World Order System : The Mafia

World Order System : The Mafia
Gelombang Dari Jauh


__ADS_3

Noah hanya menghela nafas lebih dalam dan menggelengkan kepalanya, saat melihat gelagat Jade yang menatap dirinya dan Finn bergantian.


Sementara itu, Finn sendiri yang melihatnya, semakin merasa geram.


"Sial, apa kau tuli?!"


Mendengar Ucapan Finn yang semakin keterlaluan, Jade reflek mendorong bahu Finn.


"Finn, apa masalahmu? Kenapa kau bisa ada di sini?"


Dorongan itu, sama sekali tidak membuat Finn memundurkan langkahnya. Apalagi, pemuda itu memiliki badan yang cukup kekar, dan juga tinggi. Akan tetapi, apa yang dilakukan Jade padanya itu, membuatnya mengernyit heran.


"Jade, itu lah masalahnya. Aku tidak mengerti, kenapa kau mengabaikanku, sementara kau terlihat sangat dekat dengan pecundang ini."


Jade seperti sedang merangkai kata-kata yang tepat untuk menyamoaikan kekesalannya pada Finn, namun itu tak pernah terjadi. Karena saat itu tiba-tiba Noah bertanya padanya.


"Jade, siapa wanita cerewet ini? Apa dia temanmu?"


"Pff ... !"


Mendengar itu, Reflek Jade merapatkan bibir dan menutup mulut mulut dengan satu tangan menahan tawanya.


Tetapi tidak dengan Finn, cara Noah bertanya pada Jade, jelas sangat menghinanya.


Finn memejamkan mata, menahan amarah yang langsung membakar dadanya. Dia berbalik menghadap Noah, dan membuka matanya menatap pemuda itu tajam.


"Apa yang baru saja kau katakan, brengsek ... ?"


Berpikir bahwa Noah akan menanggapinya, tapi itu tak terjadi. Pasalnya, dia melihat pemuda itu kini masih tersenyum. Dan dia tak perlu berbalik untuk memastikannya, karena sudah pasti Jade juga sedang mamasang senyum yang sama, karena hinaan yang ditujukan padanya itu.


"Noah, kau ... Kau ... Hahahahha ... !"


Akhirnya Jade tidak sanggup lagi menahan tawa. Apa yang dikatakan Noah tersebut, sangat lucu baginya.


"Aku hanya bertanya ... Tapi, sepertinya aku salah. Lagipula, aku yakin kau tidak mungkin memiliki teman seperti ini, bukan?"


Masih dengan tawanya, Jade menggelengkan kepala. "Noah, kau tau aku dengan sangat baik. Hahahahha ... "


Awalnya, Finn hanya berniat mempermalukan Noah saja. Akan tetapi, sepertinya segala sesuatu berjalan di luar kendalinya.


Malu dengan situasi yang tiba-tiba di alaminya. Finn menjadi pitam. Tak perduli dengan kehadiran beberapa orang di sana, Finn memajukan tangan, berniat menarik paksa Noah.


Akan tetapi, sebuah kejadian yang sangat cepat, langsung menimpanya.

__ADS_1


"Buk ... !"


Tak sempat bereaksi, Finn hanya tau tangannya di tarik hingga sebuah pukulan mendarat di dadanya.


Jelas Noah tidak menggunakan seluruh tenaganya. Akan tetapi, satu pukulan telak itu, berhasil membuat Finn kehilangan suara. Bahkan, karena rasa sakit yang tiba-tiba dia rasakan itu, membuatnya sulit hanya sekedar menghela nafas.


Mendekatkan Sedikit wajahnya pada Finn yang sudah tertunduk dengan satu tangan pada dada sementara wajahnya sudah memerah, Noah bertanya.


"Nona, apa kau ingin mengatakan sesuatu? ... Sebentar, Kenapa dengan wajahmu?"


Jade langsung menambah satu tangannya untuk menutup mulutnya yang membulat karena terkejut. Dia juga tidak melihat dengan jelas apa yang baru saja terjadi. Akan tetapi setelah itu, wajah Finn sudah berubah merah, menahan sesak di dadanya.


Tau bahwa Finn tidak akan menjawabnya, Noah mengalihkan pandangannya pada Jade. Saat itu, dia Gadis tersebut terlihat masih terkejut, untuk menyadarkannya, noah berdiri dan bertanya.


"Jade, bukankah kau ingin membawaku pergi ke suatu tempat?"


Jade tersentak, saat mendengar suara Noah, dan langsung berkata terbata.


"Ya, ya ... Aku ingin membawamu, ke ... Ke ... Ke ... Rumahku. Ya, rumahku ... Kita akan menghabiskan hari ini, di sana."


Jawab Jade tentu saja mengejutkan Noah. Dia tidak berfikir bahwa Jade berniat membawanya, ke sana. Akan tetapi, tentu saja dia tidak akan menanyakan kenapa. Karena, tidak ingin larut dalam rasa amarah yang ditahannya dengan susah payah sejak kemunjulan Finn yang masih terdiam di dekat mereka ini, Noah langsung mengangguk.


"Baiklah kalau begitu ... Saat ini, Aku juga tidak ingin berlama-lama disini. Tempat ini, tidak setenang biasanya."


Jade langsung mengerti apa yang dimaksud Noah. Dia langsung mengangguk dan mukai melangkah.


Saat Jade berjalan, Noah kembali menunduk, dan berbjcara pada Finn, pelan.


