya.


Namun, pandangannya langsung gelap, setelah kaki yang berlumur darah, menghantam telinganya.


Tubuhnya langsung terlipat menyamping, saat Noah mengakhiri hidupnya dengan sebuah pukulan kuat ke dagu, yang membuat tubuhnya terangkat lalu berakhir tergeletak di bawah, tak bernyawa.


Noah memberi tekanan hebat, hingga sampai pada titik, orang-orang itu tidak memiliki keinginan untuk melawan.


"Bruk ... "


"Mau kemana kau brengsek?!"


Antonius dan Alex, baru saja menendang dada dua orang yang berniat lari menjauh dari pemuda yang sekarang, sudah mengantisipasi tiga, dan sekarang akan segera menjadi lima.


Saat tubuh keduanya terhuyung kebelakang, Noah berlari dan melompat sebelum akhirnya berputar di udara.


"Buk! ... Buk!"


Dia tendangan ganda, namun masing-masing mendapatkannya tepat pada batang leher mereka. Saat mendarat, kepala yang sudah terkulai itu terhempas kelantai yang keras. Jelas, setelah itu, keduanya tidak lagi lagi bernafas.


"Delapan ... "


...


"Sembilan ... "


...


"Sebelas ... "


...


"Dua belas ... "


....


Satu orang yang tersisa, membeku di tempatnya berdiri. Tubuhnya berguncang hebat saking takutnya. Air mengalir membasahi lantai di bawahnya.


Saat Noah berjalan mendekat padanya, pria itu seolah sedang didatangi malaikat maut, dengan wajud manusia.


"T-to-to-long ... Ampuni Ak—"


"Brukk!!"


Kata-katanya tidak bisa dia selesaikan, karena sebuah pukulan yang sangat cepat dan juga sangat kuat, baru saja menghantam dada bagian kirinya.


Tulang nya yang hancur, ikut merusak jantung yang berada di dalamnya. Darah mulai menyembur dari mulut nya, ketika Noah sudah berbalik dan kembali berjalan ke atas panggung.


Alice yang melihat kedatangan Noah, langsung mengambil sapu tangan dan memberikannya pada pemuda itu.


Noah berjalan sambil membersihkan tangan yang berlumur darah, hingga akhirnya, dia kembali berdiri di podium.


Noah mendekatkan wajah pada Mikrofon di sana, dan berkata.

__ADS_1


"Selamat Datang,  Di World Order ... !!"



__ADS_2