"Dengarkan aku, brengsek ... Kau sangat beruntung, karena Jade masih bisa tersenyum karena kebodohanmu ini."


"Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ... "


Dua langkah saat Noah meninggalkannya, Finn yang malang itu, langsung terbatuk darah.


Sejak beberapa saat yang lalu, Dia sangat bersusah payah hanya untuk menjaga keseimbangannya saja. Karena, begitu dia menerima pukulan tersebut, untuk beberapa detik, padangannya langsung menggelap. Saat matanya kembali bisa melihat, namun tatapannya sudah nanar.


"Bruuuuk ... "


Saat Noah melangkah keluar, Finn akhirnya ambruk. Tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi. Akan tetapi, suara yang terakhir yang terdengar berbisik padanya itu, membuat jantungnya berdegup lebih kencang.


Sementara itu, Jade yang berjalan di depan, juga merasa jantungnya berdegup dengan cara yang tak biasa.


Dia tau bahwa dia sangat menyukai Noah, dan Noah sudah mengetahuinya. Tidak ada masalah dengan itu.

__ADS_1


Akan tetapi, pagi ini sungguh berbeda. Dia tau bahwa Noah sudah berubah. Tidak selama itu mereka tidak bertemu, namun sangat mengejutkan bajwa Noah yang dia kenal memiliki kepribadian yang tenang, menjadi seseorang yang bereaksi dengan cara seperti itu, karena provokasi Finn.


"Jade, aku tidak tau di dunia ini, ada korban yang mengikuti penculikknya, hei ... kenapa kau berjalan cepat sekali?"


Jade, memang sengaja berjalan cepat. Dia berusaha menahan dirinya untuk tidak berhambur pada Noah dan mencium pemuda itu.


Memiliki kpribadian tenang adalah sesuatu. Akan tetapi, menunjukkan sifat superior dengan cara yang sangat elegan seperti tadi, adalah sesuatu yang lainnya. Pagi ini, Noah benar-benar sudah mengisi seluruh ruang di hatinya


"Sial ... Aku rasa, pemuda ini, akan membuatku gila."


Di pagi hari. Seorang pemuda terbaring tak sadarkan diri, tanpa mengetahui bahwa dia telah mengusik kebahagiaan, seseorang yang sama sekali tidak boleh dia usik. Apalagi di kota ini.


"Hei Jade, tunggu ... "


Sementara itu, jauh dari Silverstone di mana Noah berada. Di sebuah gedung di kota yang di sebut dengan Zinc Seed, terlihat ratusan orang yang berpakaian hitam-hitam, berbaris rapi di pintu utama bangunan tertinggi di kota tersebut.


Mereka kedatangan ketua dari salah satu Jaringan terkuat di Negara Bagian Goldwest, yang dijadwalkan akan tiba beberapa saat lagi.


Di lantai palingbatas gedung tersebut. Satu ketua Jaringan yang setara dengan orang itu, sedang menunggu, cemas.


"Sial ... Kenapa kejadian ini busa terjadi. Sudahkah kalian memastikan, Ada berapa Jaringan yang sudah berbalik dan berpihak pada orang itu?"


Seseorang yang berdiri tepat di sisi kanan dinmana dia duduk, bersuara.


"Maaf tuan Reamus, Aku tidak bisa memastikan yang lainnya. Akan tetapi, keluarga Zille dan Shelby sudah berdiri di belakangnya."


Alexander Reamus, menganggukkan kepalanya mengerti. Karena dia sudah menduga dua keluarga itu akan beralih mengkhianatinya.


Sebab, beberapa tahun terakhir, dua Jaringan kuat yang berada di dalam wilayah teritorialnya sebagai satu di antara sebelas ketua di The Elevens, selalu bersikap seolah berpihak pada orang yang sedang ditunggunya saat ini.


Tiba-tiba pintu ruangan tempat Alexander Reamus berada, terbuka. Dan tentu saja hal itu mengejutkan semua orang yang ada di sana.


Tidak ada satupun orang yang berani berbuat demikian di gedung ini, apalagi mengetahui Alexander berada di sana.


Akan tetapi, belum sempat mereka bereaksi, seseorang sudah melangkah lebih dahulu ke dalam.


Hal ini ternyata lebih mengejutkan dari yang sebelumnya terjadi. Itu karena orang yang sebenarnya dia tunggu, sudah berdiri di depannya.


"Kau ... Bagaimana bisa?"


Tentu saja itu mengejutkan mereka. Karena tidak ada satupun yang melaporkan dari bawah sana, bahwa orang ini telah tiba.


Akan tetapi, laki-laki yang di dicurigai sebagai perusak keseimbangan the Elevens yang selama ini tidak tersentuh tersebut, sudah berdiri di sana dan menatap Alexander dengan senyum meremehkan.

__ADS_1


"Aku tidak tertarik dengan sambutan-sambutan konyol seperti yang telah kau persiapkan di bawah itu ... Aku dan saat ini, aku akan langsung saja. Alexander Reamus ... Jadi bawahanku, atau kau dan seluruh Jaringanmu, akan bernasib sama dengan apa yang dialami oleh Jaringan Sahabatmu, itu!"


Nicholas Zargosky, Pria yang baru saja mengambil alih Jaringan Keluarga Zargosky menggantikan ayahnya beberapa tahun yang lalu itu, mengultimatum Alexander Reamus, ketua Jaringan keluarga Mafia Reamus, tepat di jantung kekuasaannya, seorang diri.


__ADS_2